Pilih jadi GURU atau pilih jadi PNS?


Saya terlahir dari keluarga GURU. Bapak, Ibu, tiga orang paman Paman, dua orang bibi, semuanya GURU, jadi lengkap benar masa kecilku hingga besar sekarang, tumbuh di lingkungan GURU. Tetapi tidak satupun dari kami bertiga, anak-anaknya yang menjadi GURU. Tidak juga PNS.

Kalau mendengarkan cerita bapak dan ibu saat tahun awal-awal menjadi GURU, sungguh amat menyedihkan, gaji yang tak seberapa, di masyarakat tidak dihargai, sebagai contoh para orang tua jaman dahulu cenderung melarang anak gadisnya kawin dengan seorang GURU.

Sekarang sih terbalik, orang pada berlomba-lomba pingin jadi GURU. Tetapi saya pribadi dari dulu karena merasa tidak bisa menjadi seorang GURU yang BAIK, SABAR dan PINTAR, maka saya tidak ngotot jadi GURU. Saya pernah mencoba jadi GURU Komputer di sebuah SMEA NEGERI, juga di SD Muhammadiyah di Kota Jogja, tapi memang tidak jodoh saya untuk menjadi GURU, sehingga masing-masing hanya bertahan 1 hari saja, saya keluar, bukan dikeluarkan.

Bapak mertua saya juga seorang GURU, dan untunglah istri saya sekarang menjadi satu-satunya anak yang meneruskan tradisi menjadi seorang GURU, seorang PENGAJAR, seorang PENDIDIK, tapi bukan PNS karena masih HONORER.

Ayo siapa mau jadi GURU.
Ayo siapa mau jadi PNS……………………..

About these ads

Silahkan memberi komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.957 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: