yang kutunggu datang juga, XL internet unlimited

Akhirnya XL keluar juga paket internet unlimited prabayar, kalau saya lihat memang head to head dengan Indosat Matrix Broadband 3G (pascabayar) yang telah saya pakai sekarang ini, karena sama persis aturannya yaitu kuota 2 GB pertama dengan kecepatan maksimal 256 kbps, setelah kuota ini tercapai, maka kecepatan turun menjadi 64 kbps, jadi jangan terjebak dengan kata-kata unlimited, karena yang unlimited hanyalah anda cukup bayar 100ribu bisa memakai selama 30 hari semau anda tapi dengan batasan kecepatan yang sudah ditentukan, dan tenggang 30 hari, kalau mau make terus ya harus diisi ulang.

Baca lebih lanjut

Tentang iklan-iklan ini

coblosan Lurah di Desaku Sumbersari

Tadi pagi saya disuguhi pemandangan lain saat keluar rumah, yaitu tempelan foto dua calon Lurah / Kepala Desa, kemungkinan masangnya setelah jam 12 malam, karena saya ngenet di rumah sampai tengah malam, trus tidur. Coblosannya besok tanggal 22 Februari 2009 akan bersaing merebut simpati rakyat agar memilih dirinya. Memang hanya dua calon yang maju pada pada pilihan Lurah kali ini, seingat saya kalau dulu sih lebih dari 3 orang, jadi ada babak final segala, lah sekarang langsung final.

calon Lurah

nomer siji


Calon Nomer 2

Calon Nomer 2, Lurah lama.


nomer siji

Nomer siji


Ini mah kebalik nempelnya, nomer 1 harusnya di atas

Ini mah kebalik nempelnya, nomer 1 harusnya di atas

Nih dua calon lurah di desaku saja punya titel/gelar pendidikan yaitu A.Md dan satunya SH.  Opo hubungane, yo ono lah.

UPDATE: 22 Februari 2008 habis maghrib

Alhamdulillah selesai sudah hajatan pilihan lurah, akhirnya calon nomer 1 yang menang, selamat menunaikan Amanat menjadi LURAH DESA SUMBERSARI untuk Mas Bambang (biasanya memang saya manggilnya mas, tapi mungkin besok harus mulai panggil pak lurah), MONGGO SESARENGAN MBANGUN SUMBERSARI. Membangun fisik,  jasmani dan juga rohani. Sekali lagi selamat.

conteng saudara, lalu teman, baru orang lain

Inilah yang akan saya lakukan pada pemilu legislatif besok, karena ada saudara saya yang masih satu TRAH maju caleg di tingkat kabupaten, maka saya besok akan memilih dia, memang pertimbangan pertama adalah karena masih terhitung saudara, kedua saya memang tahu benar akhlak dan pribadinya, dan sebuah kebetulan pula partai dia adalah PKS, yach partai yang sejauh ini saya condong mempercayainya, artinya jika saya memberikan amanat suara saya, maka caleg tersebut tidak akan menghianati saya, dengan korupsi, dll yang merugikan bangsa secara keseluruhan.

temenku yang IJO dong

temenku yang IJO dong, yang pake PECI, caleg no 2 DIY

Pilihan yang kedua adalah teman main yang saat ini maju caleg propinsi DIY dengan nomer urut dua, sebagai teman, saya selalu memilih dia, meskipun kadang saya berubah pilihan partai dari dia. Dulu pertama kali milih partai, saya pilih PPP, setelah ada PAN, saya beralih ke PAN karena saya pikir saat itu pilihan terbaik adalah mendukung PAN dan AMIN RAIS, lalu muncul PKS, dan inilah partai terakhir saat ini yang saya cenderung lebih sesuai dengan hati nurani saya, tapi saya hanya sekadar pemilih pasif, bukan aktifis dan sama sekali tidak terdaftar sebagai anggota. Apapun partai yang saya cenderung dukung, tetap saja saat teman saya ini maju sebagai caleg dari PPP, maka saya tetap memilihnya. Namanya juga teman.

Nah ini saudaraku, jagonya PKS (partai kepunyaan saudaraku)

Nah ini saudaraku, jagonya PKS (partai kepunyaan saudaraku)

Nah baru terakhir ketika Saudara, dan teman sudah dipilih dan tidak ada lagi teman atau saudara yang lain, maka pilihan saya tinggal satu saja, saya sih cari yang realistis dan aman saja, yaitu ketika saya memilih seseorang yang tidak saya kenal dengan baik, misal jika dibandingkan ketika saya memilih saudara atau teman saya sendiri karena memang tahu benar akhlak dan pribadinya yang baik, maka pilihan saya hanya pasti adalah saya akan memilih caleg PKS, siapapun saya anggap sama saja, karena saya yakin dengan akhlak dan pribadi para caleg PKS yang Insya Allah akan amanah dan tidak akan menghianati kepercayaan atas saya memilihnya. Lagi pula saya tahu bahwa caleg PKS diberi pembekalan khusus, sehingga memang ngerti ilmunya sebagai wakil rakyat. OK saya tegaskan lagi bahwa saya bukan anggota PKS, dan saya bukan kampanye untuk PKS.

Rame benar nebar bendera

Rame benar nebar bendera

Saya pikir untuk masuk bilik suara, kita dari rumah memang sudah harus mengerti siapa nanti yang harus kita pilih, dengan begitu banyaknya partai dan begitu banyaknya caleg, jika kita tidak bulatkan hati dan tekad untuk mantap memilih caleg, bisa jadi nanti di bilik suara, kita malah jadi bingung dan bengong, bisa salah pilih caleg.

M. Yazid S.Ag. caleg PPP DIY no 2 dan M. Zuhdan caleg DPRS Sleman Dapil VI no 4

M. Yazid S.Ag. caleg PPP DIY no 2 dan M. Zuhdan caleg DPRD Sleman Dapil VI no 4

Soal pilihan presiden, itu lain lagi, saya pilih berdasar orangnya, bukan partainya. Saya juga menganut ABS, yaitu Asal Bukan Si itu tuh.

wong nDeso kok tuku sayuran

Sekarang di dusunku ada 2 pedagang sayur keliling yang rutin datang kisaran jam 9 pagi, macam-macam yang dijual, yang pasti adalah sayuran dan jajanan pasar. Pedagang ini kulakannya di Pasar Godean Sleman.

Ternyata laris juga ibu-ibu di kampungku pasti membeli sayuran. Padahal kalau melihat betapa banyaknya tanah kosong di sekitar kampungku, rasanya memang pantas kalau orang kampungku itu termasuk malas menanam saja, padahal kalau mau menanam sayuran Insya Allah pasti tumbuh, banyak kok pohon bayam dan lombok liar yang tumbuh di sekitar rumah saya. Kadang saya manfaatkan untuk campuran membuat mie instant.

Nanam lombok sendiri

Nanam lombok sendiri

Saat saya pesiar ke Pacitan, sungguh orang-orang yang tinggal di perbukitan sepanjang jalan menuju pacitan, mereka tanah berbatu batu di tata sedemikian rupa, diberi tanah lalu ditanami dengan kacang, jagung, ketela, dan suburnya menyenangkan mata saat memandangnya. Mereka adalah penduduk yang rajin.

Kembali ke kampungku, seharusnya kalau mau menanam sayuran sendiri, maka akan mengurangi biaya hidup untuk membeli sayuran. Istri saya sudah mulai menanam sayuran, kebetulan kemarin jadi mempunyai tanah luas.

Yuk tanam sayuran, wong nDeso kok tuku sayuran.

mengarahkan masa depan

Masa depan mungkin misteri, tetapi setidaknya kita bisa mengarahkan hidup kita kearah tertentu sesuai keinginan kita. Bisa saja kita mencari bekal ilmu seluas-luasnya, sehingga nantinya apapun yang bakal disodorkan oleh masa depan kepada kita, maka kita bisa memilihnya sesuai kehendak kita, karena kita memang mempunyai kapasitas untuk memilih, sebab banyak sekali orang yang tidak sama sekali mempunyai kemampuan untuk memilih, hanya pasrah mengikuti arah nasib karena tidak mempunyai kapasitas.

Sebagai contoh mempunyai ijasah S-1 tentunya akan lebih luas pilihannya dalam mencari kerja ketimbang ijasah SMA atau dibawahnya lagi. Mempunyai ketrampilan komputer, bahasa asing, teman yang banyak, tentu akan lebih membuat peluang hidup menjadi lebih banyak dan lebih mudah.

Pada akhirnya karena masa depan memang misteri, maka dengan lebih komplit mencari bekal dimasa sekarang, pada akhirnya masa depan Insya Allah akan lebih berpihak pada kita.

Syurga dicapai bukan dengan gratisan, tetapi dengan perjuangan melawan hawa nafsu.

jago SEMPOA kesulitan hitung matematika

Ini pengalaman anak saya yang saat ini kelas 1 SD, dia ikut SEMPOA sejak TK, sehingga kalau melahap soal-soal itungan sempoa sih enak saja. Tapi berhubung dia belum bisa sempoa tanpa sempoa, artinya ngitungnya tetap masih harus dipraktekkan di alat sempoa, maka saat sekarang ada pelajaran matematika dengan soal cerita, anak saya mengalami kesulitan menghitungnya secara manual, mungkin caranya GUNGGUNG SUMSUM, ha ha ha ini adalah istilah yang saya dapat sejak saya SD, yaitu penambahan dengan cara kolom.

Memang sempoa sekadar mengajarkan cara MENGHITUNG, sedangkan matematika lebih mengajarkan cara memecahkan persoalan nyata menjadi jawaban yang benar.

Misal soal seperti ini : Dian punya 68 kelerang, lalu diminta adiknya 24 butir, maka berapa kelerang Dian sekarang?

Begitulah kadang bisa Sempoa ternyata masih sulit juga mengerjakan matematika.

apakah kejujuran bisa dirangking

“jika dinilai 1-10, maka menurut mas antok, KEJUJURAN anda, anda nilai berapa?” Pertanyaan pewawancara kepada saya di suatu kesempatan wawancara kerja.

Menghadapi pertanyaan yang belum pernah saya dapatkan seperti itu, agak bingung juga saja, setelah saya pikir saya memang jarang berbohong, maka saya pikir saya layak menilai diri saya dengan angka 9.

“sembilan pak’ jawab saya kurang yakin.

Setalah sekarang saya pikir-pikir, apa iya KEJUJURAN bisa dirangking seperti itu. Jawaban saya sepertinya memang salah. Seharusnya kejujuran itu jelas, digital banget, adanya cuma ya atau tidak, satu atau nol. Jika kita tidak jujur sedikit, itu sudah termasuk tidak jujur. Jujur sebaiknya memang harus mutlak.

Mungkin saat itu sabaiknya saya menjawab, bahwa saya selalu berusaha untuk jujur, kalaupun berbohong itupun kalau terpaksa.

Susah juga.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.460 pengikut lainnya.