Budaya berhenti di palang pintu kereta api


Kebetulan daerahku dilintasi jalur kereta api sehingga hampir tiap hari saya melewati rel KA. Jadi sering juga terpaksa mengalah kepada kereta api biar lewat duluan.

Yang membuat saya prihatin adalah budaya dan tingkah laku yang memprihatinkan dari banyak orang yang dengan santainya memenuhi semua badan jalan didepan palang pintu kereta api di saat keretanya mau lewat, seperti tidak peduli bahwa dari arah depan juga ada motor dan mobil dan berhenti juga, dan sama saja yang dari depan juga memenuhi semua badan jalan, bukan separo badan jalan seperti yang seharusnya.

ngebak-ngebakki dalan

Mereka yang menuh-menuhi badan jalan yaitu di kanan jalan biasanya bersiasat bahwa palang pintu yang naik duluan adalah yang kanan dulu, sehingga mereka lebih dulu bisa “LOLOS” ke depan, tapi berhubung yang dari arah sebaliknya juga seperti itu, maka tidak bisa dihindarkan hanya satu dua saja motor yang “sukses” melaju duluan, sisanya jadi macet, padahal biasanya palang pintu kereta api entah kenapa dibuat sempit banget, hanya pas untuk papasan dua mobil, dan dikiri kanan biasanya diberi pagar dari bekas besi rel yang kokoh.

Satu motor melanggar

dua motor melanggar

empat motor melanggar

enam motor melanggar

apik tenan??????????????????????

Begitulah wajah bangsa ini, yang tidak malu untuk melanggar rambu-rambu yang sudah dibuat untuk kenyamanan bersama. Saya pribadi karena pakai pulsar, biasanya saya berhenti di tempat yang seharusnya, tapi yang paling kanan, atau berhenti di tengah, nah saat palang pintu KA sudah dinaikkan, saya cuek tetep riding di tengah sesuai jalur saya, tidak peduli sama motor-motor di kanan saya yang melanggar batas marka jalan, biar mereka terpepet arus dari arah sebaliknya, dan akhirnya mereka mundur sendiri.

About these ads

16 Tanggapan

  1. salah satu sumber kecelakaan ya spt ini.melanggar aturan!

  2. singing : ‘Itulah indonesia…’
    bangsa kita mah klo ga di paksa mana bs sadar sih, itu hnya secuil pelanggran lalu lintas ya bos, perlu ada ketegasan dr aparat klo emg serius ama urusan beginian…

  3. biasa mas, belum benjol lom kapok. kadang dah benjol2 malah tambah nggilani.. ga ada kapoknya.. :mrgreen:
    itulah Indonesia tercinta.. :)

  4. aku belajar untuk tidak melanggar….

  5. ya itulah mas
    yang ke utara menuin sisi palang sebelah selatan, yang ke selatan memenuhin sisi palang sebelah utara.

    Jadi ingat hal tersebut yang selalu aku alami di palang pintu Pucangsawit Solo, dari sekarpace ke selatan, atau Jalan HOS Cokromaninoto

    kalo dipalang kereta di Kroya Cilacap, ada median jalannya jadi tertib, yang gak tertib yang nyelonong karena dekat stasiun jadi kelihatan keretanya belum jalan, jadi ada yang berani nerobos

  6. betul bos.. sebenernya bikin jengkel juga.. di jogja pa bos??

    • betul di Jogja, palang pintu kereta api yang saya lewati adalah Utara Universitas Mercu Buana Yogyakarta dan Palang Pintu KA dekat SOTO PAK SLAMET gamping.

  7. kan biasa mas wong ndeso..
    gw aja sering ko ngesok2 maju. biar bisa liat kereta dari deket… :mrgreen:

    tp sekarang takut… ternyata terlalu deket malah ng enak..
    terganggu suaranya dan tambah lagi kalo ada kerikil atau batu yg terlempar malah bisa benjut… :sad:

  8. Emang mengerikan,bang haji bilang sungguh “terlalu”…

Silahkan memberi komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.953 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: