seberapa ngefekkah peran blogger otomotif di daerah?

Kemarin sempat ramai didunia perbloggeran, antara blogger otomotif KW1, 2, 3 dst ono-ono wae. Tiap blogger memang beda, dan itu tergantung masing-masing blogger saja. Kalau saya yang penting terus berkarya, saling menghormati dan menyayangi ha ha ha keep brothehood.

guyup rukun meskipun motore beda

Jogja memang istimewa, memang unik, ditambah pula dengan dukungan dari Semarang, Magelang, Muntilan, Solo, Ngawi dan SEKITARnya dan ini pula yang terjadi dengan komengtator dan blogger otomotif, blogger agak otomotif, dan blogger campuran seperti saya ini, semua guyup rukun dalam wadah KOBOYS, justru kita malah seneng kalao motor kita berbeda, karena bisa menambah khasanah ilmu dalam permotoran, bisa saling test ride, ada yang supra pake box kotak miring lagi (alrozi), ada yang pake apache (moko), ada yang pakai biru gendut(bang one08 aka pak camat), ada yang pake pulsar (saya dan dipo), ada yang pakai honda munyuk (martini), ada yang pake skywave, dan seterusnya panjang kalo disebut, karena saat kopdar pertama di rumah sis Jomblo Ati, motor kita memang beda semua. Kemarin nambah anggota kok ya motornya beda juga, ninja250r, kawasaki dtracker, Yamaha Vixion dan honda CBR.

karena duwe sedulur KOBOYS pake ninja, jadi bisa test ride ninja250r

Kalau dilihat di KOBOYS.wordpress.com disini ngumpul sekitar 27 KOBOYS yang tentu saja akan sangat potensial menuliskan pengalamannya, pengetahuannya dan hobbynya di bidang otomotif, mulai dari yang ahli di bidang mesin, yang seneng turing, yang seneng kucing ireng, yang seneng rumput laut, yang seneng dicokot hamsters, sampai rider biasa seperti saya ini.

balada box mlorot menuju rumah sis Jomblo ATI

Kita pernah ngumpul dan meramaikan launching Honda Scoopy, nah kemudian semua pada menuliskan acara tersebut, otomatis tulisan dan foto-foto tentang scoopy terpublish dan terpampang di dunia maya pada banyak blog dengan berbagai macam gaya penulisan dan penyampaian, intinya secara tidak langsung honda terbantu dengan bom informasi tentang scoopy ini, sayangnya kita saat itu belum resmi menjadi KOBOYS dan belum ada komunikasi seperti sekarang ini dengan pihak AHM.

Untuk event pengenalan Honda New MegaPro tanggal 2 Oktober 2010 di parkiran McD Jalan Jendral Sudirman Jogja, KOBOYS juga akan hadir, mungkin nanti disambung dengan kopdar dan gathering dengan Gus Tri ahlinya dunia per RONDO nan :-D, karena tinggal dengan Gus Tri saja KOBOYS belum kopdaran.

kompak test ride scoopy

Kalau boleh usul ke AHM dan mas Taufik aka TMCblog, alangkah baiknya jika besok KOBOYS diberi porsi tambahan dalam testride NMP ini, misal turing ke Pacitan dengan juragan warung ijo yang belum terealisir, alangkah baiknya jika motor-motor NMP yang sudah dipakai untuk ke bromo itu, dipakai sekali lagi untuk turing KOBOYS dan TMCblog ke Pacitan, wah mesti low kos haik impek dah.

Jadikan menulis dan ngeblog menjadi kesenangan :-D berbagi ilmu berbagi pengalaman hidup, dan nambah peseduluran. Yuk sodaqoh ilmu.

Tentang iklan-iklan ini

mewakili KOBOYS untuk acara turing Honda New MegaPro Semarang Jogja

Alhamdulillah akhirnya janji bapak Tedy sewaktu deklarasi KOBOYS dulu ditepati, dan ternyata saya yang kali ini diamanati untuk mewakili KOBOYS (tetap ditunggu kesempatan-kesempatan diwaktu mendatang dengan KOBOYS yang lainya tentunya). Ini adalah kali pertama KOBOYS digandeng oleh ATPM untuk acara resmi ATPM.

KOBOYS (foto oleh SL.com)

Sebelumnya saya memang sudah prepare waktu untuk acara ini, yaitu saya ambil cuti kerja, biar waktunya bisa lapang dan yang jelas tidak mengganggu pekerjaan saya, lagi pula memang saya butuh cuti untuk menyegarkan semangat setelah kemarin lebaran malah masuk kerja, its okay ini memang resiko kerja di tv, tidak ada istilah hari minggu atau tanggal merah :-D.

Saya prepare waktu untuk memastikan saja bahwa jika terpilih maka saya tidak akan mengecewakan AHM, KOBOYS dan saya sendiri, seandainya tidakpun saya tetap prepare untuk menyemarakkan acara dibawah ini di Jogja tanggal 2 Oktober 2010, tentu dengan KOBOYS semuanya.

Agenda The City Event Honda New MegaPro

Dari awal saya sudah katakan bahwa saya hanyalah blogger biasa, dalam artian saya hanya menulis apa yang saya alami dan saya tahu saja. Saya tetaplah komengtator, sekaligus blogger, biker juga, dan engineer, yang terakhir ini adalah karena pekerjaan saya.

BC > riding Rumah-Kantor-Rumah+ternak teri = 100KM/hari

Motor pertamax ku Atrea Star 1988, pertamax ke Semarang pake ini.

si Risma juga pernah ke Semarang

Karena harian saya adalah numpak serigala yang  bisa tembus 100 km per harinya, maka tentu saja nanti saya akan membandingkan pengalaman riding dengan NMP dan Pulsar Black Coyote UG4 saya. Rute Jogja – Semarang adalah rute yang familier bagi saya, karena saya pernah melakoninya memakai Honda Atrea Star saya keluaran 1988, lalu memakai Honda Karisma keluaran 1995, malah BC saya belum pernah saya ajak ke Semarang, tapi jangan kawatir, saya sudah mengajak berkelana BC saya sampai Surabaya-Madura. Dan BC saya ini saya hitung memang konsumsi premiumnya adalah 40 KM/Liter.

one wing eh one heart……..

Nah untuk NMP saya pinginnya juga bisa mengetes konsumsi premiumnya, mungkin paling mudah tangkinya diisi saja 3 liter, jarak Semarang Jogja kan kira-kira 120KM, kalau 3 liter itu tidak habis, berarti yo irit tenan. Tapi mungkin untuk lebih afdholnya diisi 1 liter saja ya, biar bener-benar ketahuan berapa KM bisa dijalani si NMP ini.

 

kopdar dan testride NMP bakal rame nih

NMP di jogja sudah pating sliwer, dah banyak yang memakai, ketersediaan NMP di dealer-dealer, kemudahan mendapatkan dalam artian tidak dipersulit dan dipermainkan oleh oknum-oknum tertentu yang mungkin mencari kesempatan dalam hal konsumen berlomba untuk mendapatkan NMP ini, tentu hal ini akan membuat lancarnya pemasaran NMP.

Pilih New Mega Pro, Byson atau Pulsar UG4?

Pernah ditulis di TMCblog, bahwa Byson dan  New Mega Pro ini kental sekali aura Indianya, terutama dapat dilihat dengan jelas sekali pada pemilihan batok lampu yang modelnya mirip TVS Apache dan Bajaj Pulsar. Dan memang seperti itulah kenyataannya.

Saya sendiri adalah pemilik Pulsar UG4 180 CC sejak Januari 2010, itulah mengapa saya hanya membicarakan NMP, Byson dan Pulsar UG4 saja, kenapa TVS Apache tidak saya masukkan, karena saya tidak memiliki, memakainya sehingga tidak tahu kelebihan dan kekurangan dari apache. Biar moko (koboys pemilik apache) saja nanti yang mungkin akan menulis dengan judul : Pilih NMP, Byson atau Apache? :-D

Saya mulai dari Pulsar UG4 saya dulu. Disebut UG4 karena dah di Up Grade sampai ke 4 kalinya dari awalnya keluar, intinya pulsar UG4 ini tetap memakai mesin tetap 180cc, tapi bodi dan rangka memakai punya pulsar 200, bahkan shock depan memakai punya pulsar 220 yaitu 37mm besarnya (sama dengan ninja250r), lebih besar dari pulsar 180 sebelumnya dan juga lebih besar dari pulsar 200. Kenapa UG4 ini bisa diadu dengan NMP atau Byson, ini karena punya rentang harga yang malah dibawah NMP dan Byson, yaitu harganya 18,5juta (semoga belum naik), dengan harga lebih murah, tapi lebih besar 30 CC dari NMP dan Byson , kapasitas tangki mendekati 20 liter, dengan konsumsi premium tembus rata-rata 40KM per liternya, dengan tongkronganya yang besar dan gagah dan berat juga tentunya, maka UG4 ini adalah pilihan yang masuk akal sekali, apalagi jika yang menyukai tambahan box di buritan, maka UG4 sangat-sangat cocok, dan banyak pilihan Box dan pegangannya/braket di pasaran, terutama di komunitas bajaj. Yang mungkin jadi kekurangan untuk UG4 adalah beratnya, saya yang tinggi 175 cm dan berat 75 kg, saja awalnya merasa agak berat saat harus mindah-mindah motor ini, tapi kalau sudah dinaiki ya nyaman sekali. Kekurangan lainnya adalah jika untuk pemakaian di perkotaan yang sekarang cenderung macet dan lahan parkir yang padat, maka UG4 ini repot juga, untung saja bahwa UG4 koplingnya ringan, saya rasakan lebih ringan dari Pulsar200, tapi masih untung dibantu dengan fitur yang membuat motor tidak mati meski gigi 3 atau 2 dengan putaran mesin yang rendah, motor koplingan lain saya yakin langsung klekek, mati mesinnya. Kekurangan UG4 lainnya adalah dukungan servis dan spare part yang hanya dimonopoli oleh satu dealer di wilayah jogja ini (entah diwilayah lainnya), sehingga memiliki UG4 dan pulsar lainnya menjadi sangat tergantung pada dealer untuk servis dan spare partnya, sayapun agak mangkel dengan kondisi ini, karena tidak ada iklim persaingan untuk memberikan yang terbaik pada pemilik pulsar. Tapi itulah dengan sosok dan CC mendekati Tiger, anda bisa pilih UG4 yang harganya malah lebih murah dari NMP dan Byson. Kalau ada kelemahan satu atau dua ya wajar, lha murah kok :-)

Oke sekarang beralih ke Byson, eh harganya berapa ya?? anggap saja 19,5 juta ya! nanti kalau aku dah tahu harganya aku update dah. Byson menurut saya adalah menjual desain desain dan desain baru yang lainnya, saya sendiri suka sekali dengan sosok dan tampang byson, dan saya rasa ibarat cewek, byson ini tidak terbantahkan jika rata-rata orang menilainya dalam kategori “cantik”. Kekurangannya mungkin rem belakang masih tromol, tapi ini mungkin enggak terlalu jadi masalah, karena menurut pengalaman saya memakai UG4, rem belakang hanya sebagai penyeimbang saja, tetep rem depan duluan yang harus andal, baru rem belakang menyesuaikan saja. Teman saya yang punya Supra belakang cakram, malah mengeluh tidak nyaman, nah tuh. Byson dan NMP sama-sama monoshock perkara nanti mana shocknya yang lebih nyaman dan lebih baik, biar waktu yang membuktikan. Jadi kesimpulan saya mengenai Byson ini adalah, pangsa pasarnya adalah dari ABG kelas 1 SMA sampai mungkin usia 35 tahunan, yang mendambakan motor bersosok garang dan indah.

Sekarang ke New Mega Pro. Inilah uniknya Honda, saya selalu mendapati produk honda yang kesannya jelek diawal dalam hal desainnya, tapi lama-lama kok jadi seneng melihatnya, agak aneh juga ya, mungkin ini karena pilihan desain yang diambil lebih ke arah agak netral dan abadi, tidak terus mboseni, artinya honda itu rentang usia pemakainya untuk semua kalangan menjadi terkesan wangun-wangun saja, misal untuk bebek dipakai dari ibu-ibu, bapak-bapak, anak muda, abg, cewek, remaja menginjak dewasa dan semuanya, rasanya kok ya memang wangun-wangun saja. Demikian pula halnya dengan NMP ini, saya melihatnya ada tujuan desain dibuat untuk rentang usia yang lebih lebar, kalau Byson tadi saya nilai untuk anak SMA kelas 1 sampai umur 35 tahunan, nah untuk NMP ini kok menurut saya bisa dari SMA kelas 1 sampai kakek-kakek ya. Sebuah pilihan yang cerdas menurut saya, dengan spread semua umur, maka penjualan tentunya akan banyak juga. Untuk anak muda tentu pilihan rem belakang memakai cakram adalah suatu kelebihan yang menggiurkan, sedang untuk orang berumur, desainnya yang tidak terlau ektrim sebagai street fighter tentunya masih nyaman dalam hatinya jika memilih motor ini.

Begitulah dalam pandangan saya mengenai ketiga motor yang secara tampang dan harga mirip semua. Tinggal konsumen sendiri yang akhirnya bisa menentukan. Pertimbangan pertama tentu karena jatuh hati dulu dengan “kecantikannya” dengan desainnya, dan ini relatif banget, sudah masuk kawasan “rasa” like and dislike. Pertimbanga kedua tentu baru ke fiturnya yang lebih anda perlukan yang seperti apa. Dan setelah membeli nanti, banggalah anda dengan pilihan anda, cintailah motor anda dengan segala kekurangan dan kelebihannya, motor pilihan anda adalah motor yang terbaik bagi anda, tapi jangan lantas menjelekkan motor yang bukan pilihan anda.

Kalau saya sendiri masih milih Ninja250r sebagai next dream bike saya he he he

RIBETNYA GANTI BOHLAM BLACK COYOTE KU

Tanggal 23 September 2010 aku pulang jam 9 pagi dari kantor, dan kuketahui bahwa lampu jarak dekat punya Pulsar UG4 180 cc yang kuberi nama Black Coyote (selanjutnya disebut BC saja) ternyata mati tidak berfungsi, saat itu saya pikir ada kabelnya di dalam yang putus atau konslet, karena paginya barusan aku mandikan, mungkin saja terkena semprotan air pada terminal-teminalnya. Akhirnya aku pulang pagi itu tanpa menghidupkan lampu utama, apa iya mau menghidupkan lampu jarak jauhnya BC, lha blereng lah nantinya pengendara dari arah depanku.

jadi trondol tanpa kepala :-D

Hari Jumat 24 September 2010, karena sayang istri, maka istri aku anter kuliahnya di UPY, dan maghrib baru pulang, terpaksa aku pakai lampu jarak jauh BC karena yang dekat tidak mau hidup, meskipun posisi saklar saya ON pada posisi lampu dekat, tetap saja di panel indikatornya nyala yang jarak jauh, dan memang hanya lampu jarak jauh yang mau menyala.

Akhirnya sampai di daerah Pasekan setelah Pom Bensin Ambar Ketawang, hujang deras banget dan saya berteduh untuk memakai mantrol. Setelah lanjut beberapa meter, ternyata lampu utama BC mati semua, waduh ternyata bener-bener gak enak naik motor maghrib dan kondisi hujan deras tanpa lampu, saya cuma menghidupkan sein yang kiri sampai rumah.

bolam H4 terlihat di dudukannya, hanya terlihat 3 konektornya

ungkit bagian ini kebawah lalu kekanan

pengait dibuka sampai seperti foto ini

lampu yang mati tinggal diangkat pada kakinya

inilah bohlam H4

sebenarnya gak perlu dibongkar sampai seperti ini :-D

Akhirnya sampai rumah saya cek kondisi fisaik lampu dan ternyata memang lampu H4 pada BC saya mati, terlihat bekas filamen yang rontok. Saya langsung bongkar juga malam itu, wuah ternyata ribet banget untuk mengganti lampu utama kudu bongkar semua kepala si BC, tidak bisa tidak, karena belum pernah buka, ya sekrupnya aku lepas saja semua, mulai dari windshield sampai sampai sekrup-sekrup semua yang kelihatan, lalu saya copot sekrup plat nomor di bawah lampu, lalu sekrup pegangan lampu disebelah atas sekrup plat nomer. Saya yakin sampai step ini semua sekrup dah saya lepas, tapi kenapa tetep belum lepas ya. Oh ternyata ada sekrup pegangan kanan kiri di sebelah dalam dibalik pegangan sein kiri kanan, caranya plastik dudukan sein kita tarik saja, plastiknya lentur kok, lalu tinggal copot tuh sekrup. Jadilah semua sekrupnya lepas semua.

Untuk membuka bohlam, maka tinggal tarik karet penutup di belakang reflektor, nah setelah itu akan kelihatan konektor, tarik saja konektor tersebut, ternyata bohlam H4 ini bentuknya ada 3 kaki pakai konektor, bukan sekadar benjolan seperti kebanyakan lampu bohlam yang selama ini aku kenal :-D. Karena belum pernah membukanya, untuk mengambil bohlam H4, terlebih dulu saya lepas sekrup pengikat kaitan bohlam, lalu lepas deh. Ternyata baru kemudian saya ketahui bahwa untuk melepas bohlam dari kaitan pengunci, tidak perlu buka sekrup, tapi cukup kaitannya dilepas dengan diungkit kebawah, lalu geser kekanan sedikit, maka akan terlepas dari dudukan pengaitnya.

Saya mencari bohlam malam itu juga di toko tetangga yang jualan onderdil motor, tapi ternyata tidak ada, dan dia au mencarikan besok siang. Waduh alamat besok pagi harus pinjem motor, dan memang akhirnya saya pinjem revo mertua, lumayan nostalgia saat pakai karisma dulu, merasakan perut terguncang-guncang dan rasanya memang enggak setelah lama pakai pulsar lalu terpaksa pakai bebek :-D

Saat di kantor saya nanya sama bro DIPO teman KOBOYS sekaligus teman PULSARIAN JOGJA juga, ternyata menurut beliau bohlamnya sama dengan punya vixion, oke dah aku langsung hubungi teman lainnya yang kerja di Yamaha, tapi ternyata barang tidak ada. Yo wis akhirnya saat saya pulang jam 18 dari gunung, maka sepanjang perjalanan, saya lirak kiri kanan jalan, nyari kalo ada toko onderdil yang buka. Dan akhirnya setelah hampir putus asa, di wilayah Kadipiro, setelah deretan warung-warung SOTO KADIPIRO, saya lihat di utara jalan ada bengkel sekaligus toko onderdil yang masih buka kalau gak salah ingat namanya Mandiri Motor Variasi dan masih melakukan aktifitas perbengkelan, saya samperin, dan begitu turun dari motor, langsung si pemilik aktif bertanya pada saya, jempol dah untuk pemiliknya, saya bilang nyari lampu untuk vixion, saya sebutkan spesifikasinya , bohlam H4, 12 Volt/35 watt. Dan ternyata di toko ada satu kardus masih 90 penuh, saya langsung diambilkan, eh begitu saya mau pegang, dilarang! katanya lampu model ini tidak boleh dipegang bagian kacanya dengan tangan, jadi megangnya di bagian kaki-kakinya yang ada 3 buah. Bohlam ini saya tebus dengan harga 40ribu. Dan mereknya Philips, mantaffffffffff. Yang gawan asli pulsar mereknya halonix kalau saya tidak salah lihat.

Malamnya mau saya pasang, tapi ternyata lampu MATA SRIGALA di batok pulsar juga sudah menghitam, mending diganti sekalian, tapi karena lampunya belum ada, harus sabar nunggu paginya. Dan pagi jam 8 saya dapatkan bolam mata serigala 12v/5 watt di tetangga yang jualan onderdil motor, harganya satu cuma 1.000,- padahal di bengkel bajaj dulu saya ganti harganya Rp. 3.100,- dan pasangnya Rp. 5.000,- dua buah. Jadi pasang lampu mata serigala habis 11.200, kalau pasang sendiri cuma habis Rp. 2.000,- untuk beli lampunya doang.

Mati lampu utama bagi pulsar adalah kiamat untuk yang harus riding di malam hari, nyari bohlamnya juga tidak mudah, harus di toko khusus variasi, jadi saya sekarang berpikir untuk punya cadangan lampu ini jika mau turing jauh, dan tidak lupa tool untuk bongkar batok pulsar, yang agak aneh adalah, obeng bintang bawaan pulsar, saat dipakai kayaknya gak cocok sama lubang sekrupnya, aneh kan.

Jika belum pengalaman bongkar batok pulsar, saya kira bisa 1,5 jam lebih untuk bongkar pasangnya, memang ribet, semoga saja bohlam philips saya ini awet.

Hitungan umur bohlam saya. Saat ini pulsar saya sudah lebih dari 20.000 KM, jadi untuk mudahnya anggap saja 20.000 KM dan saya memang light on terus, jadi bisa dipastikan lampu utama pulsar saya nyala terus. Jika rata-rata saya riding 50kpj maka 20.000 KM : 50 KPJ = 500 jam umur bohlam saya.

Lampu H4 pulsar saya ini katanya sama dengan punya vixion, ninja250r, thunder 250, NMP dan mungkin juga new scorpio, tapi apakah dimotor selain pulsar susah juga gantinya? alias harus bongkar seluruh batoknya? mungkin saja, kita tunggu saja pengalaman rider lain yang punya motor2 tersebut, semoga mereka bisa berbagi pegalaman juga.

prepare test ride NMP semarang jogja dan kopdar KOBOYS 2 OKT 2010

Kepastian acara event launching Honda New Mega Pro (selanjutnya disingkat NMP) adalah tanggal 2 Oktober 2010 di Lapangan samping Timur Mc D Jogja di Jl. Jendral Sudirman Jogja. Saat deklarasi KOBOYS tanggal 7 September 2010 kemarin, pak Tedy dari AHM memberikan jatah satu porsi bagi anggota KOBOYS yang nantinya terpilih untuk ikut serta dalam acara turing menggunakan NMP dari Semarang menuju Jogja, dan saya kira tanggalnya juga tanggal 2 Oktober 2010 juga.

gambar diambil dari SL.com

Pemilihan biker dan blogger yang nantinya akan ditunjuk untuk acara ini adalah melalui penilaian dari blog masing-masing blogger yang sudah tergabung dalam KOBOYS dan sudah tercatata pada saat acara deklarasi kemarin dan datanya sudah masuk ke SL.com.

Sebagai anggota KOBOY  maka saya juga mempersiapkan diri ikutan aktif menulis di blog dan tentu saja yang paling penting bagi saya adalah saya harus mempersiapkan waktu pas acara tersebut saya pastikan saya bisa, dan untuk itu saya memang ambil cuti, disamping memang untuk istirahat karena kemarin saat idul fitri malah full kerja tidak bisa cuti, saya cuti mulai tanggal 30 September 2010 sampai 3 Oktober 2010, karena menurut saya, jika acara memang tanggal 2 Oktober dari Semarang, maka tanggal 1 Oktober yang terpilih sudah harus berada di Semarang, dan saya siap untuk itu. Tetapi perkara nanti tidak terpilih, ya bukan masalah bagi saya, karena yang penting nanti tanggal 2 Oktober 2010 bisa kopdar rame-rame di acara

The City Event Honda New MegaPro

Jadi saya juga berharap kepada semua KOBOYS untuk prepare seperti saya, sehingga saat nanti misalnya terpilih, dapat dipastikan untuk mengikutinya, jangan kecewakan diri sendiri, dan kecewakan AHM sebagai pihak pengundang, bagaimanapun ini adalah kali pertama KOBOYS diberikan kepercayaan dari ATPM wa bil khusus dari AHM.

Karena saya sendiri sehari-hari memakai Bajaj Pulsar UG4 180 CC, maka tentu saja nantinya jika saya diberi kesempatan test ride, ulasan saya tentu akan lebih banyak memperbandingkan antara NMP vs Pulsar UG4 saya, pasti menarik karena saya hanya rider biasa yang tidak mengerti mesin secara mendalam, tapi saya yakin banyak calon pembeli motor yang kapasitas pengetahuan permesinannya dan tetek bengek soal motor tidak secanggih yang ngerti motor secara luar dalam, dan mereka tentu hanya membutuhkan informasi yang penting-penting saja, misal enak tidak, tinggi motor gimana, remnya pakem tidak, dll. Bisa jadi ini suatu kelebihan bagi saya, disamping memang jelas sekali suatu kekurangan tentunya.

Sayang sekali KOBOYS tidak diundang oleh Yamana ke Bromo, mungkin karena kedua pihak memang belum terjalin komunikasi, sehingga pihak Yamaha belum mengetahui keberadaan dan eksistensi dari KOBOY. Semoga next time hal itu bisa terwujud.

sekilas melihat NEW MEGA PRO

Ada yang membuat saya terkejut saat melihat NMP dah mengaspal jalanan di Jogja, saya melihatnya pertama kali ya pas puasa kemarin, sekitar pertengahan puasa, ada 4 rider yang saya lihat sudah memakai NMP.

Rider pertama saya papasan sekilas di daerah Sekarsuli, saat itu kaget bener, eh itu tadi kayaknya NMP, gumam saya. Tapi karena cuma papasan dan gak niat ngejar, ya sudah saya biarin NMP menjadi tanda-tanya dalam benak saya.

Trus kedua kalinya barengan riding saat di Ringroad selatan dimulai dari bangjo Terminal Giwangan, sampai bangjo Kota Gede, yang kedua ini karena barengan, saya coba ikutin terus dan lihat-lihat sosoknya. Kesan saya pertama adalah, NMP ini oleh ridernya yang kebetulan Brimob kayaknya, langsung digeber saja, padahal pastinya masih inreyen tuh, saya jadi ingat saat inreyen Pulsar UG4 saya, saya hati-hati banget, dan memang terasa kasar mesinnya saat saya inreyen pulsar UG4, tapi untuk NMP kayaknya ridernya santai saja tuh bawanya, mungkin memang dari awal dibawanya enak ya, gak perlu inreyen segala.

Katiga ketemu NMP di bangjo Pojok Beteng Kulon, sialnya saat itu saya berpanas-panas pas puasa demi mau ngambil Vixion hitam yang mau dibeli teman saya, kebetulan teman saya ada disemarang, dan saya diminta bantuan untuk mengurusnya, padahal teman saya sudah tak suruh ambil NMP saja sekalian yang motor baru, tapi entah alasan apa dia kok tidak mau, yang jelas teman saya dulu memang pernah punya GL PRO :-). Mungkin ingin ganti merek dia. Nah saat sudah di dealer Yamaha di wetan Plengkung Gading, eh sama salesnya baru dibilangain barang tidak ada, kalopun ada harus indent, dan itupun belum pasti apa sebelum lebaran barangnya bisa didapat, walah uedan ini honda dah keluarkan NPM, eh vixion masih main indent-indentnan, belum lagi mungkin nanti BYSON apa konsumen juga harus dipermainkan INDENT bagi yang ingin tunai. huh. Kalau dari pengamatan saya, mungkin line produksi vixion digusur untuk produksi BYSON, jadi vixion kesannya agak sulit didapat, atau memang vixion laris manis, saya tidak tahu.

Pertemuan keempat dengan NMP, ada di jalan Wonosari sekitaran Studio JogjaTV sampai ke bangjo ringroad selatan jalan wonosari, dan yang ini karena satu arah juga, lagi-lagi saya mendapati bahwa ridernya juga nyantai saja saat membawanya, tidak ada kesan motor masih baru dan perlu di inreyen sehingga harus hati-hari memakainya. Malah head to head nariknya dengan Black Coyote saya.

Jadi yang bisa diambil kesimpulan dari tulisan ini adalah, boleh jadi BYSON gaungnya dah dari setahun yang lalu launchingnya, tapi nyatanya tetep NMP yang duluan nongol, meskipun baru akan resmi diluncurkan tanggal 2 OkTOBER 2010 besok di Jogja. Terlihat sekali honda/AHM memanfaatkan moment puasa dan lebaran kemarin untuk melempar NMP di Jogja, jadi untuk contoh kasus seperti teman saya yang mau ambil vixion, kalau dia tidak kuat iman, pasti langsung mau ambil MNP, dan saya yakin yang imannya lemah tentu banyak, karena mau ambil merek ini ternyata barang tidak ada, atau kalau ada harus indent, maka mending ambil yang pasti ada saja, dan itu adalah NMP.

aku dan honda

Setiap orang pastilah punya kenangan tersendiri terhadap motor-motor yang pernah mengisi hari-hari dari semenjak pertama kali punya motor, sampai mungkin berganti-ganti motor dalam perjalanan hidupnya.

yamaha 75, gambar diambil dari google

Saya sendiri awal pertama tahu motor, adalah yamaha 75 bebek warna merah, karena paman saya punya motor ini, seingat saya, masih SD saat paman saya itu gaya sekali punya motor Yamaha 75.

Untuk pertama kalinya saya punya motor adalah tahun 1988, yaitu ketika saya kelas 3 SMP menjelang lulus, dan motor itu adalah Honda Astrea Star warna hitam nomernya AB 4743 EN, motor saya ini adalah motor terakhir edisi star dengan pegangan belakang (istilahnya apa ya???) di krom, beberapa hari setelah saya beli motor ini, eh honda mengeluarkan astrea prima. Dan setelah itu kembali lagi honda mengeluarkan astrea Star tapi kayaknya kualitasnya tidaklah sebaik dengan star yang tahun 1988 dan sebelumnya.

Astrea star 1988

Ada yang unik pada kisaran tahun 1988-1990, yaitu pencurian asesoris motor star dan prima pada emblem di sayap dekat kaki, saat itu pada dicuri untuk dibuat kalung, jian aneh-aneh saja. Mungkin kalau sekarang termasuk anak Al4y yang pakai kalung kayak gitu itu.

Motor astrea star saya gunakan dari SMP lalu SMA dan sampai kuliah semester akhir kira-kira tahun 1997, motor ini saya jual karena saat itu saya butuh uang untuk beli komputer, pertimbangannya adalah saya sebagai mahasiswa teknik elektro kok gaptek banget kalau tidak punya komputer sendiri, tahun-tahun tersebut komputer masih merupakan barang mewah dan langka, saya jual astrea star saya laku 4juta, dan smeuanya saya belikan komputer pentium 133mhz dengan hardisk hanya 450MB, edo ram 16MB kalau tidak salah, dan printer HP Deskjet. Saat itu dalam pemikiran saya, bahwa dengan menguasai komputer maka saya akan punya nilai lebih sehingga saya kelak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dan bisa beli motor lagi. Jika saat ini saya bisa komputer, bisa internet, bisa jadi blogger, ini karena jasa astrea star yang saya korbankan dahulu untuk beli komputer.

Pada perjalanannya saya bahkan mendirikan rental dan pengetikan komputer di rumah dengan modal komputer saya ini. Lalu expansi mendirikan rental dan pengetikan komputer di pinggir jalan raya dengan menyewa rumah, sebenarnya enak juga jadi pengusaha, tetapi saat tahun 2001 akhir saya diterima bekerja di tv, saya berhenti menjadi pengusaha, dan  serius jadi buruh, sebuah pilihan yang bagi saya adalah tentang bagaimana saya menikmati hidup saja.

pitung hijau, slebor belakang merah

Pitungku pake kedok nova :-D

wajah lain dengan pitung yang sama

honda pitung modif

Selanjutnya saya malah mempunyai honda 70 sampai 2 kali, dengan pertimbangan harganya murah dan waton iso mlaku, saat kuliah semester akhir saya masih pakai pitung, bahkan saat bekerja di tv dengan tuntutan harus naik gunung, saya tetap menggunakan honda pitung. Saya akhirnya berganti dengan sebuah moge wannabe yang dimodif dari honda tiger, pilihan yang salah menurut saya. Tidak berapa lama, lalu saya menjualnya lagi.

moge jadi-jadian dari tiger

moge tiger tampak depan, jian kayak gonteng kebesaran kepala

Akhirnya saya membeli sebuah motor honda lagi, yaitu Karisma 125 D, motornya yang besar dari kebanyakan bebek, ya memang besar di body dan besar di kubikasinya. Tapi sayang banget motor ini bodynya dari plastik yang mudah terlepas sekrup-sekrupnya, sehingga setelah 5 tahun saya pakai, motor karisma ini bodinya gemerisik banget, akhirnya saya jual motor karisma saya kepada teman saya.

Karismaku

Nah perjalanan saya dengan honda akhirnya berhenti sampai disini, saya pingin motor besar yang irit, sedangkan pilihannya adalah Tiger, tapi harganya mencapai 25juta, kalau megapro saya tidak suka sama sekali dengan bentuknya, lagi pula teman-teman di kantor saya pernah pada punya motor ini, gak asyik lah kayaknya. Akhirnya dengan pertimbangan harga murah, sosok yang tinggi besar, saya putuskan beli Pulsar UG 4 180 CC, lebih tinggi 20cc dari megapro, tapi tampilannya setara Tiger, dengan harga lebih murah dari megapro, ini merupakan pilihan yang benar-benar rasional bagi saya.

black coyote

Lalu apakah kisah saya dengan honda akan berakhir? Saya rasa tidak, jika mungkin honda dalam satu tahun kedepan mengeluarkan 250cc, dengan harga yang wajar, mungkin kisaran 27jutanan, atau maksimal 30 juta. Jadi kita tunggu saja.

IKTISAR :

1. Honda Astrea Star (1988-1997)

2. Honda 70

3. Honda 70

4. Honda Tiger modif moge

5. Honda Karisma 125

6. Honda Astrea Star 96 (punya istri)

7. Honda Supra Fit (punya istri)

8. Bajaj Pulsar UG4 180.

9. ????????? Ninja250R/Honda250/Yamaha250?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.517 pengikut lainnya.