Hujan abu merapi

 

merapi saat lagi tidur

 

Rupanya Gunung Merapi tadi padi tanggal 30 Oktober 2010 meletus lagi sekitar jam 01:16, saat saya tidur nyenyak. Dan baru tadi pagi saat bangun tidur dan melihat keluar, rupanya Merapi telah berbagi pupuk abu vulkanik yang Insya Allah akan menyuburkan tanah-tanah yang tertaburi oleh abu ini. Lumayan tebal, karena saat saya iseng menulis karya seni dengan jari-jemari saya, ternyata bisa sangat jelas terbaca.

Saya langsung kontak adik saya yang seorang dokter, yang kemarin sempat bertugas ke kawasan bencana merapi, saya minta masker, tetapi ternyata tidak punya, yo wis akhirnya istri saya langsung beraksi membuat masker darurat sebanyak tiga buah dari kain sapu tangan lalu dijahit diberi elastis, saya sendiri memakai masker yang biasa untuk naik motor.

 

membuat masker sendiri

 

 

Pohon alpukat kelebihan beban abu merapi

 

 

kayak padang pasir ya

 

 

halaman samping rumahku

 

 

Jalan kampungku, selatan masjid

 

Jalan kampungku

Abu Merapi disekitar rumah saya lumayan tebal, sampai dedaunan terlihat berat menanggung bebam beratnya abu yang terkumpul di permukaannya, genting-gengting rumah dominan warna abu-abu, jalanan di sekitar rumah saya juga demikian adanya.

Saat saya mengantar anak-anak saya berangkat ke sekolah, terlihat cuaca gelap, ini saya yakin bukan karena mendung, tapi karena banyaknya abu di angkasa yang masih beterbangan. Saya sengaja mengambil ruter dari rumah saya lurus ke arah Gunung Berjo, jalannya lumayan sepi, karena jalan utama saya lihat rame sekali dan debunya beterbangan kena roda motor. Saya yang memakai helm full face TRX-R Honda, masih juga kelilipan. Sampai di sekolah anak saya, suasanya juga banyak debu beterbangan, pak satpam di pintu gerbang sudah memakai masker pula, tapi saya lihat di pelataran sekolah masih ada anak-anak SD yang tidak memakai masker. Debu di udara terbuka amat lembut dan hampir kasat mata, maka kalau tidak memakai bisa-bisa sakitnafas.

 

Bangjo pasar godean difot dari arah selatan, depan SD Godean 1

 

 

halaman SD

 

Pulangnya saya sengaja lewat jalur utama Perempatan Godean keselatan, duh jalan gelap kena abu yang beterbangan, untung penduduk yang ada dikanan kiri jalan ada yang berinisiatif menyiram jalan dengan air, ya cukup bisa meredam mubalnya abu kena roda motor. Saat saya belok kanan perempatan TUMUT, di depan ada mobil, dan benar-benar jalan tidak kelihatan, saya beberapa kali menyalakan lampu DIM, walaupun lampu utama saya selalu menyala, wah ada pengendara motor yang tidak menyalakan lampu, bener2 tidak septi sama sekali.

 

Jalan Wates km 9, tanjakan Glondong dekat REWULU Pertamina

 

 

Jalan Wates Km 9 turunan Glondong

 

 

masih di jalan wates

 

 

jaketku setelah ternak teri (anter anak anter istri)

 

Saat nganter istri ke sekolah di jalan wates, yang merupakan jalan propinsi, kondisinya benar-benar parah, abu beterbangan dengan intensitas yang lebih hebat dari jalan yang relatif sepi, saya yakin banyak sekali orang kelilipan matanya meskipun memakai helem dan memakai masker.

Gunung meletus sebenarnya hal biasa, yang menjadikannya bukan biasa adalah kita orang-orang yang mungkin tidak mau dievakuasi dll. Ini adalah rahmat Allah, kepada bumi ini, bumi melakukan daur ulang, yang dari dalam perut bumi dikeluarkan, memberikan kesuburan, memberikan material pasir dan batu yang semua itu akhirnya akan bernilai ekonomis juga.

 

DI tanjakan Piyungan - Patuk ke GunungKidul, jam 08:46. wedus gembel

 

Kemarin tanggal 29 Oktober 2010, saat saya turun gunung dari pemancar, Gunung Merapi kelaihatan oleh mata telanjang dari lokasi Hargodumuilah atau Bukit Bintang Patuk Gunung Kidul, saya lihat merapi sedang melutus, ada wedus gembel turun di lereng selatan merapi, saya baru berhenti di sekitar bokong semar, lalu memotretnya, sekitar jam 08:46 pagi. Setelah itu merapi benar-benar hanya terlihat terselimuti gumpalan asap tebal bergulung-gulung.

Tentang iklan-iklan ini

Modif setang jepit UG4 pakai punya Byson

image

Ada yang menarik perhatian saya saat melihat segitiga atas byson milik bro sudar kemarin, yaitu model dudukan setangnya yang kayaknya bisa dimanfaatkan untuk ganti segitiga Pulsar UG4 saya biar tidak jadi setang jepit lagi. Seperti diketahui bahwa diameter shock depan Byson lebih besar dari pada punya UG4, sehingga tinggal nanti dibikinkan sok sokkan agar jadi pas dengan punya UG4.

 

Segitiga punya BYSON

 

Selama ini kalau UG4 mau dipakaikan punya p200 atau milik UG3 memang tidak bisa, karena diameternya lebih besar punya UG4 dari pada punya pzoo dan UG3, kalau dipapas dibesarkan riskan kekuatannya berkurang, kalau pecah kan bisa fatal.

Perkara bisa atau enggak kayaknya layak dicoba. Tapi yang agak susah adalah letak kunci BYSON yang tidak ditengah.

Byson merah bro Sudar Adp

Dari penampakan BYShon-da di fesbuk beberapa hari yang lalu, saya yakin sudah bro sudar dah jadi minang byson untuk menggantikan vario nya.

Telah beberapa kali saya SMS agar dibawa ke kantor, tapi karena hujan dan lain hal maka tertunda terus. (byson kok wedi udan, jian kepiye)

Namun Senin pagi 25 Oktober 2010 kisaran jam 06:15, bro Sudar tanpa dinyana datang angon Byson untuk merumput di rumput kantor saya yang hijau dan tebal, semacam padang prairi di  dunia koboi jaman wildwest dulu (klik saja cerita winnetou ketua suku apache disini).

 

gahar (meskipun sungunye copot)

 

 

Jangan ditiru, gak septi babar blas, tanpa helm, sarung tangan dan sepatu

 

Tanpa basa-basi, saya langsung numpak Byson, turun ke warung dekat pemancar. Setangnya yang bentuknya kayak fatbar (atau apa istilahnya?) enak untuk dipegang, badan agak lebih menunduk sedikit ketimbang saat pegang NMP, tapi masih nunduk UG4 saya sih. yang saya rasakan koplingnya enteng dan enak dilepas, mesin tidak nggereng-nggereng, hampir mirip dengan UG4 saya, kalau saat naik NMP kok agak beda feelingnya bagi saya, agak susah dikit saat gigi pertama ngeculke kopling, tapi ini sih mungkin faktor kebiasaan saya yang bawa UG4.

 

Panel spedometer

 

 

Punya NMP

 

 

NMP lebih dekat

 

 

UG4 dari dekat

 

 

UG4 dari jauh

 

Saya jelas turah-turah sikil saat naik Byson, alias tidak dingklik detectec, yang agak lucu adalah tutup tangkinya yang lepasan, bukan kayak punya UG4 saya, tapi ya wajar karena tangkinya juga pakai kondom kok. Yang paling enak dilihat adalah diameter shock depan yang besar banget, kalah deh UG4 saya, padahal UG4 saya juga sudah besar.

Yang menarik bagi saya adalah RMP meternya yang digital, bisa naik turun dilihat asyik, kayak di motogp kalo pas diperlihatkan RMPnya si pembalap. Mengenai mesin saya kurang paham, yang jelas enak saja saat dibawa naik tanjakan, saya memang tidak mencoba secara ektrim, maklum motor anyar je, eman-eman.

Saya kira ini adalah Byson pertama di daerah Patuk Gunungkidul yang saya tahu :-D Untuk KOBOYS, mesti pada ngarep test ride, mungkin kapan2 bisa kita jadwal di lintasan angkringan KOBOYS, sekaligus syukuran, yen sing duwe byson syukuran lho :-D

Pulangnya saya beli lontong sayur untuk sarapan.

 

Monster Energy of lonthong sayur

 

syukuri yang ada “black coyote”

Sempat goyah iman saya, saat menjajal tarikan ninja250r milik bro Rhangga dulu, karena memang suaranya indah dan merdu di telingan, tarikanya menghentak dan enteng. Belum lagi akan muncul pulsar 220, muncul honda CBR 150, CBR 250 (atau 230 ya???), belum lagi nanti mungkin Suzuki bikin motor batangan dengan desain ciamik, dll dll dll.

huffff godaan apa lagi ini

Akhirnya saya kembalikan ke niat awal saya saat meminang UG4. Saya butuh motor yang anthep/berat biar nyaman dibawa naik turun gunung 85KM PP, agar badan terutama boyok saya tidak sakit. Saya butuh motor batangan yang gagah tapi tidak mahal :-D Saya butuh motor yang kuat saat diberi box di buntutnya, sehingga pilihan motor monoshock jelas saya tampik, takut ambles. Saya butuh motor yang cukup premium dan irit. Nah semua itu ada di UG4 saya si “Black Coyote”.

Setelah kemarin ketemu bro Joker, dan sempat tukar kawruh tentang pulsar, maka saya malah lebih kan mencintai BC saya, ketimbang beli motor baru (yang bikin bokek), maka mending si BC dibiayai sekitar 2-4 juta secara perlahan, dan nyicil satu dua untuk disempurnakan dan dimodif ini itu, agar performarnya bisa menjadi luar biasa.

Paling gampang ganti busi iridium. (sekitar 250ribu dua busi)

Lalu setang piston dibalance ulang (sekitar 1 juta)

Ditambahi oil cooler (mungkin 1,5 jutanan)

Diganti ban yang lebih besar dan lebih berkualitas.

Begitulah, cara saya mengerem keinginan untuk memiliki motor baru. Cukuplah saya meraa bahagia dengan bisa menjajal motor-motor teman-teman KOBOYS yang memang beda-beda semua motornya, paling fresh jelas si pemakan rumput dari gunung kidul, siapa lagi kalau bukan BYSON nya bro Sudar Adp.

 

Untuk yang mau beli UG4 baru, malah lebih murah, dengan 16,4 juta dah dapat, kalo ada uang lebih bisa untuk modif ini itu, jian banyak pilihan memang kadang bikin susah ya.

tv digital DVB-T, niat gah sih????

Jaman sudah digital, serba 1 dan o, tapi yang namanya penyiaran TV teresterial, alias tv dirumah yang yang pakai antena dan diarahkan ke komplek pemancar, misal kalau daerah Jogja, Magelang, Muntilan, Sragen dan Solo harus diarahkan ke Ngoro-Oro Patuk GunungKidul, kalau di Semarang diarahkan ke Gombel, jika di Jakarta diarahkan ke JOGLO. Semua itu adalah masih siaran analog. Cirinya siaran tv analog, adalah gambarnya bisa ada nyamuknya alias bintik bintik jika siaran terganggu, atau kebetulan rumahnya terhalang bukit atau gedung tinggi, atau letaknya yang terlalu jauh dari pemancar TV sehingga gambarnya kabur, malah kadang jadi hitam putih.

Kalau rencana di Indonesia adalah tahun 2014 di kota-kota besar sudah harus simulcast, yaitu siaran tv digital sudah digelar, tetapi yang analog masih siaran juga, sehingga masyarakat yang belum bisa beli STB (set top box) untuk konverter dari sinyal tv digital ke pesawat tv analog yang masih dimiliki di rumah, atau masyarakat yang belum bisa beli / ganti pesawat tvnya dengan yang digital, maka masih bisa melihat siaran tv anallog, sampai tahun 2018.

Tahun 2018 adalah rencana untuk seluruh indonesia sudah digital, dan pemancar yang analog benar-benar disuntik mati alias di CUTT OFF. Segampang itukah?

Sebenarnya standar tv teresterial digital di Indonesia telah ditetapkan, yaitu memakai DVB-T (Digital Video Broadcasting – Teresterial) yaitu standar yang dikembangkan dan dipakai oleh eropa. Maka sebenarnya mualai saat ini pun harusnya pemerintah mendorong percepatan pendirian pemancar digital, saya yakin nanti masyarakat dan dunia bisnis yang dalam hal ini pengadaan pembuatan dan penjualan STB akan segera menggeliat dan mengikuti irama dan permintaan pasar, ingat jaman RCTI dulu sekitar tahun 90an, pertama-tama menjual converter, jadi tvnya langsung digital dari satelit, lama-lama karena iklannya menguntungkan, konverternya jadi digratiskan, dan lambat laun malah jadi TV analog dengan menggeran pemancar tv analog di seantero Indonesia, sampai seperti sekarang ini ada banyak sekali tv yang muncul.

Sebenarnya kalau dari sisi masyarakat sendiri tidak memusingkan mau digital atau analog, yang penting bisa lihat tv dan gratis, walaupun kadang mungkin gambar kurang bagus kualitasnya, tidak mengapa, bukan sesuatu yang terlalu dipusingkan oleh masyarakat, nah lantas kalau migrasi ke DVB-T itu apa untungnya? atau siapa yang untung? atau siapa yang buntung?

Pertama, jika beralih ke digital, satu kanal frekuensi yang saat ini dipakai oleh satu pemancar tv, nantinya bisa dipakai bareng oleh 6 tv, jadi jika di jogja ada 14 tv siaran bareng saat ini, maka dengan 3 kanal saja sudah cukup, artinya 3 kanal dikali 6tv/kanal, sama dengan 18 saluran tv digital tersedia. Ini hitunganya kasar saja, sudah termasuk TVRI juga. Yang 11 kanal sisa dimakanan? ya kalau pemerintah mungkin bisa “dijual” ke layanan data yang saat ini memang dibutuhkan banget. Atau taruhlah untuk tiap daerah diberi 5 kanal yang berarti ada 30 slot tv digital bisa dipakai tiap daerah, nah nantinya slot tersebut diberikan kepada tv yang saat ini sudah mengudara, yaitu ada 14 (kalau di jogja), sisanya yang 16 bisa dilelang untuk tv pemain baru yang mau siaran.

Kedua, aturan tv berjaringan sesungguhnya memang sulit direalisasikan, kalau pendapat say pribadi ya seperti point pertama tadi, kan ada 30 slot tv digital tiap daerah (ini misalnya lho) jadi tiap tv silahkan saja nanti kalau mau melebarkan sayapnya ke semua propinsi, jadi nanti tinggal lelang slot frekuensi yang masih tersisa di daerah-daerah yang mau dituju. Jika sekarang tv jakarta bisa menasional, maka kenapa tidak paradigmanya dibuat sama saja, yaitu tv yang “home base”ada di luar jakarta, bisa saj menasional ke semua pelosok indonesia, jadi ada iklim sama sama bersaing dengan kompetitif, anda bisa mendirikan TV induk di daerah manapun, dan bisa melebarkan sayap ke semua propinsi dimanapun. Jika nanti memang kanal masih kurang, ya jangan cuma 5 kanal, mungkin bisa 7 kanal atau berapa per daerah. Rame pastinya.

Demikianlah seharusnya aturan penyegeraan tv digital teresterial segera saja dilakukan, karena bisa sekaligus sebagai jawaban untuk tv berjaringan.

Kita tunggu saja.

Servis BC pertamax ke bengkel resmi BAJAJ bro JOKER

si Black Coyote, Pulsar UG4 180CC motor saya memang sudah waktunya untuk servis dan ganti oli, pada blok mesin di atas busi, olinya bocor, entah mungkin sealnya sudah gak bagus atau kenapa, ini adalah hal pertama yang ingin saya serviskan.

Karena di Jogja sudah ada BENGKEL BAI (BAJAJ AUTO INDONESIA) RESMI yang dimiliki oleh bro Joker, maka saya jam 8:50 WIB meluncur dari rumah menuju alamat bengkel di Condong Catur. Eh di MONJALI dapat bonus diberi hormat oleh pak polisi, karena ada razia ketertiban SIM dan STNK, tentu saja saya lolos, saya kan biker tertib, pakai helm fulface TRX-R :-D , pakai sarung tangan full, lampu utama nyala, pokoknya lengkap dah. Jam 9:20 saya sampai di bengkel bro Joker, wah disana sudah ada dua Pz00 warna biru, yang satu milik bro Jopie, pulsarian yang motornya mengkilap terus :-D Pulsar bro Jopie macet pada cakram depannya yang memang sudah diganti piringan lebar modifikasi, dan satunya milik bro Joker yang sengaja dibeli untuk diberikan kepada mekaniknya, yang tentunya pertama-tama dibongkar, turun mesin untuk melihat dan memperbaiki kerusakan yang ada, kerena memang sengaja beli second untuk praktek mekaniknya. Nanti setelah motornya sehat, akan diberikan untuk dipakai mekaniknya, biar mekaniknya tahu benar karakter pulsar terutama yang Pzoo, salut deh buat bro Joker untuk hal ini.

Saat saya berkunjung pertama dahulu, mekaniknya baru ada dua orang, dan sekarang ada tambahan satu orang yang expert masalah kelistrikan, jadi mekaniknya sekarang ada 3 orang. Malah dalam waktu dekat satu orang mekanik akan dikirim pendidikan ke Jakarta, untuk lebih memperdalam ilmu per-pulsarannya.

 

Suasana bengkel

 

Foto dibawah ini saat mekanik bongkar Pzoo biru, yang pakai topi ini yang expert dibidang kelistrikan motor pulsar. Beliau anak mekanik handal juga, tapi saya lupa namanya, biar nanti bro Joker kasih keterangan dalam komentar di bawah.

 

PZOO biru untuk dibeli untuk praktek dan nantinya untuk dipakai mekanik

 

image

Motor saya akhirnya tiba giliran dibongkar, dan divonis KARET ANGKATAN di roda belakang sudah jelek, karet aseli bawaan pabrik, lalu karetnya diganti dengan bikinan dari Purwokerto, duh lupa juga nama bengkelnya, eh jangan-jangan anggota KOBOYS juga yak? secara kemarin banyak banget brader-brader KOBOYS Purwokerto saat kopdaran yang ada pakdhe Maskur :-D.

 

Karet Angkatan, yang asli pabrik yang bawah.

 

 

image

Karet Angkatan made in Purwokerto, lebih keras dan bagus.

 

 

Pemasangan KARET ANGKATAN

 

Masalah KARET ANGKATAN sudah beres karena bro Joker juga ready stok, inilah enaknya kalau yang punya bengkel juga anggota klub pulsar, sehingga benar-benar mencintai motor pulsar, tahu apa saja kelebihan dan kelemahan pulsar, dan tahu modifikasi apa saja yang diperlukan yang tentu saja masih dalam batas aman dalam penggunaan jangka jauh. Sebenarnya saya banyak sekali mendapatkan ilmu dari bro joker tentang modif pulsar agar lebih baik lagi performanya, tapi okelah itu nanti saya bahas lebih lanjut pada postingan yang lain, terutama jika memang bahan dari bro joker sudah ada di meja saya :-D karena saya memang NOL BESAR dalam hal mesin dan modif-modifan mesin.

Sekarang masalah utama yaitu diatas busi yang sebelah kanan ternyata olinya rembes, setelah dibongkar oleh mekanik seperti foto dibawah ini, ternyata karet CAP CAMSHAFT nya sudah tidak lentur lagi, dan harus diganti, dan harganya cuma RP. 4.500,- sepele dan murah, tapi kalau tidak diganti, olinya bisa berkurang terus karena rembes.

image

 

Yang asli di bawah, gantinya masih dalam bungkusan plastik diatasnya

 

image

image

Tiba giliran ganti olie, saya mendapatkan keterangan bahwa olie yang saya pakai selama ini yaitu yang ada embel-embelnya racing, tidak baik untuk mesin, kalau yang tidak ada embel-embelnya racing sih tidak apa-apa. Lalu sekalian saya tanya saja olie apa yang paling oke, dan ternyata ada olie valvoline terbaru warna biru, ya sudah saya coba pake ini saja. Prinsip saya, “ono rego, ono rupo”.

Akhirnya sekitar jam 11:30, motor saya sudah selesai, bro joker sendiri yang mencoba motor saya, katanya shock depan memang lebih enak punya UG4, he he he kan ini punya pulsar 220 yang sebulan lagi mau keluar juga, jadi punya UG4 gak malu-maluin lah. Motor gado-gado bener.

Apakah saya puas nyervis disini? yach saya puas, dan perlu saya garis bawahi, bahwa bengkel ini adalah resmi dibawah BAI, Notanya servis juga resmi dari BAI sama persis dengan yang ada di bengkel dealer, jadi bengkel bro joker ini diawasi oleh BAI, semua spare part juga dari BAI, jadi kalau ada yang bilang spare part bajaj itu susah didapat adalah salah besar, spare part di BAI itu tersedia, tinggal bengkelnya/dealernya mau beli untuk stok atau tidak, jadi kalau ada kejadian spare part tidak ada, itu sangat bisa jadi bengkelnya tidak mau nyetok saja. Dan untuk bengkel bro joker ini, terpaksanya tidak ada barangnya, insya Allah langsung diorder, dan dalam waktu 3 hari barangnya bisa sampai Jogja.

Asli bengkel bajaj

BroadBand On Request indosat untuk android saya

Saya akhirnya memilih pakai android Samsung Galaxy 5 atau disebut pula i5503, bagi yang belum ngeh soal android, bahwa android ini adalah sistem operasi untuk HP dan bahkan tablet yang digratiskan oleh google, sehingga semua pabrik atau merek HP yang mau menggunakan OS android ini tidak perlu membayar lisensi untuk OS-nya, sehingga harga HP bisa murah, dan canggih tentunya, karena semua layanan dari google berjalan di OS android ini. Juga ribuan aplikasi siap memanjakan anda, dari yang hiburan sampai yang serius.

Memakai hp ber OS android itu memang harus terhubung ke jaringan internet terus, networknya bisa milih wifi atau milih network dari operator seluler, yaitu minimal GPRS (2G), oh ya EDGE yang dalam hal ini adalah 2.5G ternyata masuk ke kategori 2G. Jadi saat HP saya lock ke jaringan 2G, maka paling pol bisa konek ke 2.5G (EDGE), kenapa di lock ke 2G? karena biar irit baterai, sebab BTS GSM dimanapun pasti sudah 2G, untuk 3G belum tentu ada. Jadi kalau lock ke 2G pasti ngikut BTS terdekat yang paling kuat sinyalnya, sehingga batre tidak boros untuk melayani network.

Saya sendiri pakai kartu matrix indosat. Pertama android aktif tanggal 12 Oktober 2010 sore, pulsa saya saat itu saya cek baru Rp. 34.527,- lalu pada tanggal 21 Oktober 2010 saya cek lagi sudah makan pulsa Rp. 125.551, jadi pemakaian selama 10 hari kira-kira Rp. 10.000,- per harinya, wah jika sebulan dipakai seperti ini bisa-bisa habis Rp. 300.000,- lebih :-( Saya putuskan untuk mencari-cari paket layanan langganan data untuk matrix via mbah google, tapi ternyata tidak ketemu juga. Akhirnya kamis siang tanggal 21 Oktober 2010 sepulang dari tempat kerja, saya mampir ke indosat jalan Suroto Kotabaru Jogja, untuk menanyakan langsung hal ini, dan saya akhirnya lega setelah ada paket BroadBand On Request bagi IM3/mentari dan Matrix.

Saya sendiri untuk coba-coba, ambil paket IM2 INSIDE (Unlimited BroadBand Access Powered by IM2)yang 14 hari yang bayarnya Rp. 80.000,-, yaitu BOR U3. Cara daftarnya ketik BOR 3, lalu kirim ke 777 (ini untuk matrix), dan nanti saat sudah sukses terdaftar, akan ada sms balasan yang bunyinya sbb : “Registrasi : berhasil, layanan paker BOR Unlimited 2 Mingguan Anda sudah aktif”

2 Mingguan 14 hari Rp 80.000 300 MB ≤ 256 kbps / ≤ 20 kbps Reg IM2mingguan2 BOR U3

berikut ini layanan lengkap saya copas dari site indosat.

BroadBand on Request (BoR)

Kini layanan Broadband bisa dinikmati di kartu GSM Indosat Anda (IM3, Mentari, dan Matrix). Registrasi via SMS danUMB *777*1*5#

A. BoR QUOTA (Quota Based)

Paket Masa
Aktif
Tarif Quota/
Threshold
Kecepatan Akses
Sebelum/Sesudah
Cara Registrasi
Mentari/IM3
SMS ke 323
Matrix
SMS ke 777
Harian 1 hari Rp 1.000 1 MB ≤ 2 mbps / ≤ 256 kbps Reg Harian BOR Q1
Mingguan 5Rb 7 hari Rp 5.000 5 MB ≤ 2 mbps / ≤ 256 kbps Reg Harian5rb -
Mingguan 7 hari Rp 10.000 15 MB ≤ 2 mbps / ≤ 256 kbps Reg Mingguan BOR Q2
Bulanan 25rb 30 hari Rp 25.000 45 MB ≤ 2 mbps / ≤ 256 kbps Reg Bulanan25rb -
Bulanan 1 30 hari Rp 50.000 125 MB ≤ 2 mbps / ≤ 256 kbps Reg Bulanan1 BOR Q3
Bulanan 2 30 hari Rp 100.000 320 MB ≤ 2 mbps / ≤ 256 kbps Reg Bulanan2 BOR Q4

 

B. IM2 INSIDE (Unlimited BroadBand Access Powered by IM2)

Paket Masa
Aktif
Tarif Threshold/
Quota
Kecepatan Akses
Sebelum/Sesudah
Cara Registrasi
Mentari/IM3
SMS ke 323
Matrix
SMS ke 777
Harian 1 hari Rp 9.000 10 MB ≤ 256 kbps / ≤ 20 kbps Reg IM2harian BOR U1
Mingguan 7 hari Rp 50.000 100 MB ≤ 256 kbps / ≤ 20 kbps Reg IM2mingguan1 BOR U2
2 Mingguan 14 hari Rp 80.000 300 MB ≤ 256 kbps / ≤ 20 kbps Reg IM2mingguan2 BOR U3
Bulanan 30 hari Rp 100.000 500 MB ≤ 384 kbps / ≤ 64 kbps Reg IM2bulanan -
  • Harga di atas sudah termasuk PPn 10%
  • Untuk registrasi harian, maka Quota bisa digunakan hingga pukul 24.00 keesokan harinya (H+1)

Setelah langganan paket ini, maka sekarang GPRS saya aktifkan terus, sehingga semua kehebatan android bisa saya nikmati tanpa takut pulsa saya jebol, yahoomail dan gmail bisa langsung nongol seketika seperti pushemail dari BB saja :-D, juga layanan googlemaps bisa saya nikmati sepuasnya, browsing cepet tanpa masalah, facebook, twitter dll, semua yang membutuhkan koneksi data, sekarang ini bukan lagi masalah.

Mungkin nanti saya akan coba ambil yang paket A yang sebulan Rp. 50.000 dapat 125MB. Karena saya cukup GPRS atau EDGE saja di hp android saya.

Bulanan 1 30 hari Rp 50.000 125 MB ≤ 2 mbps / ≤ 256 kbps Reg Bulanan1 BOR Q3

Saya sendiri belum begitu tahu bedanya antara paket A dan paket B, nanti setelah saya coba-coba akan saya tuliskan pengalaman saya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.472 pengikut lainnya.