SATE PETIR & Tongseng kambing pak NANO


Sebenarnya tiap berangkat dan pulang kerja, saya selalu melewati warung Pak Nano, karena memang warungnya ada di pinggir ringroad selatan. Warung ini menyediakan menu khas kambing, dari sate, tongseng, balungan dll.

Hari sabtu tanggal 12 Februari 2011 kemarin saya sempatkan mampir untuk pertama kalinya di warung Pak Nano, dan saya pesen tongseng. ketika ditanya pedas tidak, saya jawab dengan penuh keyakinan minta pedas. Karena saya termasuk kategori doyan sambel meskipun belum sampai tahab ekstrim. Untuk menunggu, saya minta jeruk panas, karena saya yakin membuatnya akan makan waktu 15 menitan lebih. Tapi keheranan saya timbul, saat hanya kurang lebih 10 menitan bahkan mungkin kurang, saya diminta ngicipi pake cendok calon tongseng saya, dan langsung saya icip dan bilang sudah pas, heran juga baru kali ini kejadian saya diminta ngicipi dulu masakan yang saya pesan, hebat!

image

Semenit kemudian tongseng sudah terhidang di depan saya, langsung saya makan, huuuuuaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhh pedes dan panas banget rasanya, saya langsung teringat oseng-oseng mercon di depan MAN yang ada di timur perempatan Ngampilan Jogja, tongseng ini bahkan lebih pedes dari oseng-oseng mercon. Atau mungkin karena akhir-akhir ini lidah saya jarang bersenggolan dengan sambal, karena memang lombok lagi melangit harganya, tapi yakin tongseng ini memang pedes.

Kontan saya minta jeruk panas saya ditambah diberi ES, lalu saya masih pesen es jeruk segelas lagi, bene-bener pedes, saya langsung keringetan, makan secendok, langsung minum, makan secendok lanjut minum, lama-lama habis juga. Tapi perut jadi panassssssss.

Sambil makan saya tanya-tanya katanya lomboknya diberi 5 buah, tapi yang bikin panas adalah mrico ireng alias lada hitam yang kata penjualnya ini biasanya untuk bahan jamu, dan belinya harus di pasar beringharjo, kalau pasar-pasar kecil katanya tidak mesti ada.

Oke deh bagi anda pecinta masakan kambing dan pecinta pedes, silahkan saja dicoba. Untuk alamatnya lengkap saya tidak tahu, hanya arah-arahnya adalah dari perempatan ringroad yang motong jalan Bantul (Dongkelan) anda terus ke barat, nanti akan sampai bangjo ringroad Madukismo, kebarat lagi akan lewat jembatan, masih kebarat lagi tapi pelan-pelan, warung pak Nano ada di sebelah timur jembatan berikutnya, jadi diapit dua sungai. Biasanya sudah ada mobil berjejer-jejer yang pada beli di warung. Warungnya sendiri buka jam 13:00 dan kemarin sampai jam 19:30 saat saya mampir, ternyata warung masih buka.

Hampir lupa, saya bayar Rp. 21.000 untuk tongseng dan dua gelas es teh, mungkin tongsengnya 18.000 dan dua gelas es tehnya 3.000 :-D

image

image

Pedes

Tentang iklan-iklan ini

14 Tanggapan

  1. pertaamx.. :mrgreen:

  2. mak nyus.
    Wes suwe ora mangan tongseng

  3. tengklenge ono rak mas?

  4. sss…huh..hah…

  5. pedes malah jgn minum es g ilang2 pedesny

  6. sesok nyobo ahh,pedese ketoke sip :mrgreen:

  7. marakke kemecerrrr…..

  8. Waduh enak nih…kalo saya ke Jogja, diajak kesini yah pak :)

  9. Janne ngombe jeruk opo teh tho? Nganti rong gelas meneh… :D

Silahkan memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.462 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: