mohon maaf, ternyata tips saya untuk nambal ban tubeless saya ternyata gagal, sore hari jam 18 mau pulang dari kantor, eh ban belakang saya kok kempas, pasti tambalannya enggak rapat nih, setelah saya pompa dan saya beri air, maka plupuk-plupuk tampak udara keluar dari bekas tambalan.
Akhirnya ban saya pompa sampai full dan saya bawa riding turun gunung sambil was-was, sebagai jaga-jaga saya membawa pompa tangan kantor, saya tali pake rafia lalu saya bawa dipunggung, kayak bawa pedang saja
di dekat TransTV sekitar 1 km dari kantor saya, ada tukang tambal ban, tapi katanya bahan tambalannya habis. Lalu saya lanjut turun gunung, dan baru di daerah Pasar Wage jalan Wonosari saya nemukan tukang tambal ban tubeless, dan akhirnya ban IRC tubeless saya serahkan kepada tukan tambal ban.
Enak banget ya nambal ban tubeless. Pertama si tukang tambal ban ambil busa, di celup air, lalu untuk mengusap ban saya, sebenarnya sudah say aberitahu letak bocornya, tapi tukang tambalnya mengecek permukaan ban secara lengkap. Good Job.
Setelah pasti hanya tempat yang bocor yang kembali bocor, tukang tambalnya ambil alat penambal, alatnya seperti kunci T tapi lancip, fungsinya untuk membuat lubang lebih besar. Setelah itu ada tool satu lagi berbentuk kunci T juga tapi ujungnya seperti Jarum jahit, ada lobangnya, dan pada lubang tersebut lalu ditaruh karet khusus untuk tambal ban, karetnya berwarnya oranye. Karet dimasukkan dengan tool T yang jarum sampai masuk ke dalam, setelah itu kunci T diatarik sekaligus memotong karet tambalannya, jadi di lubang yang bocor itu ada dua karet yang menutup lubang. Setelah itu tinggal dipompa lagi sampai full, diusap lagi pakai spon basah, dan ternyata benar-benar rapat, sudah selesai.
Ongkosnya 10 ribu, waktu pengerjaan tidak sampai 10 menit.
Maaf tidak ada fotonya karena sudah sore, kamera android saya tidak ada flashnya
Maka dengan ini artikel tips tambal ban saya yang terdahulu jangan ditiru kecuali terpaksa.
http://hadiyanta.com/2011/07/14/tips-tambal-ban-tubeless/
Filed under: Sepeda Motor | Ditandai: ban bocor, tambal ban tubeless, tubeless | 22 Komentar »