Kali ini kopdar turing koboys, lain daripada yang lain, yaitu mengunjungi situs peninggalan sejarah HINDU di Kabupaten Karanganyar, yaitu CANDI SUKUH dan CANDI CETHO. Acara ini sudah koboys agendakan sekitar sebulan sebelumnya, dan ini masih ada benang merahnya dengan syukuran dari mas Aziz.
Sehari sebelumnya saya sudah persiapkan motor, lampu depan saya bongkar dan saya kencangkan, sambil mengganti lampu serigala yang mati. Fitur sein otomatis saya lepas, sehingga jadi manual, karena saya lebih yakin dengan cara manual. Olie mesin saya ganti baru dengan olie Federal 1 liter yang SAE 20-50.
Perjalanan saya mulai dari rumah sekitar jam 6:45, karena sudah janjian di cek point pertama kumpul maksimal jam 7, yaitu di depan kecamatan Prambanan. Saya lewat jalan Godean, lalu menyusuri ringroad utara menuju jalan solo untuk sampai prambanan. Lucunya di traffick light sesudah Monjali kok hujan deras, saya berhenti pakai matel hujan, eh sampai di traffick light UPN hujan sudah reda, tapi saya pakai terus sampai depan Kecamatan Prambanan. Ternyata hal sama terjadi pada mas Andhi Suranto dan Adhani yang juga kehujanan disekitar ringroad utara.
Jam 6:35 saya sampai depan kecamatan prambanan, saya yang pertama, selang beberapa menit datang mas Yusuf p220, lalu saya tinggal sebentar nyari roti untuk sarapan pagi, karena saya tadi belum sarapan. Begitu balik ke depan kecamatan Prambanan, rombongan mas Andhi Suranto dengan Khabib Astoni dan Antonius datang, lalu mas Herimoko dengan pulsar skakmatnya, lalu Adhani dan terakhir mas Didik degan thundernya datang paling akhir. Jam 7:20 kita berangkat menuju cek point kedua, yaitu tokonya mas Bagus di depan kopassus Kartosuro, pas di seberang jalan masjid kopassus. Sementara itu mas Irawan dan Mercon kita tinggal dan ngejar rombongan.
Saat mau berangkat tadi, mas Kirno mengabari bahwa Yamaha SBM memberikan tawaran MIO J untuk di test ride, kontan saja saya balas SMS untuk diterima, nanti kita dari Cek Point kedua langsung ke SBM untuk ambil Mio J. Kebetulan Satria FU nya mas Andhi agak error pada rem belakang, sehingga ditinggal di tokonya mas Bagus dan nantinya ganti naik Mio J. Oh iya, HP android saya tarus di atas setang dnegan dudukan khusus, sehingga tiap di lampu bangjo (traffick light) bisa membalas SMS yang masuk.
Jam 8:05 kita sampai di cek point kedua, lebih 5 menit dari rencana jam 8, tapi tidak mengapa. Tadi 10 menit menjelang cek point kedua, ternyata mercon sudah bisa mengejar dan gabung ke rombongan kita. Baru berhenti kisaran 3 menit, mas Irawan dengan pulsar emasnya datang. Sementara Begawan sudah dari tadi sampai di toko mas Bagus ini karena Begawan dari Klaten. Datang pula Fauziah dengan pulsar 200 biru.
Perjalanan dilanjut untuk ambil Mio J ke Yamaha SBM solo. Disini mas Kirno sudah menanti rombongan. Setelah motor Mio J diserahkan, beberpa motor isi bensin dulu, yaitu mas Bagus, mas Kirno, mas Andhi dan ada yang ikut yaitu mas Yusuf P220, yang lain menunggu di depan dealer SBM. Tetapi ternyata mas Yusuf ketinggalan di lampu bangjo saat ke pom, karena dikira rombongan berangkat ke Sukuh, untungnya mas Yusuf langsung ke Sukuh dan paling gasik sampai di candi Sukuh.
Selepas dari SBM, rombongan menuju pom bensin dekat UNS, disini rombongan Ungaran, Boyolali, Solo dan Wonogiri sudah menunggu, ada Kidemang Soegax, Jahe Sigit, Aditia Pratama, Adisusi, dan blogger terkenal dari wonogiri yaitu Irfan Jombliz. Setelah salam-salaman, lalu kita lanjut ke Candi Sukuh.
Ternyata cuaca hujan saat kita sampai di Terminal KARANG PANDAN, dari terminal ini, maju sedikit keatas akan ada petigaan, nah belok kiri kalau dari arah Karanganyar maka menuju Candi Sukuh. Tetapi karena hujan deras, maka kita berhenti untuk berteduh sambil memakai mantrol. HP saya tiba-tiba berdering dari nomer fren yang tidak saya kenal, ternyata mas Yusuf P220 yang telepon dari Candi Sukuh, mengabarkan sudah sampai sejak tadi. Ya sudah akhirnya sebagian rombongan nekat naik ke Sukuh dalam kondisi hujan. Sementara rombongan mas Jahe Sigit tetap menunggu rombongan sedulur Jawa Timur yaitu mas Heru ridertuwek, riderAE, dan Ari van dame.
Sungguh sangat disayangkan, bahwa petunjuk arah ke candi SUKUH sama sekali tidak saya temukan sepanjang perjalanan, padahal ada beberapa persimpangan jalan, yang pasti akan membuat orang pusing. Untungnya mas Bagus sudah tahu letak Candi Sukuh, meskipun demikian mas Bagus tadi mengakui sempat tanya-tanya juga di persimpangan terakhir. Payah nih pemdanya tidak memberikan papan petunjuk arah.
Jalan menuju candi sukuh memang menanjak dan kelak kelok, tanjakan terakhir lumayan ektrim, tapi Alhamdulillah semua motor bisa melaluinya. Kamipun tiba di Sukuh dengan selamat, motor langsung kami parkir di depan pendopo, bukan di tempat parkir, petugas penjual tiket masuk sempat senewen memperingatkan beberapa kali, tapi kami malas pindahin motor. Untunglah ada warung kecil yang jualan mie rebus dan teh panaz, tetapi malang bagi yang belakangan pesen, karena gas habis dan yang jual gas jauh, sehingga tidak bisa masak mie rebus lagi. Saya termasuk yang beruntung. Lagi asyik makan mie, rombongan mas Heru, Ari, Rider Ae, Ali dan partnernya, serta ada pulsar dari wonogiri yang ternyata namanya Irawan juga. ya sudah salaman dulu, setelah itu saya lanjut makan mie lagi, biar gak dingin.
Kami rombongan akhirnya masuk ke komplek candi sukuh dengan sebelumnya bayar tiket masuk sebesar Rp. 3000 per orang. oh iya tadi di jalan ada retribusi untuk motor, tiap motor Rp. 1.000. Yang bikin jengkel pas mau pulang ditarik parkir Rp, 3.000 per motor, gila nih, tapi cuma saya kasih 30.000 saja untuk sekitar 20 motor. Bikin kapok wisatawan saja nih kalo tarif parkir mahal.
Candi Sukuh ini memang identik dengan LINGGA banyak lambang Lingga pada patung dan relief. Menurut mas Bagus yang pemeluk hindu, ini melambangkan kesuburan.
Kami lumayan lama foto-foto dan mengamati semua detil patung dan relief candi sambil nunggu rombongan mas jahe Sigit yang belum datang juga, eh ternyata mereka malah ke candi Cetho, ya sudah kita sepakat untuk menyusul mereka ke candi Cetho, kurang lebih 7 kilometer dari candi Sukuh, dan jalannya lebih menanjak lagi. Sungguh indah pemandangan sepanjang jalan ke Candi Cetho, karena di kanan kiri jalan terhampar perkebunan teh Kemuning, baru kali ini saya lihat perkebunen teh, yang biasanya hanya lihat di film dan sinetron FTV
Sampai di candi Cetho untungnya tidak hujan, setelah parkir dan bayar tiket masuk serombongan Rp. 50.000, maka kami mulai menuju candi, ternyata candi ini ujudnya bangunan yang bertingkat-tingkat makin keatas sampai ke candi utama, sayanganya di candi utama di gembok sehingga tidak bisa masuk kedalamnya. Terlihat candi utama ini bangunannya agak meleyot pada salah satu sisinya, kalau tidak direnovasi kemungkinan bisa ambruk suatu hari nanti. Candi Cetho inipun temanya hampir sama dengan candi Sukuh, yaitu LINGGA, lambang kesuburan.
Kami juga melihat kuil Saraswati, tempat untuk ibadat umat Hindu. Mas Bagus menyempatkan ibadat di kuil ini. Saya dan banyak sedulur koboys yang cuma lihat-lihat dari pelataran saja, karena untuk ke kuil harus lepas sepatu.
Setelah cukup maka kami turun, dan sesampainya di parkiran kok ya hujan lebat, akhirnya kami ngobrol di parkiran kurang lebih sampai 1 jam. Rombongan mas Heru ridertua minta pamit, karen memang rumahnya di Jawatimur. Setelah hujan agak reda, kami akhirnya nekat turun dari Candi Cetho, rupanya rombongan Adisusi dll ada di atas parkiran kami, tapi saya memang dari awal tidak tahu, terpaksa kami tinggal, karena kami sudah siap dengan mantrol. Lalu kami turun menuju Solo untuk makan siang yang tertunda sampai sore
Akhirnya kami menemukan warung di dekat halte setalah kampus UNS, motor kami parkir di belakang halte, itulah sebabnya takala rombongan Jomblis, Skakmat, Gatra, Antonius, Adisusi lewat, mereka tidak tahu motor kami, sehingga bablas pulang ke arah jogja.
Karena sudah jam 17 lebih, saya putuskan sholat di warung, berhubung tidak ada sajadah, ya ala kadarnya pakai koran.
Menjelang pukul 18 kami cabut dari warung, saya yang masih pakai mantrol, helm, dan sarung tangan, eh ditinggal, padahal saya bingung arah di kota solo, pokoknya ikuti saja jalan besar yang dilalui kendaraan besar, sambil baca papan petunjuk jalan ke arah Jogja. Sampai akhirnya saya berhasil ngejar mas Didik dan mas Yusuf, lalu kami lanjut dan sebelum Bunderan Kartosuro, kami berhasil gabung dengan rombongan mas Irawan dll.
Lho lantas mas Andhi Suranto balikin Mio J sama siapa? selepas depan toko mas Bagus kok rombongan bablas, maka saya putar arah balik ke toko mas Bagus, nunggu mas Andhi Suranto sekitar 20 menitan yang ternyata diantar Fauziah, dan akhirnya saya dan mas Andhi riding berdua menuju jogja karena Fauziah juga pulang duluan, saya di depan membuka jalan yang masih hujan deras, mas Andhi yang pakai kacamata, tentu terganggu adanya hujan ini, maka beliau ngikut di belakang pulsar saya, untung lampu FU warnanya agak kebiruan, jadi saat saya melirik kaca spion mudah untuk memantaunya. Kami hanya riding kisaran 50-55 kpj saja.
Selepas Bangjo SGM Klaten saya kok melihat ada rider sedang nuntun CS1, saya perhatikan ternyata mas Antonius, lantas saya sein kiri dan berhenti sekitar 20 meter dari CS1, saya tunggu CS1 datang. Katanya CS1 macet tidak bisa distarter, saya coba pakai starter dan saya tekan terus sambil saya buka gas, ternyata mau hidup, akhirnya saya bleyer-bleyer dan problem solved, CS1 bisa jalan lagi, saya pesen mas Antonius untuk riding di depan, dan saat berhenti di lampu bangjo saya minta pertahankan RPM di 4000 biar CS1 tidak mati. Alhamdulillah lancar jaya sampai rumah.
Saya sempat kehilangan mas Andhi Suranto selepas bangjo Bandara, ternyat beliau beli bensin, saya pelan-pelang dan melepas mas Antonius di depan saya, akhirnya mas Andhi Suranto bisa nututi saya lagi, dan akhirnya kami berpisah di ringroad, mas Andhi ke arah ringroad utara lanjut Jombor lanjut Borobudur, saya bablas ke barat, pulang. Saya sempat mampir warung angkringan dekat rumah untuk beli Susu Jahe biar badan anget.
Alhamdulillah sampai di rumah dengan selamat.
Terimakasih untuk sedulur koboys semua, turing wisata sejarah yang indah diwarnai hujan yang deras sepanjang perjalanan pulang. Koboys kanggo ngraketke paseduluran, bukan jargon semata
Terimakasih pula untuk Yamaha SBM yang telah meminjamkan mioJ unutk test ride, sayang kami tidak bisa giliran mencoba karena kondisi hujan sehingga waktu tersita untuk berteduh. Yang saya tahu dari Mas Andhi Suranto, bahwa konsumsi bensinnya kira-kira tembus 50kilometer untuk 1 liter bensin premium, dengan catatan penting bahwa jalur yang dilalui hampir 70% menanjak. Bahkan ada tanjakan lumayan ektrim dan panjang sebelum sampai ke Candi Cetho.
Absensi :
1. hadiyanta – Pulsar UG4
2. yusuf – Pulsar 220
3. andhi suranto – Satria FU ganti Mio J di Solo
4. astoni – Supra 125
5. antonius – CS1
6. didik – thunder 125
7. mercon – blade repsol
8. irawan – pulsar 200
9. begawan gora – vario techno
10 fauziah – pulsar 200
11. herimoko – pulsar 180 UG4
12. bagus – revo
13. kirno – mio J
14. adi susi – FXR
15. jomblis – megason
16. jahe sigit NMP
17. kidemang Soegax – pikson
18. prima aditia – CBR 150
19. kentas – GTR
20. ai chan – beat
21. heru ridertua – nmp
22. sahay – nmp
23. ari van dame – Jupiter MX
24. ali – nmp
25. gatra – vario
26. irawan Wonogiri – p180UG4
27. adhani jauhari – CBR thailand
ada yang ketinggalan absen?
Filed under: Keluarga, Koboys, Travelling Ditandai: | candi cetho, candi sukuh, cetho, koboys, sukuh




















SERU YAH
komplit..sayang mataku gak kuat.. jadi pulang duluan gak ikut ke cetho..
mantaff…….
panjang bgt artikelnya, kaya di koran hehehe
rame…..
Woo aku gak masuk absensi ta? Gara gara prima podo podo cbr mesti
mantap banget, sudah kuduga ternyata ada 26 motor
tumben dowo tulisane?
hayah
http://pertamax7.wordpress.com/2012/04/02/alay-itu-bebal-alay-itu-nekat-alay-itu-bandel-alay-itu-badak/
CBR nya kurang satu.
^prima protes….wkwkwkwkwkwkwkwk
Wooh aku rung diabsen pak
wah ketlingsut, padahal wis disebut dari awal saat kehujanan
asekkk masuk absen, turunan dari candi cetho bener2 bikin nyaliq ciut , rem polll sampe ketinggalan rombongan
sempet nyasar juga di karanganyar bener2 buta jalan :hammer
Gimana rasanya MIO J???
di foto no 5 yang rame2 kok ada noise kayak asep y?? yang foto sambil ngerokok ya?
btw mantap jalan2nya
itu penampakan ha ha ha
serius mas, itu penampakan?
entah penampakan, entah asap rokok
Komplit laporannya..mantaap mas Hadi..!! Jadi pengin touring…hehe
ayo mas motore anyar dibawa, nanti pinjem ya…he he
dolan teruuusssss…
melon terusssssssssssss
Ari Van Damn – Jupiter Mx masbro..
hehehehehe..
sayangnya aku ga bisa ikut…
[...] CERITA, VIEW. Tags: candi sukuh, canti cetho trackback Para koboys-er beberapa waktu yang lalu berwisata sejarah ke Candi Cetho dan Candi Sukuh, Karanganyar. Ingin ikut sebenarnya, namun jarak dan waktu yang tidak memungkinkan. Mengingat kedua [...]
joossssssss pa’ ketu
wah asyik ya bisa touring rame-rame..tempat tujuan juga menarik..