Network Provider tv digital teresterial Zona layanan 6 (Jawa Tengah dan Yogyakarta)


Saya fokuskan untuk menulis Zona 6 yaitu area Jogja dan Jateng yang digabung menjadi satu, karena tempat kerja saya di area 6 ini, yaitu di pemancar TV di Jogja bertempat di Bukit Patuk GunungKidul. Sekarang ini saat masih tv analog, Jateng dan DIY terdiri beberapa zona mengingat ada interferensi yang diakibatkan masih memakai teknologi pemancar analog,

Sebelumnya marilah kita membaca pengumuman dari kominfo disini :

http://kominfo.go.id/berita/detail/3389/Ini+Seleksi+Kominfo+Tentang+Penyiaran+TV+Digital+di+5+Zona+

Jadi pemenang Zona layanan 6 (Jawa Tengah dan Yogyakarta) adalah :
1. PT GTV Dua (Global TV),

2. PT Indosiar Televisi Semarang (Indosiar Semarang),

3. PT Lativi Mediakarya Semarang-Padang (TVOne Semarang),

4. PT Media Televisi Semarang (Metro TV Jawa Tengah),

5. PT Trans TV Semarang  Makassar (TransTV Semarang).

6. yang keenam sepertinya TVRI, jadi tidak perlu dilelang :-D

Pada era tv digital memang tidak ada tv nasional, adanya tv lokal, sehingga bisa dilihat diatas contoh pemenang kedua adalah Indosiar Semarang.

Lhoh kok cuma ada 6 pemenang dengan TVRI? Lantas apa ini artinya? Artinya adalah untuk wilayah Jateng DIY, besok saat teknologi digital teresterial-free to air digelar, hanya ada 6 tower atau 6 stasiun pemancar tv digital sebagaimana diatas. Lho piye iki kok malah cuma ada 6 tower? malah jadi sedikit dong? Tenang… karena ini memakai teknologi digital yaitu DVB-T2, maka untuk satu tower pemancar, bisa memancarkan 12 konten tv sekaligus. Jadi besok maksimal akan ada 6 tower dikalikan 12 konten tivi = ada 72 konten tv digital yang bisa kita nikmati dirumah kita dengan gratis. Padahal di Jogja saat ini ada 10 tower yang memancarkan 14 tv sebagai berikut :

1. Transtv

2. tvOne

3. jogjatv

4. TVRI

5. indosiar

6. SCTV

7. MNC (satu tower untuk RCTI+MNCTV+GLOBALTV+ADITV)

8. antv

9. trans7 (satu tower untuk trans7 dan kompastv)

10. metrotv

Karena besok hanya ada 6 tower saat digital, maka akan ada 4 tower tidak digunakan, dan kira kira yang akan tidak dipakai lagi adalah sebagai berikut :

1. SCTV (karena satu grup dengan indosiar)

2. antv (karena satu grup dengan tvOne)

3. trans7 (karena satu grup dengan transtv)

4. jogjatv

Untuk MNCjogja tidak menjadi masalah, karena dari awal sudah satu tower digunakan bersama oleh RCTI, GlobalTV, MNCtv dan ADItv. Menjadi masalah bagi yang satu grup tapi punya dua tower, misal seperti ANTV dan tvOne, pastilah harus dipilih salah satu tower dan lokasi pemancar yang paling baik dari keduanya. Kebetulan untuk Jateng DIY yang menang adalah tvOne, maka wajar bila pemancar digitalnya besok ditaruh di  tvOne, begitu pula dengan grup yang lain.

Aturan dari menteri kominfo adalah maksimal hanya 3 slot yang dipakai sendiri oleh pemilik pemancar, yang 9 harus disewakan kepada tv lain, walaupun mungkin itu tv kompetitor. Ini untuk menghindari monopoli.

http://kominfo.go.id/berita/detail/3399/Menkominfo%3A+Siaran+TV+Digital+Bakal+Anti+Monopoli

Baiklah sekarang kita melangkah ke kanal frekuensi yang bakal dipakai tv digital teresterial.

http://kominfo.go.id/siaran_pers/detail/999/Siaran+Pers+No.+60-PIH-KOMINFO-8-2011+tentang+Uji+Publik+RPM+Master+Plan+Frekuensi+Radio+Untuk+Digital+Teresterial+Pada+Pita+478-694+MHz+

Beberapa hal penting yang diatur dalam RPM ini adalah sebagai berikut:

  1. Pita frekuensi radio untuk keperluan penyiaran televisi siaran digital terestrial adalah 478 – 694 MHz dan digunakan untuk keperluan: penyiaran televisi siaran digital terestrial masa depan ( future plan ) pada rentang frekuensi 478 – 526 MHz ; dan penyiaran televisi siaran digital terestrial penerimaan tetap tidak berbayar (Free To Air) pada rentang frekuensi 526 – 694 MHz.
  2. Setiap penggunaan frekuensi radio untuk keperluan penyiaran televisi siaran digital terestrial penerimaan tetap tidak berbayar (Free To Air) wajib memenuhi ketentuan teknis sebagai berikut: rasio proteksi ( protection ratio ) sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini; dan kuat medan ( field strength ) pada lokasi titik pengujian/pengukuran di setiap wilayah layanan dibatasi maksimum 42,6 dbµV/m.
  3. Penggunaan frekuensi radio untuk keperluan penyiaran televisi siaran digital terestrial penerimaan tetap tidak berbayar (Free To Air) di setiap wilayah layanan wajib mengikuti pemetaan kanal frekuensi radio.
  4. Penetapan kanal frekuensi radio untuk keperluan penyiaran televisi siaran digital terestrial penerimaan tetap tidak berbayar (Free To Air) di wilayah layanan yang cakupannya dapat menjangkau negara lain dilakukan berdasarkan koordinasi antara Direktorat Jenderal dengan administrasi telekomunikasi negara yang terkait.
  5. Penyiaran televisi siaran digital terestrial penerimaan tetap tidak berbayar (Free To Air) di suatu daerah yang tidak tercakup oleh wilayah layanan manapun dapat menggunakan Gap Filler pada kanal 46 (670-678 MHz), kanal 47 (678-686 MHz) dan/atau kanal 48 (686-694 MHz).
  6. Penggunaan frekuensi radio untuk keperluan penyiaran televisi siaran digital terestrial penerimaan tetap tidak berbayar (Free To Air) dapat menerapkan teknik Single Frequency Network (SFN) pada kondisi sebagai berikut: pada wilayah layanan tertentu sebagaimana tercantum dalam Lampiran III yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini; atau pada suatu daerah di satu wilayah layanan yang tidak mendapatkan sinyal dengan kualitas baik ( blank spot) .
  7. Setiap alat dan perangkat radio yang digunakan untuk keperluan televisi siaran digital terestrial penerimaan tetap tidak berbayar (Free To Air) wajib mendapat sertifika t alat dan perangkat radio dari Direktur Jenderal.

Untuk satu area layanan tv digital teresterial, diputuskan hanya 6 kanal frekuensi, sedangkan frekuensi yang disediakan adalah

Band IV :    

Nomor

Batas Frekuensi

Frekuensi Tengah

Kanal

(MHz)

(MHz)

1

22

478 – 486

482

2

23

486 – 494

490

3

24

494 – 502

498

4

25

502 – 510

506

5

26

510 – 518

514

6

27

518 – 526

522

7

28

526 – 534

530

8

29

534 – 542

538

9

30

542 – 550

546

10

31

550 – 558

554

11

32

558 – 566

562

12

33

566 – 574

570

13

34

574 – 582

578

14

35

582 – 590

586

15

36

590 – 598

594

16

37

598 – 606

602

Band V :

17

38

606 – 614

610

18

39

614 – 622

618

19

40

622 – 630

626

20

41

630 – 638

634

21

42

638 – 646

642

22

43

646 – 656

650

23

44

656 – 662

658

24

45

662 – 670

666

25

46

670 – 678

674

26

47

678 – 686

682

27

48

686 – 694

690

Penyiaran televisi digital teresterial menggunakan teknologi DVB-T2 dengan teknik SNF (single network frequency), sehingga nantinya untuk Jateng DIY misal sebagai contoh tvOne andaikan dapat kanal 35, maka seluruh Jateng DIY, semua pemancar digital tvOne memakai kanal frekuensi tersebut. Apakah tidak interferensi? Karena sudah digital dan menggunakan teknik OFDM (orthogonal frequency division multiplexing) yang bisa multi carrier system dengan membagi lebar bidang frekuensi yang tersedia (8Mhz) kedalam beberapa frekuensi yang lebih kecil, lalu data ditransmisikan secara pararel, sehingga bisa mengatasi masalah interferensi.

Untuk mengkover Jateng DIY diperlukan beberapa titik pemancar yaitu : Jogja, Purworejo, Magelang, Semarang, Pati, Brebes, Blora, Cepu, Purwokerto. Mirip sekali dengan network planning untuk telepon selular, bedanya kalau untuk selular menggunakan CDMA dan TDMA (gsm), kalau tv digital menggunakan OFDM.

Berikut ini perkiraan saya pribadi untuk pembagian frekuensi untuk tiap tiap daerah, karena saya cari cari master plan SNF nya belum juga saya temukan. kebetulan dulu skripsi saya tentang OPTIMALISASI JARINGAN GSM, jadi sedikit-sedikit saya paham tentang frequency planning.

Misal Untuk Jakarta dan Banten adalah : 22, 26, 30, 38, dan 42 masing-masing pemancar digital akan terpisahkan oleh 3 kanal frekuensi, agar mereduksi kemungkinan interferensi antar pemancar (mohon maaf ilmu saya benar-benar belum mendalam tentang OFDM dan SNF ini)

Jakarta

Jateng

Jabar

Jatim

1

22

33

24

25

2

26

27

28

29

3

30

31

32

33

4

34

35

36

37

5

38

39

40

41

6

42

43

44

45

Lantas bagaimana dengan para pemirsa nantinya saat tv digital ini digelar? Tidak masalah karena pemancar tv analog juga masih hidup, sampai nanti ditentukan MATI (cutt off) jika suatu area sudah siap 100% perangkatnya menerima tv digital. Nantinya kalau saya tidak salah, akan ada pembagian SET TOP BOX semacan konverter untuk dipasang pada tv dirumah yang masih analog agar bisa menerima pancaran tv digital. Letak SET TOP BOX (STB) ini ada di antara colokan antena dan TV analog. jadi colokan ujung kabel antena nanti masuk ke STB, lalu keluaran dari STB masuk ke colokan antena di TV. Tidak merubah apapun, baik tv maupun antena. Cukup tambahkan alat STB ini maka bisa menonton siaran tv digital.

Jika akhir tahun 2012 tv digital sudah benar-benar digelar di Jogja dan Jateng, maka logikanya tahun 2013 mulai dijual tv yang sudah ready untuk menerima siaran tv digital, harusnya tv analog tidak laku lagi.

Akhirnya selamat datang era tv digital di indonesia, Jateng dan Jogja khususnya.

Lampiran

http://web.kominfo.go.id/sites/default/files/Permen%20Masterplan%20Frekuensi%20Untuk%20Digital.pdf

44 Tanggapan

  1. sayangnya yang diluar Zona 4, Zona 5, Zona 6, Zona 7, dan Zona 15 masih qzruh…

  2. tanya mas,, apa sekarang sdh bisa menerima siaran tv digital, dan apakah bisa dengan menggunakan antena biasa seperti yg sekarang ini?

    • akan ada pembagian SET TOP BOX semacan konverter untuk dipasang pada tv dirumah yang masih analog agar bisa menerima pancaran tv digital. Letak SET TOP BOX (STB) ini ada di antara colokan antena dan TV analog. jadi colokan ujung kabel antena nanti masuk ke STB, lalu keluaran dari STB masuk ke colokan antena di TV. Tidak merubah apapun, baik tv maupun antena. Cukup tambahkan alat STB ini maka bisa menonton siaran tv digital.

      • menambhakan == maksud saya “apa sekarang sdh ada siaran tv digital”? dan kalau tv nya sudah digital gak perlu pake set top box lagi ya? sebagai tambahan saya domisili di solo- jateng. trim sebelumnya mas bro

      • saat ini di pemancar jogja yang mengkover solo juga, belum ada pemancar digital. jadi belum bisa menonton. kalau di jakarta sudah ada, yaitu TVRI.

        set top box diperlukan tv lama yang belum ada penerima digitalnya, jadi kalau sekarang beli tv, pastikan READY TV DIGITAL TEKNOLOGI DVB-T2, bukan yang DVB-T.

      • matur suwun mas bro, selamat berpuasa

  3. antena biasa tetap bisa dipakai, karena tv digital juga pakai frekuensi UHF, antena tv yang sekarang juga didesain dengan panjang gelombang UHF.

  4. Bukannya out dari set top box udah berupa AV out/HDMI ya Mas..? Atau signal RF..?? kalo dikembalikan lagi ke signal RF analog apa ga turun kualitasnya, trs soundnya apa bisa tetep stereo..?

  5. sip paparane kang

  6. bkn sfn tp mfn. Sfn hny utk blankspot

    • MFN (MULTI FREQUENCY NETWORK), jd d stiap wilayah layanan akan beda frekuensinya. Baca dh permennya

      • maksud saya SNF untuk per area, dalam hal ini yang saya tulis adalah jateng dan DIY, menurut pemahaman saya untuk jateng DIY misal indosiar ya harus hanya satu frekuensi saja untuk mengcover area jateng DIY, untuk area lain memang lain lagi frekuensinya.

        terimakasih sudah mampir warung saya.

      • yang ini ya :

        BAB IV
        PENERAPAN TEKNIK SINGLE FREQUENCY NETWORK
        (SFN)
        Pasal 9
        Penggunaan frekuensi radio untuk keperluan penyiaran
        televisi siaran digital terestrial penerimaan tetap tidak
        berbayar (Free To Air) dapat menerapkan teknik SFN pada
        kondisi sebagai berikut:
        a. pada wilayah layanan tertentu sebagaimana tercantum
        dalam Lampiran III yang tidak terpisahkan dari
        Peraturan Menteri ini; atau
        b. pada suatu daerah di satu wilayah layanan yang tidak
        mendapatkan sinyal dengan kualitas baik (blank spot);

      • jadi utk wilayah2 layanan dalam 1 zona multipleksing akan beda frekuensinya.
        Contoh zona jateng yogya:
        frekuensi di wilayah layanan semarang akan beda dgn frekuensi di wil layanan yogya walaupun satu zona. Karena kalau pakai SFN, konten stasiun tv yg ad d dlm multipleks akan sama. Maka dipilihlah MFN

      • Sepertinya menkoinfo pernah mengatakan bahwa tidak ada satu network provider dalam satu area yg menguasai lebih dari satu kanal.
        Setahu saya tiap area hanya dijatah 6 kanal frekuensi. Sejujurnya saya memang blm begitu paham hal ini, dan saya sblmnya jg sdh minta maaf pada tulisan saya bahwa ilmu saya blm dalam tentang hal ini. Ibarat masih dipermukaan saja pengetahuan saya.

        Trimakasih sdh memberi pencerahan.

      • bedakan antara zona layanan dan wilayah layanan.
        Zona layanan utk lisensi multipleksing. Wilayah layanan utk lisensi stasiun tv.

      • Trimakasih

    • saya memang belum begitu paham masalah DVBT-2 ini. terimakasih koreksinya.

  7. memang benar network provider dlm 1 wilayah layanan hanya dpt 1 kanal. Dan benar jg 1 wilayah layanan dijatah 6 kanal frekuensi.
    Jadi di zona jateng yogya, wil layanan Jogja, Purworejo, Magelang, Semarang, Pati, Brebes, Blora, Cepu,
    Purwokerto masing2 akan dijatah 6 kanal.
    Kita sama2 lg belajar mas, hehehe

  8. mas, sbnrnya keunggulan tv digital dbnding analog apa sih? kalo kekurangannya bgmn? maklum kulo wong ndeso….

    • keunggulane adlh gambar jelas lebih jernih tdk berbayang to tabrakan dgn chanel tv laen yg lebih kuat sinyale dan suara lebih cling seperti liat dvd dan lebih lagi…..klo bisa siaran dlm kualitas HD gambare bisa sejernih liat dvd blueray,cuma klo sinyal yg ditangkep ga kuat gambar ky dvd rusak

  9. metro dah siaran ni ,,,,dvb t2 seluruh jawa

    • mantab, memang bulan oktober 2012 ini semua pemenang tender NETWORK PROVIDER tv digital teresterial harus onair

  10. DI Surabaya informasinya sudah siaran tv digital. Adanya TVRI, Trans TV, Trans 7, Metro TV sama BSTV (lokal, ngikut Metro TV). Tapi STB buat DVB-T2 belum ada yg jualan ya di Indonesia ya?, atau ada yg punya informasi beli dimana?

  11. trimakasih banyak ms artikel2nya. sy pgn tau bnyk ttg tv digital.
    bnyk yg msi mengkritik regulasi kemenkominfo. Ada yg bilang banyak yang janggal dalam PM 22/2011, pembagian zona hanya akan menimbulkan kesemrawutan, pelaku industri set top box belum tahu model apa yang akan diadopsi, dan seharusnya Menkominfo menunggu hasil revisi UU Nomor 32 Tahun 2002. Saya sudah baca peraturan-peraturan ini belum nyantol kejanggalannya. Bisa share opini nya ms nya? Trimakasih banyak :)

  12. maaf ms tny lg. di atas ms nyebutin klo SCTV 1 grup dengan Indosiar, antv 1 group dgn tvone, dan trans7 1 grup dgn transtv.
    1 grup ini maksudnya gimana ms nya?
    kalau trans7 & trans tv owner nya sama mungkin ya. kalo sctv & indosiar, antv dan tvone?
    trimakasih banyak ms

  13. maaf, barusan nemu artikel di http://inet.detik.com/read/2012/06/27/190820/1952517/328/dianggap-ilegal-dpr-desak-menkominfo-tunda-tv-digital, bahkan DPR sampai bilang klo UU Penyiaran belum diubah, sama artinya implementasi TV digital ini ilegal. bagian mana yg perlu diubah ya ms?
    trimakasih banyak

  14. free-to-air digital tv ini gak termasuk digital tv yg bisa direkam atau dipilih untuk ditonton ya mas?
    misalnya, ada 2 acara tv di 2 stasiun tv yg berbeda, tayang di jam yg sama. tapi kita bisa melihat acara yg satu setelah acara yg lainnya selesai.
    apa fta ini termasuk bisa seperti itu mas?
    tergantung set top box nya atau gimana?
    maturnuwun sanget mas

  15. coba

    • maaf ms klo petanyaan saya berulang. free to air digital tv ini apa sudah termasuk pengguna bisa menonton acara yang sudah ditayangkan di jam sebelumnya? mungkin mendownload suatu acara utk ditonton di saat yg lain gt. maturnuwun sanget

    • saya coba tanya panjang kok tidak tampil ya. free to air digital tv ini bisa didownload utk ditonton di saat yg lain tidak mas? maturnuwun sanget

  16. sori mas numpang tanya kalo di Cilacap udah bisa liat siaran digital belum ya karena disini banyak siaran tv yang ilang jadi apa mungkin siaran tv yang ilang udah pindah ke digital?sori numpang tanyanya malem2,trima kasih.

  17. Mas apakah daerah pekalongan dan sekitarnya sudah bisa menerima siaran tv digital ?

    • pekalongan biasanya dapat analog dari mana?

    • tv DIGITAL sudah bisa dinikmati di daerah pekalongan, yang saya ujicobakan di daerah terpencil kecamatan kesesi kabupaten pekalongan. Set top box dapat di beli di GALAKSI ELEKTRONIK, Perempatan klairan-kesesi (depan kantor pos kesesi)

Silahkan memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.574 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: