tvOne & ANTV digital teresterial DVB-T2 sudah on-air pagi ini di jogja

Alhamdulillah era digital teresterial untuk tvOne dan ANTV di jogja padi dini hari tadi jam 02:30, sehingga mulai sekarang masyarakat jogja, solo, bantul, gunungkidul, solo, boyolali, dan sekitarnya bisa punya alternatif untuk melihat tayangan tvone dan antv digital, tentu saja dengan kelebihan kualitas gambar dan suaranya yang lebih baik dari siaran televisi analog yang selama ini telah kita nikmati. Siaran digital tvOne dan ANTV bisa dicari di kanal frekuensi 35 UHF di STB, jika sudah punya.

Setting receiver dan MUX

Perkembangan penyiran televisi teresterial, mungkin yang paling menyolok hanyalah saat televisi hitam putih menjadi pilihan televisi warna, tetapi sesungguhnya teknologinya tetap analog, dengan demikian pergantian menjadi teknologi penyiran digital tersterial ini tentu saja benar-benar menjadi tonggak bersejarah yang sangat penting bagi dunia televisi teresterial.

yang kiri analog, yang kanan digital

Tetapi memang masyarakat harus sabar sementara waktu berhubung SET TOP BOX (STB) yang digunakan sebagai receiver penangkap siaran televisi digital teresterial belum tersedia di pasaran saat ini. Pemerintah berencana membagikan gratis STB ini secepatnya.

Tentang iklan-iklan ini

[PR] – TVS MOTOR TERUS KEMBANGKAN JARINGAN DEALER

Untuk terus mendekatkan diri dengan konsumen sepeda motor Indonesia, PT TVS Motor Company Indonesia, produsen sepeda motor India terus kembangkan jaringan dealer di Indonesia.

PT TVS Motor Company Indonesia merupakan ambisi global TVS Motor Limited India dan bagian dari TVS Group yang telah berdiri sejak 1911 di India. Memiliki pabrik seluas 20 ha di Kawasan Industri Suryacipta City, Karawang, Jawa Barat sebagai basis produksi untuk pasar sepeda motor ASEAN.

Jaringan dealer PT TVS Motor Company Indonesia telah berdiri tegak di seantero Nusantara, meliputi pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan kini melengkapi kehadirannya di kawasan Indonesia Timur, yakni di pulau Ambon.

PT TVS Motor Company Indonesia merambah wilayah Ambon melalui CV.Tritunggal Manise sebagai Regional Distributor (Main Dealer) TVS Motor. Peresmian TVS Ambon pada Sabtu (20/10/2012), dengan menempati showroom berkonsep 3S (sales/penjualan-service/bengkel -spareparts/suku cadang) di Jl.Setia Budhi No.12 (ex Gedung Putih), Ambon telp.0911-355543. Kini TVS Motor lebih dekat dengan masyarakat Ambon.

“Sepeda motor India, TVS Motor kini hadir di Ambon. Dengan strategi berpromosi secara konsisten didukung pelayanan bengkel dan ketersediaan suku cadang, kami yakin TVS Motor dapat diterima oleh masyarakat Ambon. Masyarakat Ambon juga dapat melakukan testride sepeda motor unggulan TVS secara gratis di showroom kami”, ujar Krisna Andy Tjoardhy, Direktur Operasional CV.Tritunggal Manise selaku Regional Distributor TVS Motor di Ambon.

Kini para peminat roda dua di wilayah Ambon dapat menjajal langsung keandalan motor TVS Apache RTR 180 cc dan 160 cc, bebek irit TVS Neo XR 110 cc, bebek bernyanyi TVS RockZ 125 cc dan TVS Tormax 150 cc untuk kawula muda yang stylish.

Eksistensi TVS Motor di Lampung

Sementara eksistensi TVS Motor di propinsi Lampung melalui PT Simpur Motor Lestari sebagai Regional Distributor untuk wilayah Lampung semakin mendapatkan hati konsumen sepeda motor di Lampung.

Setelah 18 dealer TVS Motor hadir di Bumi Ruwai Juai ini, satu lagi showroom TVS Motor diresmikan di Kotabumi, Lampung (21/10/2012). Menempati showroom di Jl.Raya Candi Mas No.7 Candimas, Abung Selatan Kab. Lampung Utara.

“TVS Motor sebagai brand sepeda motor India di Lampung semakin menunjukkan eksistensinya. Dengan memiliki target 500 unit penjualan setiap bulannya dan tercapainya 30 % untuk TVS Apache dari total keseluruhan penjualan, kami optimis brand TVS Motor sudah semakin diterima oleh masyarakat Lampung. TVS Motor selalu merilis sepeda motor berkualitas yang selalu memiliki keunggulan.” ujar Winson Kurniawan Toyip, Chief Executive Officer (CEO) PT Simpur Motor Lestari selaku Regional Distributor TVS Motor untuk propinsi Lampung.

“PT TVS Motor Company Indonesia berkomitmen selalu menghadirkan sepeda motor berkualitas dan terus mengembangkan jaringan dealer di seluruh Indonesia. Sudah lebih dari 65 ribu pengguna sepeda motor TVS sudah tersebar di seluruh pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Bali. Dan kini di Ambon, hal ini menunjukkan keseriusan kami dalam mengembangkan jaringan dealer, tentunya di dukung layanan servis dan suku cadang asli.” ujar R.Anandakrishnan, Presiden Direktur PT TVS Motor Company Indonesia.

NO Varian Motor TVS OTR Ambon OTR Lampung
1 TVS Apache RTR 180 cc 20.950.000 19.080.000
2 TVS Apache RTR 160 cc 19.650.000 17.510.000
3 TVS Neo XR 110 cc SW Disc 12.980.000 10.980.000
4 TVS Neo XR 110 cc XR Plus 14.950.000 12.520.000
5 TVS RockZ 125 cc DD 16.650.000 14.700.000
6 TVS Tormax 150 cc 18.500.000 15.890.000


tanya jawab seputar tv digital gratis lewat pemancar

Berikut ini saya mencoba untuk merangkum beberapa pertanyaan dan jawaban seputar televisi digital teresterial yang sudah mulai siaran di beberapa kota. Semoga berguna.

TV yang kiri belum bisa menerima siaran digital, TV yang kanan sudah menerima siaran digital DVB-T2, dengan tambahan STB yang terlihat di dekat kaki meja bagian kanan diatas tumpukan buku.

T : Apakah tv digital ini gratis?

J : Gratis, alias free to air, yang  berbayar juga ada, contohnya next media

T : Mengapa siaran TV analog diganti dengan siaran TV Digital?

J : Agar penonton di rumah bisa menonton TV dengan kualitas video audio yang lebih baik dan makin banyak saluran TV yang bisa dipilih, bisa sampai 72 saluran TV di tiap kota.

T : Apakah TV lama dengan antena lama masih bisa dipakai

J : TV lama masih bisa disetel sebagaimana biasa untuk melihat siaran tv analog sampai pemancar analog di MATIKAN tahun 2017.

T : Apakah tv lama dengan antena lama bisa dipakai untuk melihat siaran TV digital DVB-T2?

J : Bisa, dengan cara diberi tambahan alat penerima siaran DVB-T2 yang disebut SET TOP BOX (STB).

T : Dimana bisa beli STB?

J : untuk STB DVB-T2, saat saya menulis ini belum banyak dijual umum di indonesia, bahkan hampir bisa dikatakan belum ada yang jual. Tunggu sekitar sebulan dua bulan atau tahun 2013 awal mungkin sudah banyak tersedia.

T : Berapa harga STB

J : Harga STB dikisaran Rp. 100.000 yang paling murah dengan fitur paling minim.

T : Apakah jika saya beli TV baru sekarang ini sudah ada DVB-T2 receivernya?

J : Yang saya tahu di Indonesia belum banyak (jika boleh dibilang belum ada) merek terkenal TV yang sudah include DVB-T2 receiver, jika yang DVB-T saja sepertinya sudah ada.

T : Bisakah TV yang sudah DVB-T untuk menangkap siaran TV digital DVB-T2?

J : Tidak Bisa! Harus yang DVB-T2 receiver untuk menangkap siaran DVB-T2.

Jika ada pertanyaan pertanyaan lain, nanti akan saya jawab dan saya tulis disini sebagai tambahan agar lengkap. Terimakasih.

Tata cara installasi SET TOP BOX untuk menangkap siaran tv digital gratis teresterial

Alhamdulillah kemarin selesai tugas, saya mampir ke pemancar TransTV yang sudah bersiaran digital teresterial DVB-T2 sudah sekitar dua minggu, mungin kisaran awal bulan September 2012 tepatnya. Saya banyak belajar secara layer fisik pemancar digital, karena selama ini saya hanya belajar secara teori, baca-baca dari download bahan di internet.

Jadi untuk pertama kalinya saya melihat pemancar DVB-T2 secara langsung ON AIR dan bisa mempelajarinya bagian per bagian, beruntunglah saya karena kepala transmisi TransTV jogja sangat baik hati mau menularkan ilmunya kepada saya :-D

Untuk pertama kalinya pula saya bisa melihat hasil pancaran DVB-T2 di televisi pemirsa sekaligus membandingkannya langsung dengan pesawat televisi yang masih menerima siaran analog, keduanya mendapatkan masukan dari antena yang sama, sehingga perbandingannya bisa adil. Dan hasilnya jelas sekali bahwa memang siaran televisi digital ini kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Bagus banget video dan audionya dibanding dengan yang analog. Yang analog mayoritas ada bintik bintik dan agak berbayang, atau gambar seperti dobel.

Tulisan saya ini nanti jelas bisa sangat panjang, karena akan saya tulis dan saya beri gambar foto dengan harapan bisa lebih jelas memberi gambaran kepada para pembaca sehingga tidak bingung lagi tentang SET TOP BOX, yaitu fungsi, kegunaan serta cara memasangnya. Saya dulu juga sempat salah, karena saya kira output dari STB masuk ke input antena di televisi, ternyata memakai input AUDIO VIDEO, seperti nyetel VCD lah.

Baiklah langsung kita mulai. Kita perkenalan dulu dengan SET TOP BOX yang saya dapat karena dipinjami sahabat saya di transtv.

Inilah SET TOP BOX (STB)

Foto diatas adalah Set Top Box (STB) ukurannya cuma kecil saja, ada remotenya dan ada adaptor juga ada kabel audio video.

Baca lebih lanjut

Seminar Digitalisasi Penyiaran dan Keberpihakannya Terhadap Televisi Lokal di KPID DIY

 

Para nara sumber

 

Dasar digitalisasi

 

peserta seminar

 

peserta dari transtv dan MNCTV

STOP! jangan beli tv baru, kecuali sudah include DVB-T2 receiver

Banyak yang mengira bahwa kalau beli tv yang tipis jenis LED atau LCD itu adalah sudah tv digital. Sama sekali bukan itu yang dimaksud tv digital.

LED, LCD, OLED adalah teknologi layar televisi, yang dahulu pada awalnya layar televisi model tabung yang besar dan cembung, memakan banyak tempat, maka dengan teknologi layar LED, LCD dan OLED bisa menjadi tipis sehingga tidak makan tempat.

Saya yakin belum banyak yang tahu bahwa mau tidak mau pada akhir tahun 2017 (semoga saya tidak salah) pemancar tv analog akan CUT OFF, pemancar analog adalah pemancar tv yang sekarang ini beroperasi yang kita terima gratis di rumah-rumah dengan pesawat tv dan antena. Mulai 2013 pemancar tv digital akan on air, memancar bersama (multicast) dengan pemancar analog. Dan akhirnya pemancar analog akan dimatikan pada akhir tahun 2017, maka tinggal yang ada hanya pemancar tv digital.

Sebenarnya untuk jogja, saat saya menulis artikel ini transtv dan trans7 sudah siaran digital dengan DVB-T2, dengan kekuatan pemancar 2,5 KW, ini kira kira setara dengan 10 KW pada pemancar analog. Jadi sebenarnya masyarakat mulai sekarang sudah bisa melihat siaran tv yang digital, tetapi dengan catatan sudah punya tv yang ada receiver (penerima) standard DVB-T2, bagi yang sudah punya tv dengan DVB-T, tetap tidak bisa menerima, pokoknya harus yang DVB-T2 :-D

Apakah masyarakat harus beralih menonton digital saat ini? Jawabannya adalah TIDAK WAJIB, tetapi bisa. Bisa dalam hal ini kalau sekarang ya harus beli SET TOP BOX (STB) sendiri, STB nya harus yang DVB-T2, STB ini adalah alat untuk menangkap sinyal digital DVB-T2, alat ini diletakkan di antara antena dan tv lama kita. Jangan bingun, kalau beli STB, pasti nanti ada petunjuk pemasangannya :-D

Jadi TV lama dan antena lama kita tetap masih bisa dipakai untuk menonton tv digital dengan tambahan STB ini. Jadi tidak perlu beli tv baru. Tetapi harga STB ini kira-kira 200.000 – 300.000, dan masalahnya saat ini masih sulit mencari penjual STB yang DVB-T2.

Harusnya pemerintah kita meniru pemerintah Jepang, yaitu di toko-toko televisi, semua televisi yang dijual harus diberi stiker keterangan. Misal tahun 2017 akhir tv analog benar-benar CUT OFF, maka untuk yang jualan TV analog harus diberi keterangan sebagai berikut “pesawat tv ini hanya bisa menangkap siaran analog, dan pada tahun 2017 akhir tidak bisa disetel lagi karena pemancar tv analog sudah tidak siaran” 

Lalu untuk pesawat tv digital harus diberi keterangan juga, kira-kira sebagai berikut “pesawat tv ini   dijamin bisa menangkap siaran tv digital teknologi DVB-T2 yang sudah mulai siaran pada bulan november 2012″

Dengan cara tersebut maka masyarakat benar-benar tahu resikonya, misal saat sekarang ini tetep pilih beli tv analog, maka pesawat tv hanya bisa dipakai sampai akhir 2017. Setelah itu harus beli yang tv digital.

Teknologi tv digital ini memang tepat dimulai pada tahun 2013 dan pemancar tv analog tetap siaran sampai akhir tahun 2017, sehingga kita punya waktu 5 tahun  utnuk menghabiskan pesawat tv analog, karena diperkirakan setelah dipakai 5 tahun terus menerus, pesawat televisi akan rusak, dan jika beli pesawat tv baru, maka otomatis beli yang digital saja.

Bagi penonton di rumah, simpelnya teknologi digital ini adalah, penonton di rumah bisa menonton televisi dengan kualitas audio dan video lebih baik daripada yang teknologi analog, jika rumah kita kebetulan jauh dari pemancar tv analog, maka akan banyak semut di tv kita, alias gambarnya tidak bening, hal ini tidak akan terjadi di pemancar tv digital dan pesawat tv penerima di rumah yang sudah digital, hanya ada dua hal, jika mendapat sinyal, maka akan dapat gambar dan usara yang bagus, sebaliknya jika tidak mendapat sinyal, maka tidak bisa sama sekali terlihat siarannya. Satu algi jika saat ini hanya ada 14 tv siaran di Jogja Solo, maka besok akan bisa ada 72 tv, nah bingung kan mau lihat tv mana :-D

Jadi monggo pastikan yang mau beli pesawat tv baru, jangan sampai lalai untuk memastikan bahwa pesawat tv nya sudah ada receiver DVB-T2. Ingat ya harus DVB-T2, bukan yang DVB-T.

Semoga bermanfaat.

inilah alat yang harus dibeli untuk bisa menangkap siaran tv digital gratis DVB-T2

Setelah searching di mbah google, saya mendapat beberapa hasil, yang pertama adalah ini

http://www.geniatech.com/pa/android-tv.asp

harus ada keterangan seperti ini kalau mau beli, terutama yang DVB-T2

yang kedua adalah ini :

tinggal colokin ke USB komputer/laptop

Sepertinya para pedagang belum yakin dengan keputusan pemerintah, hai pedagang ayo cepetan kulakan STB yang DVB-T2, iklanin di blog saya juga boleh :-D

Ini tv digital DVB-T2 sudah on air tapi masih sulit mencari STB nya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.432 pengikut lainnya.