tvOne & ANTV digital teresterial DVB-T2 sudah on-air pagi ini di jogja

Alhamdulillah era digital teresterial untuk tvOne dan ANTV di jogja padi dini hari tadi jam 02:30, sehingga mulai sekarang masyarakat jogja, solo, bantul, gunungkidul, solo, boyolali, dan sekitarnya bisa punya alternatif untuk melihat tayangan tvone dan antv digital, tentu saja dengan kelebihan kualitas gambar dan suaranya yang lebih baik dari siaran televisi analog yang selama ini telah kita nikmati. Siaran digital tvOne dan ANTV bisa dicari di kanal frekuensi 35 UHF di STB, jika sudah punya.

Setting receiver dan MUX

Perkembangan penyiran televisi teresterial, mungkin yang paling menyolok hanyalah saat televisi hitam putih menjadi pilihan televisi warna, tetapi sesungguhnya teknologinya tetap analog, dengan demikian pergantian menjadi teknologi penyiran digital tersterial ini tentu saja benar-benar menjadi tonggak bersejarah yang sangat penting bagi dunia televisi teresterial.

yang kiri analog, yang kanan digital

Tetapi memang masyarakat harus sabar sementara waktu berhubung SET TOP BOX (STB) yang digunakan sebagai receiver penangkap siaran televisi digital teresterial belum tersedia di pasaran saat ini. Pemerintah berencana membagikan gratis STB ini secepatnya.

tanya jawab seputar tv digital gratis lewat pemancar

Berikut ini saya mencoba untuk merangkum beberapa pertanyaan dan jawaban seputar televisi digital teresterial yang sudah mulai siaran di beberapa kota. Semoga berguna.

TV yang kiri belum bisa menerima siaran digital, TV yang kanan sudah menerima siaran digital DVB-T2, dengan tambahan STB yang terlihat di dekat kaki meja bagian kanan diatas tumpukan buku.

T : Apakah tv digital ini gratis?

J : Gratis, alias free to air, yang  berbayar juga ada, contohnya next media

T : Mengapa siaran TV analog diganti dengan siaran TV Digital?

J : Agar penonton di rumah bisa menonton TV dengan kualitas video audio yang lebih baik dan makin banyak saluran TV yang bisa dipilih, bisa sampai 72 saluran TV di tiap kota.

T : Apakah TV lama dengan antena lama masih bisa dipakai

J : TV lama masih bisa disetel sebagaimana biasa untuk melihat siaran tv analog sampai pemancar analog di MATIKAN tahun 2017.

T : Apakah tv lama dengan antena lama bisa dipakai untuk melihat siaran TV digital DVB-T2?

J : Bisa, dengan cara diberi tambahan alat penerima siaran DVB-T2 yang disebut SET TOP BOX (STB).

T : Dimana bisa beli STB?

J : untuk STB DVB-T2, saat saya menulis ini belum banyak dijual umum di indonesia, bahkan hampir bisa dikatakan belum ada yang jual. Tunggu sekitar sebulan dua bulan atau tahun 2013 awal mungkin sudah banyak tersedia.

T : Berapa harga STB

J : Harga STB dikisaran Rp. 100.000 yang paling murah dengan fitur paling minim.

T : Apakah jika saya beli TV baru sekarang ini sudah ada DVB-T2 receivernya?

J : Yang saya tahu di Indonesia belum banyak (jika boleh dibilang belum ada) merek terkenal TV yang sudah include DVB-T2 receiver, jika yang DVB-T saja sepertinya sudah ada.

T : Bisakah TV yang sudah DVB-T untuk menangkap siaran TV digital DVB-T2?

J : Tidak Bisa! Harus yang DVB-T2 receiver untuk menangkap siaran DVB-T2.

Jika ada pertanyaan pertanyaan lain, nanti akan saya jawab dan saya tulis disini sebagai tambahan agar lengkap. Terimakasih.

Tata cara installasi SET TOP BOX untuk menangkap siaran tv digital gratis teresterial

Alhamdulillah kemarin selesai tugas, saya mampir ke pemancar TransTV yang sudah bersiaran digital teresterial DVB-T2 sudah sekitar dua minggu, mungin kisaran awal bulan September 2012 tepatnya. Saya banyak belajar secara layer fisik pemancar digital, karena selama ini saya hanya belajar secara teori, baca-baca dari download bahan di internet.

Jadi untuk pertama kalinya saya melihat pemancar DVB-T2 secara langsung ON AIR dan bisa mempelajarinya bagian per bagian, beruntunglah saya karena kepala transmisi TransTV jogja sangat baik hati mau menularkan ilmunya kepada saya :-D

Untuk pertama kalinya pula saya bisa melihat hasil pancaran DVB-T2 di televisi pemirsa sekaligus membandingkannya langsung dengan pesawat televisi yang masih menerima siaran analog, keduanya mendapatkan masukan dari antena yang sama, sehingga perbandingannya bisa adil. Dan hasilnya jelas sekali bahwa memang siaran televisi digital ini kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Bagus banget video dan audionya dibanding dengan yang analog. Yang analog mayoritas ada bintik bintik dan agak berbayang, atau gambar seperti dobel.

Tulisan saya ini nanti jelas bisa sangat panjang, karena akan saya tulis dan saya beri gambar foto dengan harapan bisa lebih jelas memberi gambaran kepada para pembaca sehingga tidak bingung lagi tentang SET TOP BOX, yaitu fungsi, kegunaan serta cara memasangnya. Saya dulu juga sempat salah, karena saya kira output dari STB masuk ke input antena di televisi, ternyata memakai input AUDIO VIDEO, seperti nyetel VCD lah.

Baiklah langsung kita mulai. Kita perkenalan dulu dengan SET TOP BOX yang saya dapat karena dipinjami sahabat saya di transtv.

Inilah SET TOP BOX (STB)

Foto diatas adalah Set Top Box (STB) ukurannya cuma kecil saja, ada remotenya dan ada adaptor juga ada kabel audio video.

Baca lebih lanjut

Seminar Digitalisasi Penyiaran dan Keberpihakannya Terhadap Televisi Lokal di KPID DIY

 

Para nara sumber

 

Dasar digitalisasi

 

peserta seminar

 

peserta dari transtv dan MNCTV

STOP! jangan beli tv baru, kecuali sudah include DVB-T2 receiver

Banyak yang mengira bahwa kalau beli tv yang tipis jenis LED atau LCD itu adalah sudah tv digital. Sama sekali bukan itu yang dimaksud tv digital.

LED, LCD, OLED adalah teknologi layar televisi, yang dahulu pada awalnya layar televisi model tabung yang besar dan cembung, memakan banyak tempat, maka dengan teknologi layar LED, LCD dan OLED bisa menjadi tipis sehingga tidak makan tempat.

Saya yakin belum banyak yang tahu bahwa mau tidak mau pada akhir tahun 2017 (semoga saya tidak salah) pemancar tv analog akan CUT OFF, pemancar analog adalah pemancar tv yang sekarang ini beroperasi yang kita terima gratis di rumah-rumah dengan pesawat tv dan antena. Mulai 2013 pemancar tv digital akan on air, memancar bersama (multicast) dengan pemancar analog. Dan akhirnya pemancar analog akan dimatikan pada akhir tahun 2017, maka tinggal yang ada hanya pemancar tv digital.

Sebenarnya untuk jogja, saat saya menulis artikel ini transtv dan trans7 sudah siaran digital dengan DVB-T2, dengan kekuatan pemancar 2,5 KW, ini kira kira setara dengan 10 KW pada pemancar analog. Jadi sebenarnya masyarakat mulai sekarang sudah bisa melihat siaran tv yang digital, tetapi dengan catatan sudah punya tv yang ada receiver (penerima) standard DVB-T2, bagi yang sudah punya tv dengan DVB-T, tetap tidak bisa menerima, pokoknya harus yang DVB-T2 :-D

Apakah masyarakat harus beralih menonton digital saat ini? Jawabannya adalah TIDAK WAJIB, tetapi bisa. Bisa dalam hal ini kalau sekarang ya harus beli SET TOP BOX (STB) sendiri, STB nya harus yang DVB-T2, STB ini adalah alat untuk menangkap sinyal digital DVB-T2, alat ini diletakkan di antara antena dan tv lama kita. Jangan bingun, kalau beli STB, pasti nanti ada petunjuk pemasangannya :-D

Jadi TV lama dan antena lama kita tetap masih bisa dipakai untuk menonton tv digital dengan tambahan STB ini. Jadi tidak perlu beli tv baru. Tetapi harga STB ini kira-kira 200.000 – 300.000, dan masalahnya saat ini masih sulit mencari penjual STB yang DVB-T2.

Harusnya pemerintah kita meniru pemerintah Jepang, yaitu di toko-toko televisi, semua televisi yang dijual harus diberi stiker keterangan. Misal tahun 2017 akhir tv analog benar-benar CUT OFF, maka untuk yang jualan TV analog harus diberi keterangan sebagai berikut “pesawat tv ini hanya bisa menangkap siaran analog, dan pada tahun 2017 akhir tidak bisa disetel lagi karena pemancar tv analog sudah tidak siaran” 

Lalu untuk pesawat tv digital harus diberi keterangan juga, kira-kira sebagai berikut “pesawat tv ini   dijamin bisa menangkap siaran tv digital teknologi DVB-T2 yang sudah mulai siaran pada bulan november 2012″

Dengan cara tersebut maka masyarakat benar-benar tahu resikonya, misal saat sekarang ini tetep pilih beli tv analog, maka pesawat tv hanya bisa dipakai sampai akhir 2017. Setelah itu harus beli yang tv digital.

Teknologi tv digital ini memang tepat dimulai pada tahun 2013 dan pemancar tv analog tetap siaran sampai akhir tahun 2017, sehingga kita punya waktu 5 tahun  utnuk menghabiskan pesawat tv analog, karena diperkirakan setelah dipakai 5 tahun terus menerus, pesawat televisi akan rusak, dan jika beli pesawat tv baru, maka otomatis beli yang digital saja.

Bagi penonton di rumah, simpelnya teknologi digital ini adalah, penonton di rumah bisa menonton televisi dengan kualitas audio dan video lebih baik daripada yang teknologi analog, jika rumah kita kebetulan jauh dari pemancar tv analog, maka akan banyak semut di tv kita, alias gambarnya tidak bening, hal ini tidak akan terjadi di pemancar tv digital dan pesawat tv penerima di rumah yang sudah digital, hanya ada dua hal, jika mendapat sinyal, maka akan dapat gambar dan usara yang bagus, sebaliknya jika tidak mendapat sinyal, maka tidak bisa sama sekali terlihat siarannya. Satu algi jika saat ini hanya ada 14 tv siaran di Jogja Solo, maka besok akan bisa ada 72 tv, nah bingung kan mau lihat tv mana :-D

Jadi monggo pastikan yang mau beli pesawat tv baru, jangan sampai lalai untuk memastikan bahwa pesawat tv nya sudah ada receiver DVB-T2. Ingat ya harus DVB-T2, bukan yang DVB-T.

Semoga bermanfaat.

inilah alat yang harus dibeli untuk bisa menangkap siaran tv digital gratis DVB-T2

Setelah searching di mbah google, saya mendapat beberapa hasil, yang pertama adalah ini

http://www.geniatech.com/pa/android-tv.asp

harus ada keterangan seperti ini kalau mau beli, terutama yang DVB-T2

yang kedua adalah ini :

tinggal colokin ke USB komputer/laptop

Sepertinya para pedagang belum yakin dengan keputusan pemerintah, hai pedagang ayo cepetan kulakan STB yang DVB-T2, iklanin di blog saya juga boleh :-D

Ini tv digital DVB-T2 sudah on air tapi masih sulit mencari STB nya.

bulan november 2012 siap siap nonton tv digital teresterial di jogja

Setelah agak malas menulis, terutama dibidang otomotif roda dua, lagian sudah banyak blogger yang menulisnya :-D saya kembali menulis hal yang sesuai dengan dunia saya saja, yaitu televisi.

Siapa sangka bahwa tv digital teresterial free to air, alias gratis bisa segera dinikmati warga jogjakarta dan sekitaranya, malahan jateng dan jogja. Dahulu pada pesimis kalau tv digital teresterial paling cepat akan on air sekitar 2018-2020, tetapi inilah teknologi yang bagaimanapun tidak bisa dibendung, sementara banyak negara-negara lain sudah beralih ke teknologi digital teresterial, maka mau tidak mau negara kita Indonesia harus segera ikut pula migrasi dari siaran televisi analog teresterial  ke siaran televisi digital teresterial.

Saya mendapat info bahwa metrotv sudah siaran digital teresterial di banyak kota, tapi untuk jogja sepertinya belum. Saat ini semua pemenang tender NETWORK PROVIDER seharusnya memang segera bergegas untuk installasi pemancar digital, yang saat ini diputuskan memakai teknologi DVB-T2. Untuk daerah jogja, yang saya dengar baru indosiar yang sudah datang peralatan pemancarnya, kalau tidak salah dengan kekuatan 5KW. Untuk tvOne sendiri saat ini juga sudah installasi, dan kemungkinan bulan november 2012 ini bisa on-air di jogja, dengan kekuatan 1KW. Untuk diketahui bahwa jateng dan DIY ini satu area layanan, kenapa cuma 1 KW, karena jangkauan 1 KW pemancar digital hampir sepadan dengan 10 KW pemancar analog, padahal di derah magelang sudah ada pemancar sendiri yang malah sudah on air sekitar 2 hari yang lalu dari saat saya menulis ini, sehingga warga magelang besok tidak perlu lagi mengarahkan antena tv nya ke arah Patuk, GunungKidul. Cukup arahkan saja antena warga magelang ke Radio GKL FM, karena disanalah pemancar tv digital tvOne berada. Sebenarnya untuk teknologi digital ini, arah antena di rumah-rumah tidak terlalu dituntut benar-benar mengarah ke pemancar, asal dapat sinyal pasti televisi bisa muncul siarannya. Untuk televisi digital ini nantinya tidak ada lagi gambar semut tidak jelas, kalau bisa menangkap ya akan muncul siarannya di tv rumah, kalau tidak bisa menangkap ya blank.

Teknologi DVB-T2 ini adalah pengembangan dari DVB-T, tentu saja lebih baik yang DVB-T2 yang kualitas videonya sudah MPEG4, dibanding DVB-T yang hanya MPEG2. Sayangnya SET TOP BOX yaitu alat tambahan untuk menangkap sinyal televisi digital lalu dikonversikan ke analog lagi agar bisa ditampilkan di pesawat televisi lama kita di rumah, dengan standard DVB-T2 sepertinya belum banyak dijual, bahkan tv yang include DVB-T2 receiver sepertinya saya cari-cari via google juga belum ketemu. Kemarin saya sempat ketemu box android yang sudah support DVB-T2, seperti lazimnya box tv android yang tinggal disambung ke tv LED (sepertinya kayak gitu saat saya lihat pas pameran di JEC).

Kesimpulannya adalah bahwa dengan teknologi digital ini akan ada enam buahNETWORK PROVIDER yang masing masing bisa menyiarkan konten tv sebanyak 12, sehingga akan bisa ada 72 tv yang bisa sisaran bareng di Jogja saat era digital, dan untuk menangkap siaran tv digital ini harus pakai alat STB DVB-T2 untuk tv-tv lama, atau anda beli saja tv baru yang sudah include receiver DVB-T2, ingat ya yang DVB-T2, bukan yang DVB-T.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.826 pengikut lainnya.