Jalan alternatif naik Gunungkidul ini harusnya diperbaiki

image

Jalur alternatif Piyungan-Perempatan Munggur-Desa Ngoro-Oro

Jalur utama naik ke Gunungkidul dari arah kota atau arah Prambanan adalah melewati tanjakan Piyungan-Patuk, setelah naik sampai patuk, maka jalanan sudah relatif tidak terlalu ektrim naik turunnya. Jalan nanjak Piyungan Patuk ini memang jalan besar dan mulus, tetapi seiring dengan bertambahnya kendaraan terutama motor, maka jalan utama untuk naik dan turun ke Gunungkidul ini menjadi ramai, padat, dan sering merambat jika ada truk tronton yang pas lewat naik atau turun Piyungan-Patuk.

Sebenarnya pemerintah propinsi DIY perlu memikirkan jalan alternatif, dan menurut pandangan saya, untuk jalan alternatif ini sudah ada yaitu naik Petir sampai Desa Ngoro-Oro (komplek pemancar TV), jalan ini sudah diaspal lumayan mulus. Kalau dari pertigaan Trafik Light Piyungan, ambil kiri (arah utara) kearah Prambanan, sampai perempatan Munggur, ciri perempatan ini adalah sebelum Toko Alfamart Jogotirto jalan Piyungan-Prambanan, pada perempatan ini ambil kanan (arah timur) lurus saja sampai nanti melewati dua jembatan dan mentok di pertigaan kecil, di pertigaan ini ada toko kecil penjual onderdil bekas motor, jangan ambil kiri, tapi lurus naik jalan menjadi kecil, tetapi tetap aspal, ikuti saja jalan aspal satu satunya ini. Sampai nanti ketemu pertigaan di desar Ngoro-Oro, cirinya akan terlihat banyak tower BTS dan TV di pertigaan ini, nah ambil kiri terus ketimur ikuti jurusan GUNUNG PURBA LANGGERAN, untuk menuju WONOSARI maka setelah sampai GUNUNG PURBA LANGGERAN, terus saja ke selatan, nanti akan tembus ke SAMBIPITU. Kalau ambil kiri maka nanti sampai jurusan NGLIPAR, kalau maju sedikit akan ketemu jalan raya JOGJA WONOSARI.

Jalan alternatif ini sebaiknya motor saja yang lewat, karena memang jalanan menanjaknya masih jalan kampung yang sempit meskipun sudah aspal. Jalan kampung ini naik turun dan kelak kelok. Dari data yang saya recor dengan aplikasi MYTRACKS di android andromax i saya, maka dapat dibaca bahwa jarak dari Trafick Light Piyungan sampai Desa Ngoro-Oro adalah 7, 13 KM. Tetapi jika melalui tanjakan Piyungan Patuk ke Desa Ngoro Oro, jaraknya adalah 9,64 KM. Selisihnya 2,5KM

Jalur utama Piyungan – Patuk memang menawarkan obyek wisata BUKIT BINTANG yang banyak anak muda pada mampir untuk melihat pemancangan kota jogja dari ketinggian Bukit Patuk. Untuk jalan alternatif menuju Wonosari jika melalui Piyungan-Perempatan Munggur-Petir-Desa Ngoro Oro lalu dilanjut ke arah GUNUNG PURBA LANGGERAN, juga menawarnkan pemancangan yang indah, kita bisa berhenti di dekat tower Indosiar dan bisa memandang kota Jogja juga dari sini, memang belum ada tempat khusu dan warung-warung seperti di Bukit Bintang, lalu bisa lanjut ke GUNUNG PURBA LANGGERAN, maka bisa mampir untuk melihat gunung purba langgeran ini, dan bisa naik ke atas gunung yang hanya makan waktu kisaran satu jam, maka kita akan melihat pemancangan yang lebih menakjubkan dari atas Gunung Purba Langgeran ini. Setelah dari Gunung Purba Langgeran ke arah selatan maka bisa mampir pula ke sentra kerajinan topeng di DESA BOBUNG.

Jadi sebenarnya jalur alternatif ini disamping menawarkan jalan yang lebih sepi dan lebih pendek jaraknya, juga menawarkan pengalaman berwisata yang indah pula. Jadi silahkan anda coba.

Oh iya kalau dari arah Prambanan, maka ikuti petunjuk arah ke PIYUNGAN,  nanti begitu menemui POMPA BENSIN di kiri jalan, maka kisaran 100 meteran maju akan menemui perempatan, nah ini yang disebut perempatan MUNGGUR, ambil kiri lurus (arah timur) lurus saja sampai nanti melewati dua jembatan dan mentok di pertigaan kecil, di pertigaan ini ada toko kecil penjual onderdil bekas motor, jangan ambil kiri, tapi lurus naik jalan menjadi kecil, tetapi tetap aspal, ikuti saja jalan aspal satu satunya ini. Sampai nanti ketemu pertigaan di desar Ngoro-Oro, cirinya akan terlihat banyak tower BTS dan TV di pertigaan ini, nah ambil kiri terus ketimur ikuti jurusan GUNUNG PURBA LANGGERAN, untuk menuju WONOSARI maka setelah sampai GUNUNG PURBA LANGGERAN, terus saja ke selatan, nanti akan tembus ke SAMBIPITU. Kalau ambil kiri maka nanti sampai jurusan NGLIPAR, kalau maju sedikit akan ketemu jalan raya JOGJA WONOSARI.

image

Jarak Piyungan ke Ngoro-oro adalah 7,13 KM. Ketinggian minimal adalah 112,95 dan ketinggian maksimal adalah 404, 54, jadi naik sekitar 300meter. Waktu tempuhnya kisaran 15 menit.

image

Statistik Piyungan Salaran

 

Foto dibawah ini adalah track dari Piyunngan-Patuk-Desa Ngoro-oro, ini adalah jalur utama Jogja Wonosari yang saat ini sudah lumayan ramai, kalau belum biasa melewati maka saya sarankan hati-hati, dan jangan menyalip kendaraan di tikungan. Kenapa jalan ini lebih panjang, bisa dilihat ada jalur yang membentuk huruf Z, sengaja dibuat jalan begini karena untuk naik Bukit patuk yang tingginya kurang lebih 300 meter.

image

Ini adalah jalan utama Jogja-Wonosari melalui Pertigaan Traffick Light Piyungan naik ke Patuk, lalu menunju desa Ngoro-Oro.

image

Jarak  Piyungan-Patuk-Ngoro Oro adalah 9,64. jarak tempuh kisaran 15 menit (kondisi lancar).

image

Statistik kecepatan motor dan ketinggian tempat dari desa Ngoro Oro – Patuk – Piyungan.

Tentang iklan-iklan ini

[PR] – Honda Revo Series Tampil dengan Stripe dan Warna Baru

Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) menyegarkan tampilan Honda Revo series sehingga menjadi lebih sporti dan dinamis melalui perubahan kombinasi warna baru. Model ini telah terbukti menjadi pilihan terbaik konsumen sejak diluncurkan pertama pada 2007 karena aspek fungsional dan ekonomisnya.

Konsep stripe baru Honda Revo Series adalah “energetic sharp and slim”. Untuk Honda Revo FIT, stripe baru terlihat lebih tajam dan memberikan kesan lebih sporti. Tipe Spoke Wheel (SW) dan Cast wheel (CW) memiliki kombinasi warna baru yang memberikan pilihan yang lebih segar dan beragam untuk konsumen. Kombinasi warna barunya adalah hijau hitam, merah hitam, dan biru hitam.

Honda Revo series terbaru ini tetap mengusung teknologi unggulannya berupa mesin EFT (Efficient & Low Friction Technology) 4 tak berkapasitas 110cc yang memiliki performa tinggi namun efisien dan ramah lingkungan.

REVO_22

Tahun lalu, AHM mengadakan Ekspedisi Nusantara Honda Absolute Revo. Ketangguhan mesin motor ini semakin terbukti setelah berhasil menempuh perjalanan sejauh 4.791 KM dengan kondisi mesin menyala selama 341 jam nonstop. Pada event ini juga tercatat konsumsi bensin teririt yaitu sebesar 93,04 km/liter yang dicapai dalam rute Salatiga – Semarang. (*kondisi jalan naik turun dan kecepatan yang tidak dibatasi).

Model ini dilengkapi 3D leg shield yang fungsional namun tetap memberi ruang kaki yang lapang. Selain itu, Honda Revo series  juga memiliki unsur utilitas dan fungsional terbaik melalui bagasi serbaguna di bawah jok berkapasitas 7 liter. Terkait fitur keselamatan, model ini telah dilengkapi dengan front disc brake dan  secure key shutter yang menambah kepraktisan dan membuatnya lebih aman.

Marketing Director AHM Margono Tanuwijaya mengatakan Honda Revo series merupakan salah satu produk sepeda motor bebek terbaik Honda yang memiliki harga terjangkau. Motor ini sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk menaklukkan beragam kondisi jalan di Indonesia.

“Melalui penyegaran tampilan yang lebih sporti dan dinamis, kami ingin memberikan pilihan terbaru kepada masyarakat pecinta motor bebek. Model ini tetap hadir menemani pengendaranya dengan fitur-fitur fungsional, tangguh, irit, dengan harga terjangkau.”

Honda Revo series terbaru ini akan dipasarkan dengan harga yang sama Rp.11.500.000,- (on the road Jakarta) untuk varian Honda Revo Fit dalam 3 varian warna, yaitu Smart Red, Stylish Blue, Elegant Green. Varian Honda Revo SW Rp.12.100.000,- (on the road Jakarta) dalam 4 varian warna, yaitu; Active Green, Energetic Blue, Rapid Black, Active Red. Serta varian Honda Revo CW hadir dengan harga Rp.12.875.000,- (on the road Jakarta) dalam 4 varian warna, yaitu; Active Green, Energetic Blue, Rapid Black, Active Red, AHM menargetkan dapat menjual 35.000 unit/bulan untuk seluruh varian dari Honda Revo series.

Sepanjang tahun lalu, Honda Revo series telah diserap pasar motor nasional sebanyak 363.599 unit. Kontribusi ini memperkokoh posisi Honda sebagai Raja Bebek dengan pangsa pasar di segmen bebek sebesar 57,1%.

[PR] – AHM Rilis Honda Verza 150

Jakarta – Mengawali tahun 2013, PT Astra Honda Motor (AHM) merilis model sport terbaru, Honda Verza 150. Model ini khusus dipasarkan sebagai entry-level sepeda motor sport untuk aktifitas sehari-hari dengan pengalaman berkendara yang menyenangkan melalui fitur-fitur fungsional terbaik, dan harga terjangkau.

Sejak tahun lalu, AHM berkomitmen secara konsisten memperkuat seluruh line-up produk Honda. Model terbaru Honda Verza 150 ini melengkapi line-up yang sudah ada sebelumnya dan menjadi produk ketujuh dari rangkaian motor sport Honda.

Desain Sporti dan Maskulin Desain Honda Verza 150 didefinisikan sebagai model advanced light berdasarkan pada konsep “modern stylish and masculine” yang tergambar dari bentuk tangki bahan bakar yang gagah dan macho. Garis-garis striping menyatu dengan shroud sporti, desain lampu depan, velg racing dengan ban tubeless dan pijakan kaki belakang sistem gantung yang memperkuat kesan sporti dan modern.

President Director AHM Yusuke Hori mengatakan Honda Verza 150 dikembangkan untuk pasar Indonesia melalui studi mendalam terhadap kebutuhan dan penggunaan yang aktual dalam kehidupan sehari-hari konsumen. “Kami yakin Honda Verza 150 menjadi pilihan terbaik untuk entry-level motor sport karena memiliki performa mesin tangguh, hemat bahan bakar dan ramah lingkungan serta harga yang terjangkau.”

Mesin 150 cc, PGM-FI Honda Verza 150 menghasilkan performa berkendara yang maksimal karena dibekali mesin 150cc, 4-Langkah, SOHC, Silinder Tunggal, 5-Kecepatan yang telah menerapkan sistem suplai bahan bakar PGM-FI (Programmed Fuel Injection). Mesinnya powerful,responsif, ramah lingkungan serta menghasilkan konsumsi bahan bakar terhemat di kelasnya, yaitu 48 km/liter (metode ECE R40).

Dalam hal performa, motor sport terbaru Honda ini mampu menghasilkan kecepatan maksimum yaitu 110 km/jam serta akselerasi 11,5 detik untuk menempuh jarak 0-200 meter. Hal ini mampu menghasilkan pengalaman berkendara yang menyenangkan.

Fitur-fitur Unggulan Honda Verza 150 dirancang dengan tingkat kenyamanan yang optimal. Dengan kondisi bobot kendaraan yang relatif ringan dan sudut kemudi yang lebar (90°) membuatnya mampu bermanuver lincah di setiap kondisi jalan.

Model ini juga menawarkan posisi berkendara yang tegak dan ergonomis dengan posisi tempat duduk belakang yang landai sehingga menghasilkan kenyamanan optimal di setiap situasi perjalanan, baik bagi pengendara dan pembonceng. Hal ini juga memberi kemudahan dalam membawa barang keperluan sehari-hari.

Di bagian belakang, Honda Verza 150 mengadopsi sistem suspensi ganda yang kuat dan tangguh (heavy duty twin suspension) untuk menunjang beban optimal sebagai kendaraan sehari-hari, baik pribadi, bersama keluarga maupun untuk keperluan usaha dalam berbagai kondisi jalan.

Selain itu, model ini juga dilengkapi dengan fitur-fitur keamanan dan keselamatan seperti pengaman kunci kontak bermagnet (magnetic key shutter) yang modern, praktis dan efektif mengurangi resiko pencurian motor, sensor rebah (bank angle sensor) yang melindungi pengendara pada saat terjatuh (mesin akan mati secara otomatis ketika sepeda motor berada pada sudut kemiringan 60° atau lebih), serta fitur pengaman rantai (sprocket chain stopper) yang menjaga agar roda tidak terkunci pada saat rantai terlepas dari gear.

Executive Vice President Director AHM Johannes Loman mengatakan perusahaan ingin memberikan manfaat yang lebih besar untuk mendukung aktifitas sehari-hari masyarakat melalui Honda Verza 150 yang memiliki unsur fungsional terbaik di kelasnya. “Fitur-fitur yang dimiliki Honda Verza ini sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat dengan beragam profesi karena model ini kami siapkan sebagai produk best value untuk motor sport entry level. Kami yakin kehadirannya akan menciptakan pasar baru entry-level motor sport di Indonesia”.

Harga Terjangkau AHM memasarkan Honda Verza 150 dengan harga Rp 16.050.000,- untuk tipe spoke wheel dan Rp 16.900.000,- untuk tipe cast wheel (OTR DKI Jakarta). Model ini hadir dengan 4 pilihan warna untuk masing-masing tipe, yaitu: Sporty Red, Masculine Black, Tough Silver dan Marine Blue. AHM menargetkan penjualannya dapat mencapai 12.500 unit/bulan.

Kondisi Pasar Permintaan motor sport di tanah air terus meningkat kendati pasar motor nasional tertekan. Sepanjang tahun lalu, berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), penjualan motor sport di pasar domestik tercatat 1.003.446 unit atau meningkat 17,6 % dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu 853.202 unit. Sementara itu, pasar motor nasional tahun lalu membukukan penjualan sebanyak 7.064.457 unit atau turun 11,8% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 8.012.540 unit.

Penjualan sepeda motor sport Honda sepanjang tahun 2012 tercatat sebanyak 170.618 unit dengan pangsa pasar 17%. Adapun secara keseluruhan, semua model sepeda motor Honda pada tahun lalu terjual sebanyak 4.088.888 unit atau menguasai 57,9% pangsa pasar.

tvOne dan Antv digital DVB-T2, diterima baik sekali di Kota Wates

Hari sabtu 19 Januari 2013, pas libur saya gunakan waktu saya untuk melakukan test penerimaan televisi digital teresterial di Kota Wates, saya pilih Wates karena dari pemancar di Jogja, daerah Wates ini merupakan daerah yang boleh dikatakan paling barat, meski kebarat lagi juga masih tercover, nanti kalau ada kesempatan lagi saya akan test di daerah limit perbatasan KulonProgo dengan Purworejo.

screencapture pas saya di kota Wates.

screencapture pas saya di kota Wates.

Line of sight Pemancar ke kota Wates, kira-kira 40KM

garis lurus Pemancar tvOne ke kota Wates, kira-kira 40KM

scan otomatis, sebenarnya ada juga transtv dan trans7 tapi itu belum selesai scan

scan otomatis, sebenarnya ada juga transtv dan trans7 tapi itu belum selesai scan

Purworejo sudah ada pemancar tv digital sendiri, karena sinyal dari pemancar di Jogja tidak bisa menembus pegunungan Menoreh yang membujur dari utara keselatan di daerah KulonProgo. Sebenarnya di Jogja pun ada beberapa tempat yang kesulitas dalam penerimaan tv dari pemancar di Jogja (Bukit Patuk Gunungkidul), karena ada beberapa bukit juga, seperti daerah SEDAYU Bantul keselatan yang ada perbukitan, sehingga dibagian barat bukit agak kesulitan untuk mendapat sinyal televisi.

terlihat kualitas dan intensitas penerimaan

terlihat kualitas dan intensitas penerimaan

terlihat kualitas dan intensitas penerimaan

terlihat kualitas dan intensitas penerimaan

Terlihat untuk tvOne dan antv diatas, hampir sama parameter kualitas dan intensitas, karena memang satu pemancar digital di tower tvOne.

Untuk transTV dan Trans7 dibawah ini juga demikian, hampir sama parameter kualitas dan intensitasnya, karena untuk pemancar tv digitalnya di tower Transtv.

wates5

wates6

Untuk kota Wates, jika ditarik garis lurus dari pemancar tvOne di Gunungkidul, kurang lebih jaraknya adalah 40KM. Hasil penerimaan sangat baik, bahkan jauh lebih baik dari rumah saya di daerah utara Sedayu Bantul yang kurang lebih hanya 25 Km dari pemancar.

STB DVB-T2 tvOne yang saya pakai di Toko Kurnia Baru di Wates

STB DVB-T2 tvOne yang saya pakai di Toko Kurnia Baru di Wates

Intinya di kota Wates, baik penerimaan tv analog maupun tv digital, semuanya baik hasilnya. Terimakasih kepada mas Adhani pemilik Toko Elektronik KARUNIA BARU, yang sudah mengijinkan tempatnya dan tv serta antenanya untuk saya pakai melakukan percobaan penerimaan tv digital di Kota Wates. Letak toko ini dari terminal Wates ambil kanan jika dari arah jojga, kira kira 300 meter, di kiri jalan.

Besok jika STB DVB-T2 (tuner tv digital) sudah dijual bebas, untuk warga Kulonprogo silahkan beli di toko Karunia Baru. Cepetan kulakan ya mas Adhani :-D

ini lho bedanya antara penerima TV analog, dengan penerima TV digital DVB-T2

tif2

Ini TV DIGITAL lho meskipun layarnya TABUNG

Dari pengalaman saya bincang bincang dengan beberapa orang, hampir 100% mereka tahunya kalau TV yang tipis misal LCD atau LED itu adalah TV DIGITAL. Mungkin bisa benar jika TV LCD itu sudah include tuner DVB-T2. Tapi kalau belum ada tuner DVB-T2 ya belum bisa disebut tv penerima digital teresterial.

Foto paling atas malah bisa disebut TV DIGITAL, walaupun itu layarnya masih TABUNG yang besar dan memakan tempat. Karena tv tabung diatas sudah saya beri STB DVB-T2 yang saya letakkan diatas  tv tabung.

Sedangkan foto dibawah ini, meskipun ini adalah monitor LCD, yang aslinya adalah monitor komputer di rumah saya, tapi saya belikan tuner tv ANALOG merk gadmei dengan harga Rp. 155.000,- Jadilah layar LCD ini menjadi penerima TV Analog.

LCD View Sonic diberi receiver tv analog merk Gadmei

Ini TV ANALOG lho. layar LCD View Sonic diberi receiver tv analog merk Gadmei

TV Tuner ANALOG Gadmei

TV Tuner ANALOG Gadmei

Untuk instalasi TV TUNER ANALOG Gadmei ini, intinya tv tuner ada di antara monitor dan komputer.

Instalasi kabel dan antena dilihat dari atas

Instalasi kabel dan antena dilihat dari atas

lebih jelas lagi

lebih jelas lagi

Perbandingan penerimaan tv digital vs analog dg antena dan tv yg sama di rumah saya

Set Top Box DVB-T2 difoto dari sisi bawah dan belakang

Set Top Box DVB-T2 difoto dari sisi bawah dan belakang

Alhamdulillah akhirnya bisa ngetest lagi penerimaan siaran DVB-T2, tv digital teresterial di rumah saya. Kali ini saya memakai STB (set top box) milik kantor saya. Dan Ajaibnya sekarang tvOne dan Antv bisa diterima di rumah saya, padahal dulu saat pakai STB HD2000 sama sekali tidak bisa menangkap tvOne dan Antv digital dirumah saya. Mungkin STB yang ini lebih peka.

Saya memakai tv tabung milik adik saya, cara instalasi STB sudah pernah saya tulis, sehingga tidak perlu saya tulis ulang. Dalam tulisan kali ini saya lebih mengajak untuk membadingkan hasil penerimaan siaran digital dengan siaran analog. Perlu diperhatikan bahwa TV tabung dan antena yang dipakai adalah sama. Sehingga bisa dibandingkan dengan adil.

Saat dihidupkan pertama kalinya, maka otomatis akan ada pilihan bahasa dan teritori negara, pilih saja INDONESIA, nanti selanjutnya akan scaning otomatis seperti foto dibawah ini.

STB DVB-T2 sudah dipasang di TV Tabung

STB DVB-T2 (diatas TV tabung), sudah disambung dengan TV Tabung

Ditunggu saja sampai selesai seluruh frekuensi UHF ter scan, dan hasilnya nanti tv digital yang tertangkap akan terpampang di daftar seperti foto dibawah ini. Sebenarnya untuk tvOne DIGITAL dan tvOne DIGITAL Jogja itu isinya sama saja, memang sengaja saya isi dua untuk tvOne, saya beri tambahan tvOne DIGITAL Jogja, agar enak saja untuk melihat bahwa ini berasal dari pemancar di jogja. Karena tv digital ada juga pemancarnya di Magelang dan Purworejo, ada kemungkinan untuk daerah diperbatasan, besok bisa dapat dari tvone jogja, atau bisa juga dari pemancar digital di Magelang atau Purworejo. Oh iya satu pemancar ini bandwidth nya bisa 40 MBPS, jika satu konten tv digital SDTV (standard TV) hanya butuh 4MBPS, maka untuk 40 MBPS dibagi 4 MBPS, maka akan bisa diisi 10 konten tv digital, sedangkan saat ini untuk pemancar tvOne digital di Jogja baru diisi 3 konten tv digital, sedangkan pemancar digital TRANSTV baru diisi dua konten tv digital, yaitu transtv digital dan trans7 digital. Sebagaimana bisa dilihat pada foto dibawah ini.

Daftar TV siaran digital yang tertangkap di rumah saya

Daftar TV siaran digital yang tertangkap di rumah saya

Foto dibawah ini contoh saat kita pilih kanal pertama 001 seperti foto diatas. Kebetulan tadi pas saya foto pas menkoinfo sedang diwawancari reporter tvOne saat banjir di Jakarta.

tvOne Digital Jogja

tvOne Digital Jogja

tif2

tvOne digital Jogja :-D

tvOne digital Jogja :-D

Foto dibawah ini adalah hasil penerimaan siaran ANALOG, dapat dilihat dengan jelas bahwa siaran analog mengalami penurunan kualitas jika semakin jauh dari pemancar. Makin jauh dari pemancar makin banyak semutnya :-D.

Jika tv digital maka pada jarak tertentu jika sinyal dari pemancar sudah tidak sampai, maka di daerah tersebut tidak bakal bisa menerima siaran digital. alias menjadi daerah blank spot.

tvOne Jogja yang analog

tvOne Jogja yang analog diterima di rumah saya

Kalau dirumah saya, entah mungkin posisi antena yang tidak bersahabat dengan antv analog, maka hasilnya yang penerimaan tv analog, jelek sekali, berbeda dengan penerimaan siaran tv digital antv yang jernih. Ingat lho ini masih memakai tv tabung dan antena yang sama.

ANTV Digital Jogja

ANTV Digital Jogja diterima di rumah saya

ANTV Analog Jogja

ANTV Analog Jogja diterima di rumah saya

Untuk penerimaan tv analog yang TransTV saya lupa tidak memfotonya, tapi kualitas siaran analog TransTV di rumah saya lumayan baik kok. Tapi tetap saja lebih jernih yang digital seperti foto dibawah ini.

TrnasTV digital di Jogja

TransTV digital di Jogja

Trans7 digital Jogja

Trans7 digital Jogja

Trans7 Analog Jogja

Trans7 Analog Jogja

Sayangnya saat ini belum banyak pedagang yang tahu peluang jualan STB DVB-T2 ini, karena kalau mau jualan, tentu lagu, karena sudah ada tv digital siaran, khusunya di jogja saat ini ada 4 aygn pasti siaran digital bisa diterima, yaitu tvOne, antv, transtv, dan trans7. Nanti tentu akan disusul oleh tv-tv yang lain.

Yang pasti jangn sampai 2014 saat ada piala dunia sepakbola, anda masih melihatnya dengan tv analog, pastikan besok pakai tv digital, beli tv LCD yang besar tinggal ditambah STB DVB-T2 ini, maka sudah bisa menonton siaran tv digital yang jernih dan indah :-D

Rolas

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Alhamdulillah

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.461 pengikut lainnya.