Naik omprengan dari BNN CAWANG ke SOETA


Ini adalah kali kedua saya ke Jakarta dengan pesawat mabur untuk urusan kantor.

Berangkatnya dari jogja saya sedikit nekat dan untung untungan. Tinggal berharap pada Allah untuk memudahkan perjalanan saya ini jika memang dikehendakiNYA.

Dari rumah saya naik motor pulsar jam 6:30 berangkat. Saya menuju JANTI karena mau nitipkan motor di penitipan JANTI. Saya piliha penitipan yang utara jalan layang dan yang sebelah timur POS POLISI.

image

Setelah itu saya berjalan ke timur sekitar 100 meter menuju Halte BUS TRANSJOGJA. Karena ini pertama kalinya saya naik bus transjogja, maka saya bertanya ke penjaganya apakah benar ini menuju bandara, dan dijawab semua menuju bandara. Bayar Rp. 3.000 lalu antri duduk menunggu bis datang. Sekitar sepuluh menit menunggu akhirnya bus datang, saya naik sudah penuh tempat duduknya, jadi harus berdiri dan separo jalan akhirnya ada penumpang yang turun, sehingga saya bisa duduk. Baru sebentar sudah sampai bandara Adisucipto.

image

image

image

Saya langsung menuju pusat penjualan tiket di pojok timur, langsung masuk ke LION dan Alhamdulillah masih ada tiket untuk pemberangkatan jam 9:20 dengan harga Rp. 352.600. Allah memudahkan perjalanan saya.

image

Jam 12 akhirnya pesawat baru mendarat di SOETA setelah sempat berputar sekali karena pas mau landing pertama, pilotnya bilang ambil ancang ancangnya ketinggian. Dan memang tadi saya lihat gugusan pulau seribu nampak lebih besar pada saat akan mendarat setelah berputar.
Saya langsung menuju taxi bluebird menuju kantor di pulo gadung. Ditempuh dalam waktu 90 menit dan kena Rp. 164.000 di tambah ongkos Rp. 7.000 jadi total Rp. 171.000

image

image

image

image

Pas banget sampai di kantor sesuai jadwal.

Nah sorenya setelah free dari acara kantor, saya dijemput jam 17:50 oleh sedulur koboys yaitu kang Sapto Anggono pakai pulsar UG3, agendanya ke Ancol untuk silaturahmi dengan kang Triyanto Banyumasan yang kerja di Ancol.

image

Perjalanan menuju ancol ini seru banget bagi saya yang tidak terbiasa dengan macet dan truk truk besar di jalalan. Tetepi hebatnya kang Sapto bisa meliuk liuk lincah dengan pulsarnya yang pakai box pula. Kalau saya yang di depan pasti gak bisa membuka jalan. Di Jakarta yang penting ada celah dikit dimasuki. Bablas.

image

Karena waktu maghrib telah tiba, kang Sapto mengajak saya sholat di Masjid TNI AL.

Setelah itu lanjut lagi, berhubung waktu makan sore telah memanggil maka kami mampir untuk makan dulu.

image

image

image

Sehabis makan dilanjut ke Ancol dan akhirnya bisa ketemu kang Triyanto, sempat menikmati hembusan angin malam di ancol dan sempat juga sekedar keliling ancol pakai motor. Kang Triyanto pakai Pulsar 220.

image

image

Kami bertiga sholat isyak di surau kecil yang menghadap pantai. Dengan pemandangan indah para pengunjung pantai malam itu.

Jam 23 kurang dikit saya dan kang Sapto mohon diri. Menuju Bekasi ke tempat om Benny Purnomo untuk menginap di sana.

Ngeri ngeri sedap perjalanan dari ancol ke bekasi karena bareng truk truk peti kemas. Lalu kami lewat BANJIR KANAL TIMUR yang ternyata setelah sampai tempat om Benny, baru kang Sapto beritahu bahwa BKT tadi sebenarnya rawan begal. Widih.
image

image

Paginya jam 9:10 saya diantar ke BNN CAWANG oleh om Benny dengan APV. Karena tidak bisa parkir moil maka om Benny saya minta terus saja. Matur nuwun om Benny.

Ternyata di samping BNN CAWANG ini ada penitipan sepeda motor bagi yang mau ke bandara. Juga ada mobil omprengan dengan kapasitas 7 penumpang yang masing masing bayar Rp. 13.000 saja. Wah yo murah tenin dari pada naik taxi.

Saya menunggu ketemuan dengan kang Trasman di warung dekat penitipan untuk mengambil tiket pulang yang dibelikan oleh kang Trasman. Lima menitan menunggu, kng Trasman sudah datang, lalu kami sarapan pagi dan jagongan dulu. Matur nuwun kang Trasman.

Jam 11 saya pamit kang Trasman dan naik monil avanza omprengan menuju TERMINAL A1 SOETA yang ditempuh dalam waktu 55 menit.

image

Alhamdulillah saya langsung check in dan nulis kisah ini. Ealah kok delay 1 jam jadi berangkat jam 15:20. Yo wis rafiye fiye. Tulisane dilengkapi sambil diberi foto foto.

Terimakasih sekali lagi untuk dulur dulur koboys
– kang Sapto
– kang Triyanto
– om Benny bladeus
Kalian luar biasa.

image

image

Kemacetan lalu lintas Jakarta membuat saya makin sayang dengan Yogyakarta. Meskipun juga kalau sabtu minggu dan musim liburan juga macet.

Tentang iklan-iklan ini

8 Tanggapan

  1. komplet liputane.. la menune ra dibahas :D

  2. wehh jembatan janti wis avabng saiki

  3. kayane enuk penuk,

  4. nice report mas…

Silahkan memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.472 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: