Test harian CB650F, ternyata enak banget

image

Andaiiii

Saya pertama kali testride CB65OF di Purwokerto, saat launching CBR150R 2016, tepatnya di pelataran GOR SATRIA, waktu itu sekadar muter muter saja, dan ternyata moge ini mudah dikendalikan saat kita terpaksa harus pelan pelan. Karena naik moge dengan cepat, itu pasti enak, tapi naik moge pelan tapi tetap enak, itu baru istimewa.

Akhirnya setelah balik ke jogja saya meminjam ke Astra Motor di Jombor selama satu minggu, mulai 18 April 2016 sampai 25 April 2016.

Niat saya dari awal saat meminjam CB650F ini adalah untuk membuktikan apakah moge ini bisa saya pakai harian untuk kerja.

Syarat utama motor lolos untuk harian kerja, bagi saya adalah motor tidak membuat badan saya lelah. Ini karena saya PP sekitar 80 KM tiap harinya.

Motor ini kalau saya tidak salah, seharga avanza veloz terbaru, yang spek paling tinggi, itupun masih sisa sedikit, artinya masih lebih mahal motor ini. Jadi saya was was juga ketika pertama kalinya benar benar memakai motor ini, yang karena itu bukan untuk sekedar testride semenit dua menit.

Tentu saja saya sudah pengalaman memakai motor besar dan berat, tapi dengan kapasitas mesin yang kecil, yaitu BLACK COYOTE saya, rasanya hampir sama beratnya kedua motor ini, sehingga saat menuntun CB650F, saya pastikan pinggang kanan menempel di jok, motor agak miring kekiri sedikit, ini untuk menjaga agar motor tidak miring ke kanan, yang tentu saja akan ambruk ke kanan karena pasti motor seberat ini tidak akan cukup tenaga untuk menahannya.

Saya sudah menyiapkan safety shoes jadul saya merek kings untuk mengendarai CB650F ini, juga sarung tangan dan jaket respiro berprotektor pada lengan dan punggung, tidak lupa helm NHK full face baru. Semua perlalatan ini wajib dikenakan jika mau mengendarai CB650F.

Saya pernah dua kali jatuh kepleset memakai pulsar saat menapak di pinggiran jalan yang ternyata berkerikil, saya pastikan hal konyol seperti ini saya ingat dan saya tidak ingin terjadi saat mengendarai CB650F.

Tinggi badan saya adalah 176 cm, dengan memakai safety shoes, kedua kaki saya bisa menapak di kiri kanan, alias pas banget, tidak menggantung, tidak dingklik detected.

Pertama kalinya jalan jauh dari Astra Motor Jombor di Jalan Magelang menuju kantor saya di Patuk Gunungkidul, waktu sudah habis maghrib ketika saya mulai start. Saya hanya memikirkan untuk memakainya dengan pelan pelan, mencoba memahami dan merasakan karakter mesin, juga pengereman.

image

Double disk dan ABS

image

Rem belakang

CB650F ini perangkat pengereman depan adalah double disk dan tentu saja sudah ABS. Untuk sektor belakang juga diskbrake. Jadi pengereman mumpuni.

Lucu juga saat naik dari Bangjo Piyungan ke Patuk, saya disalip motor matic, dan saya mengerem hati saya untuk membetot gas, saya ingatkan diri saya bahwa saat ini saya masih tahap OSPEK memakai CB650F ini.

image

Stiker pengingat untuk memakai helm, sepatu dan sarung tangan

Desain CB650F ini menurut saya, sederhana dan fungsional, bukan pamer desain yang aneh aneh dengan mesin ala kadarnya. Tapi basic desainnya menurut mata awam saya adalah menyuguhkan indahnya knalpotnya yang ada empat, dan lengan ayun belakang yang kekar tapi manis. Jadi saya maklum jika tidak banyak orang yang melirik dan melihat dengan mata heran saat saya pakai jalan biasa kecepatan 50-60 kpj, beda dengan motor 250cc dua silinder yang saya juga pernah pakai selama seminggu, alamak anak anak SD SMP menatap penuh rasa senang dan harap, mungkin teringat tokoh sinetron yang lagi digandrunginya. Ironi.

Biasanya saat mau berhenti di lampu merah, saya bleyer sedikit, untuk membuat sensasi dengan suara khasnya. Lalu saya nikmati pandangan heran orang orang disekitar saya, terutama yang di belakang. Mungkin dikira motor modifan.

Saat lampu hijau menyala, saya biasanya pelan dulu sampai di titik aman yaitu telah melewari garis tengah perempatan, lagi lagi ini karena pengalaman dulu pernah di baris pertama langsung tarik gas, ternyata ada becak nylonong, saya rem pulsar saya sampai oleng dan roboh. Jadi mulai saat itu saya di lampu hijau pasti pelan pelan dulu, biarkan orang lain yang ada di depan, dan enaknya pakai CB650F ini, saya bisa langsung ngacir hanya pakai gigi dua yang bisa saya geber sampai 110 an KPJ, tapi biasanya sebelum sampai angka tersebut, jalanan di depan sudah krodit, akhirnya tuas gas dikendurkan demi keamanan semuanya.

Saya yang terbiasa pakai PCX yang knalpotnya nyaris tak bersuara, jadi sangat cocok dengan suara knalpot CB650F yang juga halus untuk ukuran moge, hanya suara mendesing yang khas dan itu saya suka. Bisa dikata CB650F ini adalah Si cepat yang senyap.

Hari kedua saya memakai CB650F, saya ambil rute dari rumah ke arah bangjo Sedayu, lalu keselatan menuju Palbapang Bantul, dan terus ke timur melewati BANGJO BAKULAN jalan Paris, terus ketimur sampai Imogiri dan naik menuju HUTAN PINUS MANGUNAN, lalu lanjut ke arah Patuk Gunungkidul dan finish di kantor saya. Saya hapal jalan Bangjo Sedayu sampai Palbapang ini jalannya lebar dan aspalnya mulus, trimakasih untuk pemda Bantul.

Tujuan saya tercapai di jalanan Bantul yang mulus ini, saya bisa sedikit lari, dan saya lupa apakah pernah pakai gigi 4 atau hanya gigi 3 saja. Jelas gigi 5 dan 6 belum pernah saya pakai. Kecepatan 100 kpj sangat mudah dicapai dalam hitungan detik, menyenangkan.

Saya pernah ke arah Purworejo lewat Godean kebarat naik menoreh dan tembus Kaligesing, heran papasan dengan moge moge adventure, versys kalau saya tidak salah lihat, yang ngebut di jalanan naik turun dengan enaknya, dan baru sekarang ini saya menyadari bahwa mereka itu tidak ngebut, karena bagi mesin moge, percayalah bahwa jalan naik itu tidak ada bedanya dengan jalan datar, karena tenaganya dibetot tidak habis, tidak ada kamus pakai moge saat ketemu jalanan naik extrim jadi lelet, sama sekali tidak. Itulah yang saya rasakan saat naik dari Imogiri ke Hutan Pinus Mangunan. Serasa semua jalan adalah datar saja. Bahkan saya sempat standing tanpa sadar saat naik menyalip mobil dan terlalu kuat membetot tuas gas.

Yang lucu saat naik CB650F ini adalah saat jalan santai 50-60 kpj, tiba tiba ada gronjalan di jalan, otomatis tangan kanan jadi narik gas, dan motor bisa melaju tidak sesuai dengan keinginan. Ini karena memang tuas gas sangat sangat tipis, artinya ditarik tipis saja sudah lari. Saat sudah menyatu dan menguasai motor ini, menyalip mobil atau motor di depan sangatlah menyenangkan, yang itu karena tidak bisa saya lakukan jika pakai motor 150 cc, karena tidak yakin bisa lari dan menyalip dengan tepat dan cepat. Pokokke CB650F di gas sithik njepat, WIIINGGGG.

Okelah sementara ini dulu ceritanya, dari saya penunggang awam yang benar benar awam mesin motor.

image

image

image

image

image

3.418 KM, saat pertama saya pinjam

image

image

Helm, jaket, sarung tangan, safety shoes. Wajib dipakai.

image

Sampai juga di kantor dengan selamat

Belajar membatik itu butuh kesabaran

image

Kompor batik astoetik

Ceritanya selama 5 hari dari Kamis sampai Senin, istri saya ikut kursus membatik yang disenggarakan di SMKI.

Akhirnya beli peralatan batik juga dan kita coba di rumah, ternyata membatik kalau dilihat sepertinya gampang, tapi kalau kita coba sendiri, ternyata susah juga, banyak cairan MALAM CAIR menetes di kain sehingga serusak gambar yang sudah dipola. Teknik memegang canting dan posisi kain menjadi pelajaran yang perlu diasah terus menerus sampai menjadi naluri.

Kedepan sepertinya istri saya ini mau serius menekuni batik, lumayan bisa mengajari murid muridnya kelak, juga mungkin bisa menjadi lahan bisnis. Lagi pula istri saya ini bisa menjahit baju, sehingga besok berencana membuat baju batik dengan dibatik sendiri dan dijahit sendiri. Mantab juga kalau besok ada pesenan dari teman teman yang minat dan pingin dibuatkan baju batik yang eklusif karena hanya dibuat satu buah saja.

Teknik membatik dan pewarnaan ternyata ada banyak juga. Jadi memang sudah tepat jika ikut kursus membatik.

Batik tulis tentu mahal harganya, karena memang sulit membuatnya.

image

Anak lanang belajar membatik

image

Suasana saat kursus

image

Ternyata susah juga

image

image

image

image

Hasil karya pertama

Sepedaan dadakan ternyata asik juga

image

7:56 start dari rumah

Pagi ini saya ditelpon teman SMP dan sekaligus teman SMA saya, katanya mau mengajak gowes.

Okelah saya langsung mandi dan bersiap siap, saya memakai sepeda milik anak lanang yang biasa dipakai ke sekolah. Awalnya saya ragu, terutama pada jok sepedanya yang keras, dan terbukti saya capek pantat panas gegara jok kurang empuk.

Jam 7:56 WIB kita berangkat dari rumah, tanpa tujuan pasti dan tanpa batasan waktu, lalu kami gowes ke utara arah Gunung Berjo, sampai di perempatan Tebon, kami ambil kiri masuk dusun Semingin lalu menyeberang sungai masuk ke dusun SOKONILO, lalu bablas ke utara ketemu jalan GODEAN, kami nyebrang jalan besar GODEAN lalu keutara melewati sawah sawah, yang penting ke utara dan tidak melewati jalan besar yang ramai.

Akhirnya kami sampai di wilayah dusun NJERING, baru kali ini saya lewat dusun ini kayaknya, ternyata ada bendungan dan ada embung, kami melewati sisi timur embung dan terus ke utara, akhirnya sampai di tugu penunjuk jalan yang ada di perempatan jalan, tugu ini berisi informasi arah beberapa dusun.

Kami bablas keutara, sampai akhirnya ketemu jalan Seyegan tembus BALANGAN, kami ambil kiri ke arah pefempatan BALANGAN, berhenti sebentar beli air minum.

Lanjut ke utara akhirnya sampai di BOK RENTENG, ini adalah saluran irigasi yang bentuknya unik. Setelah foto foto selfie pakai xiaomy, lanjut ke arah BLIGO dengan menyusuri aliran irigasi, ternyata asik juga, ada bendungan yang eksotik sebelum kami sampai di warung untuk istirahat ngeteh.

Setelah penat hilang, lanjut turun ke arah JEMBATAN GANTUNG DUWET, saya tahu disini biasanya ada penjual duren, buah kesukaan saya, benar juga ada yang jual, meskipun katanya ini duren dari wilayah PAKIS MAGELANG, karena duren KULONPROGO sudah habis musimnya.

Kami beli satu harganya 20.000, karena ada satu kamar yang busuk, akhirnya di korting jadi 15.000, mau nambah satu lagi sudah gak kuat.

Lanjut ke Jembatan Gantung, tentu saja selfi dulu, ternyata ramai juga lalu lintas motor yang lewat di jembatan ini. Memang hanya motor yang boleh lewat, mobil tidak bisa lewat karena ada portal. Jembatan ini di tengah sudah agak miring, mungkin tali kawat bajanya sudah kendor sebelah.

Habis selfi di jembatan lalu lanjut kebarat nyebrang jembatan lanjut ke arah kalibawang, lalu belok keselatan melalui jalan inspeksi saluran air, akhirnya sampai juga je jalan raya melewati penjual penjual buah naga lanjut keselatan arah pertigaan BORO, tanjakannya lumayan tinggi, kami nyerah nuntun sepeda.

Selanjutnya istirahat di POM BENSIN utara bangjo Dekso, lalu lanjut lagi nyebrang ke Sleman dan mampir warung di pertigaan pasar, timurnya SENDANG KREO.

Kami makan di warung, saya makan soto dan teh manis.

Lanjut lagi perjalanan pulang, kami sengaja lewat jalan jalan yang tidak ramai, sampai tembus ke sekitar SMP BINA UMAT, lanjut ke KALIDUREN, lalu kami pisah di PERTIGAAN barat BENDOSARI. Saya pulang ke timur, om Wiji lanjut keselatan.

Ternyata menyenangkan sekali naik sepeda santai dan njajah deso milang kori, melalui jalan jalan pedusunan.

Sayang hanya sepedanya memang perlu diberi jok yang empuk biar pantat tidak penat.

Bersepeda begini bikin paru paru saya terasa lapang dan enak, sebenarnya memang ini perimbangan dari naik motor ya dengan naik sepeda genjot.

image

Sampai Njering

image

image

Ternyata ada embungnya

image

Lewat tengah sawah sampai disini

image

Menuju BLIGO via saluran air

image

image

Mampir nge teh 200 meter sebelum jembatan gantung duwet

image

Makan duren dekat jembatan gantung

image

15.000 kenyang

image

Jembatan gantung, dulu saat sma pernah lewat sini

image

image

Prasasti jembatan

image

Nemu belik (mata air)

image

Tanjakan pertigaan BORO, nyerah deh

image

Pertigaan BORO

image

Warung makan pertigaan timur sendang KREO

image

Seger

image

12:52 sampai rumah

Tata cara pajak motor lima tahunan di SAMSAT SLEMAN

image

Baris pertama antri dari kiri

image

Barisan kedua harus antri juga dari kiri

Intinya ada 6 langkah :
1. Cek fisik gesek nosin & noka
2. Loket 2
3. Loket IB
4. Loket IIIC
5. Loket IVB
6. LOKET VB

Mari kita mulai.

Bawa kendaraan kita ke SAMSAT, jangan lupa KTP, BPKB, STNK asli dibawa, jangan lupa sudah foto copy masing masing satu lembar.

Motor langsung terus masuk ke lahan cek fisik, ingat antrian  motor dari kiri ke kanan, nanti baris kedua juga dari kiri ke kanan. Jangan salah antri.

Saya tadi jam 07:50 WIB sampai di SAMSAT sudah antrian motor nomer 13.

Jam 8:00 petugas cek motor ada dua orang mulai bekerja dari antrian kiri depan. Disini membayar Rp. 15.000

Lalu motor selesai cek fisik dibawa menuju Loket 2 cek fisik yang kelihatan dari arena cek fisik, untuk mendapatkan pengesahan, disini tidak membayar.

Lalu motor dibawa keparkiran depan, yang ada di halaman samping samsat.

Jam 8:23 saya menuju Loket I B, berkas dikumpulkan di wadah yang disediakan. Karena panggilan tidak memakai pengeras suara, sebaiknya di LOKET IB ini kita mendekat loket agar bisa tahu dan dengar saat dipanggil petugas.

Jam 8:31 saya dipanggil di loket IB, saya tadi bayar Rp. 80.000 disini, kalau mobil siapkan Rp. 125.000. Kita mendapatkan formulir untuk diisi, isian tinggal nyontek di STNK atau BPKB. Jangan lupa bawa bolpen dari rumah. Isi sendiri mudah saja, tapi kalau males, ada juga jasa penulisan yang menawarkan diri, bayar seiklasnya. Tadi samping saya bayar 5.000, kalau saya pilih tulis sendiri.

Ternyata 10 menit saya mengisi formulir pemberian dari loket IB, lalu saya kumpulkan di loket IIIC.

Jam 8:41 mengumpulkan formulir loket III C, ingat antri dari kanan. Saya mendapat nomer E 1027. Disini BPKB asli dikembalikan ke kita.

Jam 9:00 WIB Antrian E 1010 E 1020 dipanggil.

Jam 9:03 Panggilan E 1011 sampai 1030, bayar di loket IV B yaitu 182.000. Disini KTP asli dikembalikan.

Jam 9:10 saya selesai bayar di loket IV B

Jam 9:30 WIB, Panggilanloket VB untuk saya.

Ternyata plat nomer dijanjikan jadi dan diminta ambil pada tanggal 27 September 2016.

Jam 9:35 sampai parkiran, bayar Rp. 2000, lalu pulang.

Alhamdulillah.

Mudah bukan.

Semoga bermanfaat.

image

Cek fisik dimulai

image

Giliran betty cek nomer rangka

image

Cek nomer mesin

image

Loket II nampak dikejauhan

image

Antri di loket I B

image

Antri di Loket IIIC

image

Dapat nomer ini

image

Menunggu panggilan bayar di loket IV

image

Loket V B nunggu STNK jadi

image

Cara setting kartu smartfren 4G LTE di asus zenfone 2, ZE511ML

image

Ini zenfone 2 saya

Karena penasaran ingin mencoba apakah memang bisa hp asus zenfone 2, ZE551ML punya saya ini bisa dijejali simcard 4G LTE dari operator SMARTFREN, maka saat kemarin saya bayar tagihan telpon kantor, sekalian saya beli perdana simcard 4G LTE smartfren di kantornya dekat SGM Jogja.

Harga simcardnya Rp. 25.000, sudah terisi paket data 2GB, tapi hanya bisa dipakai sampai tanggal 10 April 2016, atau hanya 4 hari semenjak diaktifkan.

Pengaktifan simcard sekarang ini pakai KTP, sehingga sama saja seperti kartu pascabayar, data pemakai kartu benar-benar tercatat.

Kartu ini hanya bisa untuk data, tidak bisa SMS dan Voice call.

Langkah selanjutnya, masukkan simcard 4G LTE ke slot SIM 1, karena hanya slot 1 ini yang support data di zenfone 2. Slot 2 saya isi dengan matrix indosat saya yang biasanya ada di slot 1.

image

Beli perdana SF 4G LTE

image

Setelah simcard dimasukkan, lalu hidupkan HP.

Jangan heran kalau no signal, untuk itulah kita perlu setting jaringan.

Ketik dipanggilan sbb

*#*#3636#*#*

Nanti akan muncul seperti gambar diatas. Jika belum muncul coba tunggu atau ulangi lagi.

Setelah muncul, pilih saja DEVICE INFORMATION, nanti akan muncul seperti gambar dibawah ini.

Default settingan adalah WCDMA, penting diketahui, karena nanti kalau mau kembali memakai kartu selular GSM untuk data, harus dikembalikan ke settingan ini lagi.

Lihat terus kebawah sampai ketemu LTE ONLY, silahkan pilih itu, lalu kembali dengan tombol back atau home. Maka lihatlah nanti akan muncul network 4G LTE smartfren akan aktif, lalu jangan lupa aktifkan pengaturan data, dan selanjutnya sudah bisa digunakan.

4G LTE smartfren berjalan di frekuensi 850 MHZ dan 2.300 MHZ, dan beruntung bahwa zenfone 2 ini mendukung kedua frekuensi tersebut.

image

Sumber GSMARENA

image

Default setting

image

Pilihan setting data

image

image

Pilih LTE ONLY

image

Terlihat 4G, sudah aktif, jangan lupa data enable

image

Terlihat bar 4G LTE sudah aktif

Lalu langkah selanjutnya adalah setting APN SMARTFREN, suh saya lupa, sepertinya malah setting APN dulu sebelum setting LTE ONLY. Dicoba saja keduanya mana duluan semoga tidak masalah.

image

Namai dengan Smartfren Internet

image

Setelah dinamai

image

APN diisi : Smartfren

image

Password : smartfren

image

Setelah ini, simpan APN yg baru saja disetting ini

image

image

Hasil tes 4G LTE SF

Semoga berguna.

Pemenang testride All New CBR150, acara launching di GOR SATRIA PURWOKERTO

image

Akhirnya pemenang dari test ride launching All New CBR150R 2016 yang diundi malam ini pada puncak acara adalah mas Bayu.

Tadi dalam beberapa kali undian ada yang hanya kurang memberikan komentar, sayang sekali.

Selamat untuk mas Bayu. Benar benar beruntung malam ini.

image

image

image

image

image

image

Es Duren Kombinasi Pak Kasdi, depan GOR SATRIA PURWOKERTO

Satu kata : uenakkk tenan.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Lezatnya Sate Bebek Pak Encus

image

Kali ini saya berkesempatan icip icip sate bebek untuk pertamakalinya dalam perjalanan dari jogja ke purwokerto.

Biasanya favorit saya adalah sate klathak, yaitu sate kambing.

Kalau saya tidak salah ingat, pada hari kamis, sate bebek ini tayang di tvone, dan membahas juga peternak bebeknya, dan alhamdulillah hari sabtu ini saya bisa menikmatinya.

Sebenarnya saya lebih senang bebek goreng dengan sambal hijau mentah. Tapi demi mencoba hal baru, maka saya pesan sate bebek.

Rasanya lumayan enak, tetapi karena saya penggemar sate kambing, maka tetap sate kambing model klathak saya lebih suka.

image

image

image

image

image

image

Berburu duren di Puncak Gajah, Kokap, Kulonprogo dengan koboys

image
Yess pagi ini jam 6:15 saya start dari rumah menuju Wates, jam 07:00 sampe juga di rumah Mas Tongsam di Wates. Sekitar 5 menit kemudian datang rombongam scrambler mas Gora, mas Irawan, dan mas Rendi, semuanya dari Bantul.

Lalu datang juga mas Faizz yang tadinya ragu ragu tidak mau ikut, akhirnya galau menyusul. Yang tidak jadi ikut adalah mas Guru Andy Suranto dan Demang Sugak.

Setelah sarapan cilok dan kopi, kami berenam berangkat menuju puncak Gajah melalui jalur kalibiru naik terus sampai akhirnya di pertigaan di bawah Puncak Gajah.

Alhamdulillah kami bisa foto foto sekitar 200 meterean sebelum puncak Gajah, ada tempat yang dirata untuk kedepan rencana dipakai parkiran wisata puncak Gajah.

Setelah poto poto kami lanjut ke parkiran puncak gajah yang sudah ada, lha kok ndilalah ada yang jual duren.

Jadilah kami pesta duren di puncak Gajah. Membelah 4 duren, yang 3 pahit, yang satu manis. Nyusss. Pokokke kenyang makan duren, sampai mabok.

Selanjutnya kami turun karena nanti mau jumatan di masjid dekat rumah mas Tongsam.

Lhooo kok disepanjang jalan menurun menuju waduk Sermo banyak pengepul duren dan manggis. Rupanya memang sudah mulai musim duren, padahal 3 bulan yang lalu kami lewat jalan ini, sepi tidak ada duren sebuahpun.

Harga duren lumayan murah, kisaran 25.000 sampai 30.000

Untuk manggis harganya cuma 7.000 per kg, tadi saya beli 5 kg sampai berat taa punggung saya.

Pokoknya puas banget angon scrambler dengan sedulur koboys hari ini. Turing itu ridak harus jauh dan pakai motor mahal.

Rencana bulan depan kita mau mruput mandi di KEDUNG PEDUT, dan semoga musim duren belum berakhir.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Test ride ke gunung pakai All New Black Coyote 2016

image

Rumah

Akhirnya modif motor Pulsar 180UG4 saya, si Black Coyote selesai juga setelah ditangani santai oleh mas Gora www.5osial.com

image

Modifikatornya


image

Gora emon

Jadi buka dan hubungi blog diatas kalau mau tanya tanya atau kepingin modif yang sama.

Memang tangki dan slebor depan belakang belum saya cat, karena nunggu antrian tukang cat lagi mengerjakan modifan CB untuk lomba CB tanggal 26 Maret 2016 di Kaliurang Jogja, jadi paling awal April 2016 baru bisa masul bengkel cat.

Motor pulsar ini, rangka, mesin, kaki kaki dan kelistrikan tidak berubah, yang berubah hanya tampilannya saja, jadi motor saya ini legal dan memberikan pemasukan pajak bagi pemda Sleman dan memberikan kontribusi beli bensin, ban dan lain lain, sehingga menggerakkan ekonomi.

Pagi ini saya coba untuk dibawa kerja ke pemancar saya di Patuk Gunungkidul, asik juga pakai karburator PE28, ditarik gasnya tidak telat. Mlayuuuuu pokokke. Naik Piyungan Patuk melalui Bukit Bintang juga enteng.

image

Karbu PE28

Kemarin saya isi pertamax full muat 7 liter. Konsumsi bbm jelas akan lebih boros. Kalau dulu bisa kisaran 35 km per liter. Entah sekarang belum saya coba.

Yang jelas lebih penak naik black coyote ketimbang ninja250 kemarin.

image

image

Bangjo ringroad Kotagede

image

Sampai di kantor

image

%d bloggers like this: