Ultah kedua VJC

image

Ulang tahun kedua VJC diadakan di Waduk Sermo yang berada di kabupaten Kulonprogo.

Jam 6:55 saya dengan Jovan sudah sampai di tikum Pom bensin Ambarketawang Gamping. Sudah ada beberapa VT yang hadir, dan kami menunggu sedulur VT dari Ngawi dan Solo sampai pukul 8:30, setelah itu berangkat menuju Waduk Sermo pada jam 8:35.

Kami lewat jalan Wates kebarat, menyeberang Jembatan Bantar diatas Kali Progo, lalu sampai di Sentolo kami belok kebarat (kanan) menuju kearah Waduk Sermo tanpa lewat kota Wates. Jalan ini lebar dan bagus, sehingga saat 24 VT konvoi tidak mengganggu pengguna jalan yang lain. Beda cerita kalau lewat jalur propinsi yang padat oleh truk dan bus, pasti kurang asyik.

Selepas Sentolo ini tidak ada satupun lampu bangjo. Asyik kan. Lampu bangjo terakhir adalah di Klangon sebelum menyeberang Jembatan Bantar.

Kami akhirnya harus melwwati jalan yang ternyata baru diperbaiki, tetapi tidak membikin susah VT kecuali bagi VT ceper. Jovan dengan velg ring 16 bisa santai off road sampai di Waduk Sermo.

Acaranya ultah kedua ini adalah potong tumpeng dan pembentukan pengurus, yang diketuai oleh om Cecep.

Selanjutnya acara makan siang dengan sama sama makan nasi kuning tumpeng beserta lauknya.

10733936_10202351001486435_9135423910503920895_o

Jam 13:30 kita start dari parkiran Waduk Sermo menuju kebarat mengitari jalan melingkar sepanjang waduk yang ternyata ada sekitar 20 km. Ini karena jalan berkelok kelok, sehingga saat saya sudah sampai disisi lain, maka bisa melihat rombongan yang ada disisi belakang. Asyik banget jalanan melingkar waduk ini. Bisa untuk latihan nyetir kelak kelok. Karena memang tangan kerja ekstra keras di kemudi. Apalagi bagi yang belum PS seperti Jovan saya.
10703498_10202911832785544_132912368641721486_n

Kita akhirnya mampir di garage WarungDOHC yaitu di rumah om Aziz, blogger dan mantan majikan Jovan yang sekaranga jadi juragan ATV di pantai Glagah Indah.
10712962_755486381191170_3692877248004222406_n

Rombongan Ngawi dan Solo mohon pamit dulu karena mau wisata ke parangtritis. Juga rombongan jogja akhirnya pamit setelah pesta semangka dan es kopyor. Saya sendirian masih main sampai jam 16:30 karena mbak salwa masih main dengan dik anis.

Akhirnya saya pulang dan jam 17 sampai rumah. Alhamdulillah Jovan dan semua VT yang ikut bolehlah dikatakan sehat sehat semua.

Selamat ultah kedua untuk VJC. kedepan semoga makin banyak membernya dan makin solid. Komunitas tentunya lebih terbuka dan tidak terlalu mengikat dengan aturan aturan ini itu. Dan itulah yang membuat saya gabung di VJC.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image10679625_10202911820945248_8647389277289386139_o

Tentang iklan-iklan ini

Kustomfest 2014 : Kustom HD berbasis Road King

Sungguh saya sejujurnya sangat awam dengan HD, sehingga kemarin saat melihat langsung dari dekat di Kustomfest 2014, saya sangat tertarik kustom HD yang tampak menonjol karena bentuknya aneh dan besar dan dijejer dalam satu baris, dengan bentuk dasar hampir sama, dan jika saya tidak keliru ini adalah basicnya HD Road King yang di kustom oleh Imagineering Customs. Jika saya diberi kesempatan punya HD, sepertinya model yang begini yang saya suka :-D

Dan yang paling sangar menurut saya adalah yang warna hitam.

*oke kalau salah jangan dibully ya :-D

wis monggo simak saja foto foto hasil bidikan kamera advan S5F saya dan kamera pocket saya, semoga bermanfaat.

Foto saya tanpa watermark, monggo saja kalau ada yang mau copas.

100_5870 100_5871

IMG_20141011_153616 sIMG_20141011_153535 IMG_20141011_153510 IMG_20141011_153458 IMG_20141011_153446 IMG_20141011_153431IMG_20141011_153604 IMG_20141011_153705 IMG_20141011_153713 IMG_20141011_153724 IMG_20141011_153744

1.000 Bikers Motor Klasik Kumpul Bareng dalam Festival Kesenian Bikers #3

Yogyakarta – Tak kurang dari 1.000 bikers motor Honda klasik dan bikers motor klasik pada umumnya hadir meramaikan kegiatan Festival Kesenian Bikers #3 di Lereng Candi Ijo – Prambanan, Sleman. Sejalan dengan Festival Kesenian Bikers #1 (2010) dan Festival Kesenian Bikers #2 (2012), kegiatan ini digelar kental dengan nuansa seni & budaya namun kini lebih diperkaya dengan konsep yang lebih menyatu dengan alam.
Festival Kesenian Bikers #3 digelar oleh komunitas Jogja Honda Classic (JHC) dengan dukungan dari PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Astra International Tbk – Honda region Yogyakarta (Astra Motor Jogja) dalam rangka peringatan ulang tahun Jogja Honda Classic ke-14. Dihadiri oleh perwakilan puluhan komunitas bikers Honda klasik dari seluruh penjuru pulau Jawa, anggota Paguyuban Motor Honda Yogyakarta (PMHY), dan anggota Jogja Automotive Community (JAC), serta masyarakat umum, Festival Kesenian Bikers #3 digelar selama dua hari yaitu tanggal 11-12 Oktober 2014.

image

Festival Kesenian Bikers #3 dilaksanakan dengan konsep yang lebih menyatu dengan alam dibandingkan dengan Festival Kesenian Bikers sebelumnya. Peserta kegiatan ini akan beraktivitas di alam terbuka dan bermalam dalam tenda.

Berbeda dengan agenda-agenda perayaan ulang tahun komunitas motor yang kerap diisi dengan konten musik dangdut / reggae,  band Top 40, sexy dancer, hingga ladies bike wash, perayaan 14 Tahun Jogja Honda Classic ini dikemas dengan konsep yang berbeda. Festival Kesenian Bikers #3 sukses digelar dengan konsep kemah bikers dalam arti yang sebenarnya, di alam terbuka yang jauh dari keramaian kota serta menggunakan tenda sebagai tempat untuk bermalam dan beristirahat.

image

Arak-arakan Grebeg Gunungan dan drama teatrikal "Punokawan" dilaksanakan sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkatnya dalam perjalanan 14 tahun Jogja Honda Classic.

Sebagai sebuah Festival Kesenian, pada hari pertama kegiatan ini diisi dengan konten-konten lokal seperti musik akustik, pameran fotografi, pameran motor klasik,  orkestra tradisional “Tombo Ati” yang melibatkan puluhan pemain & instrumen musik, sandirawa Jawa “Purik”, hingga monumen obong dan drama kolaborasi yang melibatkan komunitas bikers dan komunitas seni lainnya yang berbasis di Yogyakarta.

image

Orkestra tradisional "Tombo Ati" memberikan sentuhan lain dalam Festival Kesenian Bikers #3. Alunan musik yang harmonis berpadu dengan nuansa alam terbuka, bulan purnama, dan desiran angin malam.

“Melalui Festival Kesenian Bikers #3 ini Kami ingin menjadikan peringatan ulang tahun Jogja Honda Classic ke-14 sebagai sebuah momentum pengingat bagi bikers untuk tetap peduli dengan alam serta melestarikan seni dan budaya lokal” ungkap Eko Prastio, koordinator acara Festival Kesenian Bikers #3 yang juga merupakan salah satu sesepuh komunitas Jogja Honda Classic.
Ajang pertemuan akbar bagi komunitas motor Honda klasik ini juga dimanfaatkan anggota komunitas untuk melaksanakan aktitas peduli sosial. Salah satunya adalah pengumpulan buku bacaan sebagai tiket masuk peserta Festival Kesenian Bikers #3. Buku yang terkumpul dikelola bersama dengan komunitas Kampuz Jalanan yang selama ini berkonsentrasi pada sektor pendidikan informal pada masyarakat yang kurang beruntung dan juga sering berkolaborasi dengan komunitas Jogja Honda Classic dalam berbagai kegiatan.

image

Hari kedua Festival Kesenian Bikers #3 diisi dengan kegiatan Grebeg Gunungan dan seremonial “Sugeng Kondur” (selamat jalan). Sebelum Grebeg Gunungan dilaksanakan, kegiatan dibuka dengan drama teatrikal “Punokawan” yang menceritakan rangkuman perjalanan komunitas Jogja Honda Classic selama 14 tahun terakhir. Setelah itu Grebeg Gunungan dilaksanakan dengan prosesi arak-arakan yang melibatkan seluruh anggota Jogja Honda Classic. Prosesi ini merupakan sebuah simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan limpahan rahmat-Nya sehingga Jogja Honda Classic tetap eksis sebagai komunitas motor Honda serta aktif sebagai komunitas dengan beragam kegiatan positif dan konstruktif.

image

Seremonial "Sugeng Kondur" dan penyerah secara simbolis apresiasi Astra Motor Jogja terhadap komitmen dan kreatifitas komunitas Jogja Honda Classic.

Aktivitas di hari kedua Festival Kesenian Bikers #3 ditutup dengan seremonial “Sugeng Kondur” untuk melepas para peserta Festival Kesenian Bikers #3 untuk kembali ke daerah masing-masing dan melanjutkan aktivitas seperti biasanya. Dalam seremonial “Sugeng Kondur” ini Anton Saputro mewakili Main Dealer Astra Motor Jogja menyerahkan secara simbolis apresiasi Honda terhadap semangat, komitmen, serta kerja keras komunitas Jogja Honda Classic yang tertuang dalam sebuah karya kreatif berupa film pendek tentang bikers dan Honda klasik berjudul “Ojo Lali”.
Jumanto selaku Honda Customer Care Center Region Head (HC3 Region Head) Astra Motor Jogja mengungkapkan bahwa Jogja Honda Classic merupakan salah satu komunitas motor Honda di Yogyakarta yang pantas untuk dijadikan sebagai role model bagi komunitas-komunitas bikers lainnya.

“Tak kurang dari lima tahun belakangan ini Jogja Honda Classic telah menunjukkan komitmennya sebagai komunitas bikers yang memiliki beragam sisi positif. Kreatifitas dan semangatnya tertuang dalam karya dan kegiatan konstruktif yang diselenggarakan. Selain itu Jogja Honda Classic juga membuktikan bahwa komunitas motor Honda mampu berkolaborasi dengan komunitas-komunitas diluar komunitas bikers demi mewujudkan sebuah kegiatan yang memiliki nilai lebih bagi sesama, kemanusiaan, sosial, dan budaya” pungkas Jumanto.
 
 
Yogyakarta, 12 Oktober 2014

Public Relation
PT Astra International Tbk – Honda region Yogyakarta
 
 
Untuk informasi lebih lanjut mohon menghubungi Christa Adhi Dharma di nomor (0274) 868551 ext. 1231 atau e-mail kechrista.adhidharma@hso.astra.co.id.

Kustomfest 2014, ketika seni dan kultur berpadu dengan motor dan mobil

image

KUSTOMFEST 2014 ini adalah kali ketiga diadakan di Jogjakarta, tepatnya di JEC (Jogja Expo Centre), yang pertama tentunya tahun 2012, lalu tahun 2013, dan sekarang ini yang ketiga kalinya. Acara ini selalu dilaksanakan pada minggu pertama bulan Oktober, akan tetapi karena bareng dengan Hari Raya Idul Adha, maka untuk tahun 2014 dimundurkan pada minggu kedua, untuk tahun tahun mendatang, tetap akan digelar di minggu pertama bulan Oktober, kecuali memang bareng dengan hari besar juga.

Kenapa acara ini musti digelar di Jogja? salah satu jawabannya adalah bahwa Jogja punya RUH seni yang tinggi, Jogja juga punya magnet tersendiri untuk menarik peserta dan penggiat adan penikmat sepeda motor dan mobil kustom untuk datang dengan senang hati, istilahnya ini adalah LEBARANNYA para pecinta kustom.

Menurut bro Nurfil (penggiat modifikasi), bahwa perkembangan kustom kultur ini sangat cepat dan beragam, antara lain karena adanya unit, bahan, gaya hidup/life style, dll.

Sementara itu menurut bro Andika Gunadarma pendiri CAFE RACER INDONESIA, bahwa pecinta cafe racer dari awalnya tahun 2008 hanya ada 10 member, saat ini sudah ada 20.000 member, dan uniknya di CRI ini semua member equal, tidak ada pengurus resmi dan tidak ada anggota, semua sama kedudukannya sebagai member.

Bro Yayank dari Gear Head Monkey Garage yang telah 10 tahun berkecimpung dalam dunia kustom, mengatakan bahwa saat ini memang ada pecinta kustom tapi ada pula calo modifikasi.

Dan inilah bro LULUT yang merupakan penggagas kustomfest mengatakan bahwa dulu kala kustom hanya sebagi pemanis sebuah event, sehingga timbul keinginan untuk membuat gelaran kustomfest seperti yang sekarang ini yang awalnya memerlukan riset selama dua tahun untuk mencari bentuknya sampai bisa kita lihat seperti hari ini. Sehingga sekarang ini Kustomfest bisa dinisbatkan sebagai LEBARANNYA para pecinta kustom.

Sebenarnya kustom bukan hanya pada motor, dan definisi kustom sendiri sebenarnya adalah merubah motor atau mobil menjadi SEMAUNYA GUE, “iki lho karepku”, misal merubah pelek dan ban saja sudah bisa dikatakan KUSTOM.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Koboys : Soegax, Irawan, Begawan Gora, Hadiyanta, Joko ponorogo, duduk : Amama.

image

image

image

image

image

image

U MILD Unity Team Ajak Tingkatkan Kreatifitas dan Apresiasi di KUSTOMFEST 2014

 

image

Yogyakarta, 11Oktober 2014 – Ribuan komunitas bikers dan kustom dari seantero nusantara bahkan juga mancanegara akan menyerbu kota Yogyakarta untuk menghadiri KUSTOMFEST 2014. Mereka berbondong-bondong hadir di acara yang dianggap sebagai acara paling akbar bagi para komunitas Kustom, KUSTOMFEST 2014 yang akan diadakandi Jogja Expo Center (JEC), 10-11 Oktober 2014.

Kustom Kulture kini sudah menjadi sub culture yang berkembang,selain builder motor, di acara ini akan dapat kita temui pulakomunitas lain seperti mobil Hot Rod, Kustom Airkooled, Kustom Paint, Kustom Bicycle, Body Art Show dan masih banyak lainnya.

Menurut penggiat modifikasi Nurfil Aiman, tren Kustom Kulture memang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia karena subcultureini menggambarkan suatu kreasi diri para penciptanyamelalui sebuah karya yang memiliki nilai estetika dan dapat menimbulkan apresiasi serta rasa hormat.

“Kustom Kulture adalah sebuah sub culture yang mengubah kendaraan dengan tidak menghilangkan fungsinya sertatetap memperhatikan estetika, kenyamanan dankeamanan,” jelas Nurfil. Sambungnya lagi, “Perbedaan yang ada dalam berkarya tidak harus membuat komunitas Kustom Kulture menjadi berseteru, hal ini melainkan dapat memacu mereka untuk menghasilkan karya terbaiknya.”

Menambahkan Nurfil, builder dari Gear Head Monkey Garage, Susanto Gunawan mengatakan, “Kustom Kulture bukan sekedar kompetisi menang dan kalah, dan tidak terbatas pada cc mesin besar atau kecil, tapi tanggung jawab menghasilkan karya yang punya estetika namun tetap aman digunakan.” kata Yayank, sapaan akrabnya.

Hal senada pun diutarakan oleh Lulut Wahyudi, selaku penggagas dan penyelenggara KUSTOMFEST. Menurut Lulut, dalam berkarya harus memperhatikan peraturan yang ada, sehingga tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain. “Tema yang diangkat KUSTOMFEST tahun ini adalah ‘Kustom Rule’, yang merupakan sebuah pembuktian Kustom Kulture Indonesia kepada dunia. Selain itu, ini juga merupakan perwujudan karya serta proses kustom tidak memiliki batasan, namum tanggung jawab dari setiap builder untuk berkarya dengan estetika konsep hingga detil bukan sekedar mencomot atau meniru yang sudah ada,” ujar Lulut.

Selain itu, Andika Gunadarma, pendiri Café Racer Indonesia (CRI) mengungkapkan, “Jika ada wadah yang bisa mempermudah para anggotanya untuk saling berinteraksi dan bertukar idepastilah sangat membantu. Sharing antara penggemar Kustom Kulture dan builder, sekaligus belajar untuk saling mengapresiasi dan menghormati karya orang lain adalah hal yang penting.”

U Mild sebagai brand yang selalu mendukung kegiatan-kegiatan positif bagi para bikers juga ikut hadir di event iniuntuk mengajak komunitas Kustom Kulture bersatu dan membangun semangat persaudaran melalui kegiatan yang positif dan menyenangkan dalam wadah U Mild Unity Team.

“Untuk mensinergikan komunitas Kustom Kulture, U Mild mengajak bikers untuk menyatukan visi yaitu menjunjung tinggi budaya apresiasi dan rasa hormatterhadap karya orang lain,” Nurfil menambahkan pula bahwa para bikers juga dapat berdiskusi dan bertukar pikiran mengenaiKustom Kulture melalui http://www.unity-team.comsebuah website milik U Mild bagibikers Indonesia.

Di dalam http://www.unity-team.com terdapat Forum Garage yang berisi informasi tentang apapun yang berhubungan dengan motor dan aksesorisnya. Adapula Forum Basecamp, di mana para bikers bisa ngobrol seru tentang apapun yang berhubungan dengan gaya hidup mereka seperti Hangout, Movies, Music, Tech & Gadget, Travel, Joke, Inspiration dan lainnya. Ada pula Tantangan Unity Team, di mana komunitas bikers bisa berkompetisi untuk memperebutkan hadiah utama berupa paket touring.Untuk mendapatkan hadiah ini, para member diminta untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya yang bisa didapatkan setiap kali mereka melakukan tantangan-tantangan yang diberikan termasuk berbagi cerita tentang motor Kustom mereka dan juga bengkel Kustom favorit mereka.

image

image

image

 

Milat JHC 14 “Gugur Gunung” bakal dilakoni 11 Oktober 2014. Lokasi dipedesaan Sambirejo Prambanan

image

image

WORO-WORO

Milat JHC 14 “Gugur Gunung” bakal dilakoni 11 Oktober 2014.
Lokasi dipedesaan Sambirejo Prambanan (bukit padas Candi Ijo) selatan Candi Boko.

Agenda acara dari mulai Sabtu (11/10)

Jam12 Gotong Royong persiapan pertunjukan Orkestra Tradisional “TOMBO ATI” & Sandiwara Jawa “PURIK”.
Pendirian tenda kemah dari masing2 peserta.
Bagi yg tdk bawa tenda bisa sewa dilokasi.
Acara gotong royong akan terus berjalan hingga pembangunan Monumen Gerilyawan Jalanan yang berakir pukul 23.00 (api unggun).

Minggu (12/10) jam8 prosesi Grebeg

Gunungan & sugeng kondor selamat jalan.

Acara melibatkan warga kampung setempat & yang mau menginap diwarga dibuka penyewaan super ekonomi.
Disinilah pembuktian apakah biker bersahabat dengan alam & masyarakat pedesaan.

Sopan santun jalanan jadi ujian nyata buat biker kota/ daerah.

Sampai jumpa lagi bor “Aspal Jogja Memanggil”

900 Bikers Honda Vario Ramaikan Solo dengan Kampanye Safety Riding

Solo – Sekitar 900 anggota komunitas dan pecinta sepeda motor Honda Vario se-Indonesia meramaikan kegiatan Jambore Nasional Paguyuban Vario Nusantara yang kelima. Acara tahunan ini dilaksanakan dengan mengadakan kampanye keselamatan berkendara serta aksi kepedulian sosial kepada anak yatim piatu.

image

Anggota klub Honda Vario membagikan stiker bertema kampanye keselamatan berkendara kepada pengendara sepeda motor yang melintas di jalan Slamet Riyadi dalam rangkaian acara Jambore Nasional Paguyuban Vario Nusantara kelime di Solo (27/9). Pada ajang tersebut, 900 lebih anggota komunitas dan pecinta sepeda motor Honda Vario se-Indonesia melakukan kampanye keselamatan berkendara serta aksi kepedulian sosial kepada anak yatim piatu.

Jambore Nasional Honda Vario tahun ini diprakarsai oleh Paguyuban Vario Nusantara bersama Vario Matic Club Solo (VMAC’S) dengan dukungan penuh dari PT Astra Honda Motor (AHM), PT Astra International Tbk – Honda Sales Operation (Astra Motor) Semarang, dan Paguyuban Honda Solo (PHS). Silahturahmi akbar para pecinta Honda Vario ini digelar di Alun-Alun Kota Solo, Jawa Tengah pada 27-28 September 2014.

image

Bikers Honda Vario melintasi Taman Sriwedari dalam rangkaian rolling city Jambore Nasional Paguyuban Vario Nusantara (Jamnas PVN) kelima di Solo (27/9). Pada ajang tersebut, 900 lebih anggota komunitas dan pecinta sepeda motor Honda Vario se-Indonesia melakukan kampanye keselamatan berkendara serta aksi kepedulian sosial kepada anak yatim piatu.

Mengusun ‎Mereka melewati beberapa ikon budaya Solo, seperti Keraton Surakarta Hadiningrat, Benteng Vastenburg, Gedung Graha Solo Raya, Bunderan Gladag, Bank Indonesia, Pasar Gede Hadinagoro, Stadion Manahan, Museum Batik, kompleks taman budaya Sriwedari, hingga Museum Radya Pustaka yang berlokasi di jalan Slamet Riyadi, jalan utama yang menjadi pusat kota Solo.

image

Dengan penuh semangat dan kekompakan, mereka mengkampanyekan keselamatan berkendara bagi masyarakat di kota yang dijuluki the Spirit of Java ini. Di depan Museum Radya Pustaka yang merupakan museum tertua kedua di Indonesia ini, para bikers Honda Vario membentangkan beraneka spanduk dan membagikan stiker kepada masyarakat bertemakan safety riding sebagai kampanye aktif kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan segala aspek keselamatan dalam berkendara.

image

Para bikers Honda Vario mengunjungi Museum Radya Pustaka, Solo (27/9) dalam rangkaian acara Jambore Nasional Paguyuban Vario Nusantara yang kelima. Selain melakukan kampanye keselamatan berkendara dan aksi sosial kepada anak yatim piatu, para pecinta Honda Vario juga melakukan aksi peduli budaya dengan mengunjungi ikon budaya kota Solo.

Semarak Jambore Honda Vario di kota Solo semakin hidup dengan aktifitas kepedulian sosial yang dilakukan para bikers kepada anak yatim piatu. Bertempat di Panti Asuhan Aisiyah, Solo, perwakilan bikers memberikan bantuan sekitar 500 buku yang terkumpul dari donasi bikers Honda Vario dari seluruh penjuru nusantara. Buku-buku tersebut diharapkan menjadi sumber ilmu pengetahuan baru bagi para penghuni panti tersebut.

General Manager Honda Customer Care Center (HC3) AHM Istiyani Susriyati menyatakan energi dan semangat muda para bikers Honda Vario disalurkan dalam beragam aktifitas kreatif dan bermanfaat bagi sesama. Dengan semangat Satu HATI, para bikers menggelorakan kota Solo dengan kegiatan-kegiatan yang memberi apresiasi tinggi terhadap budaya Indonesia dan berperan serta aktif di bidang pendidikan masyarakat.

”Para bikers Honda Vario ini merupakan generasi muda penerus bangsa yang mampu menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat luas. Kami tidak akan berhenti mendukung energi-energi positif bikers Honda ini untuk mewujudkan mimpi-mimpinya bersatu untuk Indonesia yang lebih baik.”

Jambore Nasional Paguyuban Vario Nusantara tahun ini dihadiri oleh 114 klub yang berasal dari 7 kelompok wilayah di Indonesia. Dari wilayah Sumatera, klub yang hadir adalah HVC Banda Aceh, VANATIC Medan, VMC Medan, HVC Pekabaru, HVC Bengkulu, VANTASTIC Metro Lampung, Honda Vario Club Lampung (HVCL), VARIOS Palembang, dan OVJ jambi.

Dari wilayah Jabodetabek, HVC Banten, Vario Club Tangerang (VACTA), Ciputat Vario Club (CVC), Vario Original Club Tangerang (VOC Tangerang), AVATAR Jakarta, VIKSI Bekasi, HVC Bekasi, HVC Depok, Cibinong Vario Club (Civic), VRB Bogor, HVC Bogor, HVC Jakarta, dan VOC Jakarta turut menyemarakkan jambore Honda Vario kali ini.

Honda Vario Riders Club Bandung (HVRC), Automatic Vario Riders Club Cirebon (ARVC), Vario Indramayu Club (VIC), Subang Vario Club (SVC), Banjar Vario Absolute (BAVAS), Ciamis Honda Vario Club (CHVC), HVOC Tasikmalaya, VARAMA Majalengka, VRC Sumedang, VIP Purwakarta, CVRC Cianjur, VOC Sukabumi, dan VARICK Karawang adalah klub yang mewakili wilayah Jawa Barat.

Wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta mengirimkan HVC Brebes, V-TEC Tegal, HVC Bumiayu, Vario Purwokerto (VP), HVC Purwokerto, BOVC Purbalingga, Vario Majenang, HVC Cilacap, HVC Purbalingga, VOLCOM Banjarnegara, VACKS (Kebumen), HVC Purworejo, VORTEC Temanggung, Automatic Vario Pekalongan (AVP), BATVRIC Batang, ARVI, MAVRICK Kendal, Vario Semarang (VS), V-Men Mranggen, VRCD Demak, V-RIJEC Jepara, RVC (Rembang), MOHAK Karang Jati, AVIKA Ambarawa, MAVIA Magelang, VOC’S Salatiga, CIVAS Salatiga, VANILLA Boyolali, RVK Klaten, VOCUS Sukoharjo, VOTSA Sragen, MVP Purwodadi, LARVA Karanganyar, DJAVOE Jogjakarta, JAVACOMM Jogjakarta, VIRUS Sleman, GUVY Gunung Kidul, Vario Bantul, HVC Blora, Vario Kudus, dan HVOCK Kudus

Dari wilayah Jawa Timur, klub yang hadir adalah VMC Magetan, V-REN Ngawi, VIA Pacitan, RVB Bojonegoro, VIP Ponorogo, MARVA Madiun, VOC Blitar, V-TOEC Tuban, OVG Gresik, OVJC Jombang, VCS Surabaya, VBC bangkalan, Vario Pasuruan, NVM Malang, VOC Malang, VLC Lumajang, PVO Probolinggo, VCB Banyuwangi, RIVAL Lamongan, TVC Trenggalek, HVC Pasuruan, VAC Kediri, dan COVOT Tulungagung

VIBER Bali, HVOC Lombok, HVC Lombok, Vario Makasar, dan VHC Jayapura adalah klub yang mewakili wilayah Nali, NTT, NTB, Sulawesi, dan Jayapura. Sedangkan wilayah Kalimantan mengirimkan klub VRI Balikpapan, BVC Balikpapan, HVS Sintang, HVC Borneo, VOC Pontianak, HVC Tanjung Kalsel, H-VBRC Banjarmasin, Vario Banjarbaru Martapura, BVC Bontang, dan VOC Ketapang.

Teknologi Terbaik di Kelasnya

Dalam dua tahun terakhir, AHM telah meluncurkan dua produk terbaik Honda Vario series bagi konsumen Indonesia yaitu Honda Vario 125 CBS Idling Stop dan New Honda Vario FI yang telah disematkan beragam teknologi terbaik di kelasnya.

Honda Vario series telah dilengkapi kecanggihan eSP engine (Enhanced Smart Power), yang merupakan mesin matik terbaru Honda yang mampu meningkatkan performa mesin. Selain itu, Honda Vario 125 CBS Idling Stop dilengkapi dengan fitur advanced berupa teknologi Idling Stop System (ISS). Sedangkan, New Honda Vario FI hadir sebagai pelopor pengaplikasian fitur canggih Answer Back System dan Dual keen eyes LED Headlight.

Semua produk sepeda motor Honda telah mengaplikasikan teknologi injeksi ramah lingkungan PGM-FI termasuk pada Honda Vario series. Dengan mengimplementasikan teknologi Honda PGM-FI, semua produk sepeda motor injeksi Honda berhasil mencatatkan konsumsi bahan bakar teririt di kelasnya.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), selama delapan bulan pertama tahun ini, AHM berhasil menjual sebanyak 898.935 unit Honda Vario series atau 27% dari total penjualan sepeda motor Honda. Sementara di segmen skutik nasional, Honda mendominasi dengan 70,1% pangsa pasar dengan total penjualan sebesar 2.444.288 unit pada Januari-Agustus 2014.

 

Solo, 27 September 2014
PT Astra Honda Motor
Corporate Communication

 

Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi  ke 021 651-8080, 3041-8080 ext. 31071, 31073,  31074 / e-mail: corp.comm@astra-honda.com)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.460 pengikut lainnya.