Pesta 10 juta Beat, dan launching New Honda Beat bersama JKT48

Setahun bersama Brambang

Tidak terasa ternyata saya sudah setahun kesana kemari bersama Brambang, PCX merah saya. Sudah spesies langka, warnanya langka pula. 

Sungguh pertimbangan saya beli PCX yang utama adalah memang untuk harian ngantor yang jauhnya sekali jalan adalah 40 km, sehingga PP adalah 100 KM, belum lagi kalau pagi mengantar anak 2 kali, sehingga nambah 30 km, dan total bisa 130 km perhari. Untungnya konsumsi bensin BRAMBANG ini irit, beli pertamax Rp. 50.000 sudah full dan minimal bisa saya pakai 300 KM, jadi saya belinya pertamax lagi, mayoritas setelah lebih dari 300 KM, kadang 340 KM, baru saya isi Rp. 50.000 PERTAMAX.

Saat ini setelah setahun saya pakai, Brambang telah menempuh 24.736 KM, dengan rata rata pertamax seliter bisa menempuh 50 KM.

24.736 KM sudah ditempuh

Sesuai namanya, PERSONAL COMFORT XALOON, maka PCX ini memang nyaman dikendarai, meskipun bentuknya kelihatan bongsor, tapi sebenarnya tidak berat. Dengan badan kondisi drop 50%, masih berani naik PCX, dan kadang badan malah jadi enakkan, kalau pakai pulsar saya pasti tambah drop tenaga saya.

Satu lagi bahwa saya tidak perlu pakai tas atau top box, karena bagasi Brambang ini luas, yakin deh naik motor tidak nggendong tas punggung itu lebih enak.

Holder HP bisa sampai ukuran 5,5 inch.

Brambang ini setandar habis, hanya saya tambahi tempat menaruh HP ANDROID hasil buatan saya sendiri dengan modifikasi dari tongsis, berguna untuk menaruh HP ANDROID saat saya tracking alamat yang belum saya ketahu dengan aplikasi google maps. Enaknya Brambang ini sudah ada colokam charger lighter, sehingga tidak kuatir HP android lehabisan baterai di jalan saat dipakai tracking lokasi terus menerus. 

Lalu perubahan lainnya hanya ganti ban belakang dan depan lebih lebar dikit.

Brambang lebih ke penggunaan harian, bukan untuk dibanggakan berlebihan. Jadi nemu foto seperti ini ya biasa saja

Brambang ini telah sekali ganti kampas rem depan, harusnya perhitungannya bulan ini tentu ganti kampas rem depan lagi karena sudah 6 bulan sejak ganti pertama. Untuk kampas belalang belum pernah ganti. 

Ban belakang saya ganti, lalu saya ganti lagi dan yang belakang gantian pertama saya taruh untuk ganti ban depan. 

Plat nomer dan BPKB baru jadi beberapa hari ini, dan baru tadi sore plat asli nomer polisi baru saya pasang.

Plat asli baru saja jadi dan baru saja saya pasang sore tadi

Meskipun Brambang ini saya terima 6 Agustus 2015, tapi pajaknya pada September. 

Akhirnya PCX merah datang juga

Memang banyak yang bilang Brambang ini mahal, tapi sebagai orang jowo, saya ngugemi falsafah ONO REGO ONO RUPO. Beruntung juga selisih harga 15 jutanan antara matic comfort si Brambang ini dibanding matic gambot sebelah, membuat populasi PCX tetap sedikit dan tidak pasaran. 

Anehnya saya paling jauh bawa Brambang ini baru ke Purworejo saja. Kayaknya bulan desember 2016 mau pesiar ke Jatim bersama sedulur koboys. 

Mencoba oli Motul 4T Scooter untuk Brambang

Oli motul 4T Scooter ini saya dapatkan saat diundang acara gathering motul di Hotel Ambarukmo, beberapa waktu yang lalu. Ini satu satunya oli motul yang khusus untuk matic.

Kalau tidak salah ini harganya kisaran Rp. 90.000,- dan isinya 1 liter, padahal Brambang, PCX merah saya ini, cuma butuh 800 ml.

Saya sejujurnya tidak bisa merasakan bagaimana oli yang bagus efeknya ke motor bagaimana, tapi saya yakin dengan falsafah JOWO, yaitu ONO REGO ONO RUPO. Intinya, bahwa harga mahal tentu lebih baik kwalitasnya. Semoga begitu.

Speedometer menunjuk angka 23.189 saat saya ganti olie mot ini. Nanti diangka 27.000 baru ganti lagi.

Waroeng Pohon jalan Paris KM 6, ingkung pitikke enak nan.

Sore ini, kami koboys mengadakan acara syawalan, mendadak memang, dan akhirnya diputuskan di Waroeng Pohon di jalan padis KM 6, arah SMP 2 SEWON. kalau dari utara terus saja sampai melewati Pyramid, lalu li maju sampai ada pertigaan ke kanan arah SMP 2 SEWON

Kami memesan 3 ingkung ayam jowo, dan 3 paket tek poci.

Yang hadir

Hadiyanta, gora emon, irawan, andhi suranto, adhani horee, alrozi, dan aziz yang datang belakangan bersama keluarga.

Sayang banget pada gak bisa datang, padahal uenak tenan.

Test harian All New CBR150R 2016

Saat saya terima tanggal 27 Juni 2016

Saya berkesempatan menjajal secara harian, All New CBR150R 2016. Motor saya bawa dari tanggal 27 Juni 2016 sampai 2 Juli 2016. Cukuplah untuk saya test harian pergi pulang ke kantor. 

Rute ke kantor saya memang kaya akan berbagai jalan, dari jalan di dusun saya yang cor semen, lalu jalan aspal mulus di pedesaan sampai jalanan kota yang padat merayap, lalu naik Piyungan ke Patuk Gunungkidul yang menanjak penuh tikungan, atau naik melalui Petir sampai akhirnya di kantor saya.

Motor ini memang desainnya saya suka banget, beda dengan pendahulunya yang saya tidak begitu ngeklik pada desain bagian depan. Motor ini kelihatan banget aura sportnya, full fairing dan setang nunduk, jok boncenger terpisah. Warna merahnya juga mencolok dan dominan.

Untuk alasan keamanan dan keawetan mesin, motor ini disetting ada limiter pada tiap giginya, yang saya rasakan di gigi satu, saat 40kpj maka limiter aktif dan motor tidak bisa naik lagi kecepatannya, lalu di gigi 2 mentok di 70 kpj, dan gigi 3 mentok di 90 kpj, pada gigi 4 sayangnya saya belum bisa mengetes limiternya sampai dimana, ini karena sudah lebih dari 100 kpj tapi jalanan yang ramai menakutkan saya untuk menambah kecepatan. Intinya limiter ini bukan suatu kendala, tapi memang demi kebaikan motor dan pengendaranya. Jika sudah hapal deruman mesin motor ini, maka sebelum mencapai limiter, kita bisa ganti gigi atasnya. 

Pada jalan yang lurus dan panjang, bisa langsung narik dari gigi satu sampai 4, terasa sensasi raungan balapan motoGP. Suara mesin lebih dominan terdengar dari pada suara knalpot standartnya.

Yang paling saya suka adalah, motor ini memberikan saya keyakinan untuk menyalip, begitu ada peluang dan celah yang aman, saya bisa yakin dan mudah menyalip, ini karena power selalu mengisi, dan memang saya main rpm mendekati limiter.

Satu kata bahwa ALL NEW CBR150R 2016 ini adalah motor yang pas untuk harian jarak 40 km lebih sekali tempuh, di perkotaan yang padat bisa mudah menyalip karena bodynya yang ramping didukung dengan tenaga mesin yang mumpuni. Motor ini bisa memaksimalkan tenaga yang ada sehingga tidak kekurangan, dan juga tidak mubazir kelebihan tenaga. 

Untuk konsumsi BBM saya coba pakai pertamax, seliter hampir menempuh 40 km, itu saya bawa motornya selalu rpm tinggi dan gas nya mengintimidasi, alias sering bleyer bleyer, kalau lebih kalem saya kira akan bisa lebih irit lagi.

Kebetulan teman teman saya juga pingin menjajal, dan respon mereka motor ini enteng dan bertenaga, disamping itu pula bisa bikin nambah kegantengam dan membuat 20 tahun lebih muda. Terkesan gombal ya, tapi coba pantengin foto sahabat saya ini yang pakai kaca mata, tebak berapa usianya? 17 tahun? 20 tahun? 25 tahun?

Di nol kan dulu

Langsung dipakai naik gunung

Isi bensin

Dikembalikan tanggal 2 Juli 2016

Buka bersama blogger Koboys dengan Astra Motor Jogja di Lotus Coffe Bar


Waktu : 15.45 WIB – selesa

Tempat : Lotus Coffee Bar – Crystal Lotus Hotel, Jalan Magelang Km. 5, Sleman

 Maps -https://goo.gl/maps/GviYTmPPAcz

Bukber koboys dengan Astra Motor Jogja, berikut ini yang hadir
1. Softpack dg anak istri dari Solo

2. Kentas  dan Ai Chan dari Solo

3. Hadiyanta.com

4. Aziz

WarungDOHC.com

5. Andy Suranto maticlover.wordpress.com

6. Fauzy

gadgetotomotif.wordpress.com
7. IRFANA 

pertamax7.com

8. GATRA varput.wordpress.com

9. Mustawan 

Awansan.com

10. AFFAN 

youtube.com/user/koboysautoreviews
11. YUDHAkusuma.com

12. Puguh 

puguh05.wordpress.com

13. CAHYO 

jackalride.com

14. Adhani Jauhari

ADHANIhoree.wordpress.com

15. Yoga Prihantoro

www.aksesorisotomotif.com

16. Mig

17. Yugo 

ardiyantoyugo.com

18. Bagus Propus dan keluarga dari Kartosuro

Gathering Motul Indonesia di Royal Ambarukmo Hotel

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Launching BIGWING Jogja di Astra Motor Jombor

image

image

image

image

image

Bapak Sigit Kumala

image

Bapak Ronaldo Wijaya

Hari ini bertepatan dengan tanggal 11 Juli 2016, dilaunching BIGWING SHOWROOM yang berlokasi di ASTRA MOTOR JOGJA di Jombor.

Acara dimulai dengan doa bersama lalu sambutan dari Bapak RONALDO WIJAYA selaku Kepala Astra Motor Jogja.

Selanjutnya sambutan dari Bapak Sigit kumala Chief Executive Astra Motor.

Selanjutnya dilakukan pemotongan pita sebagai tanda resmi dibukanya BIGWING SHOWROOM di Jogja.

BIGWING SHOWROOM ini sebagai One stop solution dealer, yaitu Sales, servis & spartpart.

image

image

Test harian CB650F, ternyata enak banget

image

Andaiiii

Saya pertama kali testride CB65OF di Purwokerto, saat launching CBR150R 2016, tepatnya di pelataran GOR SATRIA, waktu itu sekadar muter muter saja, dan ternyata moge ini mudah dikendalikan saat kita terpaksa harus pelan pelan. Karena naik moge dengan cepat, itu pasti enak, tapi naik moge pelan tapi tetap enak, itu baru istimewa.

Akhirnya setelah balik ke jogja saya meminjam ke Astra Motor di Jombor selama satu minggu, mulai 18 April 2016 sampai 25 April 2016.

Niat saya dari awal saat meminjam CB650F ini adalah untuk membuktikan apakah moge ini bisa saya pakai harian untuk kerja.

Syarat utama motor lolos untuk harian kerja, bagi saya adalah motor tidak membuat badan saya lelah. Ini karena saya PP sekitar 80 KM tiap harinya.

Motor ini kalau saya tidak salah, seharga avanza veloz terbaru, yang spek paling tinggi, itupun masih sisa sedikit, artinya masih lebih mahal motor ini. Jadi saya was was juga ketika pertama kalinya benar benar memakai motor ini, yang karena itu bukan untuk sekedar testride semenit dua menit.

Tentu saja saya sudah pengalaman memakai motor besar dan berat, tapi dengan kapasitas mesin yang kecil, yaitu BLACK COYOTE saya, rasanya hampir sama beratnya kedua motor ini, sehingga saat menuntun CB650F, saya pastikan pinggang kanan menempel di jok, motor agak miring kekiri sedikit, ini untuk menjaga agar motor tidak miring ke kanan, yang tentu saja akan ambruk ke kanan karena pasti motor seberat ini tidak akan cukup tenaga untuk menahannya.

Saya sudah menyiapkan safety shoes jadul saya merek kings untuk mengendarai CB650F ini, juga sarung tangan dan jaket respiro berprotektor pada lengan dan punggung, tidak lupa helm NHK full face baru. Semua perlalatan ini wajib dikenakan jika mau mengendarai CB650F.

Saya pernah dua kali jatuh kepleset memakai pulsar saat menapak di pinggiran jalan yang ternyata berkerikil, saya pastikan hal konyol seperti ini saya ingat dan saya tidak ingin terjadi saat mengendarai CB650F.

Tinggi badan saya adalah 176 cm, dengan memakai safety shoes, kedua kaki saya bisa menapak di kiri kanan, alias pas banget, tidak menggantung, tidak dingklik detected.

Pertama kalinya jalan jauh dari Astra Motor Jombor di Jalan Magelang menuju kantor saya di Patuk Gunungkidul, waktu sudah habis maghrib ketika saya mulai start. Saya hanya memikirkan untuk memakainya dengan pelan pelan, mencoba memahami dan merasakan karakter mesin, juga pengereman.

image

Double disk dan ABS

image

Rem belakang

CB650F ini perangkat pengereman depan adalah double disk dan tentu saja sudah ABS. Untuk sektor belakang juga diskbrake. Jadi pengereman mumpuni.

Lucu juga saat naik dari Bangjo Piyungan ke Patuk, saya disalip motor matic, dan saya mengerem hati saya untuk membetot gas, saya ingatkan diri saya bahwa saat ini saya masih tahap OSPEK memakai CB650F ini.

image

Stiker pengingat untuk memakai helm, sepatu dan sarung tangan

Desain CB650F ini menurut saya, sederhana dan fungsional, bukan pamer desain yang aneh aneh dengan mesin ala kadarnya. Tapi basic desainnya menurut mata awam saya adalah menyuguhkan indahnya knalpotnya yang ada empat, dan lengan ayun belakang yang kekar tapi manis. Jadi saya maklum jika tidak banyak orang yang melirik dan melihat dengan mata heran saat saya pakai jalan biasa kecepatan 50-60 kpj, beda dengan motor 250cc dua silinder yang saya juga pernah pakai selama seminggu, alamak anak anak SD SMP menatap penuh rasa senang dan harap, mungkin teringat tokoh sinetron yang lagi digandrunginya. Ironi.

Biasanya saat mau berhenti di lampu merah, saya bleyer sedikit, untuk membuat sensasi dengan suara khasnya. Lalu saya nikmati pandangan heran orang orang disekitar saya, terutama yang di belakang. Mungkin dikira motor modifan.

Saat lampu hijau menyala, saya biasanya pelan dulu sampai di titik aman yaitu telah melewari garis tengah perempatan, lagi lagi ini karena pengalaman dulu pernah di baris pertama langsung tarik gas, ternyata ada becak nylonong, saya rem pulsar saya sampai oleng dan roboh. Jadi mulai saat itu saya di lampu hijau pasti pelan pelan dulu, biarkan orang lain yang ada di depan, dan enaknya pakai CB650F ini, saya bisa langsung ngacir hanya pakai gigi dua yang bisa saya geber sampai 110 an KPJ, tapi biasanya sebelum sampai angka tersebut, jalanan di depan sudah krodit, akhirnya tuas gas dikendurkan demi keamanan semuanya.

Saya yang terbiasa pakai PCX yang knalpotnya nyaris tak bersuara, jadi sangat cocok dengan suara knalpot CB650F yang juga halus untuk ukuran moge, hanya suara mendesing yang khas dan itu saya suka. Bisa dikata CB650F ini adalah Si cepat yang senyap.

Hari kedua saya memakai CB650F, saya ambil rute dari rumah ke arah bangjo Sedayu, lalu keselatan menuju Palbapang Bantul, dan terus ke timur melewati BANGJO BAKULAN jalan Paris, terus ketimur sampai Imogiri dan naik menuju HUTAN PINUS MANGUNAN, lalu lanjut ke arah Patuk Gunungkidul dan finish di kantor saya. Saya hapal jalan Bangjo Sedayu sampai Palbapang ini jalannya lebar dan aspalnya mulus, trimakasih untuk pemda Bantul.

Tujuan saya tercapai di jalanan Bantul yang mulus ini, saya bisa sedikit lari, dan saya lupa apakah pernah pakai gigi 4 atau hanya gigi 3 saja. Jelas gigi 5 dan 6 belum pernah saya pakai. Kecepatan 100 kpj sangat mudah dicapai dalam hitungan detik, menyenangkan.

Saya pernah ke arah Purworejo lewat Godean kebarat naik menoreh dan tembus Kaligesing, heran papasan dengan moge moge adventure, versys kalau saya tidak salah lihat, yang ngebut di jalanan naik turun dengan enaknya, dan baru sekarang ini saya menyadari bahwa mereka itu tidak ngebut, karena bagi mesin moge, percayalah bahwa jalan naik itu tidak ada bedanya dengan jalan datar, karena tenaganya dibetot tidak habis, tidak ada kamus pakai moge saat ketemu jalanan naik extrim jadi lelet, sama sekali tidak. Itulah yang saya rasakan saat naik dari Imogiri ke Hutan Pinus Mangunan. Serasa semua jalan adalah datar saja. Bahkan saya sempat standing tanpa sadar saat naik menyalip mobil dan terlalu kuat membetot tuas gas.

Yang lucu saat naik CB650F ini adalah saat jalan santai 50-60 kpj, tiba tiba ada gronjalan di jalan, otomatis tangan kanan jadi narik gas, dan motor bisa melaju tidak sesuai dengan keinginan. Ini karena memang tuas gas sangat sangat tipis, artinya ditarik tipis saja sudah lari. Saat sudah menyatu dan menguasai motor ini, menyalip mobil atau motor di depan sangatlah menyenangkan, yang itu karena tidak bisa saya lakukan jika pakai motor 150 cc, karena tidak yakin bisa lari dan menyalip dengan tepat dan cepat. Pokokke CB650F di gas sithik njepat, WIIINGGGG.

Okelah sementara ini dulu ceritanya, dari saya penunggang awam yang benar benar awam mesin motor.

image

image

image

image

image

3.418 KM, saat pertama saya pinjam

image

image

Helm, jaket, sarung tangan, safety shoes. Wajib dipakai.

image

Sampai juga di kantor dengan selamat

Kopdar KOBOYS ala angkringan lagi

image

image

Kesampaian juga sore ini kopdar koboys ala jaman lima tahun yang lalu di angkringan. Bedanya kalau dulu di angkringan Palbapang, saat ini di angkringan KANG HARJO yang letaknya di Patukan, barat pasar buah Gamping.

image

image

image

Saya hadir pertama kali jam 18:50 WIB langsung dari kantor, lalu disusul yang lainnya satu persatu datang.

Hadiyanta
Mercon
Hyoga
Cahyo
Sutopo
Affan
Adhani
Gatra
Yudha
Salim
Puguh
Aziz+ dua mekanik

Semuanya adalah blogger dan bisa cek di www.koboys.wordpress.com

Total 14 yang hadir.

Sayangnya menu makanan ringan di angkringan ini kurang begitu lengkap, atau mungkin sudah habis, tapi menu makan besar lumayan lengkap, disini bisa ambil sendiri nasi sayur plus lauk.

Kalau minuman lumayan lengkap, saya paling suka teh gula batunya yang nasgitel. Ada juga wedang uwuh, wedang jahe, wedang tape, dll.

Ini tadi semua 14 orang habis Rp. 152.000,- dan parkiran 13 motor Rp. 20.000,- Alhamdulillah sudah bisa kumpul ngobrol dan makan minum dengan uang sebanyak itu.

Bulan mei 2016 Insya Allah kumpul lagi, turing ke Gedangsari, Gunungkidul.

image

image

image

KARSTV

image

Mercon

image

Cahyo dan lilypud

image

Om Aziz warungDOHC.com dan mekaniknya

image

Adhani dan Gatra

image

image

Hyoga, sutopo sasuke, lilypud

image

%d bloggers like this: