Gathering Motul Indonesia di Royal Ambarukmo Hotel

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Launching BIGWING Jogja di Astra Motor Jombor

image

image

image

image

image

Bapak Sigit Kumala

image

Bapak Ronaldo Wijaya

Hari ini bertepatan dengan tanggal 11 Juli 2016, dilaunching BIGWING SHOWROOM yang berlokasi di ASTRA MOTOR JOGJA di Jombor.

Acara dimulai dengan doa bersama lalu sambutan dari Bapak RONALDO WIJAYA selaku Kepala Astra Motor Jogja.

Selanjutnya sambutan dari Bapak Sigit kumala Chief Executive Astra Motor.

Selanjutnya dilakukan pemotongan pita sebagai tanda resmi dibukanya BIGWING SHOWROOM di Jogja.

BIGWING SHOWROOM ini sebagai One stop solution dealer, yaitu Sales, servis & spartpart.

image

image

Test harian CB650F, ternyata enak banget

image

Andaiiii

Saya pertama kali testride CB65OF di Purwokerto, saat launching CBR150R 2016, tepatnya di pelataran GOR SATRIA, waktu itu sekadar muter muter saja, dan ternyata moge ini mudah dikendalikan saat kita terpaksa harus pelan pelan. Karena naik moge dengan cepat, itu pasti enak, tapi naik moge pelan tapi tetap enak, itu baru istimewa.

Akhirnya setelah balik ke jogja saya meminjam ke Astra Motor di Jombor selama satu minggu, mulai 18 April 2016 sampai 25 April 2016.

Niat saya dari awal saat meminjam CB650F ini adalah untuk membuktikan apakah moge ini bisa saya pakai harian untuk kerja.

Syarat utama motor lolos untuk harian kerja, bagi saya adalah motor tidak membuat badan saya lelah. Ini karena saya PP sekitar 80 KM tiap harinya.

Motor ini kalau saya tidak salah, seharga avanza veloz terbaru, yang spek paling tinggi, itupun masih sisa sedikit, artinya masih lebih mahal motor ini. Jadi saya was was juga ketika pertama kalinya benar benar memakai motor ini, yang karena itu bukan untuk sekedar testride semenit dua menit.

Tentu saja saya sudah pengalaman memakai motor besar dan berat, tapi dengan kapasitas mesin yang kecil, yaitu BLACK COYOTE saya, rasanya hampir sama beratnya kedua motor ini, sehingga saat menuntun CB650F, saya pastikan pinggang kanan menempel di jok, motor agak miring kekiri sedikit, ini untuk menjaga agar motor tidak miring ke kanan, yang tentu saja akan ambruk ke kanan karena pasti motor seberat ini tidak akan cukup tenaga untuk menahannya.

Saya sudah menyiapkan safety shoes jadul saya merek kings untuk mengendarai CB650F ini, juga sarung tangan dan jaket respiro berprotektor pada lengan dan punggung, tidak lupa helm NHK full face baru. Semua perlalatan ini wajib dikenakan jika mau mengendarai CB650F.

Saya pernah dua kali jatuh kepleset memakai pulsar saat menapak di pinggiran jalan yang ternyata berkerikil, saya pastikan hal konyol seperti ini saya ingat dan saya tidak ingin terjadi saat mengendarai CB650F.

Tinggi badan saya adalah 176 cm, dengan memakai safety shoes, kedua kaki saya bisa menapak di kiri kanan, alias pas banget, tidak menggantung, tidak dingklik detected.

Pertama kalinya jalan jauh dari Astra Motor Jombor di Jalan Magelang menuju kantor saya di Patuk Gunungkidul, waktu sudah habis maghrib ketika saya mulai start. Saya hanya memikirkan untuk memakainya dengan pelan pelan, mencoba memahami dan merasakan karakter mesin, juga pengereman.

image

Double disk dan ABS

image

Rem belakang

CB650F ini perangkat pengereman depan adalah double disk dan tentu saja sudah ABS. Untuk sektor belakang juga diskbrake. Jadi pengereman mumpuni.

Lucu juga saat naik dari Bangjo Piyungan ke Patuk, saya disalip motor matic, dan saya mengerem hati saya untuk membetot gas, saya ingatkan diri saya bahwa saat ini saya masih tahap OSPEK memakai CB650F ini.

image

Stiker pengingat untuk memakai helm, sepatu dan sarung tangan

Desain CB650F ini menurut saya, sederhana dan fungsional, bukan pamer desain yang aneh aneh dengan mesin ala kadarnya. Tapi basic desainnya menurut mata awam saya adalah menyuguhkan indahnya knalpotnya yang ada empat, dan lengan ayun belakang yang kekar tapi manis. Jadi saya maklum jika tidak banyak orang yang melirik dan melihat dengan mata heran saat saya pakai jalan biasa kecepatan 50-60 kpj, beda dengan motor 250cc dua silinder yang saya juga pernah pakai selama seminggu, alamak anak anak SD SMP menatap penuh rasa senang dan harap, mungkin teringat tokoh sinetron yang lagi digandrunginya. Ironi.

Biasanya saat mau berhenti di lampu merah, saya bleyer sedikit, untuk membuat sensasi dengan suara khasnya. Lalu saya nikmati pandangan heran orang orang disekitar saya, terutama yang di belakang. Mungkin dikira motor modifan.

Saat lampu hijau menyala, saya biasanya pelan dulu sampai di titik aman yaitu telah melewari garis tengah perempatan, lagi lagi ini karena pengalaman dulu pernah di baris pertama langsung tarik gas, ternyata ada becak nylonong, saya rem pulsar saya sampai oleng dan roboh. Jadi mulai saat itu saya di lampu hijau pasti pelan pelan dulu, biarkan orang lain yang ada di depan, dan enaknya pakai CB650F ini, saya bisa langsung ngacir hanya pakai gigi dua yang bisa saya geber sampai 110 an KPJ, tapi biasanya sebelum sampai angka tersebut, jalanan di depan sudah krodit, akhirnya tuas gas dikendurkan demi keamanan semuanya.

Saya yang terbiasa pakai PCX yang knalpotnya nyaris tak bersuara, jadi sangat cocok dengan suara knalpot CB650F yang juga halus untuk ukuran moge, hanya suara mendesing yang khas dan itu saya suka. Bisa dikata CB650F ini adalah Si cepat yang senyap.

Hari kedua saya memakai CB650F, saya ambil rute dari rumah ke arah bangjo Sedayu, lalu keselatan menuju Palbapang Bantul, dan terus ke timur melewati BANGJO BAKULAN jalan Paris, terus ketimur sampai Imogiri dan naik menuju HUTAN PINUS MANGUNAN, lalu lanjut ke arah Patuk Gunungkidul dan finish di kantor saya. Saya hapal jalan Bangjo Sedayu sampai Palbapang ini jalannya lebar dan aspalnya mulus, trimakasih untuk pemda Bantul.

Tujuan saya tercapai di jalanan Bantul yang mulus ini, saya bisa sedikit lari, dan saya lupa apakah pernah pakai gigi 4 atau hanya gigi 3 saja. Jelas gigi 5 dan 6 belum pernah saya pakai. Kecepatan 100 kpj sangat mudah dicapai dalam hitungan detik, menyenangkan.

Saya pernah ke arah Purworejo lewat Godean kebarat naik menoreh dan tembus Kaligesing, heran papasan dengan moge moge adventure, versys kalau saya tidak salah lihat, yang ngebut di jalanan naik turun dengan enaknya, dan baru sekarang ini saya menyadari bahwa mereka itu tidak ngebut, karena bagi mesin moge, percayalah bahwa jalan naik itu tidak ada bedanya dengan jalan datar, karena tenaganya dibetot tidak habis, tidak ada kamus pakai moge saat ketemu jalanan naik extrim jadi lelet, sama sekali tidak. Itulah yang saya rasakan saat naik dari Imogiri ke Hutan Pinus Mangunan. Serasa semua jalan adalah datar saja. Bahkan saya sempat standing tanpa sadar saat naik menyalip mobil dan terlalu kuat membetot tuas gas.

Yang lucu saat naik CB650F ini adalah saat jalan santai 50-60 kpj, tiba tiba ada gronjalan di jalan, otomatis tangan kanan jadi narik gas, dan motor bisa melaju tidak sesuai dengan keinginan. Ini karena memang tuas gas sangat sangat tipis, artinya ditarik tipis saja sudah lari. Saat sudah menyatu dan menguasai motor ini, menyalip mobil atau motor di depan sangatlah menyenangkan, yang itu karena tidak bisa saya lakukan jika pakai motor 150 cc, karena tidak yakin bisa lari dan menyalip dengan tepat dan cepat. Pokokke CB650F di gas sithik njepat, WIIINGGGG.

Okelah sementara ini dulu ceritanya, dari saya penunggang awam yang benar benar awam mesin motor.

image

image

image

image

image

3.418 KM, saat pertama saya pinjam

image

image

Helm, jaket, sarung tangan, safety shoes. Wajib dipakai.

image

Sampai juga di kantor dengan selamat

Kopdar KOBOYS ala angkringan lagi

image

image

Kesampaian juga sore ini kopdar koboys ala jaman lima tahun yang lalu di angkringan. Bedanya kalau dulu di angkringan Palbapang, saat ini di angkringan KANG HARJO yang letaknya di Patukan, barat pasar buah Gamping.

image

image

image

Saya hadir pertama kali jam 18:50 WIB langsung dari kantor, lalu disusul yang lainnya satu persatu datang.

Hadiyanta
Mercon
Hyoga
Cahyo
Sutopo
Affan
Adhani
Gatra
Yudha
Salim
Puguh
Aziz+ dua mekanik

Semuanya adalah blogger dan bisa cek di www.koboys.wordpress.com

Total 14 yang hadir.

Sayangnya menu makanan ringan di angkringan ini kurang begitu lengkap, atau mungkin sudah habis, tapi menu makan besar lumayan lengkap, disini bisa ambil sendiri nasi sayur plus lauk.

Kalau minuman lumayan lengkap, saya paling suka teh gula batunya yang nasgitel. Ada juga wedang uwuh, wedang jahe, wedang tape, dll.

Ini tadi semua 14 orang habis Rp. 152.000,- dan parkiran 13 motor Rp. 20.000,- Alhamdulillah sudah bisa kumpul ngobrol dan makan minum dengan uang sebanyak itu.

Bulan mei 2016 Insya Allah kumpul lagi, turing ke Gedangsari, Gunungkidul.

image

image

image

KARSTV

image

Mercon

image

Cahyo dan lilypud

image

Om Aziz warungDOHC.com dan mekaniknya

image

Adhani dan Gatra

image

image

Hyoga, sutopo sasuke, lilypud

image

Pemenang testride All New CBR150, acara launching di GOR SATRIA PURWOKERTO

image

Akhirnya pemenang dari test ride launching All New CBR150R 2016 yang diundi malam ini pada puncak acara adalah mas Bayu.

Tadi dalam beberapa kali undian ada yang hanya kurang memberikan komentar, sayang sekali.

Selamat untuk mas Bayu. Benar benar beruntung malam ini.

image

image

image

image

image

image

Es Duren Kombinasi Pak Kasdi, depan GOR SATRIA PURWOKERTO

Satu kata : uenakkk tenan.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Testride All New CBR150R 2016, keliling kota Purwokerto

image

image

Pagi ini saya dan sedulur koboys melakukan test ringan keliling kota Purwokerto, dimulai dari Stadion Satria, dan berakhir pula ditempat yang sama.

Karena ini test dijalanan kota, maka sebatas mencoba dengan santai dan ikut arus lalu lintas sebagaimana biasa, pas lampu merah juga berhenti.

Posisi riding bagi saya yang tinggi sekitar 175 cm, lumayan tidak begitu membungkuk, kaki saya kiri kanan bisa menapak sempurna di aspal saat berhenti di lampu merah.

Misal untuk anak sekolah dan kuliah, cocok banget motor ini, gaya oke, tarikan juga oke.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Ayoo ikuti riding test CBR150R di GOR SATRIA PURWOKERTO berhadiah CBR150R

image

image

Mari untuk warga dan anak muda di Purwokerto dan sekitarnya, silahkan datang ke GOR SATRIA PURWOKERTO.

RIDING TEST ini berhadiah satu motor honda ALL NEW CBR150R 2016. Mantabbb.

image

image

image

image

image

image

Lezatnya Sate Bebek Pak Encus

image

Kali ini saya berkesempatan icip icip sate bebek untuk pertamakalinya dalam perjalanan dari jogja ke purwokerto.

Biasanya favorit saya adalah sate klathak, yaitu sate kambing.

Kalau saya tidak salah ingat, pada hari kamis, sate bebek ini tayang di tvone, dan membahas juga peternak bebeknya, dan alhamdulillah hari sabtu ini saya bisa menikmatinya.

Sebenarnya saya lebih senang bebek goreng dengan sambal hijau mentah. Tapi demi mencoba hal baru, maka saya pesan sate bebek.

Rasanya lumayan enak, tetapi karena saya penggemar sate kambing, maka tetap sate kambing model klathak saya lebih suka.

image

image

image

image

image

image

Berburu duren di Puncak Gajah, Kokap, Kulonprogo dengan koboys

image
Yess pagi ini jam 6:15 saya start dari rumah menuju Wates, jam 07:00 sampe juga di rumah Mas Tongsam di Wates. Sekitar 5 menit kemudian datang rombongam scrambler mas Gora, mas Irawan, dan mas Rendi, semuanya dari Bantul.

Lalu datang juga mas Faizz yang tadinya ragu ragu tidak mau ikut, akhirnya galau menyusul. Yang tidak jadi ikut adalah mas Guru Andy Suranto dan Demang Sugak.

Setelah sarapan cilok dan kopi, kami berenam berangkat menuju puncak Gajah melalui jalur kalibiru naik terus sampai akhirnya di pertigaan di bawah Puncak Gajah.

Alhamdulillah kami bisa foto foto sekitar 200 meterean sebelum puncak Gajah, ada tempat yang dirata untuk kedepan rencana dipakai parkiran wisata puncak Gajah.

Setelah poto poto kami lanjut ke parkiran puncak gajah yang sudah ada, lha kok ndilalah ada yang jual duren.

Jadilah kami pesta duren di puncak Gajah. Membelah 4 duren, yang 3 pahit, yang satu manis. Nyusss. Pokokke kenyang makan duren, sampai mabok.

Selanjutnya kami turun karena nanti mau jumatan di masjid dekat rumah mas Tongsam.

Lhooo kok disepanjang jalan menurun menuju waduk Sermo banyak pengepul duren dan manggis. Rupanya memang sudah mulai musim duren, padahal 3 bulan yang lalu kami lewat jalan ini, sepi tidak ada duren sebuahpun.

Harga duren lumayan murah, kisaran 25.000 sampai 30.000

Untuk manggis harganya cuma 7.000 per kg, tadi saya beli 5 kg sampai berat taa punggung saya.

Pokoknya puas banget angon scrambler dengan sedulur koboys hari ini. Turing itu ridak harus jauh dan pakai motor mahal.

Rencana bulan depan kita mau mruput mandi di KEDUNG PEDUT, dan semoga musim duren belum berakhir.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

%d bloggers like this: