Hy-gen perlu perawatan rutin

image

Jovan saya ini diberi hy-gen, yaitu hidrogen generator. Sistem pembuat hidrogen dari bensin pertamax. Membuat mesin lebih ngacir bertenaga, terasa banget bagi saya pas pergantian gigi terutama dari 1 ke dua, saat saya injak gas di ringroad yang perlu memacu Jovan agar setara dengan mobil-mobil keluaran baru, kan kalau lemot bikin mobil baru pada nggerundel pilotnya.

Hy-gen ini perlu perawatan juga, kalau sudah lama dan kelihatan bensin didalamnya sudah hitam dan tidak susut, maka perlu dikuras lalu diganti dengan pertamax yang baru. Pengisian cukup 75% dari kapasitas tabung hy-gen yang terbuat dari bekas botol parfume. Biasanya saya saat isi bensin jovan, sekalian beli pertamax Rp. 15.000 dengan dligen kecil.

Kalau telat menguras tabung hy-gen yang sudah penuh bensin yang kotor, kadang mengganggu karburator, kayaknya sih dulu karburator saya rewel karena telat kuras tabung hy-gen ini. Rasakan bedanya kalau sudah dikuras.

image

image

image

image

Tentang iklan-iklan ini

Susunan pengurus VJC mas bakti 2014-2016

wpid-img_20141019_110027.jpg

Inilah susunan pengurus VJC (vantrend Jogja Community) yang terbentuk saat ulang tahun kedua, beliau beliau yang menjadi pengurus ini saya tahu memang kualified dan mau berkorban waktu tenaga pikiran bahkan juga harta untuk kemajuan VJC.

Pengurus ini gunanya untuk melayani anggota, bukan anggota yang melayani pengurus. VJC memang bukan klub, VJC adalah komunitas, dan karenanya saya enjoy bergabung. Sebagaimanya tag line VJC yaitu “seduluran sak lawase”

bagi pembaca blog saya yang kebtulan punya VT atau baru berniat punya VT, silangkan bergabung dengan VJC.

untuk FB nya ada di link berikut

https://www.facebook.com/groups/123215157829045/

Selamat untuk pengurus baru, semoga kedepan VJC makin tumbuh berkembang dan makin solid. Amin.

10734113_10202351166210553_6020412830996774553_n 10733936_10202351001486435_9135423910503920895_o

Ultah kedua VJC

image

Ulang tahun kedua VJC diadakan di Waduk Sermo yang berada di kabupaten Kulonprogo.

Jam 6:55 saya dengan Jovan sudah sampai di tikum Pom bensin Ambarketawang Gamping. Sudah ada beberapa VT yang hadir, dan kami menunggu sedulur VT dari Ngawi dan Solo sampai pukul 8:30, setelah itu berangkat menuju Waduk Sermo pada jam 8:35.

Kami lewat jalan Wates kebarat, menyeberang Jembatan Bantar diatas Kali Progo, lalu sampai di Sentolo kami belok kebarat (kanan) menuju kearah Waduk Sermo tanpa lewat kota Wates. Jalan ini lebar dan bagus, sehingga saat 24 VT konvoi tidak mengganggu pengguna jalan yang lain. Beda cerita kalau lewat jalur propinsi yang padat oleh truk dan bus, pasti kurang asyik.

Selepas Sentolo ini tidak ada satupun lampu bangjo. Asyik kan. Lampu bangjo terakhir adalah di Klangon sebelum menyeberang Jembatan Bantar.

Kami akhirnya harus melwwati jalan yang ternyata baru diperbaiki, tetapi tidak membikin susah VT kecuali bagi VT ceper. Jovan dengan velg ring 16 bisa santai off road sampai di Waduk Sermo.

Acaranya ultah kedua ini adalah potong tumpeng dan pembentukan pengurus, yang diketuai oleh om Cecep.

Selanjutnya acara makan siang dengan sama sama makan nasi kuning tumpeng beserta lauknya.

10733936_10202351001486435_9135423910503920895_o

Jam 13:30 kita start dari parkiran Waduk Sermo menuju kebarat mengitari jalan melingkar sepanjang waduk yang ternyata ada sekitar 20 km. Ini karena jalan berkelok kelok, sehingga saat saya sudah sampai disisi lain, maka bisa melihat rombongan yang ada disisi belakang. Asyik banget jalanan melingkar waduk ini. Bisa untuk latihan nyetir kelak kelok. Karena memang tangan kerja ekstra keras di kemudi. Apalagi bagi yang belum PS seperti Jovan saya.
10703498_10202911832785544_132912368641721486_n

Kita akhirnya mampir di garage WarungDOHC yaitu di rumah om Aziz, blogger dan mantan majikan Jovan yang sekaranga jadi juragan ATV di pantai Glagah Indah.
10712962_755486381191170_3692877248004222406_n

Rombongan Ngawi dan Solo mohon pamit dulu karena mau wisata ke parangtritis. Juga rombongan jogja akhirnya pamit setelah pesta semangka dan es kopyor. Saya sendirian masih main sampai jam 16:30 karena mbak salwa masih main dengan dik anis.

Akhirnya saya pulang dan jam 17 sampai rumah. Alhamdulillah Jovan dan semua VT yang ikut bolehlah dikatakan sehat sehat semua.

Selamat ultah kedua untuk VJC. kedepan semoga makin banyak membernya dan makin solid. Komunitas tentunya lebih terbuka dan tidak terlalu mengikat dengan aturan aturan ini itu. Dan itulah yang membuat saya gabung di VJC.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image10679625_10202911820945248_8647389277289386139_o

Kustomfest 2014, ketika seni dan kultur berpadu dengan motor dan mobil

image

KUSTOMFEST 2014 ini adalah kali ketiga diadakan di Jogjakarta, tepatnya di JEC (Jogja Expo Centre), yang pertama tentunya tahun 2012, lalu tahun 2013, dan sekarang ini yang ketiga kalinya. Acara ini selalu dilaksanakan pada minggu pertama bulan Oktober, akan tetapi karena bareng dengan Hari Raya Idul Adha, maka untuk tahun 2014 dimundurkan pada minggu kedua, untuk tahun tahun mendatang, tetap akan digelar di minggu pertama bulan Oktober, kecuali memang bareng dengan hari besar juga.

Kenapa acara ini musti digelar di Jogja? salah satu jawabannya adalah bahwa Jogja punya RUH seni yang tinggi, Jogja juga punya magnet tersendiri untuk menarik peserta dan penggiat adan penikmat sepeda motor dan mobil kustom untuk datang dengan senang hati, istilahnya ini adalah LEBARANNYA para pecinta kustom.

Menurut bro Nurfil (penggiat modifikasi), bahwa perkembangan kustom kultur ini sangat cepat dan beragam, antara lain karena adanya unit, bahan, gaya hidup/life style, dll.

Sementara itu menurut bro Andika Gunadarma pendiri CAFE RACER INDONESIA, bahwa pecinta cafe racer dari awalnya tahun 2008 hanya ada 10 member, saat ini sudah ada 20.000 member, dan uniknya di CRI ini semua member equal, tidak ada pengurus resmi dan tidak ada anggota, semua sama kedudukannya sebagai member.

Bro Yayank dari Gear Head Monkey Garage yang telah 10 tahun berkecimpung dalam dunia kustom, mengatakan bahwa saat ini memang ada pecinta kustom tapi ada pula calo modifikasi.

Dan inilah bro LULUT yang merupakan penggagas kustomfest mengatakan bahwa dulu kala kustom hanya sebagi pemanis sebuah event, sehingga timbul keinginan untuk membuat gelaran kustomfest seperti yang sekarang ini yang awalnya memerlukan riset selama dua tahun untuk mencari bentuknya sampai bisa kita lihat seperti hari ini. Sehingga sekarang ini Kustomfest bisa dinisbatkan sebagai LEBARANNYA para pecinta kustom.

Sebenarnya kustom bukan hanya pada motor, dan definisi kustom sendiri sebenarnya adalah merubah motor atau mobil menjadi SEMAUNYA GUE, “iki lho karepku”, misal merubah pelek dan ban saja sudah bisa dikatakan KUSTOM.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Koboys : Soegax, Irawan, Begawan Gora, Hadiyanta, Joko ponorogo, duduk : Amama.

image

image

image

image

image

image

Solusi manasi mobil di garasi dengan pralon buangan keluar rumah

image

image

Kemarin pas saya ke rumah adik di banjarnegara, saya lihat dirumah ada pralon keatas nembus genteng. Setelah saya perhatikan ternyata itu jalur buangan asap knalpot dari motuba blazer yang memang lebih banyak ngendon di garasi ketimbang dipakai keluar.

Maklum tempat kerja adik saya cuma sekitar 5 menit dari rumah jika naik motor. Kalau pakai mobil malah ribet dan tidak efisien juga.

Jadi blazer ini mayoritas hanya digunakan saat mudik ke Jogja. Emang nyaman banget perjalanan Tegal ke Jogja yang kisaran 200 km pakai blazer.

Karena jarang keluar maka hanya rutin dipanasi di garasi, dan solusi biar asap tidak mencemari ruangan dalam rumah maka oleh adik saya dibikinkan buangan nembus ke genteng, kira kita 6 meter keatas lalu terbuang bebas diatas rumah. Jadi tidak mengganggu tetangga juga.

Uniknya untuk flexible dari knalpot ke pipa paralon, memakai ban dalam motor, mungkin ini cuma sementaun nanti bisa diganti dengan pipa flexible yang lebih baik.

Nah jadi bagi yang punya mobil dan lebih banyak ngendon di garasi, silahkan tiru cara adik saya ini.

Kemarin lupa tidak foto pralon yang keatas nembus genting. Tapi bisa dibayangkan itu rumah adik saya dan motor saya tepat didepan garasi. Dan mobil blazer menghadap keluar. Jadi knalpot ada di sisi kanan mobil.

image

image

Kopdar motuba kedua di JEC Jogja

Ini adalah kali kedua saya kopdar motuba di Jogja, kali ini tempatnya di JEC, saya dan keluarga saya cuma nebeng Jeng Tina milik om Aziz, heboh juga jeng tina bisa ngangkut 4 dewasa, 2 anak anak, dan satu balita.

Kami berangkat selepas sholat maghrib dari rumah saya, dengan terlebih dulu ada trobel accu milik jeng tina yang kurang nyetrum, sehingga akhirnya nyopot dari Jovan saya dan dipasang di jeng tina.

Sampai di JEC langsung parkir di sisi barat paling utara depan ATM Mandiri, lalu kami menuju tempat kopdar di FoodCourt sisi barat parkiran JEC. Sudah berkumpul beberapa sedulur motuba, sayang om Teguh yang sudah di JEC dari jam 16, sudah pulang duluan sebelum kami tiba.

Yang datang kopdar antara lain

1. Aziz dengan Jeng Tina

2. Gita indriya pakai Terri

3. Roro Mendut pakai Feroza Daihatsu

4. Ariyanto

5. Andhika pakai Lancer

6. Sari Yanto Ford Putih

7. Yohanes Dwi Indarto pakai Mazda

8. Ari Kusuma pakai Forsa

9. Hadiyanta fam nebeng jeng tina

10. Fendiatmoko

11. Teguh pakai motuba mobiliyo :-D

Sementara bapak-bapak kopdar, maka istri saya dan istri om Aziz beserta dengan anak-anak muter muter nonton pameran di Hall JEC. Jadi enggak bete nungguin orang kopdar :-D

Akhirnya motuba masing-masing kita pindah jadi satu disebelah barat gedung JEC, sehingga bisa difoto foto dengan cantik, saya nyoba motubanya mbak Roro Mendut yaitu Feroza, wuah ini motuba masih kaleng ori, dan setirane penak tenak. Maklum sehari hari saya pakai jovan yang belum power steering sih. Jadi gumun nyopir Feroza yang gede gini dengan setiran kecil tapi enak banget handlingnya.

Lalu saya mborong 6 stiker motuba sama om Sari yanto, total Rp. 54.000, untuk saya bagikan ke dulur-dulur motuba lainnya yang tidak sempat ikut kopdar kali ini.

Kopdar motuba ini tidak wajib, pokoknya kalau bisa datang ya datang, kalau tidak bisa ya enggak apa apa, tidak ada paksaan apapun, dibuat heppy saja.

Motuba13 motuba14 motuba15 motuba16 motuba17 motuba18 motuba19 motubaJEC1 motubaJEC2 motubaJEC3 ??????????????????????????????? motubaJEC5 ??????????????????????????????? ??????????????????????????????? ??????????????????????????????? ??????????????????????????????? ??????????????????????????????? ???????????????????????????????

image

Nempel di katana

Akhirnya ikut antri Premium di SPBU TERBAN JOGJA

image

image

Akhirnya saya tadi pagi jam 9:20 mulai start ikut antri bensin setelah ambil servisan laptop lenovo di harrisma. Saya antri di POM TERBAN, sebelah selatan harrisma.

Oh iya tadi jalan C SIMANJUTAK ini ternyata searah sekarang, hanya keselatan. Jadi tadi saya dari barat kudu lewat Cik Di Tiro baru kemudian belok kiri bunderan UGM menuju arah barat lalu belok kiri di depan MIROTA KAMPUS menuju selatan ke harrisma.

Oleh mas conter CS harrisma saya diberitahu bahwa pom terban ada 4 pompa/selang untuk premium motor, jadi bisa lancar dan cepat. Dan terbukti saya antri 40 menitan sudah dapat giliran. Saya antri di kiri. Tadi antrinya motor dari arah utara pom terban, jejer dua dua.

Untunglah boleh full tank, dan tadi si BLACK COYOTE, pulsar saya bisa minum Rp. 71.000 alias hampir 11 liter. Dengan kapasitas tangki 18 liter (katanya sih) maka dengan estimasi per liter bisa ngaspal 35 km maka paling tidak saya bisa ngaspal 600 km kedepannya. Harga premium masih Rp. 6.500 per liter.

Tadi pagi saya lewati 3 pom bensin antrinya luar biasa semua. Bahkan kabar dari teman via bbm bahwa sore ini juga masih meriah antrinya.

Dikabari mas FUAD APA SUSAH pelawak jogja yang kebetulan adik kelas sma saya, bahwa di pom candi mas sedayu bisa selo jam 01:00-04:00

image

image

image

Saya memang butuh bbm untuk ngantor di gunungkidul yang jaraknya 80 km PP. Jadi sehari minimal 2 liter bensin saya habiskan. Naik sepeda onthel ya gak bisa karena jalan nanjak dari 100 dpl menuju 500 dpl. Nuntun coy.

image

image

image

image

image

image

image

image

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.462 pengikut lainnya.