Hasil coblosan DPRD SLEMAN di TPS saya

image

image

Dan pemenangnya adalah PDIP

About these ads

Hasil coblosan DPRD DIY di TPS saya

image

image

Inilah hasil coblosan DPRD TINGKAT PROPINSI DIY di TPS saya.

Juaranya adalah MUHAMMMAD ZAYID, Caleg PPP, ini adalah sahabat dan tetangga dekat saya :-D

Hasil coblosan DPR RI di TPS saya

image

Monggo di lihat langsung saja rekapannya. Ini di TPS tempat saya nyoblos.

Hasil coblosan DPD di TPS saya

image

Inilah rekap hasil coblosan DPD di TPS saya.

Pemenangnya adalah GKR HEMAS.

Suanana coblosan di TPS saya

image

9 April 2014. Hari Rabo Pon. Hari coblosan bagi bangsa indonesia. Tidak terkecuali dengan saya. Dapat undangan nyoblos di TPS nomer 13 di rumah pak kepala dusun. Saya berangkat jam 11 lebih. Biar tidak antri. Tapi ternyata antri juga walau tidak terlalu lama. Malah saya bisa lebih memantabkan hati melihat lihat calon yang ada ditempel jelas di dinding rumah pak kadus.

Terlihat banyak juga yang antusias melihat lihat dulu sambil menunggu giliran nyoblos. Kalau saya ya manfaatkan untuk jeprat jepret mengabadikan suasana coblosan.

image

Daftar pertama adalah daftar DPR KABUPATEN SLEMAN. Dari rumah sih saya sudah ada jago untuk dicoblos. Kebetulan pula masih mas saya hehe :-D
Semoga dia terpilih dan amanah. Amin.

image

image

Lalu lihat daftar kedua yaitu DPRD PROPINSI DIY. Juga sudah ada inceran untuk dicoblos. Tetangga dan kebetulan teman dekat saat masih jaman jaman kuliah dulu. Insya Allah beliau amanah dan lurus dan semoga jadi. Amin.

image

image

Daftar ketiga adalah DPRRI, kali ini saya dari rumah belum punya calon dicoblos. Niatnya nyoblos partainya saja. Tapi tadi setelah melihat lihat di daftar kok saya mending nyoblos nomernya juga. Saya bagaimanapun merasa berhutang budi pernah SMP dan SMA yang bangunan sekolahnya dulu dibangun keluarga besar ini. Dan lagi pula rejeki saya saat ini dari Allah untuk saya dan keluarga juga, perantaranya lewat perusahaan yang dimiliki petinggi partai ini. Saya bukan orang yang tidak tahu balas budi.

image

image

Dan terakhir adalah daftar DPD RI, tentu saja saya pilih junjungan saya, junjungan kawulo Ngayojokarto :-D

image

image

image

image

Urutan coblosan ini sebagai berikut.
1. Datang bawa undangan seperti foto pertama.
2. Undangan diserahkan kepada petugas.
3. Tunggu panggilan lalu masuk untuk mendapat empat surat suara
4. Menuju bilik coblosan.
5. Buka satu persatu kertas suara, saya buka lebar dan saya terawang untuk memastikan tidak ada cacat.
6. Pastikan dulu yang dibuka kertas suara untuk yang mana. Santai saja. Lihat seksama. Setelah yakin baru dicoblos calegnya.
7. Lipat kertas suara. Ulangi langkah keenam untuk 3 kertas suara lainnya.
8. Menuju 4 box kotak suara. Pastikan dimasukkan dengan benar sesuai warna.
9. Celupkan jari di tinta.
10. Selesai.
11. Alhamdulillah semoga barokah.

Saya tadi dari rumah wudhu dahulu. Biar badan dan hati suci terbebas dari godaan syetan yang selalu menggoda. Bisa saja kan di bilik coblosan jadi bingun dan salah coblos.

Saya sudah tunaikan kewajiban sebagai warga negara untuk mencoblos. Besok kalau caleg yang saya coblos bisa JADI maka saya bisa mengkritiknya jika melenceng.

Sekian terimakasih.

PutihIjoKuningEmas :-D

Dari semua pilihan saya diatas. Tidak ada satupun serangan fajar hinggap ke saya. Mungkin yang nyerang bingung karena saya multi partai dan multi person caleg. Saya tidak fanatik pada satu partai apapun.
image

image

image

image

image

image

image

Harga bbm, harga emas, demo buruh, upah buruh, dan uang kertas! apa hubungannya?

Tergelitik melihat tayangan hari buruh di TV, melihat antrian mobil dan motor beli solar dan premium, melihat demo buruh menuntut gajinya naik, melihat presiden/pemerintah yang serba salah mau menaikkan harga BBM, maka saya coba urun tulisan saja, semoga saja bukan malah menambah ruwet masalah.

Berikut ini harga emas dari beberapa kurun waktu  yang saya dapat dari paman google : Data harga emas per-gram dalam satuan Rupiah:

-1991 = +/- 13.522,-

-1996 = +/- 33.647,-

-2001 = +/- 83.724,-

-2006 = +/- 208.333,-

-2011 = +/- 518.400,-

-2013 = +/- Rp 535.000,-

 

Lalu coba amati gambar dibawah ini yang juga saya dapat di google, yaitu harga BBM dari waktu ke waktu

 

Harga BBM

Harga BBM

suaramerdeka.com - Harga logam mulia emas 24 karat PT Aneka Tambang Tbk (Antam), pada akhir bulan, Selasa (30/4/2013), bertahan di level Rp533.000 per gram. Sedangkan harga beli kembali (buyback) emas Antam naik Rp4.000 menjadi Rp460.000 per gram.

Saya punya motor pertama kali dibelikan orang tua saya pada tahun 1988, sehingga saya pernah menikmati harga bensin premium yang Rp. 150/ Liternya. Tetapi biar bisa dibandingkan dengan harga emas saat itu, maka saya ambil harga premium tahun 1991 yang Rp. 550/L, sedangkan harga emas tahun 1991 adalah Rp. 13.522/gram. Jadi tahun 1991 kalo saya punya emas murni 1gram yang harganya adalah Rp. 13.552, maka bisa beli premium yang harganya Rp 550/L sebanyak 24,64 Liter.

Ajaibnya ternyata secara tidak sengaja saya menemukan emas 1 gram saya pada tahun 1991 yang dulu saya anggap hilang, ternyata ketemu di antara buku buku lama saya, nah setelah emas tersebut saya jual, maka laku Rp. 460.000,- dan dengan uang ini, saya belikan bensin premiun yang harganya Rp. 4.500/L, maka akan dapat 102,22 liter.

Sama sama dengan emas murni 1gram, ternyata tahun 1991 hanya bisa beli 24,64 liter premium, sedangkan hari ini bisa dapat 102,22 liter, ah ternyata jaman dulu harga premium lebih mahal ya (dengan nilai takar emas murni lho).

Seandainya harga premium selalu mengikuti harga emas murni atau kurs emas dunia, maka saat ini dg perbandingan harga emas murni dan harga premium tahun 1991, seharusnya harga premium saat ini adalah kisaran Rp. 18.669,19 / Liter. Padahal harga premium sekarang cuma Rp 4.500/Liternya. Murah beneerrrr ya.

Nah sekarang soal permintaan buruh yang mesti tiap tahun demo minta kenaikan Upah. Kenapa selalu dirasa upah yang didapat tidak bisa mengejar harga kebutuhan hidup terutama yang pokok. Sebabnya adalah karena NILAI uang kertas nyatanya memang mengalami menyusutan terus. Bagaimana misalnya kalau buruh minta gajinya standar BERAS SEKILO yang paling enak, yang dimakan para pemimpin negeri ini? repot juga ya. Atau coba pakai standar harga beli emas ANTAM saja, bisa kok tiap hari di cek di internet. Seperti kutipan saya diatas yang warna orange, harga BELI emas antam adalah Rp. 533.000/gram. Jadi minta saja upah minimal buruh adalah 6 kali harga emas antam. Perjanjiannya harga emas pas tanggal 1 tiap bulannya. Nanti jika harga emas naik, maka gaji otomatis naik, begitu pula saat harga emas turun, maka gaji ikut turun, repot ya? tapi insya Allah ini lebih adil, menggunakan uang sunnah yaitu dinnar dan dirham, dinar adalah emas, dirham adalah perak dengan ukuran tertentu yang sudah distandarkan, dinar dan dirham adalah mata uang yang disebutkan di dalam Al Quran.

1. Al-Qur’an surat Ali-Imron ayat 75.

Al-Qur’an surat Ali-Imron ayat 75.

Al-Qur’an surat Ali-Imron ayat 75.

“Dan diantara Ahli Kitab ada yang jika engkau percayakan kepadanya harta yang banyak, niscaya dia mengembalikannya kepadamu. Tetapi ada (pula) diantara mereka yang jika engkau percayakan kepadanya 1 (satu) Dinar, dia tidak mengembalikannya kepadamu, kecuali jika engkau selalu menagihnya. Yang demikian itu disebabkan mereka berkata, “Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi.”  Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Alloh, padahal mereka mengetahui”.

2. Al-Quran surat Yusuf ayat 20

Al-Quran surat Yusuf ayat 20.

Al-Quran surat Yusuf ayat 20.

“Dan mereka menjualnya (Yusuf) dengan harga rendah, yaitu beberapa Dirham saja, sebab mereka tidak tertarik kepadanya”.

Beginilah adanya sekarang ini, disatu sisi harga bbm (emas hitam) yang dijual terlalu murah karena adanya subsidi, pemerintah inginnya harga bbm mengikuti harga dunia, sedangkan harga dunia sesungguhnya juga tergantung harga emas murni. Disatu sisi pemerintah memberikan gaji ke buruh dengan uang kertas yang nilainya makin berkurang dari waktu ke waktu. Jadi beginilah carut marutnya eknomoni uang kertas ini.

salah nabung? kayaknya iya!

Sejak kelas dua SD, anak-anak saya ikutkan tabungkan pendidikan (tidak perlu saya sebut saya ikut apa), intinya adalah tiap bulan autodebet dari rekening saya. Awalnya saya memang hanya Rp. 100.000/bulan, karena dua anak maka otomatis tiap bulan langsung kepotong Rp. 200.000 dari rekening saya. Semula dengan berjalannya tahun dan naiknya gaji saya, maka saya ingin menaikkan nominal tabungan pendidikan kedua anak saya, tetapi setelah baca-baca tentang uang kertas dan uang elektronik, niat tersebut saya urungkan, mengapa? oke mari kita coba kupas perlahan-lahan.

Saya mendapat tabel perkiraan harga emas dari

http://www.ayo-investasi.com/prediksi-harga-emas-2010-2015.html sebagai berikut :

ARGE PER GRAM Tahun ke Tahun
360,000.00 2009
432,000.00 1 2010
518,400.00 2 2011
622,080.00 3 2012
746,496.00 4 2013
895,795.20 5 2014
1,074,954.24 6 2015
1,289,945.09 7 2016
1,547,934.11 8 2017

Mari kita mulai. Anggap saja mulai Januari 2009 saya menabung Rp. 360.000 dan ini autodebet, sehingga sampai Desember tahun 2014 saya tiap bulan akan selalu nabung sebanyak Rp. 360.000 tiap bulannya. Oh ternyata Rp. 360.000 ini setara dengan harga emas murni 24 karat seberat 1 gram.

Selanjutnya biar mudah dilihat, mari saya tampilkan tabel tabungan saya sebagai berikut :

A

B

C

D

E

F

G

No

Bln

Thn

Emas/gram

Nabung/bulan

Gram

Gram

1

1

2009

360.000

360.000

1,00

1

2

2

2009

360.000

360.000

1,00

1

3

3

2009

360.000

360.000

1,00

1

4

4

2009

360.000

360.000

1,00

1

5

5

2009

360.000

360.000

1,00

1

6

6

2009

360.000

360.000

1,00

1

7

7

2009

360.000

360.000

1,00

1

8

8

2009

360.000

360.000

1,00

1

9

9

2009

360.000

360.000

1,00

1

10

10

2009

360.000

360.000

1,00

1

11

11

2009

360.000

360.000

1,00

1

12

12

2009

360.000

360.000

1,00

1

13

1

2010

432.000

360.000

0,83

1

14

2

2010

432.000

360.000

0,83

1

15

3

2010

432.000

360.000

0,83

1

16

4

2010

432.000

360.000

0,83

1

17

5

2010

432.000

360.000

0,83

1

18

6

2010

432.000

360.000

0,83

1

19

7

2010

432.000

360.000

0,83

1

20

8

2010

432.000

360.000

0,83

1

21

9

2010

432.000

360.000

0,83

1

22

10

2010

432.000

360.000

0,83

1

23

11

2010

432.000

360.000

0,83

1

24

12

2010

432.000

360.000

0,83

1

25

1

2011

518.400

360.000

0,69

1

26

2

2011

518.400

360.000

0,69

1

27

3

2011

518.400

360.000

0,69

1

28

4

2011

518.400

360.000

0,69

1

29

5

2011

518.400

360.000

0,69

1

30

6

2011

518.400

360.000

0,69

1

31

7

2011

518.400

360.000

0,69

1

32

8

2011

518.400

360.000

0,69

1

33

9

2011

518.400

360.000

0,69

1

34

10

2011

518.400

360.000

0,69

1

35

11

2011

518.400

360.000

0,69

1

36

12

2011

518.400

360.000

0,69

1

37

1

2012

622.080

360.000

0,58

1

38

2

2012

622.080

360.000

0,58

1

39

3

2012

622.080

360.000

0,58

1

40

4

2012

622.080

360.000

0,58

1

41

5

2012

622.080

360.000

0,58

1

42

6

2012

622.080

360.000

0,58

1

43

7

2012

622.080

360.000

0,58

1

44

8

2012

622.080

360.000

0,58

1

45

9

2012

622.080

360.000

0,58

1

46

10

2012

622.080

360.000

0,58

1

47

11

2012

622.080

360.000

0,58

1

48

12

2012

622.080

360.000

0,58

1

49

1

2013

746.496

360.000

0,48

1

50

2

2013

746.496

360.000

0,48

1

51

3

2013

746.496

360.000

0,48

1

52

4

2013

746.496

360.000

0,48

1

53

5

2013

746.496

360.000

0,48

1

54

6

2013

746.496

360.000

0,48

1

55

7

2013

746.496

360.000

0,48

1

56

8

2013

746.496

360.000

0,48

1

57

9

2013

746.496

360.000

0,48

1

58

10

2013

746.496

360.000

0,48

1

59

11

2013

746.496

360.000

0,48

1

60

12

2013

746.496

360.000

0,48

1

61

1

2014

895.795

360.000

0,40

1

62

2

2014

895.795

360.000

0,40

1

63

3

2014

895.795

360.000

0,40

1

64

4

2014

895.795

360.000

0,40

1

65

5

2014

895.795

360.000

0,40

1

66

6

2014

895.795

360.000

0,40

1

67

7

2014

895.795

360.000

0,40

1

68

8

2014

895.795

360.000

0,40

1

69

9

2014

895.795

360.000

0,40

1

70

10

2014

895.795

360.000

0,40

1

71

11

2014

895.795

360.000

0,40

1

72

12

2014

895.795

360.000

0,40

1

Rp. 25.920.000

47,89 gram

72 gram

Rp. 25.920.000

Rp. 42.897.246

Rp. 64.497.240

28,94 Gram

Rp. 16.977.246

Rp. 38.577.240

Dari tabel diatas terlihat saya menabung selama 72 bulan (lihat kolom A)

Ternyata jumlah uang tabungan pendidikan saya total adalah Rp. 360.000 X 72 bulan = Rp. 25.920.000,-

Pada Akhir bulan Desember 2014, ketika uang Rp. 25.9200.000,- ini saya ambil dan misal saya belikan emas, ternyata hanya dapat untuk membeli emas sebanyak 28,94 gram, karena harga emas saat itu adalah Rp. 895.795,- per gram. (lihat kolom E)

Masih mending sebenarnya jika uang Rp. 360.000 itu tiap bulan saya ambil lalu saya belikan emas murni, maka setelah 72 bulan, maka emas saya terkumpul sebanyak 47,89 gram, dan jika ini saya uangkan maka akan menjadi 47,89 gram X Rp. 895.795 = Rp. 42.897.246,- Lumayankan dengan cara begini ternyata hasil akhirnya saya punya jumlah uang lebih banyak ketimbang saya nabung uang Rp. 360.000 dalam wujud uang. (lihat kolom F)

Sekarang coba kita hitung selisih menabung uang tunai dibanding dengan menabung dengan emas.

Nabung Emas kolom F (Rp. 42.897.246) dikurangi Tunai kolom E (Rp. 25.920.000) = Rp. 16.977.246

wow ada selisih sebanyak Rp. 16.977.246 lhooooo, lantas kemana larinya uang sebanyak itu?

Sekarang lihat kolom G, ini metode menabung emas, jadi tiap bulan saya menabung emas 1 gram, tidak perduli berapa harganya karena pasti tiap bulan akan berbeda dan cenderung naik. Maka setelah 72 bulan otomatis saya punya emas murni sebanyak 72 gram, dan ketika bulan Desember 2014 saya jual untuk biaya pendidikan anak saya, maka 72 gram X Rp. 895.795 = Rp. 64.497.240.

===========================================================================
Sekarang coba dibalik, misal tahun 2009 saya punya yang Rp. 64.497.240,- dan uang ini saya tabung saya biarkan saja, nanti tahun 2014 bulan desember baru saya ambil.

64.497.240

uang ditabung tahun 2009

360.000

harga emas 2009

179,159

gram

Jadi uang saya tahun 2009 jika saya kurs emas dengan harga Rp. 360.000/gram akan didapatkan emas 179,159 gram emas murni.

Saat akhir desember 2014 uang saya tersebut saya ambil, dan saya kurs emas, maka hasilnya sbb :

64.497.240

uang tahun 2014

895.795

harga emas 2014

72

gram

wow selisihnya 179 – 72 = 107 gram raib.

Sengaja dalam tulisan ini saya tidak memperhitungkan BUNGA BANK, karena acuan saya adalah EMAS MURNI yang tidak mungkin beranak. Artinya saat tahun 2009 saya punya emas misal 10 gram, dan saya simpan di rumah atau di bank atau di safety box, maka emas tersebut tetap saya 10 gram saat tahun 2014 saya ambil dan saya jual, yang berbeda adalah saat tahun 2009 harga emas adalah Rp. 360.000/gram, sedangkan pada 2014 harga emas kira-kira Rp. 895.795/gram.

Jadi anda pilih nabung cara bagaimana? monggo saja. oh iya kira kira tahun 2014 punya uang 64 juta dibanding dengan tahun 2009 punya uang dengan jumlah yang sama, kira kira bisa beli berapa ekor kambing ya? dengan jenis dan besar yang kurang lebih sama lho.

Berikut ini ada beberapa tulisan menarik dari kompasiana semoga bisa makin memberikan pencerahan tentang apa itu UANG KERTAS, RIBA, dan UANG SUNAH.

http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2013/02/22/kekeliruan-umum-tentang-uang-kertas-536111.html

http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2013/02/22/runtuhnya-uang-kertas-536219.html

http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2013/02/23/makin-banyak-nonmuslim-gunakan-dirham-dan-dinar-536295.html

http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2013/02/22/cara-bebas-dari-hutang-537167.html

era tv digital teresterial dan peluang pemilu 2014

Beralihnya teknologi siaran pemancar tv analog yang dipakai saat ini, dengan diganti memakai teknologi tv digital DVB-T2, maka yang paling kelihatan keuntungannya adalah dengan bertambahnya jumlah siaran tv yang bisa disiarkan dalam suatu wilayah, yaitu ada 72 siaran tv bisa dinikmati oleh pemirsa, yang pada awalnya hanya dibawah 20 tv saat pemancar tv analog.

Jadi hitungan kasar, akan bisa ditampung 52 siaran tv baru di setiap wilayah, dan televisi baru ini tidak perlu mempunyai pemancar, karena pemancarnya cukup sewa saja ke NETWORK PROVIDER yang kurang lebih biaya sewanya adalah kisaran 80 juta sampai 100 juta per bulan.

Lalu apa hubungannya dengan pemilu 2014? mudah saja, televisi adalah media yang paling mudah dinikmati, dan hampir semua wilayah sudah dijangkau. Maka tidak akan heran jika besok prediksi saya akan muncul televisi A, B, C dst yang berafiliasi ke partai tertentu, dan pastinya isinya untuk menaikkan citra dari partai politik atau calon presiden yang diusung, sah sah saja tentunya, namanya juga usaha, dan masyarakat dari sekarang harus sadar informasi, sadar media.

Saya ingat pemilu yang lalu, partai politik dan calon presiden memakai media tabloid untuk mencitrakan partai dan calon presidennya. Jadi wajar bila sekarang melangkah ke televisi untuk melengkapai media sosial network seperti twitter dan facebook.

Jadi mari kita tunggu saja, apakah prediksi saya ini besok menjadi kenyataan atau tidak. Dengan uang 100 juta perbulan, dan punya siaran televisi sendiri, adalah hal yang sangat-sangat murah bagi partai politik atau calon presiden.

pemilukada di Sleman

Hari ini tanggal 23 Mei 2010 adalah hari pencoblosan di Kabupaten Sleman, Bantul dan GunungKidul. Memang bener-bener dicoblos, tadi saya nyoblos pakai paku besar, dibawahnya dilapisi gabus, mantaf nyoblosnya, aku nyoblos pecinya, sampai bersuara blus paku kena gabus.

Kertas Suara diberikan dalam keadaan terbuka

Coblosan sampai jam 13:00, dan saya berangkat nyoblos sama istri kira-kira jam 11 siang, dan suasana TPS lumayan sepi saya hanya antri sekitar 5 menit sudah selesai. Saya sendiri dari awal sudah punya jagoan yang akan saya coblos, jadi saya tidak perduli dengan jago-jago yang lain, bahkan baru tadi saya tahu nomer urut dari jago yang saya coblos, karena biasanya walaupun di jalan ada poster dan segala macamnya, saya cuekin saja tidak saya masukkan ke memori otak, menuh-menuhin memori saja.

Tampaknya pemilukada di Sleman ini memang berlangsung aman tenteram tanpa gejolak yang nampak dipermukaan, entah yang tidak tampak saya tidak tahu dan tidak perduli.

antriannya sedikit

Yang menang sepertinya Sri Purnomo, incumbent wakil bupati sleman, kalau dibaca polling di Harian KR jogja, yang menang poling untuk Sleman adalah Sri Purnomo, Bantul adalah Ibu Idham, GunungKidul adalah Sutrisno.

Selamat bagi pemenang, anda adalah pemimpin rakyat, bukan peminpin sebagian rakyat apalagi pemimpin bagi keluarga anda sendiri.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.297 pengikut lainnya.