Perbandingan Bigbike Honda CB650F dengan motor umumnya

IMG_20160419_060557

Saat saya foto foto sendiri pakai BigBike Honda CB650F, lalu saya uplaoad di Instagram, FB dan Twitter, banyak juga yang protes meminta perbandingan dengan motor lain, maklumlah karena badan saya yang lumayan tinggi besar dengan ukuran tinggi  176 cm dan berat kisaran 85 KG, terasa match dengan sosok CB650F ini.

Baiklah sekarang saya share ketika CB650F saya sandingkan dengan Honda PCX150 milik saya, honda Beat, honda Verza, Honda Tiger, jadi bisa dilihat perbandingan dimensinya secara lebih meyakinkan.

Jpeg

CB650F foto tanpa pembanding motor CC kecil

IMG_20160421_155252

IMG_20160425_125543

IMG_20160425_125945

IMG_20160425_130048

Jpeg

Jika dibandingkan dengan Honda Verza akan kelihatan mogenya

Jpeg

Dibandingkan dengan PCX, dimensinya hampir sama

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Parkiran kebun teh Nglinggo, diantara motor motor CC kecil

AHM Gelar Adu SkillBerkendara Big Bike antar Instruktur Safety Riding

Jakarta – Ajang kompetisi antar instruktur safety ridingHonda kini semakin sempurna. Untuk menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen di setiap lini bisnis, PT Astra Honda Motor (AHM) menyiapkan kategori baru dalam Astra Honda Safety Riding Instructors Competition (AHSRIC) 2016 yaitu Instruktur Big Bike danCommunity Advisor Wanita.

image

Sebagai salah satu bentuk komitmennya di bidang keselamatan berkendara, AHM secara rutin menggelarAHSRIC. Program ini dilakukan untuk memilih instruktur terbaik sekaligus menguji keterampilan berkendara mereka yang nanti akan menjadi agen keselamatan berkendara yang melatih konsumen Honda di setiap jaringan bisnis AHM di Tanah Air.
 

image

(kanan ke kiri) Margono Tanuwijaya, Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM) dan AKBP Agus Fajaruddin, SIK, Kasubdit Dikyasa Polda Kepri didampingi Manajemen PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) mengibarkan bendera start tanda dimulainya final kompetisi Astra Honda Safety Riding Instructor Competition (AHSRIC) di Batam (18/5). Ajang kompetisi antar Instruktur safety riding Honda kini semakin sempurna dengan kategori baru yaitu Instruktur Big Bike dan Community Advisor Wanita yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di setiap lini bisnis Honda.

Tahun ini, untuk memilih instruktur terbaik, proses seleksi kompetisi yang bertemakan “Satu Hati Selamat di Jalan” ini dilakukan secaraberjenjang mulai di tingkat regional dengan total peserta3.030 orang. Sejak Februari 2016, tersaring 125 peserta untuk bertanding pada puncakacara AHSRIC 2016 di Stadion Olahraga Temenggung Abdul Jamal, Batam pada 16-18 Mei 2016. Mereka terdiri dari 45 instruktur pria, 13 instruktur wanita, 10 dealer advisor, 48 community advisor pria dan 9 community advisor wanita.

 

Sejalan dengan masuknya AHM ke bisnis big bike, dibukalah kategori baru untuk mengalibrasi skill berkendara para instruktur Honda, agar dapat lebih maksimal melatih berkendara secara aman dan benar di jalan raya untuk para pengguna big bike Honda.

 

GM Marketing Planning & Analysis Division AHM Agustinus Indraputra mengatakan penambahan kategori baru pada AHSRIC 2016 ini merupakan salah satubentuk komitmen perusahaan dalam memberikan edukasi dan menemani konsumen di berbagai lapisan masyarakat dalam berkendara.

 

“Seperti jenis motor yang lain,skill berkendara instruktur untuk big bike Honda juga perlu terus dikalibrasi apalagi karakter motornya memang berbeda dan butuh keterampilan khusus. Sementara peserta wanita dari komunitas pecinta sepeda motor diharapkan dapat memberikan pendekatan yang lebih efektif dalam memberikan edukasi safety riding khususnya untuk kaum hawa.”

 

Dalam kompetisi ini, setiap peserta mengikuti serangkaian uji kompetensi standar internasional safety ridingHonda. Materi ujinya meliputi pengetahuan terkait keselamatan berkendara, kemampuan melakukan edukasi dengan beragam alat peraga, dan keterampilan berkendara yang mencakup teknik pengereman, pengendalian, kestabilan, pengoperasian sepeda motor,dan posisi berkendara yang baik dan benar di berbagai kondisi melalui sesi praktik Braking, Riding Plank, dan Slalom Course.

 

“Setiap peserta akan mengemban tugas sebagai ambassador safety ridingHonda di daerah masing-masing dan Pemenang AHSRIC 2016 ini akan melanjutkan uji kompetensinya di level internasional yaitu pada ajang The 17th Safety Japan Instructors Competition di Suzuka, Jepang, Oktober nanti.”

 

Edukasi di Setiap Wilayah

 

Sebagai instruktur terpilih, peserta AHSRIC 2016 ini akan menjalankan tugas edukasisafety riding di wilayah main dealer yang mengutusnya. Sebagai agen keselamatanberkendara mereka mendapat tugas untuk menyusun programkampanye keselamatan berkendara untuk mempercepat terbentuknya karakter dan budaya tertib berlalu lintas.

 

Edukasi dilakukan di berbagai lapisan masyarakat mulai dengan memberikan pelatihan kepada komunitas, sekolah, perguruan tinggi, hinggainstitusi swasta dan pemerintah. Pemberian edukasi dikemas dalam bentuk seminaratau kampanye keselamatan berkendara bertajuk SafetyRiding Day yang mengusungkonsep menarik seperti games, kompetisi, pameran, dan taman lalu lintas. Tercatatat setidaknya 13,7 juta orang sudah mengikusi edukasi safety riding yang diadakan AHM dan jaringan main dealernya.

 

Dalam mendukung aksinya tersebut, AHM beserta main dealer juga memiliki berbagai fasilitas ajar seperti 1.000 unitalat peraga Honda Riding Tainer serta 5 Safety Riding Center yang berada di Serang (PT Mitra Sendang Kemakmuran), Jakarta (PT Wahana Makmur Sejati), Jambi (PT Sinar Sentosa Primatama), Yogyakarta (Astra Motor Yogyakarta) dan Surabaya (PT Mitra Pinasthika Mulia).

 

Jakarta, 17 Mei 2016

PT Astra Honda Motor

Corporate Communication

Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi 021 6518080,3041-8080 ext.18111, 18113/email:corp.comm@astra-honda.com

 

Lebih dekat mengenal detil CB650F

Big Bike Honda CB650F ini memang terlihat sederhanya untuk ukuran motor besar, seakan “bajunya” dibuat fit ke tubuhnya, yaitu rangka dan mesin secara tidak berlebihan. Tetapi jangan salah soal tenaganya yang dibetot langsung ngacir.

Orang awam belum tentu paham kalau ini adalah motor besar, apalagi bisa saya yang bawa karena badan saya yang tinggi besar, sehingga proporsional dengan bentuk CB650F ini. Terkadang saya iseng sebelum berhenti saat lampu merah di Bangjo, maka saya raungkan sekali mesinnya, setelah itu saya diam cool, menunggu reaksi orang orang disekitar motor saya yang mencari sumber bunyi raungan moge.

Ada dua ciri khas yang memudahkan mengidentifikasi bahwa ini adalah moge, yaitu dilihat lenagan ayun belakang yang bentuknya spesial, besar dan kokoh, juga bisa dilihat pada 4 buah knalpotnya yang memang sangat mencolok bahkan ini satu satunya yang sengaja dipamerkan pada CB650F ini, karena tidak ditutup fairing. Baru kemudian bisa melihat dua cakram besar di roda depan dengan sistem pengereman yang sudah ABS, dan juga cakram lebih kecil di roda belaakang, kalau melihat hal ini baru terlihat dan menyadari bahwa ini adalah moge.

CB650F ini panel panel di setang kiri kanan juga sederhana, tidak ada yang aneh, dan seperti motor pada umumnya, mungkin ada satu tombol lampu DIM yang cukup menekan tombol indikator lampu dekat, jadi ini adalah tombol DIM sekaligus tombol pilihan lampu dekat, untuk pilihan lampu jauh tinggal menekan yang sisi atas. Ada tombol klakson pada posisi yang umum. Lalu ada tambahan tombol hazard diatas tombol klakson agak kanan. Tombol skalar sein ada paling bawah. Handle kopling juga relatif sederhana, yang saya suka dari kopling CB650F ini sangat ringan, tidak ada kamus tangan saya capek karena ngopling.

Untuk bagian setang kiri, hanya ada tombol engine cut off dan starter saja, karena CB650F ini sudah AHO, jadi tidak ada saklar lampu, motor menyala, maka lampu juga menyala.

Wis monggo selanjutnya silahkan lihat foto foto dibawah ini.
IMG_20160419_060121

 

IMG_20160419_060139

 

IMG_20160419_060208

 

IMG_20160419_060233

 

IMG_20160419_060315

 

Jpeg

 

Jpeg

Ukuran ban belakang

 

 

Jpeg

Petunjuk setelan rantai

 

Jpeg

 

Jpeg

Shock belakang

 

Jpeg

Sistem pemindahan giginya

 

Jpeg

Cakram belakang

 

Jpeg

Knalpot asli suaranya lembut, ini saya suka

 

Jpeg

 

Jpeg

Setang kiri

 

Jpeg

 

Jpeg

Stiker petunjuk di tangki

 

Jpeg

 

Jpeg

 

Jpeg

 

Konsumsi BBM Big Bike Honda CB650F dipakai harian

p_20160419_093502.jpg

p_20160419_061151.jpg

Lumayan telat baru bisa saya tulis sekarang, yaitu konsumsi BBM Big Bike Honda CB650F saat saya pakai harian. Semua BBM yang saya beli untuk CB650F ini adalah pertamax dengan harga Rp. 7650 per liter.

Saat saya ambil di Astra Motor Jombor, kondisi BBM full, ada di 3.418 KM.

Lalu setelah saya pakai, di 4.624 KM, saya pertama kalinya beli bensin pertamax, dengan harga Rp. 7.650 per liter, dan saya belikan full muat 9,795 Liter, kalau dirupiahkan menjadi Rp. 74.931,-.

Artinya jarak yang saya tempuh adalah 3.624 – 3.418 = 206 KM, sehingga 206 KM : 9,795 = 21, 0311 KM per liter.

Kemudian isi bensin pertamax yang kedua kalinya saat 3.848 KM, saya isi full juga, kali ini muat 11,363 Liter, kalau dirupiahkan menjadi Rp. 86.927 ,-

Artinya jarak tempuhnya 3.848 – 3.624 = 224 KM, sehingga 224 KM : 11,4 liter = 19,6 KM per liter.

Kemudian isi bensin pertamax yang ketiga kalinya saat 4.047 KM, saya isi full juga, kali ini muat 9,736 Liter, kalau dirupiahkan menjadi Rp. 74.480,-

Artinya jarak tempuhnya 4.047 – 3.848 = 199 KM, sehingga 199 KM : 9,736 Liter = 20,4396 KM per Liter.

Jpeg

Jadi dari 3 kali mengisi PERTAMAX,

  1.  21, 0311 KM per
  2. 19,6 KM per liter.
  3. 20,4396 KM per Liter.

Sehingga rata ratanya adalah 61,06 KM/L : 3 = 20,4 KM per liter

Big bike honda CB650F ini 4 silinder, dengan pemakain harian saya menempuh jalan yang lancar, kadang jalanan macet, lewat pegunungan naik turun, lewat ringroad, lewat jalan perkotaan, intinya hampir semua jalanan saya coba.

Benar bahwa beli motor seharga kisaran 235 juta mungkin beli BBM tidak perlu dipikirkan lagi, tetapi kalau memang big bike bisa irit begini, kenapa enggak?

Sekali lagi bagi anda penyuka big bike yang silent, enak dikendalikan, untuk harian juga bisa, saat butuh kecepatan juga jangan ditanya lagi, untuk pelan juga nyaman, pilihan CB650F, empat silinder ini sungguh tepat.

 

Jpeg

Posisi di 3.418 KM, BBM full

 

bbm1

Beli BBM pertama kalinya, di 3.624 KM

 

Jpeg

3.624 KM

 

Pembelian BBM kedua di 3.848 KM

Pembelian BBM kedua di 3.848 KM

 

3.848 KM

3.848 KM pembelian BBM kedua kalinya

 

Jpeg

 

Pembelian ketiga di 4.047 KM

Pembelian ketiga di 4.047 KM

 

Jpeg

Hutan Pinus Mangunan

Bendera Merah Putih Berkibar 3 Kali di ATC Seri Sepang

Jakarta – Sang Saka Merah Putih kembali berkibar di podium  balap Asia Talent Cup (ATC). Kali ini Merah Putih berkibar 3 kali di seri ketiga ajang balap bergengsi di Asia di sirkuit Sepang, Malaysia setelah dua pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT), Andi Gilang dan Gerry Salim, berhasil menempati posisi puncak dan podium ketiga pada balapan yang berlangsung Sabtu-Minggu (14-15 Mei). 

image

Pebalap binaan AHM, Andi Gilang (tengah) dan Gerry Salim (kanan) berhasil naik podium setelah menempati posisi pertama dan ketiga di race pertama ATC 2016 seri Sepang (14-15/5).

Kesuksesan ini mengukuhkan prestasi pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang selalu berhasil mengibarkan Merah Putih kebanggaan masyarakat Indonesia sepanjang gelaran 3 seri ATC yang sudah berlangsung.

 

Prestasi membanggakan diukir Andi Gilang yang menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya diiringi pengibaran bendera Merah Putih dari podium tertinggi di race-1 ATC Sepang (14/5). Prestasi ini dilanjutkan pada race-2 saat pebalap muda ini  kembali mengibarkan Merah Putih dari podium ketiga (15/5). Melalui pencapaian ini, Andi Gilang memecahkan rekor ATC sebagai pebalap pertama yang berhasil meraih podium tertinggi lebih dari satu kali. Sebelumnya pada seri kedua di sirkuit Losail, Qatar, pebalap asal Bulukumba ini mencetakkan podium tertingginya untuk pertama kali (20/3).

 

image

“Saya bersyukur dapat selalu memulai balapan dari posisi kedua, sehingga dalam balapan race-1 maupun race-2 saya dapat menerapkan strategi untuk terus konsisten di barisan pebalap terdepan. Saya dapat mengakhiri kedua balapan dengan gemilang dan mempersembahkan pengibaran Merah Putih ini untuk masyarakat Indonesia. Mohon terus dukung saya pada seri-seri ATC berikutnya,” ujar Andi Gilang.

 

Pemimpin klasemen sementara balapan ATC hingga seri kedua lalu, Gerry Salim, turut menyumbang kebanggaan untuk Indonesia dengan mengibarkan bendera Merah Putih dari podium ketiga di race-1 kendati memulai balapan dari posisi keenam (14/5). Perjuangan untuk terus memberikan yang terbaik juga turut dipertunjukkan pebalap ini pada race-2. Namun sayang, pebalap ini tergelincir pada tikungan terakhir sebelum finish saat persaingan sengit dengan 2 pebalap lain di depannya. Kendati telah berusaha untuk kembali ke sirkuit, kondisi motor tidak memungkinkan sehingga pebalap ini terpaksa tidak dapat mengakhiri balapan race kedua.

 

image

“Pada sesi kualifikasi saya dapat meraih top speed tertinggi di antara pebalap lainnya. Hal ini menjadi modal kepercayaan diri saya untuk mencetak prestasi di kedua race. Saya berusaha menjaga performa balap saya secara stabil dan mengerahkan seluruh tenaga saya pada lap terakhir. Namun saya kehilangan kendali motor saat lap terakhir di race2 dan gagal finish. Saya masih tidak puas dengan hasil ini dan akan mempersembahkan kejutan prestasi balap yang lebih baik di seri berikutnya,”ujar Gerry Salim.

 

GM Marketing Planning & Analysis Division AHM Agustinus Indraputra mengatakan pebalap-pebalap muda Indonesia saat ini menjadi kekuatan menakutkan bagi 16 pebalap dari 8 negara lain di ajang ATC 2016. Berbagai kemenangan yang berhasil diraih menunjukkan kompetensi balap para pebalap Indonesia terus meningkat sebagai bekal untuk menapaki babak baru jenjang balap di berbagai kejuaraan internasional menuju MotoGP.

 

“Kemenangan para pebalap sepanjang ATC 2016 ini adalah hasil kerja keras dan persiapan matang yang dilakukan pebalap ini jauh-jauh hari sebelum balapan berlangsung. Saya berharap para pebalap ini selalu tidak puas terhadap skill balapnya sehingga terus berjuang lebih keras lagi meningkatkan kompetensi balapnya untuk mengukir prestasi-prestasi membanggakan berikutnya di ATC maupun ajang balap internasional lainnya. Kami pun juga tidak akan berhenti memberikan dukungan untuk semangat juang mereka.”

 

Sementara itu, rekan setim Irfan Ardiansyah juga turut membuahkan hasil positif. Pebalap ini sempat terjatuh di race-1 yang mengakibatkan nyeri pada kaki kanannya. Namun pebalap ini menunjukkan kegigihan perjuangannya di tengah rasa sakit yang dideritanya dengan menyelesaikan balapan pada posisi 8 besar di race-2.

 

ATC 2016 masih menyisakan 3 seri balap, yaitu September di Sirkuit Zhuhai, China dan Oktober di sirkuit Motegi, Spanyol serta sirkuit Sepang, Malaysia.

 

Jakarta, 15 Mei 2016

PT Astra Honda Motor

Corporate Communication

Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi 021 6518080,3041-8080 ext.18111, 18113/email:corp.comm@astra-honda.com

 

AHM Mulai Buka Layanan Mudik dan Balik Bareng Honda

Jakarta- Menyambut Lebaran 1437 H, PT Astra Honda Motor (AHM) mulai membuka pendaftaran layanan Mudik dan Balik Bareng Honda (MBBH) 2016. Kegiatan mudik bersama bagi konsumen ini merupakan komitmen perusahaan untuk menemani konsumen setianya mudik bersilahturahmi dengan keluarga di kampung halaman dengan aman dan nyaman.

image

015 melakukan pendaftaran ulang di pabrik perakitan AHM, Jakarta Utara.Menyambut Lebaran 1437 H, AHM kembali mulai membuka pendaftaran layanan MBBH 2016 mulai 27 Mei 2016 dengan dua rute yaitu Semarang-Jakarta dan Yogyakarta-Jakarta.

Layanan MBBH secara rutin dan konsisten digelar AHM selama 11 tahun sebagai sarana mudik yang ditunggu umat Islam Ibukota dengan rute Jakarta-Semarang dan Jakarta-Yogyakarta. Sementara itu, untuk kembali ke Ibukota, AHM pun membuka dua rute yaitu Semarang-Jakarta dan Yogyakarta-Jakarta. Antusiasme masyarakat yang tinggi menyongsong libur Lebaran menginspirasi AHM untuk membuka pendaftaran layanan MBBH lebih jauh, yaitu mulai 27 Mei 2016.

image

MBBH 2016menyediakan 54 bus dengan harapan dapat mengantarkan lebih dari 2.000 pemudik menuju Semarang dan Yogyakarta serta 20 truk ekspedisi untuk mengangkut motor Honda kesayangan konsumen sesuai kota tujuan.

Untuk memberikan layanan terbaik dalam MBBH 2016, AHM menyediakan 54 bus dengan harapan dapat mengantarkan lebih dari 2.000 pemudik menuju Semarang dan Yogyakarta. Mereka akan diberangkatkan pada 1 Juli 2016 yang berlokasi di PT Astra Honda Motor Plant 1 Sunter Jakarta Utara. Agar konsumen tetap dapat menggunakan sepeda motor kesayangan di kampung halaman, AHM menyediakan 20 truk ekspedisi untuk mengangkutnya sesuai kota tujuan. Truk pengangkut motor ini akan diberangkatkan lebih awal, yaitu 30 Juni 2016 dengan lokasi pemberangkatan di Pelataran Gedung 13-15, Gedung Bulog Sunter Barat, Jl. Perintis Kemerdekaan Kelapa Gading Jakarta Utara. Sementara itu, bagi pemudik yang ingin kembali ke Ibukota bersama-sama, AHM menfasilitasinya dengan Balik Bersama pada 11 Juli 2016 dari kota Semarang (Dealer Astra Motor Gajah Mada) dan Yogyakarta (Astra Motor Jombor).

General Manager Honda Customer Care Center (HC3) AHM Istiyani Susriyati mengungkapkan upaya membuka pendaftaran MBBH jauh-jauh hari sebelum waktu keberangkatan ini bertujuan untuk membantu calon pemudik agar dapat menyusun perencanaan liburan lebih awal sehingga dapat menikmati perjalanan dengan tenang dan aman, serta dapat bersilahturahmi dengan keluarga di kampung halaman secara lebih maksimal saat merayakan Lebaran tahun ini. Dengan berlandaskan Semangat Satu Hati, layanan MBBH ini dikembangkan agar perusahaan dapat selalu bersama menemani keseharian dan aktivitas konsumen sepeda motor Honda termasuk dalam merayakan hari raya keagamaan seperti Lebaran.

“Layanan MBBH secara konsisten kami gulirkan lebih dari satu dekade sebagai wujud kepedulian AHM terhadap tingginya minat dan kebutuhan masyarakat untuk pulang kampung merayakan Lebaran bersama keluarga. Kami berharap yang kami persembahkan ini dapat semakin memperkuat ikatan konsumen dengan sepeda motor Honda di manapun dan apapun aktivitasnya.”

Untuk mengikuti program MBBH ini, calon pemudik cukup membayar Rp150.000,- dengan mendaftarkan diri ke jaringan main dealer dan dealer Honda di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Adapun 7 lokasi pendaftaran MBBH yaitu PT Wahana Makmur Sejati – Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Astra Motor Jakarta – Dewi Sartika, Jakarta Timur, serta dapat menghubungi dealer Honda yaitu Tunas Dwipa Matra – Tebet, Jakarta Selatan, Nusantara Surya Sakti – Slipi, Jakarta Barat, CV Bintang Jaya – Klender, Jakarta Timur, CV Mitra Jaya – Kranji, Bekasi, CV Maju Gemilang Makmur – Pasar Kemis, Tangerang. Dengan pendaftaran ini, calon pemudik secara otomatis akan medapatkan dua kursi bus, asuransi perjalanan, layanan kesehatan, goodie bag yang berisikan buku panduan keselamatan berkendara, jaket, kaos, konsumsi selama perjalanan dan beragam hadiah. AHM pun melengkapi layanan MBBH 2016 dengan memberi kesempatan para pemudik mengikuti undian berhadiah dua unit sepeda motor Honda.

Persyaratan mengikuti MBBH antara lain wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia, Surat Izin Mengemudi (SIM) C, dan  Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sepeda motor Honda. Pemudik dan sepeda motor juga diharuskan dalam kondisi standar dan prima. Pemudik diharapkan dalam kondisi sehat, membawa perlengkapan keselamatan berkendara dan helm standar SNI untuk digunakan di kampung halaman saat mengendarai sepeda motor Honda kesayangannya yang diangkut truk ekspedisi AHM. Pemudik pun dapat membawa barang bawaan maksimal 5kg.

Untuk menjaga keselamatan dalam perjalanan, pemudik peserta MBBH wajib turun di tempat yang telah ditentukan dan tidak diperbolehkan turun di saat perjalanan. Bagi peserta yang mengikuti Balik Bareng Honda (BBH) diharuskan memiliki KTP Jabodetabek dan merupakan peserta Mudik Bareng Honda.

Jakarta, 11 Mei 2016

PT Astra Honda Motor

Corporate Communication

Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi 021 6518080,3041-8080 ext.18111, 18113/email:corp.comm@astra-honda.com

 

Pesiar ke DAM PIJENAN, KAMIJORO, BANTUL

image

Tadi saya dari servis pulsar, karena haus, mampir di penjual es degan di bawah pohon besar diatas DAM PIJENAN, di jalur SEDAYU-PALBAPANG.

DAM PIJENAN ini dibuat jaman Belanda, tahun 1924, air di bendung dan dialirkan sampai ke SANDEN, mungkin sampai GEJLIK PITU, bahkan sepertinya lewat selokan di selatan rumah mbokdhe saya di Joho, Trimurti, Srandakan. Semoga saya tidak salah info.

Saya habis dua gelas es degan, dan dua gorengan, total bayar 7,500. Murah kannnn.

Habis minum saya pemasaran untuk melihat DAM, lalu saya turun lewat tangga, ternyata ada pintu pintu air dan ada pula semacam pompa air besar yang sepertinya sudah tidak berfungsi.

Bagi anda yang ingin melepas lelah saat naik motor, tempat ini memang pas banget. Bisa minum es degan, nasi kucing, gorengan, sambil menikmati pemandangan KALI PROGO.
image

Ini koordinatny :

-7.880332,110.267798

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Servis black coyote di bengkel Rieva

image

image

image

image

Untuk koordinat jika ingin tracking GPS :

-7.949729, 110.327821

image

image

image

Hari ini saya servis pertama kalinya black coyote versi scrambler, dan ini servisnya di bengkel RIEVA yang ada di jalan Paris KM 18, ada di sisi timur jalan, bengkelnya kecil saja, tapi jangan ragukan mekaniknya karena jebolan bengkel resmi bajaj yang ditraining resmi.

Ironisnya bengkel ini sejak dua tahun lalu berdiri, dan baru sekitar 3 hari ini saya tahu.

Part fast moving tersedia, seperti kampas rem pulsar 135, 180 dan 200. Tadi bahkan ada pemilik pulsar 135 dari SITIMULYO PIYUNGAN, sampai juga ke RIEVA untuk beli kampas depan pulsar 135.

Kali ini saya servis meliputi ganti olie yang saya bawa sendiri yaitu mesran, lalu ganti kampas depan yang juga saya bawa sendiri, lalu servis bersihkan karburator PE28 yang ternyata kotor dan ada airnya, sekaligus tadi kuras tangki sekalian. Tadi klep disetel sama rieva. Kunci kontak kemarin sempat kurang bagus koneksinya, tadi juga dibenerin. Total ongkos diatas adalah Rp. 70.000,00 murah bukan.

Bengkel ini buka jam 7 pagi sampai sore jam 17. Kecuali hari jumat malah libur, tapi tetap bisa dengan datang kerumahnya, yaitu dari bengkel ke selatan sekitar 100 m, ada warung bakso, lalu belok kiri ikuti jalan masuk ke dusun di timur jalan paris.

Semoga para pemilik pulsar tidak kecil hati karena ternyata masih ada bengkel pulsar di jogja, tepatnya ada dua, yang satunya mas indra di Concat.

Yang belum punya pulsar, bisa nyari nyari di FB BURSA PULSAR, motor murah meriah tapi bandel.

image

image

image

Servis brambang di 19.000 KM

Sebenarnya servis di 18.400, tapi karena tidak sempat, jadi mblandang di 19.000

Seperti biasa servis, ganti oli, ada keluhan tuas rem depan agak seret.

Saya dapat urutan nomer 17, yang artinya kloter kedua.

Sengaja pagi sudah saya cuci bersih, sehingga saya minta untuk tidak dicuci setelah servis, biar tidak nunggu lama.

Jam 09:15 selesai.

image

image

image

image

Test harian CB650F, ternyata enak banget

image

Andaiiii

Saya pertama kali testride CB65OF di Purwokerto, saat launching CBR150R 2016, tepatnya di pelataran GOR SATRIA, waktu itu sekadar muter muter saja, dan ternyata moge ini mudah dikendalikan saat kita terpaksa harus pelan pelan. Karena naik moge dengan cepat, itu pasti enak, tapi naik moge pelan tapi tetap enak, itu baru istimewa.

Akhirnya setelah balik ke jogja saya meminjam ke Astra Motor di Jombor selama satu minggu, mulai 18 April 2016 sampai 25 April 2016.

Niat saya dari awal saat meminjam CB650F ini adalah untuk membuktikan apakah moge ini bisa saya pakai harian untuk kerja.

Syarat utama motor lolos untuk harian kerja, bagi saya adalah motor tidak membuat badan saya lelah. Ini karena saya PP sekitar 80 KM tiap harinya.

Motor ini kalau saya tidak salah, seharga avanza veloz terbaru, yang spek paling tinggi, itupun masih sisa sedikit, artinya masih lebih mahal motor ini. Jadi saya was was juga ketika pertama kalinya benar benar memakai motor ini, yang karena itu bukan untuk sekedar testride semenit dua menit.

Tentu saja saya sudah pengalaman memakai motor besar dan berat, tapi dengan kapasitas mesin yang kecil, yaitu BLACK COYOTE saya, rasanya hampir sama beratnya kedua motor ini, sehingga saat menuntun CB650F, saya pastikan pinggang kanan menempel di jok, motor agak miring kekiri sedikit, ini untuk menjaga agar motor tidak miring ke kanan, yang tentu saja akan ambruk ke kanan karena pasti motor seberat ini tidak akan cukup tenaga untuk menahannya.

Saya sudah menyiapkan safety shoes jadul saya merek kings untuk mengendarai CB650F ini, juga sarung tangan dan jaket respiro berprotektor pada lengan dan punggung, tidak lupa helm NHK full face baru. Semua perlalatan ini wajib dikenakan jika mau mengendarai CB650F.

Saya pernah dua kali jatuh kepleset memakai pulsar saat menapak di pinggiran jalan yang ternyata berkerikil, saya pastikan hal konyol seperti ini saya ingat dan saya tidak ingin terjadi saat mengendarai CB650F.

Tinggi badan saya adalah 176 cm, dengan memakai safety shoes, kedua kaki saya bisa menapak di kiri kanan, alias pas banget, tidak menggantung, tidak dingklik detected.

Pertama kalinya jalan jauh dari Astra Motor Jombor di Jalan Magelang menuju kantor saya di Patuk Gunungkidul, waktu sudah habis maghrib ketika saya mulai start. Saya hanya memikirkan untuk memakainya dengan pelan pelan, mencoba memahami dan merasakan karakter mesin, juga pengereman.

image

Double disk dan ABS

image

Rem belakang

CB650F ini perangkat pengereman depan adalah double disk dan tentu saja sudah ABS. Untuk sektor belakang juga diskbrake. Jadi pengereman mumpuni.

Lucu juga saat naik dari Bangjo Piyungan ke Patuk, saya disalip motor matic, dan saya mengerem hati saya untuk membetot gas, saya ingatkan diri saya bahwa saat ini saya masih tahap OSPEK memakai CB650F ini.

image

Stiker pengingat untuk memakai helm, sepatu dan sarung tangan

Desain CB650F ini menurut saya, sederhana dan fungsional, bukan pamer desain yang aneh aneh dengan mesin ala kadarnya. Tapi basic desainnya menurut mata awam saya adalah menyuguhkan indahnya knalpotnya yang ada empat, dan lengan ayun belakang yang kekar tapi manis. Jadi saya maklum jika tidak banyak orang yang melirik dan melihat dengan mata heran saat saya pakai jalan biasa kecepatan 50-60 kpj, beda dengan motor 250cc dua silinder yang saya juga pernah pakai selama seminggu, alamak anak anak SD SMP menatap penuh rasa senang dan harap, mungkin teringat tokoh sinetron yang lagi digandrunginya. Ironi.

Biasanya saat mau berhenti di lampu merah, saya bleyer sedikit, untuk membuat sensasi dengan suara khasnya. Lalu saya nikmati pandangan heran orang orang disekitar saya, terutama yang di belakang. Mungkin dikira motor modifan.

Saat lampu hijau menyala, saya biasanya pelan dulu sampai di titik aman yaitu telah melewari garis tengah perempatan, lagi lagi ini karena pengalaman dulu pernah di baris pertama langsung tarik gas, ternyata ada becak nylonong, saya rem pulsar saya sampai oleng dan roboh. Jadi mulai saat itu saya di lampu hijau pasti pelan pelan dulu, biarkan orang lain yang ada di depan, dan enaknya pakai CB650F ini, saya bisa langsung ngacir hanya pakai gigi dua yang bisa saya geber sampai 110 an KPJ, tapi biasanya sebelum sampai angka tersebut, jalanan di depan sudah krodit, akhirnya tuas gas dikendurkan demi keamanan semuanya.

Saya yang terbiasa pakai PCX yang knalpotnya nyaris tak bersuara, jadi sangat cocok dengan suara knalpot CB650F yang juga halus untuk ukuran moge, hanya suara mendesing yang khas dan itu saya suka. Bisa dikata CB650F ini adalah Si cepat yang senyap.

Hari kedua saya memakai CB650F, saya ambil rute dari rumah ke arah bangjo Sedayu, lalu keselatan menuju Palbapang Bantul, dan terus ke timur melewati BANGJO BAKULAN jalan Paris, terus ketimur sampai Imogiri dan naik menuju HUTAN PINUS MANGUNAN, lalu lanjut ke arah Patuk Gunungkidul dan finish di kantor saya. Saya hapal jalan Bangjo Sedayu sampai Palbapang ini jalannya lebar dan aspalnya mulus, trimakasih untuk pemda Bantul.

Tujuan saya tercapai di jalanan Bantul yang mulus ini, saya bisa sedikit lari, dan saya lupa apakah pernah pakai gigi 4 atau hanya gigi 3 saja. Jelas gigi 5 dan 6 belum pernah saya pakai. Kecepatan 100 kpj sangat mudah dicapai dalam hitungan detik, menyenangkan.

Saya pernah ke arah Purworejo lewat Godean kebarat naik menoreh dan tembus Kaligesing, heran papasan dengan moge moge adventure, versys kalau saya tidak salah lihat, yang ngebut di jalanan naik turun dengan enaknya, dan baru sekarang ini saya menyadari bahwa mereka itu tidak ngebut, karena bagi mesin moge, percayalah bahwa jalan naik itu tidak ada bedanya dengan jalan datar, karena tenaganya dibetot tidak habis, tidak ada kamus pakai moge saat ketemu jalanan naik extrim jadi lelet, sama sekali tidak. Itulah yang saya rasakan saat naik dari Imogiri ke Hutan Pinus Mangunan. Serasa semua jalan adalah datar saja. Bahkan saya sempat standing tanpa sadar saat naik menyalip mobil dan terlalu kuat membetot tuas gas.

Yang lucu saat naik CB650F ini adalah saat jalan santai 50-60 kpj, tiba tiba ada gronjalan di jalan, otomatis tangan kanan jadi narik gas, dan motor bisa melaju tidak sesuai dengan keinginan. Ini karena memang tuas gas sangat sangat tipis, artinya ditarik tipis saja sudah lari. Saat sudah menyatu dan menguasai motor ini, menyalip mobil atau motor di depan sangatlah menyenangkan, yang itu karena tidak bisa saya lakukan jika pakai motor 150 cc, karena tidak yakin bisa lari dan menyalip dengan tepat dan cepat. Pokokke CB650F di gas sithik njepat, WIIINGGGG.

Okelah sementara ini dulu ceritanya, dari saya penunggang awam yang benar benar awam mesin motor.

image

image

image

image

image

3.418 KM, saat pertama saya pinjam

image

image

Helm, jaket, sarung tangan, safety shoes. Wajib dipakai.

image

Sampai juga di kantor dengan selamat

%d bloggers like this: