Selamat inspira TV on air perdana DVBT2 via MUX TVRI JOGJA

Kanal analog jogja

Kanal analog jogja

Kanal digital jogja, hanya ada TVRI kanal 29

Selamat untuk inspira TV yang sore ini ON AIR perdana dengan format digital DVB-T2, ikut di MUX TVRI.

Setelah EDP tiga tahun yang lalu, akhirnya on air juga, bisa cek disini untuk EDP nya http://hadiyanta.com/2013/07/04/edp-inspiratv-sukatv-pandawatv/

MUX TVRI ini ada di kanal 29 UHF, dan memuat 9 content tv digital, dimulai dari :

800 yang ditempati inspiraTV, 

801 TVRI 3

802 TVRI 4

803 kosong

804 TVRI JOGJA DIGITAL

805 TVRI NASIONAL DIGITAL

806 TVRI NASIONAL MPEG4

807 Kosong

808 Kosong
Perlu saya garis bawahi, bahwa inspira TV inilah tv pertama diluar grup grup tv yang pertama kali mengudara di Jogja dengan format DIGITAL DBVT2, karena tv lain biasanya sudah ada sebelumnya dalam format analaognya di jogja, misal kompas TV yang ikut mux transcorp. Mungkin ada CNN INDONESIA yang juga ikut mux transcorp, tapi bagi saya ini wajar saja karena CNN INDONESIA milik transcorp.

Karena formatnya digital, dan TVRI JOGJA ini memakai pemancar bagus, yaitu NEC dengan kekuatan 5 KW (setara 20 KW analog), ditunjang dengan tower tertinggi yaitu 150 meter, sedangkan tower tv swasta yang lain rata-rata hany 100 meter dan kurang dari 100 meter. Jadi hasilnya di rumah saya yang LOS (garis lurus) sekitar 30 km, siaran inspira TV dapat tertangkap dengan baik, sedang tv analog lokal seperti aditv, jogjatv, yang pemancarnya kecil, maka tetap kurang baik dan banyak semutnya.

Saya pribadi masih belum jelas dengan aturan TV digital, tapi saya yakin, teknologi tidak bisa dilawan, kalau nanti sudah banyak yang siaran di digital, maka tv analog lambat laun akan ditinggal penonton, hal yang sama dulu dalam dunia radio dari AM ke FM, kalau dalam tv dari VHF ke UHF, kalau dalam telepon dari AMPS ke GSM, kalau data dari 2G ke 4G. Siapa yang pede nyaman di zona analog, siap siap terlindas dan ditinggal zaman dan penonton.

Adi tv dan jogja tv sebaiknya menyusul inspira tv untuk gabung di mux tvri digital, masih ada tiga slot belum siaran, yang analog tetap pertahankan apa adanya sekedar untuk syarat siaran saja. 

Untunglah saya beli tv samsung yang sudah support digital DVBT2, jadi tidak perlu repot pasang STB. Bagi anda yang mau beli tv baru, wajib beli yang sudah include receiver DVB-T2, agar nanti saat tv digital berkembang dan ramai, tidak bingung untul menikmatinya. 

Sekali lagi selamat untuk inspiraTV. ANDA HEBAT!

InspiraTV di slot 800 MUX TVRI JOGJA

Kritik dan saran langsung ke inspiraTV di 0838 2204 6668, WA only.

Siaran Lokal TV bermanfaat bagi daerah dimana pemancar TV berada

image

Aturan siaran lokal adalah 10% dari jam siar, jadi jika stasiun televisi bersiaran 24 jam, maka harus ada siaran lokal 2,5 jam.

tvOne Yogyakarta mulai bulan April 2016 ini, mulai menyiarkan siaran lokal dengan dua materi, yaitu yang pertama adalah materi RELIGI, yang kedua adalah materi DOCUMENTARY.

Materi religi bentuknya tausiyah dari ustad dan ustadzah lokal jogja.

Sedangkan materi documentari adalah berupa wawancara tokoh dan juga tempat wisata dan kuliner di sekitar jogja solo.

Dengan adanya siaran lokal ini, maka potensi wisata dan kuliner di jogja solo bisa lebih terexpose, juga wawancara dengan tokoh tokoh di jogja akan bisa lebih mengenal budaya dan program kerja dari tokoh tokoh yang diwawancarai.

Semogo berguna.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Mencoba antena TV UHF TITIS

image

Sore 17 April 2016, saya ke Bantul silaturahmi ke mas Gora yang baru saja diberi tambahan titipan anak perempuan.

Pulangnya mampir toko PANTES pusat, untuk beli pakaian adat untuk kedua anak saya.

Jadi teringat pernah pesan antena TITIS ke mas Zulhanif yang rumahnya sekitaran BANTUL KOTA juga. Maka saya langsung BBM dan tak berapa lama, mas Zulhanif datang membawa antena TITIS yang saya minta. Jadi ceritanya ini COD nan.

Sudah lumayan lama mengenal mbah hanif di grup fb tv digital jogja. Tapi baru kali ini kita ketemu darat. Ternyata oh ternyata mbah hanif ini teman smp dan sma istrinya mas Gora. Dunia memang sempit saat kita mau silaturahmi.

Tadi juga istri saya di rumah mas Gora, ketemu juragan batik, padahal istri saya sedang kursus batik, jadilah perbincangan menjadi cair dan menyambung.

Benarlah bahwa menyambung tali silaturahmi memang mendatangkan rejeki, bukan sekedar rejeki uang lho.

Kembali ke antena TITIS, yang agak heran hanya namanya ini, TITIS ANTENA DIGITAL, entahlah setahu saya gelombang UHF yang dipakai tv teresterial baik itu analog atau digital adalah sama saja, hanya sebagi gelombang pembawa (carrier), jadi yang penting antenanya bisa menangkap gelombang UHF yang dipakai tv pada umumnya dari 22 UHF sampai 61 UHF.

Dan perlu diingat bahwa tv digital DVB-T2 saat ini pada tiarap pemancarnya. Jadi sebenarnya antena UHF tv ini bisa dipakai untuk menangkap siaran tv analog yang cirinya makin jauh dari pemancar, makin banyak semutnya, bisa juga untuk menangkap siaran tv digital.

Nanti sore antenna TITIS ini baru akan saya pasang. Untuk testimoni hasil tangkapan sinyalnya baru bisa saya tulis nanti malam.

Oh iya yang butuh antena ini bisa cari di tokopedia, mbah hanif menjualnya disini.

image

image

image

image

image

image

image

Salah kaprah antena digital untuk menerima siaran TV Digital Teresterial.

Sering kali saya membaca status di facebook yang mempertanyakan dimana bisa beli antena digital? Tentu saja yang dimaksudkan oleh penanya adalah antena yang dipakai untuk menerima siaran TV digital teresterial DVB-T2.

Wajar saja pertanyaan pertanyaan seperti diatas muncul, jadi dalam tulisan kali ini saya coba untuk menjelaskan bahwa kita tidak perlu membeli antena baru untuk menangkap siaran tv digital DVB-T2, karena gelombang pembawa masih sama yaitu UHF, sedangkan antena TV kita dirumah adalah antena UHF.

Jadi kalau ada toko atau penjual online menawarkan antena digital, sebenarnya itu semacam dagelan saja.

Yang lebih diperlukan adalah punya tiang antena yang baik, tinggi, dan tidak goyang goyang, maka nanti tangkapan sinyal UHF dari pemancar akan lebih bisa ditangkap dengan baik oleh antena UHF yang letaknya lebih tinggi.

Semoga berguna.

Kemungkinan kanal UHF ganjil di Jogja, kelak akan dipakai juga

Saat ini Jogja, tepatnya dirumah saya di kawasan Moyudan Sleman, bisa mendapatkan 19 kanal tv teresterial analog sebagai berikut :

  1. TVRI 6
  2. TVRI 22
  3. TRANSTV 24
  4. MNC 26
  5. INDOSIAR 28
  6. ANTV 30
  7. RCTI 32
  8. SCTV 34
  9. GLOBAL 36
  10. TVONE 38
  11. KOMPAS 40
  12. METRO 42
  13. ADITV 44
  14. TRANS7 46
  15. JOGJATV 48
  16. INEWS MAGELANG 54
  17. RTV 55
  18. NET. 57
  19. KRESNA 61

Untuk nomer 17, 18, 19 adalah TV baru yang menggunakan kanal aslinya milik Purworejo.

Masa depan tv digital teresterial di Indonesia masih belum ada kejelasan, malah terbukti tv analog berdiri. Jadi lebih baik malah memikirkan peluang untuk mendirikan pemancar TV analog saja di Jogja, yaitu memakai kanal UHF ganjil yang belum terpakai.

Kanal yang belum dipakai adalah 21, 23, 25, 27, 29, 31, 33, 35, 37, 39, 41, 43, 45, 47, 49, 51, 53, 59. Sehingga masih terbuka peluang 18 pemancar TV analog untuk berdiri di Jogja. Atau setidaknya dari 23 sampai 47 yang memang ada diantara kanal 22 sampai 48 UHF yang dipakai di Jogja, sehingga ada 13 kanal lowong.

Lantas apakah akan interferensi? dirumah saya dapat inews dari Magelang kanal 54 UHF dan RTV jogja di 55 UHF nyatanya tidak ada gangguan, yang penting pemancar dan antennya pemancar yang benar-benar berkualitas.

Silahkan bagi yang masih minat mendirikan pemacar TV di Jogja, mungkin bisa memikirkan langkah-langkah agar kanal ganjil tersebut bisa dipakai.

Ini contohnya di Jakarta bisa jalan.

Frekuensi Nama Stasiun
22 UHF (analog) Banten TV
23 UHF (analog) Rajawali Televisi
24 UHF (digital) RCTI, MNCTV, Global TV, iNews TV
25 UHF (analog) Kompas TV
26 UHF (analog) Bloomberg TV Indonesia
27 UHF (analog) NET.
28 UHF (analog) KTV
29 UHF (analog) Trans TV
30 UHF (analog) iNews TV
31 UHF (analog) TVRI Jakarta
32 UHF (digital) MetroTV
33 UHF (analog) O Channel
34 UHF (digital) tvOne, antv, Sport One
35 UHF (analog) Elshinta TV
36 UHF (digital) BeritaSatu TV
37 UHF (analog) MNCTV
39 UHF (analog) TVRI Nasional
40 UHF (digital) Trans TV, Trans7, Kompas TV
41 UHF (analog) Indosiar
42 UHF (digital) TVRI Nasional, TVRI Jakarta, TVRI Budaya, TVRI Olahraga
43 UHF (analog) RCTI
44 UHF (digital) SCTV, Indosiar, O Channel
45 UHF (analog) SCTV
47 UHF (analog) antv
48 UHF (digital) Rajawali Televisi
49 UHF (analog) Trans7
51 UHF (analog) Global TV
53 UHF (analog) tvOne
55 UHF (analog) JakTV
57 UHF (analog) Metro TV
59 UHF (analog) DAAI TV

 

Selamat datang KRESNA TV di Jogja

image

image

Hari ini jagat televisi teresterial analog di langit Jogja tambah satu lagi yang meramaikan, yaitu KRESNA TV yang memakai kanal 61 UHF.

Saat saya scan tv saya dirumah, ternyata ada 19 kanal analog yang mampir di tv saya
Dan 10 kanal digital.

Kualitas video setelah kanal 40 UHF keatas, kalau dirumah saya yang bagus hanya NET. itu karena powernya 30 KW. Untuk tv lain rata rata ada semutnya.

Jarak lurus rumah saya ke komplek pemancar tv di Patuk adalah kisaran 29 KM.

image

1. TVRI 6
2. TVRI 22
3. TRANSTV 24
4. MNC 26
5. INDOSIAR 28
6. ANTV 30
7. RCTI 32
8. SCTV 34
9. GLOBAL 36
10. TVONE 38
11. KOMPAS 40
12. METRO 42
13. ADITV 44
14. TRANS7 46
15. JOGJATV 48
16. INEWS MAGELANG 54
17. RTV 55
18. NET. 57
19. KRESNA 61

image

image

image

image

image

image

image

KRESNA TV sudah uji coba colorbar di 61 UHF jogja solo

Dapat kabar dari teman teman FB pemerhati televisi bahwa hari ini KRESNA TV yang pemancarnya jadi satu gedung dan tower dengan NET TV JOGJA, sudah mulai melakukan siaran uji coba color bar.

Setahu saya, infonya hanya pakai pemancar berkekuatan 10 KW dan antenanya bukan di top, tapi di samping tower.
http://hadiyanta.com/2015/10/03/antena-net-jogja-atau-kresna-tv/

61 UHF dengan power 10 KW rasanya agak kurang jauh jangkauannya.

Coba saja kita tunggu perkembangan selanjutnya.
image

image

Foto dibawah ini adalah foto antena KRESNA TV. Antena NET TV belum ada di TOP.

image

image

image

Saksikan SATU JAM LEBIH DEKAT bersama Kepala Basarnas, di tvOne jam 19:00

basarnaswpid-img_20150912_185225

SATU JAM LEBIH DEKAT adalah acara yang tayang di tvOne tiap hari Jumat jam 19:00 WIB, berisi wawancara dengan berbagai tokoh untuk mengetahui lebih dalam sisi kehidupan tokoh-tokoh tersebut, keluarganya, karirnya, teman-teman dekatnya, orang orang penting yang mempengaruhi kehidupan sang tokoh, dll.

Untuk hari ini tanggal 11 Desember 2015, adalah tokoh yang spesial karena beliau adalah Kepala Basarnas yang merupakan alumni SMA ARGOMULYO SEDAYU BANTUL YOGYAKARTA, satu SMA dengan saya 😀

Terakhir bisa berjumpa dengan beliau saat acara Ulang tahun ke 50, SMA ARGOMULYO / SMA 1 SEDAYU pada 13 September 2015.

 

 

image

image

 

image

image

image

image

NET jogja full 30 KW mulai hari ini

image

Tower NET TV Jogja sebelah kiri yang masih buntung belum ada TOP ANTENNA, ada antena kecil disamping adalah milik Kresna TV

image

Lihat tower nomer dua dari kiri, itu adalah tower NET. Sekarang terlihat di TOP sudah ada antenanya NET, sedang antena dibawah TOP yg ada di samping adalah antena KresnaTV.

Menurut kabar yanga saya terima, mulai tadi malam NET JOGJA sudah on air full power 30 KW, pemancarnya merek NEC JEPANG.
Ini tadi jam 10:35 WIB saya scan, kresna tv belum ada.

image

Tower NET TV jogja nomer dua dari kiri, sekarang sudah ada TP ANTENNA, sedangkan side antena milik KresnaTV

image

Gonjang ganjil rebutan frekuensi antara TPI dan MNC

image

Perhatikan running text nya

Sekitar dua hari yang lalu melalui teman teman dan sahabat di FB saya saya mendapatkan kabar bahwa terjadi perang power pemancar di kanal 37 UHF di wilayah Jakarta antara MNC TV dan TPI.

MNC TV pakai tenaga 40 KW.
TPI pakai tenaga 95 KW.

Tentu tenaga besar mencaplok tenaga yang lebih kecil.

=======================
Ini berita resmi dari KPI PUSAT.
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melakukan rapat korodinasi dengan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) dan Direktorat Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Ditjen PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, guna membahas status hukum dari PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (CTPI), di kantor KPI Pusat (16/10). Koordinasi ini dilakukan mengingat KPI sendiri telah menerima dua berkas pengajuan perpanjangan izin penyelenggaraan penyiaran (IPP) dari dua entitas yang beda untuk frekwensi yang sama, atas nama PT CTPI.
=========================

Ternyata keduanya pegang IPP untuk frekuensi yang sama, tentu juga untuk semua frekuensi pemancar di daerah daerah seluruh Indonesia, jadi kedepan perang power pemancar di frekuensi yang sama ini bisa terjadi di semua daerah.

Ibaratnya ada satu sungai, ada dua arus berbeda, satunya arus berwarna kuning, satunya arus berwarna biru, semua mengalir dalam satu sungai, jadi kadang ada yang menang arus biru, kadang arus kuning menang, kadang campur.

Terus siapa yang rugi? Penoton pastinya

Lalu siapa yang mumet? KPI, balmon, dan kominfo tentunya.

Kalau pandangan saya khusus untuk wilayah Jogja dan mungkin daerah lain yang masih ada kanal kosong, maka kasih saja kanal kosong itu ke TPI.

Misal untuk jogja masih memungkinkan kanal 53 UHF dan 59 UHF dipakai di jogja yang mengcover jogja, solo, magelang, perbatasan purworejo, karanganyar, boyolali. Karena kanal 55 UHF sudah dipakai RTV JOGJA, 57 UHF dipakai NET JOGJA dan 61 UHF dipakai KRESNA TV. Sedangkan kanal aslinya jogja adalah 14 kanal genab dari 22 sampai 48 UHF.

Secara nasional Kanal TV dari 22 – 61 UHF (atau 62 ya?) bisa bisanya saja mengaturnya.

Bagi saya pribadi, TPI punya memory khusus dalam perjalanan hidup saya, karena seingat saya dulu saat saya kelas 3 SMP, TPI hadir melalui kanal TVRI, itu sekitar tahun 1988/1989 kalau tidak salah.

Lalu sata ingat MAHABHARAT dulu diputar di TPI saat saya sudah kuliah kisaran tahun 1993. Saat itu saya lebih memilih nonton MAHABHARAT dari pada kuliah, dulu belum ada youtube.

Ternyata setelah saya kerja di pemancar tv, saya baru tahu kalau pemancar TPI itu jadi satu tower dan satu antena dengan ANTV jogja. Lalu setelah dulu bergabung dengan NMC maka pemancar TPI pindah gabung RCTI, GLOBAL TV dan TPI, jadi tiga pemancar dalam satu gedung lalu outputnya di combine salurkan melalui satu feeder dalam satu tower antena ke antena pemancar dipuncak tower sehingga bisa dinikmati oleh pemirsa.

Nah kalau memang TPI mau kembali lagi ke jogja, mungkin sekali akan rujuk satu rumah lagi dengan ANTV, karena saya lihat gedung TPI di lokasi pemancar ANTV jogja masih ada, jadi tinggal masang pemancar dan di gabungkan lagi.

Yang seru jika itu terjadi, tower pemancar mnc dan antv/tpi jaraknya cuma sekitar 50-100 meter sebelahan saja.

Apakah itu akan terjadi? Kita tunggu saja.

*foto foto yang saya pakai saya pinjam dari mas Ismail dan Pascalis. Bukan hasil kamera saya.

image

image

TPI di kanal 37 UHF

image

Perhatikan running text nya

image

Perhatikan running text nya

%d bloggers like this: