Perjalanan pulang dari AHM Cikarang

Nah gak seru kalau gak cerita perjalanan pulang dari AHM Cikarang. ngene critane…..

jam menunjukkan pukul 15: 40, acara sudah kelar, saya mau sholat asyar tapi didekati Alrozi, katanya mending pulang sekarang saja, dari pada pulang jam 16 bareng bubaran shift pekerja, katanya ada sekitar 4.000 pekerja yang pulang bareng, kalau yang datang sih sudah dari jam 15:30 sudah pada datang.

Lalu saya membayangkan kemacetan yang bakal dialami, yo wis akhirnya  bis jalan jam 15:50 meninggalkan AHM cikarang. Ternyata banyak yang kecelik dari koboys jakarta yang masih pingin kangen-kangenan, tapi gimana lagi, isinya bisa kan koboys dan teman-teman PMHY.

Dapat solar non subsidi pom bensin Wates

Dapat solar non subsidi pom bensin Wates

Perjalanan kali ini melewati Bandung via tol Cipularang, wah pemandangannya bagus banget di kanan kiri tol, jalanan cenderung menanjak terus, membuat bis yang kami naiki jadi lemot.

Paling seru adalah saat turun di Nagrek, mungkin dulu saat SMA saat studi tour saya pernah lewat sini, tapi saya tidak ingat, karena waktu itu malam hari menjelang pagi dan saya belum kenal nagrek. Yang saya ingat saat SMA adalah saya hampir mabuk, suatu hal yang belum pernah saya alami jika naik bus.

Akhirnya kami melewati jalan entah jalan mana, tapi kondisinya lumayan banyak lubang, sampai suatu saat kena lubang yang dalam dan banyak penumpang yang lagi tidur sampai bangun, bahkan yang belakang ada yang kejeduk atap bis. Saya yang kebetulan sudah bangun, jadi tidak begitu kaget.

Selanjutnya pakdhe maskur dan cak poer turun di Cilacap, tapi saya pas tidur.

Ketegangan dimulai dari cilacap ini, bukan lain dan bukan karena langkanya solar, baik yang solar subsidi atau yang bukan. Dan akhirnya di pompa bensin Wates baru dapat solat non subsidi.

Alhamdulillah akhirnya sampai juga dengan selamat pulang ke Jogja.

About these ads

melihat langsung pembuatan honda beat FI di Plant 3A AHM Cikarang

bloggervisit

Foto bareng dulu

Alhamdulillah bisa melihat langsung pabrik pembuatan motor honda di cikarang, kali ini memang hanya khusus pabrik honda beat FI saja yaitu di plant 3A.

Sayangnya gak boleh mengambil foto di area pabrik perakitan, karena alasan rahasia dapur dan juga agar tidak mengganggu para pekerja yang tengah membuat dan merakit sepeda motor. Jadi foto fotonya memang tidak ada yang di pabrik, tapi bolehlah saya ganti dengan foto foto sedulur blogger yang juga ikutan acara ini.

Baiklah saya ceritakan saja yang bisa saya ingat dan saya tangkap selama tour di pabrik AHM.

Pertama masuk langsung disuguhi pemandangan roda berjalan yang ditumpangi semacam wadah, nah di wadah yang tentu saja ikut berjalan ini, komponen komponen mesin mualai dimasukkan, mulai dari blok mesin, piston, sekrup dll. Seiring berjalannya maka komponen ini dirangkai oleh para pekerja, tiap pekerja mewakili satu station bertanggung jawab pada bagian tertentu saja, misal yang pasang piston ya hanya pasang piston saja.

bv4

mbah bonds dan begawan gora emon

Sampai akhirnya sebuah mesin honda beat Fi berusjud dan dan langsung di running test diruangan khusus, hanya mesin saja lho. Setelah lolos test maka mesin ini melanjutkan perjalanan untuk dipasangi ban, lalu dipasangi rangka, lalu dipasangi ban shock depan, lalu dipasangi batok kepala dan baju bajunya.

bv5

kaki = cak poer, begawan, hadiyanta, ocho, TMC

Kalau tidak melihat dan menghitung sendiri, tentunya saya tidak akan percaya, bahwa saya hitung tiap kurang lebih 22 detik terlahir motor honda beat FI baru. Motor ini lalu melalui uji QC, setelah lolos maka tinggal urusan dijual saja.

bv6

bv7

koboys dapat door prise :-D
mercon, tmc, maskur

Rangka honda beat ini juga dibikin sendiri di Plant ini, berawal dari pipa besi mentah, lalu di las dan di cat. Utnuk pengecatannya dilakukan dengan cara kimiawi, yaitu rangka dicelup di larutan cat, dengan teknik positif negatif, itninya nanti cat akan menuju dan menempel di rangka. Lalu rangka ini melalui tahapan di keringkan dengan cara dipanaskan, karena prosesnya ada di ruang tertutup, maka saya tidak bisa melihatnya.

Untuk blok mesin juga dibuat sendiri di pabrik ahm ini, bermula dari aluminium batangan yang bisa saya lihat, selanjutnya melalui beberapa proses yang saya sendiri kurang paham. Ada pula proses pembuatan dengan cara press. jadi lembaran alumunium dipress untuk membuat bentuk tertentu.

bv2

ngantri ambil cumi

pabrik ini beroperasi selama 24 jam dengan 3 shift. Kurang lebih ada 19.000 pekerja di pabrik ahm cikarang, kalau total seluruh lini bisnis AHM sampai ke vendor, sub con dan dealer, kurang lebih ada 500.000 pekerja terserap, bukan jumlah yang main-main.

bv3

dewanya makan dari bali, rifky mercon.

Khusus di pabrik cikarang ini, sebenarnya bisa saja ahm menggantinya dengan robot, hanya beberapa pekerjaan yang tidak bisa dilalkukan robot saja yang mungkin tersisa, tetapi memang pemerintah kita tidak memperbolehkan hal ini, pabrik ini bagaimanapun telah memuka banyak lapangan kerja dan tentu saja juga keluarga juga tercukupi kebutuhan hidupnya dari para pekerja di pabrik ini.

bv1

bv8

pak bambang nunggang jaran, foto dengan spare part untuk bukti tetangga di kampung

bv9

narsis dengan Vario ISS

bv10

Kantor AHM Cikarang

cb90z1

CB S 90Z

vb2

vb3

perjalanan menuju Plant 3A AHM di Cikarang

Alhamdulillah saya dan 13 sedulur koboys dari jogja dan sekitarnya punya kesempatan untuk jalan-jalan ke Plant3A AHM, ini adalah pabrik honda khusus honda beat FI.

1# Adhani Jauhari
2# Alvian Pribadi
3# Bambang Ardiansyah (PBNJ)
4# Gatra Satria Pratama
5# Heri Purnomo (Cak Poer)
6# Imam Maskur
7# Listyawan Ardi Nugraha (KB)
8# Nur Budi Santosa
9# Padmoko Broto Sutanto
10# Rifky Chandra (mercon)
11# Samudro Dipo Aji Prabowo
12# Muhammad Hadiyanta
13# Fakhrudin Alrozi
14# Danan Sasangka (begawan CB blar blar)

mangkat1

Berkumpul jam 18:00 di AHM Jombor jalan magelang jogja, kami sholat maghrib dan isya’ sekalian, kan musyafir. Kemudian kami naik ke lantai 4 ruang Kresna, disini rupanya sudah menunggu teman teman dari komunitas honda, antara lain bro kurnia, bro Ryan, bro otong dan bro hanif.

mangkat2

Setelah dijelaskan ini itu dari pihak AHM dalam hal ini mas Dida, dan selesai makan malam, maka kami pun ke bawah menuju bus Panorama berwarna orange, dan jam 19:10 kami berangkat menuju Cikarang melalui jalur selatan untuk menjemput cak Poer dan pakdhe maskur di Banyumas.

Jam 22:54 kami sampai ke Banyumas, disebuah pompa bensin kanan jalan, lalu cak poer dan pakdhe maskur naik, tidak lupa cak poer bawa sekardus getuk goreng khas Sokaraja. mantab.

Perjalanan lanjut ke utara, yang saya ingat jalannya yang sejajar denga sungai amat sangat jelek, jalan penuh lubang-lubang besar sehingga bis dan truk menjadi sangat repot untuk memilih jalan, dan pada titik titik tertentu harus mengalah memberi jalan dahulu. Jalan ini sebelum sampai ke Cirebon. Bagi saya yang biasa menikmati mulusnya jalanan di Jogja, terasa aneh banget melihat kondisi jalan seperti ini, seperti tidak niat membuat jalan. Ringroad jogja yang hanya rusak sedikit saja, sudah dikeruk dan saat ini dalam proses perbaikan, ini jalan yang saya lalui sudah sangat parah tapi kenapa dibiarkan tidak diperbaiki dengan kontruksi yang terbaik.

mangkat3

Penderitaan bertambah di sekitar SUBANG, yang jalan sedang dalam perbaikan, mungkin macetnya ada sekitar 5 KM. Benar-benar penderitaan bis dan truk dimana solar sedang langka, tapi malah harus disia-siakan dengan macet di pantura.

Jam 09:15 kurang lebih kami tiba di rest area terdekat dengan cikarang, untuk mandi dan sarapan. dan akhirnya sektiar jam 10:30 kami baru bisa tiba di Plant 3A AHM, molor sekitar 3 jam dari waktu normal.

mangkat 5

mangkat 4

mangkat 6

Benar-benar perjalanan yang menyenangkan sekaligus memberi gambaran pada saya betara parahnya sarana jalan di negara kita ini.

Jalan eksotis Patuk Dlingo Imogiri melewati hutan Pinus

Pulang ngantor di pagi hari, agak luang waktunya, sehingga saya pingin pulang melewati jalur alternatif Kantor-Patuk-Perempatan Beringin Dlingo-Imogiri-Palbapang-Rumah.

Ini adalah rute pertama dari kantor sampai Patuk Gunungkidul. Jaraknya adalah 5,7 KM ditempuh dalam waktu kisaran 9 menit. Sampai di perempatan Patuk depan Pos Lalu Lintas Patuk, lalu saya ambil arah lurus keselatan ke arah Dlingo, kalau belok kiri sampai Wonosari, kalau belok kanan turun ke Piyungan.

image

Map NgoroOro Patuk

image

Stat NgoroOro Patuk

Ini adalah rute selanjutnya Patuk – Perempatan Ringin Dlingo, karena ada pohon beringin di tengah perempatan. Di Pohon beringin ini ada petunjuk arahnya.

Lurus = Imogiri, Parangtritis

Kiri = Playen (ini jalannya asyik banget tanpa ada lampu bangjo sampai playen)

Kanan = Pleret Bantul (bisa sampai sate pak Pong Jejeran)

saya dari arah Patuk.

Jalur Patuk- RinginDlingo ini jaraknya 6,25KM saya tempuh kisaran 9 menit. Jalannya diatas bukit dan bisa melihat kota Jogja juga kalau mau berhenti di sisi kanan. Melewati pula hutan pinus tapi cuma sedikit.

ringin dlingo

image

Map Patuk RinginDlingo

Screenshot_2013-02-03-11-02-34

 

Dilanjut Perempatan Ringin Dlingo menuju Imogiri, ini adalah rute paling menarik, karena melewati tengah hutan Pinus. Saya berhenti sekitar 4 kali untuk potret potret pemandangan hutan pinus yang indah. Jaraknya adalah 8 KM dan saya tempuh dalam waktu 26 menit karena sesi potret potret tadi. Setelah hutan pinusnya habis, maka akan menjumpai pertigaan yang kalau lurus akan sampai Imogiri, kalau ambil kiri akan sampai Dlingo/Temuwuh.

image

Map RinginDlingo Terong

image

Stat RinginDlingo Terong

Ini adalah rute dari Imogiri sampai perempatan Palbapang Bantul.

image

Map Terong Palbapang

image

Stat Terong Palbapang

Foto lengkapnya monggo silahkan dinikmati dibawah ini.

dlingo1

dlingo2

dlingo3

dlingo4

dlingo5

dlingo6

dlingo7

dlingo8

dlingo9

dlingo10

dlingo11

dlingo12

dlingo13

Jalan alternatif naik Gunungkidul ini harusnya diperbaiki

image

Jalur alternatif Piyungan-Perempatan Munggur-Desa Ngoro-Oro

Jalur utama naik ke Gunungkidul dari arah kota atau arah Prambanan adalah melewati tanjakan Piyungan-Patuk, setelah naik sampai patuk, maka jalanan sudah relatif tidak terlalu ektrim naik turunnya. Jalan nanjak Piyungan Patuk ini memang jalan besar dan mulus, tetapi seiring dengan bertambahnya kendaraan terutama motor, maka jalan utama untuk naik dan turun ke Gunungkidul ini menjadi ramai, padat, dan sering merambat jika ada truk tronton yang pas lewat naik atau turun Piyungan-Patuk.

Sebenarnya pemerintah propinsi DIY perlu memikirkan jalan alternatif, dan menurut pandangan saya, untuk jalan alternatif ini sudah ada yaitu naik Petir sampai Desa Ngoro-Oro (komplek pemancar TV), jalan ini sudah diaspal lumayan mulus. Kalau dari pertigaan Trafik Light Piyungan, ambil kiri (arah utara) kearah Prambanan, sampai perempatan Munggur, ciri perempatan ini adalah sebelum Toko Alfamart Jogotirto jalan Piyungan-Prambanan, pada perempatan ini ambil kanan (arah timur) lurus saja sampai nanti melewati dua jembatan dan mentok di pertigaan kecil, di pertigaan ini ada toko kecil penjual onderdil bekas motor, jangan ambil kiri, tapi lurus naik jalan menjadi kecil, tetapi tetap aspal, ikuti saja jalan aspal satu satunya ini. Sampai nanti ketemu pertigaan di desar Ngoro-Oro, cirinya akan terlihat banyak tower BTS dan TV di pertigaan ini, nah ambil kiri terus ketimur ikuti jurusan GUNUNG PURBA LANGGERAN, untuk menuju WONOSARI maka setelah sampai GUNUNG PURBA LANGGERAN, terus saja ke selatan, nanti akan tembus ke SAMBIPITU. Kalau ambil kiri maka nanti sampai jurusan NGLIPAR, kalau maju sedikit akan ketemu jalan raya JOGJA WONOSARI.

Jalan alternatif ini sebaiknya motor saja yang lewat, karena memang jalanan menanjaknya masih jalan kampung yang sempit meskipun sudah aspal. Jalan kampung ini naik turun dan kelak kelok. Dari data yang saya recor dengan aplikasi MYTRACKS di android andromax i saya, maka dapat dibaca bahwa jarak dari Trafick Light Piyungan sampai Desa Ngoro-Oro adalah 7, 13 KM. Tetapi jika melalui tanjakan Piyungan Patuk ke Desa Ngoro Oro, jaraknya adalah 9,64 KM. Selisihnya 2,5KM

Jalur utama Piyungan – Patuk memang menawarkan obyek wisata BUKIT BINTANG yang banyak anak muda pada mampir untuk melihat pemancangan kota jogja dari ketinggian Bukit Patuk. Untuk jalan alternatif menuju Wonosari jika melalui Piyungan-Perempatan Munggur-Petir-Desa Ngoro Oro lalu dilanjut ke arah GUNUNG PURBA LANGGERAN, juga menawarnkan pemancangan yang indah, kita bisa berhenti di dekat tower Indosiar dan bisa memandang kota Jogja juga dari sini, memang belum ada tempat khusu dan warung-warung seperti di Bukit Bintang, lalu bisa lanjut ke GUNUNG PURBA LANGGERAN, maka bisa mampir untuk melihat gunung purba langgeran ini, dan bisa naik ke atas gunung yang hanya makan waktu kisaran satu jam, maka kita akan melihat pemancangan yang lebih menakjubkan dari atas Gunung Purba Langgeran ini. Setelah dari Gunung Purba Langgeran ke arah selatan maka bisa mampir pula ke sentra kerajinan topeng di DESA BOBUNG.

Jadi sebenarnya jalur alternatif ini disamping menawarkan jalan yang lebih sepi dan lebih pendek jaraknya, juga menawarkan pengalaman berwisata yang indah pula. Jadi silahkan anda coba.

Oh iya kalau dari arah Prambanan, maka ikuti petunjuk arah ke PIYUNGAN,  nanti begitu menemui POMPA BENSIN di kiri jalan, maka kisaran 100 meteran maju akan menemui perempatan, nah ini yang disebut perempatan MUNGGUR, ambil kiri lurus (arah timur) lurus saja sampai nanti melewati dua jembatan dan mentok di pertigaan kecil, di pertigaan ini ada toko kecil penjual onderdil bekas motor, jangan ambil kiri, tapi lurus naik jalan menjadi kecil, tetapi tetap aspal, ikuti saja jalan aspal satu satunya ini. Sampai nanti ketemu pertigaan di desar Ngoro-Oro, cirinya akan terlihat banyak tower BTS dan TV di pertigaan ini, nah ambil kiri terus ketimur ikuti jurusan GUNUNG PURBA LANGGERAN, untuk menuju WONOSARI maka setelah sampai GUNUNG PURBA LANGGERAN, terus saja ke selatan, nanti akan tembus ke SAMBIPITU. Kalau ambil kiri maka nanti sampai jurusan NGLIPAR, kalau maju sedikit akan ketemu jalan raya JOGJA WONOSARI.

image

Jarak Piyungan ke Ngoro-oro adalah 7,13 KM. Ketinggian minimal adalah 112,95 dan ketinggian maksimal adalah 404, 54, jadi naik sekitar 300meter. Waktu tempuhnya kisaran 15 menit.

image

Statistik Piyungan Salaran

 

Foto dibawah ini adalah track dari Piyunngan-Patuk-Desa Ngoro-oro, ini adalah jalur utama Jogja Wonosari yang saat ini sudah lumayan ramai, kalau belum biasa melewati maka saya sarankan hati-hati, dan jangan menyalip kendaraan di tikungan. Kenapa jalan ini lebih panjang, bisa dilihat ada jalur yang membentuk huruf Z, sengaja dibuat jalan begini karena untuk naik Bukit patuk yang tingginya kurang lebih 300 meter.

image

Ini adalah jalan utama Jogja-Wonosari melalui Pertigaan Traffick Light Piyungan naik ke Patuk, lalu menunju desa Ngoro-Oro.

image

Jarak  Piyungan-Patuk-Ngoro Oro adalah 9,64. jarak tempuh kisaran 15 menit (kondisi lancar).

image

Statistik kecepatan motor dan ketinggian tempat dari desa Ngoro Oro – Patuk – Piyungan.

Selamat datang di GUNUNGKIDUL

image

Ini adalah Gapura selamat datang yang baru, letak gapura yang mirip ini sepertinya saat mau masuk kota Wonosari, sedangkan kalau tugu yang lama ada di perbatasan GunungKidul dan Bantul ada di BUKIT BINTANG, kurang lebih 200 meter sebelum gapura baru ini, tapi sudah kurang cakep karena bentuknya cuma tugu kiri kanan jalan dan sudah tertutup bangunan bangunan warung yang tumbuh bak cendawan di musim hujan di kawasan bukit bintang.

Jadi letak gapura ini kalau dari arah bawah adalah setelah bukit bintang naik saja terus, belok kiri, lalu belok kanan, nah gapura sudah kelihatan, setelah melewati gapura ini maka akan naik lalu belok kiri, lurus maka jalan akan terbagi dua jalur, nanti anda akan melihat gapura radio GCD di kiri jalan sebelum belok kanan, nah belok kanan di jalan satu jalur naik dikit maka akan sampai perempatan PATUK. Ciri perempatan ini ada dua TONG di tengah perempatan. Kalau lurus akan sampai Wonosari, kalau belok kanan akan sampai Dlingo, Mangunan, Imogiri, atau bisa juga tembus ke Baron. Sedangkan kalau belok kiri, maka akan sampai ke Gunung Purba Langgeran, juga akan melewati komplek pemancar TV di Desa Ngoro-Oro, Patuk, Gunungkidul. Yang mau nyari duren asli masak dan jatuh sendiri dari pohon, silahkan ambil arah kiri jurusan Gunung Purba Langgeran.

Bagian sisi kiri gapura dari arah bawah, masih terlihat ada space kosong, mungkin besok untuk pelebaran jalan lagi, karena memang jalan setelah gapura ini dulunya sempit sekali, sering kali truk tronton macet di belokan kiri setelah gapura, tetapi setelah dilebarkan, jika pun ada mobil macet, maka masih ada space jalan untuk naik atau turun.

image

image

Bakalan test ride CB150R dr Parangtritis ke arah Kota Jogja

Insya Allah, saya beserta sepuluh sedulur koboys akan testride motor barunya honda yaitu CB150R.

Jalur yang akan kami lalui belum tahu. Pastinya hanya titik awal di Parangtritis, yaitu pantai di kabupaten Bantul Yogyakarta Indonesia. Titik finish di kota jogja, kemungkinan di Hotel Ambarukmo, jalan jogja~solo.

Saya sih pinginnya testride ambil jalur yang naik gunung kearah timur. Bisa tembus ke wonosari, melewati JALUR LINTAS SELATAN yang lebar dan mulus, sehingga bisa juga test top speed disini dengan nyaman dan aman.

Saya sendiri pernah ikut testride honda NMP dari Semarang ke Jogja, sehingga sedikit punya pengalaman apa saja yang perlu saya test. Dan mungkin jika ada titipan saya musti test apa saja, monggo silahkan pesen di komentar. Nuwun.

Saya juga pernah testride jalanan CBR150R yang versi lama buatan thailand milik mas Azizy horee dan juga milik adiknya mas Adhani horee. Kesan saya tenaganya meyakinkan. Untuk menyalip kendaraan didepan tidak ada keraguan kehilangan tenaga.

Saya kemarin juga barusan testride CBR150R yang baru motif repsol milik mas Guru Andhi Suranto di borobudur. Hampir sama dengan CBR150R lawas. Tapi kesannya lebih halus.

Berbekal pengalaman diatas semoga besok saya bisa mengkomparasikan CB150R.

Semoga saja memang melewati pegununungan. Minimal lewat Imogiri jika lewat wonosari dirasa kejauhan. Kalo cuma paris ke utara tembus ringroad selatan, yach itu namanya sekedar montor montoran biasa.

Posted from WordPress for Android Samsung Galaxy 5 by hadiyanta

Pertamakalinya rafting, di Kali Elo Magelang dengan teman-teman wartawan jogja dan HC3 Astra Jombor

Pengalaman rafting pertama bagi saya yang sulit digambarkan dengan kata kata.

Rafting ini masih dalam rangkaian acara gathering media dan blogger yang digagas oleh HC3 Astra Jombor Jogja. Serunya tiada terkira, seru tapi harus serius juga. Yang paling bahaya menurut saya malah tongkat dayung teman samping kita, kalau tidak hati-hati bisa nyodok gigi kita bakalan rompal. Harusnya pakai helm fullface NHK saya malah aman nih :-D

Paling seru pas di jeram yang lumayan ektrim, perahu bisa muter muter 360 derajat, dan berguncang hebat, air menyambar muka, dan kita harus mempertahankan tubuh agar tidak terlempar dari perahu.

Rafting ini aturan dasarnya adalah tiap perahu ada 5 orang, 6 dengan pemandunya, pemandunya saja sudah berpengalaman puluhan tahun, jadi ya yakin banget. lagi pula Kali Elo ini termasuk tempat rafting yang kategori pemula, tingkat kesulitan 3 kalau tidak salah. Apalagi saya yang sedikit sedikit bisa renang, maka ya ayoo saja.

Titik awal peluncuran rafting

Teman-teman wartawan media di jogja

Cewek-cewek aja berani di depan perahu

seruuuuu kita kejar kejaran dan cipratan air

yang punya kamera anti air, mas padmoko (kanan)

istirahat disuguhi degan

pertamax7 ngapain nih? mau harakiri ya?

Finish. Alhamdulillah

wisata onthel dan praktek membuat gerabah di magelang

Manyambung tulisan pertama, dari Sony Art Galery, perjalanan dilanjutkan menuju sentra kerajinan gerabah, tentu saja masih di daerah Magelang. Perjalanan lumayan jauh, dengan jalur yang dilalui kombinasi antara jalur di kebun-kebun jalan setapak, jalur semen, dan jalan aspal biasa.

mulai gowes lagi, ada suprafit overload tuh, hebat ya?

Saya sendiri hampir tidak pernah naik sepeda onthel, tetapi lumayan kuat juga gowes bareng anak-anak muda, padahal belum makan pagi :-D Walaupun akhirnya kepala terasa pening juga, akibat kelelahan, tetapi dengan kombinasi istirahat sebentar sambil foto-foto, lelahnya bisa berkurang, dan lagi melihat pemandangan sepanjang perjalanan, membuat hati riang dan melupakan penat yang ada.

jalan setapak yang menantang

ganti jalan aspal, yang ini bos bos HC3 Astra Jogja

Tiba di tempat pembuatan gerabah, langsung saja teman-teman koboys menyerbu untuk praktek membuat gerabah, diawali oleh blogger kondang pertamax7, lalu saya terakhir yang ikut praktek.

mantab dan kemringet, Padmoko dan Irfan pertamax7

Ternyata bukan hal yang mudah untuk membuat sebuah gerabah, walau hanya sederhana berbentuk seperti stupa atau berbentuk asbak rokok, tetap perlu teknik khusus agar hasilnya bagus dan baik.

padmoko, irfan, andhi, gabus lagi action praktek bikin gerabah

Senengnya saya bisa membuat semacam stupa atau apalah, dan saya bisa beri nama blog saya ini, entah besok itu dibakar atau enggak oleh yang punya kerajinan, semoga saja dibakar sehingga kapan-kapan saya bisa mengambilnya.

blogger pertamax7 sedang surius bikin nama di gerabahnya

Gerabah dibakar dengan dua cara, yang tradisional hanya dibakar dengan dipendam pada daun mambu kering, saya melihatnya pas perjalanan, tapi sayang lupa untuk memfotonya.

gerabah hasil karya saya

Rik Rok Handycraft

Cara kedua dengan teknologi di oven, dengan bahan bakar gas, dan suhunya bisa sampai kisaran 900 derajat celcius. Wuah panas juga ya.

Puas membuat gerabah, akhirnya jam 11 kami cabut menuju RIK ROK Handycraft, tempat pembuatan kerajinan pensil gaul dengan bahan pensil dan buah nyamplung.

seru seruan ngepit onthel keliling obwis magelang bareng AHM

Hari sabtu 24 November 2012, HC3 astra Jombobor Jogja, mengundang media (wartawan di Jogja) dan blogger koboys untuk gethering dengan acara inti pit-pitan onthel keliling berbagai obyek wisata di daerah Magelang yang ternyata banyak juga di sekitaran Candi Borobudur, dan terakhir melakukan Rafting di Kali Elo. Lho malah enggak mengunjungi Candi Borobudur rupanya.

Siap di gowes

Dari koboys diwakili oleh saya sendiri, irpan pertamax7, bagus compumoto, padmoko gunungmotor, Listyawan kilaubiru, dan Andhi Suranto maticlover. Kami kumpul di astra jombor jam 07:00 kecuali mas Andhi Suranto yang langsung menuju cek point pertamax dengan CBR150R repsol editionnya, karena letaknya hanya 1 km dari rumah beliau yang ada di dekat candi Borobudur.

candi Pawon

Tiba di lokasi persewaan sepeda kisaran jam 8:25, sarapan dulu sekadar minum teh anget dan beberapa makanan ringan. Lalu kami mulai memilih sepeda yang kira-kira sesuai dengan tinggi tubuh dan panjang kaki, dan perjalanan pertama dimulai dengan obyek yang dituju adalah Candi Pawon, sayang candinya baru direnovasi dan kami hanya sebentar saja sekadar nampang foto di depan candi, lalu perjalanan dilanjut ke Galeri Seni Sony EloProgo.

Pintu Gerbang Sony Art gelery

tempuran kali progo dan kali elo?

Sony Art Galery ini letaknya memang membujur di sepanjang pinggiran kali Elo, jadi pemandangannya adalah sungai ELO dibawah sana yang menawan, galerinya lumayan besar tetapi sayang agak kurang terawat dan kurang bersih. Saya sendiri karena tidak begitu mengerti seni, maka tidak tahu nilai seninya lukisan-lukisan yang dipajang.

Pak Sony dan para wartawan media jogja

Salah satu lukisan yang dipajang

Saya menemukan pohon randu alas yang besar sekali di ujung tanah Sony art galery, dan nampang narsis foto sama blogger kondang pertamax7. Pohon ini kami lingkari berdua, ternyata tidak cukup.

Pohon randu alas yang besar sekali, jarang banget nemu pohon hidup sebesar ini

Dari Sony art galery, perjalanan gowes sepeda onthel dilanjutkan menuju tempat sentra kerajinan gerabah.

http://hadiyanta.com/2012/11/25/wisata-onthel-dan-praktek-membuat-gerabah-di-magelang/

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.953 pengikut lainnya.