Ketamuan mahasiswa UII jurusan Manajemen Media

image

Pagi ini jam 10:00 di kantor saya kedatangan mahasiswa ILMU KOMUNIKASI UUI Konsentrasi Manajemen Media.

Tujuannya adalah sharing ilmu saja sambil melihat peralatan pemancar digital dan analog dengan tujuan mahasiswa bisa lebih memahami karena langsung melihat alat alatnya, tidak hanya membayangkan di meja kuliah saja. Saat saya dulu menjadi mahasiswa, kunjungan kunjungan seperti inilah yang menyenangkan. Jadi tahu dunia kerja sesungguhnya.

Tadi saya lebih banyak sharing ilmu tentang pemancar digital UHF, dari berbagai Aspek.

Akhirnya setelah sekitar 1,5 jam acara kunjungan selesai. Semoga bisa ada manfaat bagi para mahasiswa. Amin

image

image

image

image

image

image

image

image

About these ads

Piala Dunia 2014 Brasil hanya di FTA UHF ANALOG

Dulu saya pernah menulis bahwa salah satu pemicu terbaik meluasnya FTA UHF DIGITAL adalah siaran piala dunia 2014 ini. Tetapi memang ternyata hal itu meleset karena siaran sepakbola piala dunia hanya disiarkan melalui FTA ( free to air) UHF ANALOG saja.

image

Yang mau melihat tayangan digital bahkan sampai kualitas HD, saran saya cuma satu, via tv satelit VIVA+.

image

Berbagai kendala tv digital memang sampai saat ini masih banyak. Dari segi regulasi, teknis pemancar dll.

Jadi monggo yang mau melihat piala dunia FTA ANALOG UHF, antenanya mungkin bisa ditinggikan, perarahan cari yang terbaik untuk tvOne atau antv, penerimaan tv yang lain jelek tidak apa.
Kita syukuri saja bahwa untung masih bisa lihat piala dunia 2014 dengan gratis.

Mungkin saja piala dunia 2018 besok sudah tidak ada lagi siaran gratis. Harus lewat berbayar semua.

Oke deh saya jagoin JERMAN, anda jagoin mana?

Piala dunia 2014 bakal menyedot banyak bandwitdh data internet

Piala dunia tahu 2014 ini adalah piala dunia dengan nuansa bakal bisa dilihat oleh para penggila penggemar bola ataupun penggemar bola biasa dengan lebih beragam dan berkualitas dan tentu nyamleng nikmat.

???????????????????????????????

Peran android dengan hp yang rata rata berlayar lebar dari 4-7 inch yang sangat dominan akan merubah orang menonton piala dunia kali ini. Lihat saja viva+ yang menyajikan piala dunia via satelit, kita tinggal beli receiver viva+ maka akan disuguhi sajian piala dunia yang berkualis. Kemudian di android bisa unduh dan install aplikasi dari viva yaitu VIVALL, aplikasi ini beragam menunya dan salah satunya untuk menonton piala dunia 2014 melalui perangkat android.

Screenshot_2014-06-04-14-42-50 Screenshot_2014-06-04-14-43-28 Screenshot_2014-06-04-14-43-43 Screenshot_2014-06-04-14-49-30 Screenshot_2014-06-04-14-49-48 Screenshot_2014-06-04-14-49-59 Screenshot_2014-06-04-14-50-19 Screenshot_2014-06-04-14-51-04

Beruntunglah bagi yang tercover internet yang kencang dan stabil, mungkin LTE disebagian wilayah, sehingga bisa nyaman streaming di layar android. Tapi pengalaman saya langganan Rp. 100.000 dapat kuota kencang 2 GB, dan android saya nyantol jaringan HSPA+ atau di HP simbolnya H+, lebih banyak lemotnya dari pada kencangnya. Ini saya sekarang, apalagi besok saat piala dunia digelar, pasti akan makin lelet karena lebih banyak yang menggunakan internet untuk streaming, atau untuk download moment moment goal indah via youtube di android lalu ditonton offline.

Jadi nanti saat piala duni 2014 berlangsung, kalau saya sudah siap saja jaringan data down di semua operator selular.

Ya sudah nonton saja di tvOne dan antv, atau beli receiver VIVA+ saja.

Daftar Stasiun Transmisi Digital DVB-T2 diJawa Tengah, DIY, dan Sekitarnya

YOGYAKARTA

Pemancar: Ngoro-oro, Patuk, Gunung Kidul

1. MUX Indosiar, Ch.25/506MHz, Indosiar-
SCTV, OFF AIR
2. MUX MetroTV, Ch.27/522MHz,
MetroTV, ON AIR
3. MUX TVRI, Ch.29/538MHz, TVRI Nas-
TVRI Jogja, ON AIR
4. MUX TVOne, Ch.35/586MHz, TVOne-
ANTV, TRIAL (jam 20-07)
5. MUX GlobalTV, Ch.41/634MHz, GTV-
RCTI-MNCTV, ON AIR
6. MUX TransTV, Ch.47/682MHz, TTV-T7-
KompasTV, ON AIR

 

MAGELANG
Pemancar: Gunung Merbabu
1. DTX GlobalTV, Ch.42/642MHz,
GlobalTV, ON AIR

 

PURWOREJO

Pemancar: Ngablak
1. DTX GlobalTV, Ch.40/626MHz,
GlobalTV, ON AIR
Pemancar: Radio POP FM
1. MUX TVOne, Ch.34/578MHz, TVOne-
ANTV, TRIAL

 

SEMARANG
Pemancar: Bukit Gombel
1. MUX Indosiar, Ch.32/562MHz, Indosiar-
SCTV, TRIAL
2. MUX MetroTV, Ch.38/610MHz,
MetroTV, ON AIR
3. MUX TVRI, Ch.28/530MHz, TVRI Nas-
TVRI Jateng, ON AIR
4. MUX GlobalTV, Ch.40/626MHz, GTV-
RCTI-MNCTV, ON AIR
5. MUX TransTV, Ch.44/658MHz, TTV-T7-
KompasTV, ON AIR
Pemancar: Gunungpati
1. MUX TVOne, Ch.34/578MHz, TVOne-
ANTV, TRIAL (Senin jam 08)

 

BANYUMAS
Pemancar: Gunung Depok
1. MUX TVOne, Ch.36/594MHz, TVOne-
ANTV, TRIAL
2. MUX GlobalTV, Ch.42/642MHz, GTV-
RCTI-MNCTV, ON AIR
3. MUX TransTV, Ch.44/658MHz, TTV-T7,
TRIAL
Pemancar:
1. DTX SerayuTV. Ch.55/746MHz,
SerayuTV, TRIAL

 

TEGAL
Pemancar: Gunung Gantungan
1. MUX TVOne, Ch.34/578MHz, TVOne-
ANTV, ON AIR
2. MUX GlobalTV, Ch.40/626MHz, GTV-
RCTI-MNCTV, ON AIR
3. MUX TransTV, Ch.43/650MHz, TTV-T7,
ON AIR

 

CIREBON
Pemancar:
1. Rcti-tri jaya fm channel 41 frek. 634.0
status trial
2. Metro tv- b channel 35 frek. 586.0
status trial
3. Sctv-Indosiar channel 37 frek. 602.0
status on
Keterangan:
MUX : Multiplexer, siap menampung
beberapa siaran dalam 1 frekuensi
DTX : Digital Transmitter, tanpa MUX,
siaran single
ON AIR : jaya di udara
OFF AIR : transmitter pada posisi mati
TRIAL : mengudara hanya pada waktu
tertentu

 

Nunggu bantuan temen2

 

Notes:
22=482, 23=490, 24=498, 25=506,
26=514, 27=522, 28=530, 29=538,
30=546, 31=554, 32=562, 33=570,
34=578, 35=586, 36=594, 37=602,
38=610, 39=618, 40=626, 41=634,
42=642, 43=650, 44=658, 45=666,
46=674, 47=682, 48=690, 49=698,
50=706, 51=714, 52=722, 53=730,
54=738, 55=746, 56=754, 57=762,
58=770, 59=778, 60=786, 61=794,
62=802, 63=810, 64=818, 65=826,
66=834, 67=842, 68=850, 69=858,
70=866

Thank for  mbah hanib :-D

Sebelum terlanjur, MUX TX TV Digital harusnya satu lokasi

image

image

Pemancar TV DIGITAL TERESTERIAL DVB-T2 saat ini hampir sudah digelar semua di Pulau Jawa, meski kadang ada yang belum siaran full, masih siaran setengah power, siaran power full tapi powernya kecil, berhenti siaran karena bentrok dengan frekuensi tv uhf analog terdekat, dll.

Untuk wilayah jogja solo tidak ada masalah berarti dalam penempatan pemancar digital, karena semua ngikut di tower existing pemancar analog. Sehingga masyarakat yang mau nonton siaran tv digital tidak perlu merubah arah antenanya, tingga beli SET TOP BOX, lalu install dan cling tv digital sudah bisa dilihat.

Jadi bermasalah untuk daerah yang baru yaitu MAGELANG, PURWOREJO, PATI, BLORA, karena sebelumnya tidak ada tower tv uhf analog berdiri di kota kota tersebut.

Pada perkembangannya tv digital untuk mudahnya tinggal sewa ke tower radio yang towernya besar tinggi dn kuat. Tetapi ada juga yang bikin tower dan gedung baru untuk pemancar digitalnya, yang saya tahu adalah pemenang mux GLOBALTV yang mendirikan tower baru di sekitar kopeng untuk mengcover area Magelang.

Akan sangat menyusahkan penonton nantinya jika misal seperti saat ini pemancar digital globaltv ada di kopeng, tvone ada di pusat kota magelang, ada yang di telomoyo, dll. Bisa jadi nanti 5 mux letaknya menyebar. Dan pengalaman saya mencoba menangkap sinyal tv digital, arah antena rumah ke antena pemancar harus LINE OF SIGHT jika bergeser maka akan susah mendapat sinyal stabil.

Jadi mumpung belum fix benar, misal untuk magelang alangkah baiknya misal semua mux ada di tower milik GLOBALTV, sewa disini. Sehingga nanti semua masyarakat Magelang tidak bingung menentukan arah antena. Cukup ke satu titik arah kopeng yaitu ke tower GLOBALTV.

Saya kira perlu campur tangan pemerintah untuk “memaksa” kedua belah pihak yaitu pemilik tower dan penyewa untuk harus kerjasama semua pasang pemancar digital di tower globaltv kopeng. Karena bisa jadi nanti misal pihak pemilik tower tidak mau menyewakan. Bisa jadi nanti pemenang mux lainnya yang tidak mau sewa ke tower globaltv.

Pada era penyiaran digital ini, persaingan sesungguhnya adalah pada persaingan konten yaitu isi siaran. Karena semua sudah jernih dan bagus diterima di pesawat tv dirumah. Memang ada perbedaan ketika power pemancar tidak sama kekuatannya. Juga nanti ada perbedaan mau pakai SDTV yang hanya kisaran 4 mbps atau HDTV yang makan 8 mbps. Makin besar makin mahal sewa mux nya.

Demikianlah sekedar usulan saran saya demi kebaikan bersama, masyarakat dan pihak pemenang MUX.

Semoga berguna.

Diskusi publik KPID DIY, aturan iklan kampanye di media siar

image

Hari ini saya memenuhi undangan DISKUSI PUBLIK dari KPDI DIY, yaitu tentang aturan kampanye di media siar.

image

image

image

image

Makin aneh saja nih mengatasi parkir liar di Jakarta

image

image

image

Setelah aksi cabut pentil ban dirasa tidak efektif. Sekarang dicoba dengan menjaring motor yang melanggar parkir dengan jaring lalu diderek dengan kaitan dari truk alat berat khusus. Lalu motor diangkut ke kantor polisi. Foto saya ambil di tvOne yang sedang live dari TKP.

Masalahnya seberapa kapasitas truk ini dalam sekali razia. Saya yakin besok besoknya masyarakat akan saling menginfokan keberadaan truk ini. Ingat truk ini berat dan besar. Akan sulit menerjang kemacetan Jakarta. Kecuali mungkin ada petugas yang menjaring dulu. Baru kemudian truk datang kapanpun untuk mengangkatnya.

Kalau saya sih idenya bagaimana jika motor yang melanggar di foto saja motor dan platnya juga foto dari kejauhan yang memperlihatkan motor tersebut melanggar parkir di wilayah mana yang bisa dikenali. Lalu upload foto tersebut di website khusus untuk pelanggar parkir, dilengkapi dengan tanggal, jam, dan denda yang tertampang di website ini. Lalu ada keterangan sudah dibayar dendanya atau belum. Satu motor bisa saja melanggar parkir berkali kali. Biarkan saja. Yang penting di foto dn di upload d web. Nanti kalau tidak juga di bayar dendanya. Maka saat pajak tahunan bisa dipaksa untuk bayar. Atau bisa enggak ya kerja sama dengan pihak bank. Nanti yang belum membayar akan di potong langsung ke rekening pemilik motor.

Bagi para pembeli motor bekas juga bisa cek dulu apakah motor yang mau dibeli ini melanggar parkir dan dendanya sudah dibayar atau belum. Mungkin dibuat aplikasi di android untuk melihat dan mengecek sekaligus jika mau membayar dendanya.

Untuk sekali pelanggaran parkir coba saja didenda 300.000. Kapokmu kapan :-D

Kalau melanggarnya berulang kali ya tinggal kalikan saja.

Jovan jalan jalan ke Semarang

image

Kebetulan ada kerjaan mengantar radiator genset dari kantor jogja ke kantor semarang. Yo wis daripada susah susah mencari mobil untuk mengangkutnya, maka saya coba angkut pakai Jovan.

Inilah hebatnya jovan. Kursi penumpang dibelakang kokpit bisa dilipat rebah. Bahkan bisa dicopot lepas dikeluarkan dari dalam mobil. Sehingga radiator genset yang besar lebar dan tinggi bisa masuk pas ke jovan. Tinggal menyisakan kursi pilot dan copilot saja.

Perjalanan jovan dimulai dari kantor di jogja menuju rumah saya. Dengan jarak tempuh 38KM. Sebelumnya saya isi bensin di POM SEDAYU sebanyak Rp. 220.000. Dan Hidrogen Generator saya isi Rp. 7.000 pertamax.

Perjalanan dilanjut setelah isya dari rumah saya menuju semarang via Godean lalu Seyegan lalu Tempel lalu Muntilan lalu Magelang lalu Ambarawa lalu Ungaran lalu Gombel lalu Gunungpati. Jarak yang ditempuh 116 KM. Berangkat jam 19:15 dan sampai Gunungpati jam 23:00.

Paginya hari Kamis tanggal 5 Des 2013 kami berangkat pulang jam 12:15 dari Gunungpati via Sekaran tembus Ungaran. Nah masalah muncul, ternyata jalanan macet parah ada pengecoran di sisi timur jalan. Benar benar ujian jadi pilot jovan. Dan alhamdulillah bisa melewati ujian dengan selamat. Karena bisa bayangkan jadi pilot newbie itu paling sulit ujian macet di jalan nanjak. Dan depannya truk truk besar.

AC jovan terpaksa saya off karena suhu sudah hampir 3/4 mendekati merah. Padahal dari start awal saya ON kan terus AC JOVAN.

Sampai Bawen baru jalanan lancar. Jovan ambil arah Salatiga lalu Boyolali. Jovan minum di Pom Boyolali sebelum hotel Ayu. Minumnya Rp. 100.000. Dan tabung Hidrogen Generator saya isi Rp. 5.000.

Jovan mampir silaturahmi ke sedulur koboys yaitu kang Karto Ngali. Saya sengaja mau melihat lihat ternak ayam jowo super miliknya.

Setelah itu langsung bablas via Tulung Klaten tembus Bendogantungan. Lalu jovan ambil arah ke Cawas untuk nanti naik langsung ke Gunungkidul arah Langgeran. Jalannya nanjak extrim kisaran 45 derajat dengan jarak hampir 500 meter nanjak terus. Alhamdulillah jovan kuat melaluinya.

Jam 18:00 tepat jovan masuk kantor dimana awal start. Jarak tempuh 120 KM.

TOTAL JARAK TEMPUH adalah :
38+116+120 = 274 KM

Bensin masih bisa saya pakai untuk pulang kerumah, lalu ngantor, lalu pulang ke rumah lagi, sehingga 38+38+38 = 114 KM

Totalnya 274+114 = 388 KM

Jadi konsumsi bensinnya adalah Rp. 320.000 bisa menempuh 388 KM

49 liter untuk 388 KM = 8km/L kok boros.

Semoga speedometernya presisi.

image

image

image

image

image

image

tvOne dan Antv digital DVB-T2, diterima baik sekali di Kota Wates

Hari sabtu 19 Januari 2013, pas libur saya gunakan waktu saya untuk melakukan test penerimaan televisi digital teresterial di Kota Wates, saya pilih Wates karena dari pemancar di Jogja, daerah Wates ini merupakan daerah yang boleh dikatakan paling barat, meski kebarat lagi juga masih tercover, nanti kalau ada kesempatan lagi saya akan test di daerah limit perbatasan KulonProgo dengan Purworejo.

screencapture pas saya di kota Wates.

screencapture pas saya di kota Wates.

Line of sight Pemancar ke kota Wates, kira-kira 40KM

garis lurus Pemancar tvOne ke kota Wates, kira-kira 40KM

scan otomatis, sebenarnya ada juga transtv dan trans7 tapi itu belum selesai scan

scan otomatis, sebenarnya ada juga transtv dan trans7 tapi itu belum selesai scan

Purworejo sudah ada pemancar tv digital sendiri, karena sinyal dari pemancar di Jogja tidak bisa menembus pegunungan Menoreh yang membujur dari utara keselatan di daerah KulonProgo. Sebenarnya di Jogja pun ada beberapa tempat yang kesulitas dalam penerimaan tv dari pemancar di Jogja (Bukit Patuk Gunungkidul), karena ada beberapa bukit juga, seperti daerah SEDAYU Bantul keselatan yang ada perbukitan, sehingga dibagian barat bukit agak kesulitan untuk mendapat sinyal televisi.

terlihat kualitas dan intensitas penerimaan

terlihat kualitas dan intensitas penerimaan

terlihat kualitas dan intensitas penerimaan

terlihat kualitas dan intensitas penerimaan

Terlihat untuk tvOne dan antv diatas, hampir sama parameter kualitas dan intensitas, karena memang satu pemancar digital di tower tvOne.

Untuk transTV dan Trans7 dibawah ini juga demikian, hampir sama parameter kualitas dan intensitasnya, karena untuk pemancar tv digitalnya di tower Transtv.

wates5

wates6

Untuk kota Wates, jika ditarik garis lurus dari pemancar tvOne di Gunungkidul, kurang lebih jaraknya adalah 40KM. Hasil penerimaan sangat baik, bahkan jauh lebih baik dari rumah saya di daerah utara Sedayu Bantul yang kurang lebih hanya 25 Km dari pemancar.

STB DVB-T2 tvOne yang saya pakai di Toko Kurnia Baru di Wates

STB DVB-T2 tvOne yang saya pakai di Toko Kurnia Baru di Wates

Intinya di kota Wates, baik penerimaan tv analog maupun tv digital, semuanya baik hasilnya. Terimakasih kepada mas Adhani pemilik Toko Elektronik KARUNIA BARU, yang sudah mengijinkan tempatnya dan tv serta antenanya untuk saya pakai melakukan percobaan penerimaan tv digital di Kota Wates. Letak toko ini dari terminal Wates ambil kanan jika dari arah jojga, kira kira 300 meter, di kiri jalan.

Besok jika STB DVB-T2 (tuner tv digital) sudah dijual bebas, untuk warga Kulonprogo silahkan beli di toko Karunia Baru. Cepetan kulakan ya mas Adhani :-D

ini lho bedanya antara penerima TV analog, dengan penerima TV digital DVB-T2

tif2

Ini TV DIGITAL lho meskipun layarnya TABUNG

Dari pengalaman saya bincang bincang dengan beberapa orang, hampir 100% mereka tahunya kalau TV yang tipis misal LCD atau LED itu adalah TV DIGITAL. Mungkin bisa benar jika TV LCD itu sudah include tuner DVB-T2. Tapi kalau belum ada tuner DVB-T2 ya belum bisa disebut tv penerima digital teresterial.

Foto paling atas malah bisa disebut TV DIGITAL, walaupun itu layarnya masih TABUNG yang besar dan memakan tempat. Karena tv tabung diatas sudah saya beri STB DVB-T2 yang saya letakkan diatas  tv tabung.

Sedangkan foto dibawah ini, meskipun ini adalah monitor LCD, yang aslinya adalah monitor komputer di rumah saya, tapi saya belikan tuner tv ANALOG merk gadmei dengan harga Rp. 155.000,- Jadilah layar LCD ini menjadi penerima TV Analog.

LCD View Sonic diberi receiver tv analog merk Gadmei

Ini TV ANALOG lho. layar LCD View Sonic diberi receiver tv analog merk Gadmei

TV Tuner ANALOG Gadmei

TV Tuner ANALOG Gadmei

Untuk instalasi TV TUNER ANALOG Gadmei ini, intinya tv tuner ada di antara monitor dan komputer.

Instalasi kabel dan antena dilihat dari atas

Instalasi kabel dan antena dilihat dari atas

lebih jelas lagi

lebih jelas lagi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.372 pengikut lainnya.