Tata cara nonton tv dual mode analog dan digital DVB-T2 di rumah

image

Saya telah beberapa saat punya tv tuner analog untuk di cangkokkan ke PC dirumah, sehingga saya tidak perlu beli PESAWAT TV untuk melihat siaran tv analog dari pemancar teresterial yang berada di Patuk Gunungkidul letaknya.

image

Lalu saya juga ada STB dari kantor untuk memantau siaran tv digital teresterial DVB-T2 di rumah saya, dulu saya pasang di tv biasa di rumah orang tua saya yang letaknya bersebelahan saja. Jadi kalau mau pantau siaran digital harus lihat di tv ortu. Kemarin begitu karena di monitor komputer tidak ada colokan RCA untuk audio dan video.

image

Tetapi beberapa hari ini, anak lanang saya sibuk bikin antena tv, saya biarkan saja anak punya kreatifitas. Dan terakhir dia tanya soal STB, lalu saya kasih tahu cara pasangnya.

Jadi malah kepikiran mencoba pasang di tv tuner analog gadmei yang ternyata ada colokan RCA audio video input di sisi kiri. Dan saya lihat juga di STB ada antena LOOP, saya pikir antena bisa di loop ke input antena lain, dalam hal ini masuk ke input antena yang receiver analog gadmei, dan ternyata berhasil.

Jadi saat ini jadinya layar komputer saya bisa dual mode. Bisa untuk nonton siaran analog, bisa untuk nonton siaran digital DVB-T2, tinggal ganti source nya saja.

Lumayan juga saat ini bisa menikmati siaran digital dari 3 mux
1. Mux GLOBAL : berisi mnc, global dan rcti
2. Mux transcorp : berisi transtv, trans7, dan kompastv
3. Mux TVRI berisi : tvri nasional, tvri jogja

Jadi kalau mau nonton selain diatas harus pindah ke mode analog. Apakah ribet? Tidak juga.

Untuk tv biasa bagaimana? Mudah kok, pasang STB sebagaimana sudah pernah saya tulis. Lalu langkah kedua tinggal sambung saja loop out dari STB ke input antena di TV. Jadi deh dual mode.

image

image

image

Tentang iklan-iklan ini

MUX tvOne DVB-T2 on air di Blora dari Semanggi

image

Tambang minyak tua

Seminggu kemarin saya beserta tim, mengerjakan installasi pemancar digital DVB-T2 untuk wilayah Blora dan sekitarnya. Lokasi pemancar co-location dengan tower TVRI SEMANGGI. Ini koordinat lokasinya jika ingin melihat di maps.

-7.058174999999999, 111.43887777777778

Banyak tambang minyak, yang di maps akan terlihat sebagai titik-titik putih. Karena disekitar tambang adalah hutan pohon jati.

Alhamdulillah installasi bisa selesai sesuai target, dan pada hari jumat tanggal 7 November 2014 sudah bisa on air, lalu kami test penerimaan dibebera titik menggunakan TV SPECTRUM diberi input dari antena UHF biasa yang saya beri tongkat pramuka, jadi ketinggian paling maksimal sekitar 3 meter.

Alhamdulillah di alun-alun Blora bisa terpantau dengan baik.
Silahkan warga Blora yang ingin menyaksikan tvone dan antv digital bisa search di 36 UHF di STB (set top box).

image

On air di 36 UHF

image

Jalan off road menuju tower TVRI SEMANGGI

image

Proses installasi panel

image

Pemasangan dan pointing parabola

image

Antena TVRI SEMANGGI

image

Jovan yang setia off road ke TVRI SEMANGGI

image

Off road

image

Tambang minyak aktif

image

Test sinyal di alun alun Blora

Menteri Kominfo dan pengaruhnya pada perkembangan TV digital

Pengumuman KABINET oleh Presiden Jokowi, bagi saya dan kami-kami yang bekerja di bidang TELEVISI, tentu saja sosok menteri kominfo (Komunikasi dan Informatika) adalah yang paling ditunggu dan penting untuk dicermati.

Apalagi bagi saya yang bekerja di Pemancar TV Analog, sebagaimana untuk diketahui bahwa saat ini pemancar TV teresterial masih menggunakan teknologi analog sejak saat pertama kali TVRI bersiaran pertama kalinya hingga saat ini, memang pemancar TV Digital DVB-T2 saat ini juga sudah ada yang bersiaran, tapi kendalanya adalah peraturan yang belum pasti.

100_5000

Menarik bahwa Menteri kominfo saat ini adalah Bapak Rudiantara  adalah orang yang sudah lama malang melintang di industri telekomunikasi, yaitu pernah berkarir di Indosat, Telkomsel, Excelcomindo (kini XL Axiata) dan Telkom.

Lalu apa hubungannya dengan dunia pemancar Televisi analog?

Ceritanya adalah sebagai berikut. Saat ini dalam dunia penyiaran televisi, sudah ada standar baru, yaitu DVB-T2, sebagai gambaran mudahnya, jika pemancar tv analog, maka satu kanal frekuensi, hanya bisa dipakai untuk siaran satu pemancar TV, contoh misal TVRI Jogja, dipancarkan melalui kanal 22 UHF. Sedangkan jika memakai teknologi pemancar digital DVB-T2, maka satu kanal frekuensi yang tadinya hanya bisa dipakai oleh satu TV, maka dengan DVB-T2 akan bisa dipakai satu atau lebih TV siaran bareng. MIsal pemancarnya punya bandwidth 40 mbps, sedang satu TV gital butuh 4 mbps, maka dalam satu pemancar DVB-T2 ini bisa untuk siaran 10 tv digital sekaligus, yaitu 4 mbps X 10 tv = 40 mbps,

Saat ini tiap wilayah area layanan setahu saya diberi 6 kanal frekuensi untuk penyiaran TV Digital, jadi paling tidak-tiap area akan ada 6 kanal X 10 content/kanal = 60 tv digital siaran bareng dalam satu wilayah. Lalu kanal frekuensi yang ditinggalkan oleh tv analog bagaimana nasibnya?

Inilah nasib kanal frekuensi yang ditinggal oleh pemancar tv analog, yaitu nantinya kanal frekuensi yang merupakan sumber daya alam terbatas ini akan bisa dipakai untuk komunikasi data kecepatan tinggi, yang tampak didepan mata adalah LTE pada 700 Mhz, atau nanti malah sudah langsung dipakai untuk 5G.

Jadi inilah menariknya bagi saya ketika menkoinfo adalah orang dari SELULAR, maka prediksi saya justru perkembangan pemancar TV digital bakal mulus dan dipercepat, karena sang menteri tahu pasti bahwa kanal frekuensi saat ini yang dimiliki oleh Selular sudah bisa dikatakan kurang, jalan satu satunya yang masuk akal adalah mendorong secepat mungkin penyiaran tv digital digelar diseluruh nusantara, lalu pemancar tv analog segera di CUT OFF (mati) dan kanal frekuensi UHF yang ditinggalkan oleh pemancar tv analog bisa segera dipakai untuk komunikasi data oleh selular.

Analisa saya ini bisa banget untuk meleset, jadi marilah kita cermati saja sepak terjang kominfo yang baru ini dalam perkembangan tv digital DVB-T2 dan perkembangan komunikasi data kecepatan tinggi. Karen keduanya memang sangat dibutuhkan saat ini. Hampir tiap orang saat ini memakai smartphone android, dan itu memerlukan data dan jalur data yang lancar dan cepat.

Lantas bagaimana nasib ISP? Kalau kang Onno W Purbo jadi kominfo mungkin nasibnya akan cerah. Jadi memang sosok orang dipiih jadi menteri tentu akan berimbas pada kebijakan kebijakan pada bidang yang selama ini digelutinya.

Turing ke Slawi dan Bumijawa

image

Bikin holder untuk advan S5F dengan plat bekas nomer polisi

image

Advan S5F duduk manis di holder dan di charge powerbank yang saya lakban di tangkai spion

Hari sabtu saya single touring dengan tujuan ke Slawi dan Bumijawa tempat adik dan tempat kakak saya.

Dari rumah jam 8:10 saya mampir ganti olie motor saya di bengkel kulon TUMUT. Lalu isi bensin full 50 ribu di pom bensin timur bangjo Gedongan.

Perjalanan saya lanjut via Minggir lalu Borobudur lalu Sepuran lalu Wonosobo, Bawang, Purwonegoro Mandiraja, Klampok belok kanan , Bukateja, Purbalingga via jalur bis ambil arah Pemalang, lalu jurusan Slawi yang jalanannya lewat diatas pegunungan. Sampai di Banjarnegara.

Saya juga silaturahmi ke pemancar TVRI SLAWI di BUKIT GANTUNGAN lalu lanjut ke BUMIJAWA via TUWEL yang jalannya melintasi hutan pinus sepi lanjut ke JEJEG lalu BUMIJAWA ke CINTAMANIK.

Untunglah ada hp android yang saya buatkan holder di atas setang dari bekas plat nomer polisi yang bahannya dari almunium sehingga gampang saya bentuk menjadi holder dan saya lem castol ke dudukan raiser setang motor saya. Sepanjang jalan saya mengandalkan googlemaps dan sesekali bertanya untuk memastikan arah yang benar.

Saya pulan jogja senin pagi jam 8:10 dan mampir di sedulur koboys kang inung di mandiraja. Lalu saya lanjut perjalanan arah Wonosobo, saya lihat ada pertigaan kearah KEBUMEN dan saya lihat di peta melewati sisi timur waduk WADAS LINTANG. Ternyata jalan berkelok kelok diatas bukit dan kiro kanan kalau bukan jurang maka tanaman pinus yang ada. Akhirnya saya tiba di sebuah pertigaan yang kiri kearah SAPURAN dan KALIBAWANG WONOSOBO, yang kanan adalah jalur besar yang ke KEBUMEN. Saya nekat ambil kiri, dan ternyata jalannya mulus aspal tapi berkelok nail turun. Bahkan ada yang mentok naik tinggi di bukit hutan pinus yang sepi. Duh karena audah terlanjur maka saya ikuti saja jalannya dan akhirnya tembus di lapangan SAPURAN.

Saya lanjut keselatan arah PURWOREJO, karena saya pingin lewat Kaligesing yang terkenal kambing ETAWA tembus ke perempatan KENTENG KULONPROGO, lalu lurus nyebrang jembatan progo menuju GODEAN. Itu hampir garis lurus tapi memang jalannya naik mentok sampai perbatasan  Kulonprogo, lalu menuju ke KENTENG jalannya menurun sepanjang 26 Km, dan ada turunan yanh extrim menjelang 6 km sampai ke Kenteng.

Saya benar benar puas bisa lewat jalan jalan yang belum pernah saya lewati sebelnya.

Konsumsi motor pulsar saya rata rata 40 km per liter. Irit juga nih.

image

image

image

Dari rumah di nol kan

image

Mampir isi bensin full di POM timur perempatan Gedongan

image

image

Isi bensin di daerah SLAWI

image

image

image

image

Sampai di rumah

SRI MULIH, persewaan genset di jogja dan sekitarnya

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Bagi anda yang butuh genset dari yang kecil sampai yang paling besarnya 160 KVA maka bisa hubungi persewaan genset SRI MULIH.

Alamatnya ada di Jambidan Bantul. Dari terminal Giwangan ambil keselatan sampai ketemu perempatan kalau ke kanan (barat) sampai ke MUSEUM NGOTO. Tapi anda harus ambil kiri diperempatan ini. Lalu lurus saja ke timur kurang lebih 1k akan menemui perempatan lagi yang kalau anda belok kiri akan sampai BALONG WATERPARK. Perempatan ini lurus saja sampai nanti mentok persawahan jalanan aspal yang lurus habis, maka anda ambil kanan. Maju 200 meter ada bangunan besar di kiri jalan. Sudah sampai SRI MULIH.

Sri Mulih ini biasa menyediakan genset untuk konser musik, untuk waterboom, untuk hotel, untuk instansi, untuk AC, untuk pesta resepsi, wisuda dll yang membutuhkan daya listrik tanpa PLN.

Selama ini penyewanya tidak hanya di jogja saja, tetapi juga jateng dan semua tempat yang terjangkau.

Ini kontaknya jika ingin menghubungi untuk menyewa

Eman Warman
Bbm : 3275215C
Telp/sms/wa : 085643001900
Email : tanyaemanwarman@gmail.com

Semoga bermanfaat.

Akhirnya ikut antri Premium di SPBU TERBAN JOGJA

image

image

Akhirnya saya tadi pagi jam 9:20 mulai start ikut antri bensin setelah ambil servisan laptop lenovo di harrisma. Saya antri di POM TERBAN, sebelah selatan harrisma.

Oh iya tadi jalan C SIMANJUTAK ini ternyata searah sekarang, hanya keselatan. Jadi tadi saya dari barat kudu lewat Cik Di Tiro baru kemudian belok kiri bunderan UGM menuju arah barat lalu belok kiri di depan MIROTA KAMPUS menuju selatan ke harrisma.

Oleh mas conter CS harrisma saya diberitahu bahwa pom terban ada 4 pompa/selang untuk premium motor, jadi bisa lancar dan cepat. Dan terbukti saya antri 40 menitan sudah dapat giliran. Saya antri di kiri. Tadi antrinya motor dari arah utara pom terban, jejer dua dua.

Untunglah boleh full tank, dan tadi si BLACK COYOTE, pulsar saya bisa minum Rp. 71.000 alias hampir 11 liter. Dengan kapasitas tangki 18 liter (katanya sih) maka dengan estimasi per liter bisa ngaspal 35 km maka paling tidak saya bisa ngaspal 600 km kedepannya. Harga premium masih Rp. 6.500 per liter.

Tadi pagi saya lewati 3 pom bensin antrinya luar biasa semua. Bahkan kabar dari teman via bbm bahwa sore ini juga masih meriah antrinya.

Dikabari mas FUAD APA SUSAH pelawak jogja yang kebetulan adik kelas sma saya, bahwa di pom candi mas sedayu bisa selo jam 01:00-04:00

image

image

image

Saya memang butuh bbm untuk ngantor di gunungkidul yang jaraknya 80 km PP. Jadi sehari minimal 2 liter bensin saya habiskan. Naik sepeda onthel ya gak bisa karena jalan nanjak dari 100 dpl menuju 500 dpl. Nuntun coy.

image

image

image

image

image

image

image

image

Ketamuan mahasiswa UII jurusan Manajemen Media

image

Pagi ini jam 10:00 di kantor saya kedatangan mahasiswa ILMU KOMUNIKASI UUI Konsentrasi Manajemen Media.

Tujuannya adalah sharing ilmu saja sambil melihat peralatan pemancar digital dan analog dengan tujuan mahasiswa bisa lebih memahami karena langsung melihat alat alatnya, tidak hanya membayangkan di meja kuliah saja. Saat saya dulu menjadi mahasiswa, kunjungan kunjungan seperti inilah yang menyenangkan. Jadi tahu dunia kerja sesungguhnya.

Tadi saya lebih banyak sharing ilmu tentang pemancar digital UHF, dari berbagai Aspek.

Akhirnya setelah sekitar 1,5 jam acara kunjungan selesai. Semoga bisa ada manfaat bagi para mahasiswa. Amin

image

image

image

image

image

image

image

image

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.520 pengikut lainnya.