Betty ganti ban belakang tubeless

image

Betty sudah tiga kali ini bocorban belakangnya, kalau ganti ban lagi atau tambal ban sepertinya malah boros dan percuma. Karena ban luar memang sudah agak tipis, sehingga kena paku gampang tamblas.

Saya kepikiran dari dulu untuk menggantinya dengan yang tubeless, kebetulan sering lewat jalan wates barat bangjo JUJUR ada toko PLANET BAN yang dari luar kelihatan meyakinkan. Benar juga setelah saya kesana, tokonya memang luas dan ban juga banyak stoknya. Sampai ban gede gede untuk motor sok gede atau untuk motor gede beneran juga ada.

Akhirnya pilihan jatuh ke FDR 90/90 14, harganya 192.000 ditambah pentil tubeless 7.000, jadi total Rp.199.000

Bongkar pasangnya pakai mesin hidrolik, sehingga aman dan cepat. Tidak sampai 20 menit kayaknya bongkar pasangnya.

Angin yang dipakai si PLANET BAN inj adalah NITROGEN. Bahkah gratis setahun dengan menunjukkan stiker planet ban jika mau nambah hidrogen.

Dengan tubeless ini semoga lebih tahan bocor, karena istri yang pakai. Kasihan kalau bocor di jalan. Tadi ditawari cairan anti bocor Rp. 33.000 tapi saya belum tertarik memakainya.

Jam 19 tadi saya lewat, toko masih buka. Dan karyawan yang cuma dua orang juga masih bekerja tadi. Apa gak capek ya?

Untuk pilihan beragam ban dan pengerjaan yang aman dan cepat, toko ini rekomendeddah. Kalau soal harga saya kurang paham karena tidak membandingkan dengan toko lain.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Tentang iklan-iklan ini

Pelajaran berharga dari bocornya ban belakang pulsar saya

Alasan saya dahulu beli pulsar adalah, dengan harga 18,6 jutanan sudah mendapatkan sepeda motor yang  sudah memakai tubeless di kedua rodanya. Bandingkan dengan motor dengan tongkrongan yang segede pulsar tapi harganya lebih mahal tetapi belum tubeless, sehingga kebanyakan yang punya motor tersebut pada ganti sendiri ke tubeless, jadi lebih mahal lagi biayanya kan. Kenapa saya mensyaratkan tubeless sebagai yang utama? Tidak lain dan tidak bukan karena rute ngantor saya yang naik turun gunung, sehingga harapan saya dengan tubeless, seandainya ban kena paku masih bisa bertahan asalkan paku tidak dicabut dari ban. Masih bisa dinaiki sampai kantor atau sampai tambalan tubeless terdekat yang bisa dijumpai.

Seingat saya sudah dua kali tubeless saya bocor, sekali saya tambal di jalan wonosari, dan sukses tambalannya bagus, kedua kalinya saya tambal di jalan godean dan sukses juga tambalannya tidak sempurna sehingga bocor alus, lalu saya putuskan untuk memberikan ban dalam di tubeless saja, jadi sekarang tidak tubeless lagi.

http://hadiyanta.com/2011/09/27/bocor-kedua-ban-belakang-di-bc/

nuntun pulsar bocor abot tenan

Nah kemarin sore 7 September 2012, saat saya beranngkat kerja, di ringroad selatan selepas Terminal Giwangan dan sudah hampir sampai TL Kota Gode, ban terasa gembos, dan benar ternyata memanag gembos, setelahs aya standar tegak, saya dapati paku kecil yang membuat bocor. Kebetulan saat itu saya diboncengi adik akndung yang nunut sampai piyungan karena mau ambil motornya di rumah mertua. Jadilah adik saya yang nuntun motor sampai ke banjo ringroad kota gede, dan deberi tahu orang untuk belok ke barat ke arah jalan Karanglo Kotagede, karena banyak pilihan bengkel tambal ban, bengkel terdekat rupanya sudah tutup, dapatnya sekitar 150 meteran dari bangjo di utara jalan.

sampai juga di bengkel ban

Saya bilang pada yang mau ganti ban saya bahwa ini adalah velg tubeless, dan untungnya yang nambal mengerti dan hati hati, tetapi setelah dikerjakan lama, dan rasanya mustahil dijugil biasa, maka saya minta untuk dibawa ke tempat penggantian ban yang punya mesin hidrolis khusus untuk mengganti ban mobil, tujuan utamanya agar velg tidak rusak, tentu saja ada tambahan biaya sekitar 15.000, tapi tidak masalah dari pada rusak.

sulit banget untuk menjugil ban ini tanpa alat hidrolis

Inilah pelajaran berharga bahwa terlalu riskan untuk ban tubeless jika diberi ban dalam, karena dapat dipastikan bengkel biasa bakal kesulitan untuk mencopot ban tersebut dari velgnya, kalaupun dipaksakan, saya yakin bakal merusakkan velg. Satu satunya cara yang lebih aman adalah tubelessnya diberi cairan anti bocor seperti yang sudah dilakukan oleh sedulur koboys yang juga punya pulsar, yaitu Yugo. Ekstrimnya YUGO ini beli cairan anti bocor, lalu dimasukkan ban, dan ban sengaja dia tusuk pakai paku, dan untunglah cairan anti bocornya memang bekerja dengan baik. Saya akan meniru YUGO untuk ban saya yang rencana sudah mau saya ganti dalam waktu dekat ini, sehingga tidak akan merepotkan saat terkena paku. Tetapi tentu saya tidak akan tiru untuk sengaja menusuk paku ke ban saya.

http://ardiantoyugo.wordpress.com/2012/08/30/ban-tubeless-plus-tire-guard-kolaborasi-hebat/

Nuntun pulsar itu berat, bongkar ban pulsar itu juga sulit, jadi memberikan cairan anti bocor ke tubeless pulsar ini adalah solusi paling aman. Dan saya sukses kelhilangan 1,5 jam waktu, sehingga telat sampai kantor.

bocor kedua ban belakang si BC

Hari Senin 26 Oktober 2011, Jam 12:15 saya meluncur dari rumah menuju JEC untuk menghadiri seminar yang diselenggarakan oleh KOMINFO RI.

Perasaan handling si BC tidak enak, tapi saya pikir karena badan saya saja yang lelah kurang tidur karena malamnya kerja sampe jam 8:30 pagi. Seusai seminar di JEC jam 17, disekitar SGM (pabrik susu) sangat terasa tidak enak, saya curiga ban belakang kempes, tapi baru depan Pakualaman, saya berhenti dan memeriksa ban. Woooo ternyata bolong karena pakunya ilang tidak nancep di ban, kalau paku masih nancep seperti saat bocor yang pertama, angin tidak cepat keluarnya. Untung di seberang jalan ada tukang tambal ban, tapi ternyata saya kurang beruntung karena tidak bisa tambal tubeless. Saya akhirnya minta sekrup dan saya pasang di tempat yang bocor, lumayan sampe rumah tidak habis anginnya.

Karena jam 18 dapat undangan syawalan dari pulsarian jogja, maka saya nekat pake si BC meski beresiko kempes, kan tidak lucu dateng ke pulsarian tidak bawa pulsar, mossok nggowo betty.
Jam 22:30 saya pamit dengan bro Giring ketua pulsarian jogja dan pak Agus owner dealer bajaj. Tapi begitu mau menggeser si BC dari parkiran pulsar yang penuh sesak, lha kok terasa berat, dan benar sekali ban belakang kempes. Akhirnya si BC saya titipkan dealer karena didealer tidak ada pompa angin dan kompresor sedang rusak, dan saya pulang bonceng bro Arif yang rumahnya di Sedayu, matur nuwun ya broww.

Selasa jam 14, si BC saya ambil, dan saya bawa pompa tangan sendiri, sempat saya praktekkan petuah Aziz untuk melapisi sekrup dengan TBA yang untuk melapisi kran air, dan kayaknya tadi kurang tebal, sehingga angin masih bocor walaupun lebih halus.

Akhirnya di wetan pasar Godean saya temukan tambal ban tubeless, kena ongkos 16.000, tapi saya bilang biasanya 10.000 dan yang punya bengkel setuju. Pemilik bengkel bilang kalau tambal tubeless mobil memang biayanya Rp. 16.000,- larang yo, padahal alat penambal ban tubeless ini hanya kisaran 50.000 saja harganya.

image

image

image

image

image

J

BlackCoyote ganti ban belakang

Hari ini akhirnya ban belakang Black Coyote saya ganti juga denbgan IRC tubeless. Saya sengaja menggantinya di Bantul dekat dengan rumah begawan, pertimbangan saya adalah bahwa bro Adicoolrider dan bro alrozi pernah mengganti disana dan tidak ada keluhan sama sekali.
Bengkelnya dekat banget dengan tempat nongkrong koboys di angkringan Palbapang, yaitu dari Palbatang tinggal kebarat, setelah melewati pertigaan maka tinggal sedikit lagi, letaknya bengkel ban ini di selatan jalan. Saat saya sampai di bengkel, terlihat kesibukan karyawan bengkel sedang mengganti ban mobil, dan memang banyak mobil yang ganti ban disini.
Akhirnya giliran BC, setelah roda dicopot, lalu dibawa ke alat khusu untuk bongkar ban, dengan alat ini maka mencopot ban tidak begitu sukar, dan lebih terjamin peleknya tidak akan cacat rusak, sehingga ban tubeless tidak akan bocor.
Sebelum dipasang, ban di rambang/dicelup di bak air untuk memastikan ada udara bocor atau tidak, setelah dipastikan ban tidak ada yang bocor, baru kemudian dipasang lagi. Selesai dah. Ongkosnya Rp. 15.000,- itupun ban bekas BC saya tinggal, saya yakin ban bekas BC laku dijual 10ribuan, mungkin untuk ban gerobak atau lainnya maih layak.
Setelah selesai, maka dilanjut sarapan pagi dengan Begawan dan BlackCat di warung soto Pak Blo’on.
Tingggal mikirin ganti ban depan.
Oke trimakasih pad mas Panca yang telah mengusahakan ban ini sehingga bisa saya miliki dan sekarang terpasang di BC saya.

Baca lebih lanjut

IRC tubeless calon pengganti ban belakang BLACK COYOTE

image

image

image

image

image

image

ini dia

FDR TIRE yang mencari ban tubeless

Saat menghadiri gelaran acara suzuki axelo kemarin, saya sempatkan mampir ke both FDRtire, untuk lihat-lihat ban motor tubeless, sebagai referensi untuk mengganti ban belakang Pulsar UG4 BlackCoyote milik saya yang telah berusia 14 bulan dan mengaspal kira-kira 30.000KM, maklum spedonya sudah mati.

Tunjukin Axe Lo!

Lapak FDRtire di gelaran suzuki axelo

Ban Pulsar saya yang depan ukurannya 90/90-17, sedangkan yang belakang 120/80-17. Lhoh yang sama persis kok tidak ada ada ya? Saya belum paham tentang ukuran ban, yang jelas untuk paling belakang itu ring peleknya ya?

Jadi monggo yang mau mencari ban tubeless bisa dijadikan perbandingan dan referensi.

Daftar Harga ban tubeless FDR saat pameran

Daftar toko yang menjual ban FDR di Jogja dan Klaten

manteb dan nyokot aspal nih FDR

image

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.531 pengikut lainnya.