MINA LARAS produsen nata dari rumput laut milik mas Alrozi

Alrozi pemilik usaha MINA LARAS

Mina Laras adalah usaha milik sedulur koboys, anak muda yang penuh visi dan berjiwa wira usaha, siapa lagi kalau bukan FAKHRUDIN AL ROZI , jebolan UGM fakultas Teknik Pertanian. Beliau merintis usaha yang diberi nama MINA LARAS ini yang bergerak dalam usaha

- RUMPUT LAUT,

- CHIP RUMPUT LAUT,

- KERIPIK RUMPUT LAUT,

- NATA RUMPUT LAUT,

- KERIPIK NATA RUMPUT LAUT,

- TEPUNG RUMPUT LAUT,

- ANEKA OLEHAN IKAN dan,

- KERAJINAN KULIT IKAN PARI.

 

Bagi yang ingin berbisnis diatas dan ingin info lebih lanjut, atau mau menjadi agen penjual dari produk produk MINA LARAS, silahkan kontak langsung ke AL ROZI di nomer ini 0274 – 748 3242

Alat pembuat tepung dari rumput laut

 

 

salah satu proses pembuatan nata dari rumput laut

 

Al Rozi dengan kripik rumput lautnya

 

 

About these ads

bantu teman nawarin Rumah Joglo apik dan asri di Sedayu Bantul

Ceritanya kemarin teman saya semasa SMP di facebooknya minta tolong untuk mewartakan rumah JOGLO yang sedang dibangun olehnya dan sekarang sudah mencapai tahap finishing, sehingga beberapa minggu kedepan insya Allah sudah siap jual dan siap dipakai. Tadi pagi sekalian saja saya potret-potret dan melihatnya langsung, agar bisa saya deskripsikan dengan benar.

Tampak dari depan saya foto dari kampung barat jalan aspal

tampak depan lebih dekat

Tampak dari sisi selatan saya foto dari dekat jembatan

Tampak sisi selatan, saya foto dari depan pintu gapura

Letak rumah ini di kecamatan Sedayu Bantul. Tepatnya di dusun Bandut Lor, Argorejo, Sedayu, Bantul, Jogja. Kalau dari lampu Traffic Light Ringroad Gamping, Jalan Jogja-Wates, silahkan kebarat kearah Wates, 6 kilometer, nanti akan ketemu lampu Traffic Light pertama yaitu di depan POLSEK PEDES. Ambil sisi kiri saja di Traffic Light Polsek Pedes ini untuk persiapan belok masuk ke kiri, karena tinggal maju 200 meter, nanti akan ketemu pertigaan, ambil belok kiri (keselatan). Pertigaan ini letaknya di pojok timur komplek PLN Sedayu. Ikuti jalan aspal keselatan disamping PLN Sedayu sampai masuk dusun Bandut Lor, ikuti terus saja sampai kiri jalan ada TK Budi Mulia Dua, pelan-pelan saja karena rumah Joglo tinggal 200 meteran di kiri jalan, sebelum jembatan. Jarak dari pertigaan PLN SEDAYU Jalan Jogja-Wates sampai ke Rumah Jogjlo adalah 700 meter.

(more…)

bakmi jowo lor polsek Pedes

Ini adalah bakmi jowo langganan dan favorit saya yang kebetulan letaknya juga tidak jauh dari rumah saya, tepatnya sekitar 4 km dari rumah saya, menuju jalan wates Km 9, berada di utara kantor polsek PEDES, disebelah selatan kampus UMBY (Universitas Mercu Buana Yogyakarta). PEDES adalah nama dusun, jadi bukan “pedas lombok”. Dari lampu bangjo/traffick light PEDES, tinggal ke utara kurang lebih 200 meter, ada di barat jalan.

Yang saya suka dari penjual bakmi ini adalah, bahwa pakai telor bebek dan jelas dengan ayam kampung, dan yang paling saya suka adalah antrian ditulis tertib, jadi ada kepastian berapa lama dan berapa masakan kita antrinya. Sebagai gambaran saya pernah antri 10 masakan, harus nunggu 1,5 jam.

UPDATE HARGA 30 JUNI 2012

Untuk Bakmi pakai telur bebek, sekarang Rp. 9.500,-

Untuk Bakmi telur ayam petelur, harganya Rp. 8.000,-

Yang Tanpa Telur sudah tidak ada ditulis.

Untuk minuman, hanya ada teh dan jeruk, harganya Rp. 1.500,-

Servis rutin BC di joker bantul

image

image

image

image

image

image

Ganti oli
Servis
Motong rantai

Kemarau semoga cepat berlalu

image

Foto ini saya ambil di daerah Bantul, hanya satu menit turun dari kantor saya yang di Gunungkidul, karena memang kantor saya ada di Gunungkidul paling utara, berbatasan dengan Kabupaten Bantul. Ini adalah daerah pegunungan sisi utara dan memang air sulit dijumpai disini saat kemarau.

image

image

image

Mencoba sate klathak pak Pong di Jejeran Bantul

image

Harga sate dan minum Rp. 14.000

Satenya empuk, tidak ada yg alot dagingnya, asinnya juga pas. Mantab pokokke.

Di dinding banyak ditempel foto2 artis yang pernah mampir.

Parkir luas & gratis.

Letaknya sebelah timur Stadion Sultan Agung Bantul kira2 300 meter arah timur (arah perempatan Jejeran)

(more…)

nyobain Sate Klathak Jejeran Pleret Bu Jazim 3

Kampung JEJERAN kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul memang terkenal kampung sate klathak. Apakah sate klathak itu? yaitu sate kambing yang hanya dibumbui dengan bawah putih dan garam saja.

image

Karena saya belum pernah merasakan yang di JEJERAN ini, maka saya tadi mampir di warung Bu Jazim 3, tepat didepan POMPA BENSIN PLERET, jalan Imogiri Timur. Untuk menuju tempat ini gampang banget, tinggal cari terminal Giwangan, nah tinggal ikuti jalan keselatan. Tetapi tadi saya pesen klathak, eh mbaknya yang jual tidak denger, akhirnya yang disajikan sate biasa, tapi ndak masalah tetep saya makan juga, kapan kapan bisa mampir lagi untuk beli klathak.

image

Harganya juga murah lho, saya tadi habis 14.000 untuk sate biasa plus nasi, tambah Teh panas. Lalu saya juga beli gule, harganya satu porsi Rp. 7.000,-

Tadi saat di warung saya foto terus saya upload, eh ternyata yang punya warung ini temannya mas Moko member koboys. Teman mas Moko yang juragan sate ini punya CBR250R, moga-muga besok saya bisa icip-icip juga testride CBR250R, lha gimana nunggu undangan AHM tidak ada juga test ride CBR baik 150 ataupun 250 di Jogja,  karena katanya mau diajak mas moko untuk ikut baksos koboys. Dunia memang sempit, padahal saya asal saja mampir warung ini.
image

Selengkapnya (more…)

Jembatan SESEK bambu di Sungai Progo (part II)

Langsung saya tulis kelanjutan dari part I. Jembatan sesek bambu yang part I letaknya di selatan jalur SUTET PLN, nah untuk yang jembatan sesek part II ini di utara  jalur SUTET PLN yang juga menyeberang Sungai Progo, letaknya kalau di Kulonprogo di sekitar dusun TUKSONO, dan di ujungnya di kabupaten Bantul ada di wilayah Triwidadi, di selatan Perempatan Kayuan.

ini mantennya

Ceritanya tanggal 4 September 2011 mengahadiri resepsi pernihakan saudara di wilayah Kaliwiru Kulonprogro, daerah yang banyak industri pembuatan Tahu.

Pada saat berangkat, kami lewat Klangon di timur Jembatan Bantar, lalu belok kebarat melelui jalan Wates menuju Sentolo, dan di pertigaan pertama, kami belok kiri (ke timur), selanjutnya mengikuti jalan aspal yang ada ke arah Kaliwiru, arahnya keselatan dan ke timur.

terlihat tidak rapi dan tidak septi

Saat di dusun Tuksono, saya lihat ada plang nama mengiklankan adanya jembatan sesek bambu yang tembus ke wilayah Pajangan, Triwidadi Bantul, maka niat saya nanti sehabis acara resepsi manten, saya akan pulang lewat jembatan ini.

wah balapan nih?

Mantenan di Kaliwiru terhitung masih lekat dengan budaya yang kental sehingga acara menjadi lama, karena masih ada urusan lain di siang dan sore hari, maka saya pamit selepas mendapat minum dan snack :-D

Akhirnya saya jadi melewati jembatan sesek bambu, saya sempatkan berhenti untuk protret-potret sebentar. Yang kelihatan berbeda adalah, jembatan ini tidaklah serapi jembatan yang saya tulis pertama, kelihatan paling mencolok dari tidak adanya pagar di kiri dan kanan sepanjang jembatan, wah tidak septi ini, tapi kadung sampai sini, maka nekat lanjutkan juga melalui jembatan ini, lumayan lebih menakutkan dan kudu lebih hati-hati saat saya melintasinya, kaki kiri kanan tidak berani ada di footstep, jaga-jaga untuk menapak jika kondisi tidak seimbang. Setelah beberapa saat akhirnya sampai juga di ujung wilayang bantul, dan berhenti sebentar untuk membayar biaya pemeliharaan jematan, yaitu Rp 2000.

Black Coyote siap nyebrang

Dengan lewat jembatan ini, saya jadi hemat jarak kurang lebih 5 KM, lumayanlah.

Jembatan SESEK bambu di sungai Progo (part I)

Sungai Progo di bagian selatan Jembatan Bantar membelah meliuk indah memisahkan antara kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo. Saat musim kemarau seperti saat ini, sungai Progo ini tidaklah terlalu liar arusnya, tampak aliranya dangkal, bahkan disana-sini terdapat WEDI KENGSER, alias pulau-pulau yang terbentuk dari pasir yang tidak teraliri air sungai, ini karena begitu lebarnya sungai Progo membentang.

Ceritanya pada hari sabtu tanggal 3 September 2011, saya mengantar istri ke wilayah Ngentakrejo, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulonprogo. Berangkat dari rumah, lanjut rute ke bangjo Perempatan Sedayu, terus ambil keselatan sampai Perempatan Kayuan ambil keselatan lagi, lalu mampir sebentar di rumah teman istri, silaturahmi sebentar sekaligus saya menanyakan jembatan SESEK BAMBU yang bisa dilewati, dan dapat petunjuk nanti setelah lapangan desa Kamijoro, sebelum jalan belok kekiri maka ambil jalan kampung yang kekanan, ada dua jalan kampung, ambil yang paling kanan. Saya susuri jalan ini akhirnya sampai ke Sungai Progro.

siap menyeberang

Tampak jembatan SESEK BAMBU ini dibuat rapi, kira-kira lebarnya 1,5 meter dan pangjangnya mungkin sekitar 100 meteran. Saya bilang rapi, karena memang dilihat rapi dan kokoh, juga diberi pagar di kiri dan kanan, sehingga memberikan rasa aman saat melintas.

lebar, jernih dan dangkal saat kemarau

Untuk melewati jembatan bambu ini, harus gantian satu-persatu, misal dari arah barat dulu, atau dari arah timur dulu, tidak boleh bareng dan papasan di tengah jembatan, karena memang kondisi jembatan hanya kontruksinya dari bambu dan lebarnya pas-pasan. Sensasinya sungguh lain, terasa campuran sedikit kuatir dan takut kalau jatuh lalu nyebur ke sungai, meskipun sungainya dangkal. Bobot motor pulsar saya yang relatif sudah berat ditambah dinaiki 3 orang, maka saat melintas di jembatan ini suara ban beradu dengan bambu menjadi sangat meriah.

Sampai di ujung barat di wilayah Kulonprogo, kami membayar biaya pemeliharaan jembatan yang dikelola oleh warga, besarnya Rp 2000 saja. Jumlah ini sebenarnya terhitung murah, karena memang jalur yang saya lalui menjadi lebih pendek ketimbang saya harus memutar keselatan melalui Jembatan Panjang Srandakan Brosot. Belum lagi jika di pasar Mangiran ada keramaian lebaran pasar tumpah dan hiburan rakyat seperti pasar malam, perjalanan pasti dialihkan dari jalur utama, dan saya pernah muter-muter kesasar gara-gara lewat jalan kampung dan belum pakai GPS android.

Saya juga berkunjung ke bro Snalpot yang baru saja punya momongan perempuan, di wilayah dekat Kecamatan Galur. Selamat semoga menjadi anak yang sholihah.

Silaturahmi ke garasinya bro Snalpot, tilik snalpot yunior

 

enakknya koboys, nyervis ditemani sedulur koboys

Saya lagi servis pulsar di Bantul, sekalian saja saya SMS koboys yang tinggal di bantul, dan alhamdulillah pada bisa datang nemani saya servis pulsar.

Ada mas Panca, mas Irawan, mas Danan dan mas Andhi Suranto yang jauh jauh dari Borobudur :-D

image

tampak depan

image

mas Andri

image

me, AS, GE, BO

foto lengkapnya (more…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.958 pengikut lainnya.