Raiser pulsar UG4 diberi karet. Cerdas!

image

Ini adalah motor pulsar UG4 orange milik bro Harris Cy yang setang jepitnya sudah diganti dengan setang BYSON, dan diberi raiser khusus untuk pulsar UG4, yang menarik adalah ada karet ban diantara raiser dan segitiga atas setang, tentu saja fungsinya agar getaran ke setang menjadi teredam. Cerdas.

Pulsar saya juga sudah saya ganti raiser meodel ini dengan setang milik pulsar UG3, dan memang getaran setangnya terasa banget, sampai-sampai spion pulsar tidak bia untuk melihat belakang dengan jelas karena getar. Tapi setelah saya ganti spion milik TVS yang lebih berat, spion bisa meredam getaran dan bisa berfungsi dengan baik.

image

image

image

image

Meredam getaran.

Tentang iklan-iklan ini

Kang MONDE ke garasi saya

image

Sewaktu cek fb, ada status dari kang monde bahwa sampai di Wates, kontan saja tak minta mampir, toh lewat jalan wates. Akhirnya saya diberi nomer hp kang monde oleh cak poer, selanjutnya malah bisa saling pantau lewa google latitude.

Ternyata juragan DOHC pulang kampung, sehingga kan monde jadi lama di wates nunggu juragan DOHC tiba. Saya lantas pergi ke masjid untuk Tadarus, tadi sudah tarawih di rumah, karena saya pikir jam 20-21 kang monde sampai rumah saya.

Jam 20:30an kang monde SMS brangkat dari Wates, dan benar juga ada pergerakan di latitude kang monde, setelah hampir sampai, saya putuskan untuk menjemput kang monde di Bangjo Sedayu, tetepi kang monde malah bablas dan saya tututi akhirnya kita berhenti bareng di bangjo Pedes, lanjut ke rumah saya via kemusuk.

Setelah dirumah seperti biasa koboys ya ngomongin apa saja terutama motor dan dulur-dulur koboys lainnya. kang monde ini juragan bakso di Bandung, punya 3 warung, dan tampaknya mau menambah lagi, karyawannya ada 11 orang. Mantab. Sering pulang kampung ke Wonogiri untuk menengok orang tua.

Karena sudah malam larut, maka saya minta kang monde nginep di garasai saya, tidurnya pules banget :-D, paginya kisaran jam 9, kang monde pamit untuk lanjut ke Wonogiri.

Trimakasih untuk kang monde yang telah sudi datang ke garasi saya. Koboys “kanggo ngraketke paseduluran” bukan omong kosong :-D Lain waktu mungkin giliran saya main-main ke bandung.

image

selengkapnya klik disini Baca lebih lanjut

motor BYSON PBNJ akhirnya datang juga

hoammmmmmmm seteleh ngantuk nunggu 5 bulan lebih atau tepatnya 161 hari, akhirnya motor indenan byson PBNJ, alias Pak Bambang Nunggan Jaran nongol juga.

Kemarin di grup FB koboys sempat saya kemukakan keraguan saya tentang bener tidaknya list indent, maksud saya apakah bener-bener PBNJ tidak dilangkahi orang lain?

PBNJ dan motor lawasnya

Seberapa transparankah list indent bisa diakses pengindent? inilah masalah terbesar yang sebenarnya harus diperjelas, indent lama tidak masalah jika memang urutannya mengharuskan seperti itu.

inilah foto PBNJ ngeloni gudel barunya.

jempol dah

PBNJ - Pak Byson Nunggang Jaran "Dream come true!"

Selamat untuk PBNJ, ayo kita reyen ke Banyumas, pake jaket koboys+byson pasti keren. tapi knee protector beli yang baru ya!

PBNJ berdiri paling kiri

Tinggal ditunggu makan-makannya yang seperti ini

Byson merah bro Sudar Adp

Dari penampakan BYShon-da di fesbuk beberapa hari yang lalu, saya yakin sudah bro sudar dah jadi minang byson untuk menggantikan vario nya.

Telah beberapa kali saya SMS agar dibawa ke kantor, tapi karena hujan dan lain hal maka tertunda terus. (byson kok wedi udan, jian kepiye)

Namun Senin pagi 25 Oktober 2010 kisaran jam 06:15, bro Sudar tanpa dinyana datang angon Byson untuk merumput di rumput kantor saya yang hijau dan tebal, semacam padang prairi di  dunia koboi jaman wildwest dulu (klik saja cerita winnetou ketua suku apache disini).

 

gahar (meskipun sungunye copot)

 

 

Jangan ditiru, gak septi babar blas, tanpa helm, sarung tangan dan sepatu

 

Tanpa basa-basi, saya langsung numpak Byson, turun ke warung dekat pemancar. Setangnya yang bentuknya kayak fatbar (atau apa istilahnya?) enak untuk dipegang, badan agak lebih menunduk sedikit ketimbang saat pegang NMP, tapi masih nunduk UG4 saya sih. yang saya rasakan koplingnya enteng dan enak dilepas, mesin tidak nggereng-nggereng, hampir mirip dengan UG4 saya, kalau saat naik NMP kok agak beda feelingnya bagi saya, agak susah dikit saat gigi pertama ngeculke kopling, tapi ini sih mungkin faktor kebiasaan saya yang bawa UG4.

 

Panel spedometer

 

 

Punya NMP

 

 

NMP lebih dekat

 

 

UG4 dari dekat

 

 

UG4 dari jauh

 

Saya jelas turah-turah sikil saat naik Byson, alias tidak dingklik detectec, yang agak lucu adalah tutup tangkinya yang lepasan, bukan kayak punya UG4 saya, tapi ya wajar karena tangkinya juga pakai kondom kok. Yang paling enak dilihat adalah diameter shock depan yang besar banget, kalah deh UG4 saya, padahal UG4 saya juga sudah besar.

Yang menarik bagi saya adalah RMP meternya yang digital, bisa naik turun dilihat asyik, kayak di motogp kalo pas diperlihatkan RMPnya si pembalap. Mengenai mesin saya kurang paham, yang jelas enak saja saat dibawa naik tanjakan, saya memang tidak mencoba secara ektrim, maklum motor anyar je, eman-eman.

Saya kira ini adalah Byson pertama di daerah Patuk Gunungkidul yang saya tahu :-D Untuk KOBOYS, mesti pada ngarep test ride, mungkin kapan2 bisa kita jadwal di lintasan angkringan KOBOYS, sekaligus syukuran, yen sing duwe byson syukuran lho :-D

Pulangnya saya beli lontong sayur untuk sarapan.

 

Monster Energy of lonthong sayur

 

Kayaknya BAJAJ pilih perang harga untuk hadapi NMP dan BYSON

Barusan di FB lihat statusnya teman yang ada link bahwa bajaj pulsar UG4 (uffff ini motor gueeeeeeeeeeeeeee!!!!!) harganya turun 2 jutanan, menjadi 15.9 juta on the road di Jakarta, sebagai perbandingan, dulu Januari 2010 saya beli motor ini dengan harga 18.5 juta di Jogja, jika turun 2 juta, maka harganya akan menjadi 16.5 juta, eudannnnnnn.

Saya kira bukan tanpa alasan jika BAJAJ nurunin harga Pulsar UG4 ini, kalo analisa saya jelas bahwa ini adalah PERANG HARGA untuk head to head menahan gempuran Honda New MegaPro dan dengan BYSON. Padahal TMCblog barusan nulis hal ini. Bayangkan saja NMP dan Byson sama-sama 150CC dengan harga kira-kira 19.8jutanan, lah ini Pulsar UG4 180CC, lebih tinggi 30 CC dari NMP dan BYSON dijual dengan harga 15.9 juta On the road di Jakarta. Opo Tumon!

Lantas apakah dengan harga baru ini Pulsar UG4 akan terdongkrak penjualannya? Belum tentu! saya kira Bajaj harus kerja keras menyampaikan informasi ini kepada masyarakat, dan lebih dari itu Bajaj harus membenahi Service dan Spare Part-nya di daerah-daerah yang saat ini masih kurang bagus. Jika Bajaj mampu menangani dan memberi jaminan dan memberikan kenyaman dan kepercayaan kepada calon pembeli Pulsar, maka bolehlah Honda NMP dan Yamaha Byson agak kuwatir dengan gempuran INDIHE ini.

Black Coyote

Untuk diketahui saya sampai saat ini belum mendapat jatah Jaket yang dijanjikan oleh Bajaj saat saya beli Pulsar UG4 dulu. Nganti males leh njaluk. Eh kemarin malah dapat ganti Jaket Turing dari Honda NMP, aneh kah? Trimakasih HONDA :-D.

Pesan saya untuk manajemen Bajaj, anda kudu iso NGUWONGKE konsumen, dah kalo itu bisa, pasti Bajaj bakal dilirik dan dibeli produknya dengan penuh keyakinan dari konsumen.

Pilih New Mega Pro, Byson atau Pulsar UG4?

Pernah ditulis di TMCblog, bahwa Byson dan  New Mega Pro ini kental sekali aura Indianya, terutama dapat dilihat dengan jelas sekali pada pemilihan batok lampu yang modelnya mirip TVS Apache dan Bajaj Pulsar. Dan memang seperti itulah kenyataannya.

Saya sendiri adalah pemilik Pulsar UG4 180 CC sejak Januari 2010, itulah mengapa saya hanya membicarakan NMP, Byson dan Pulsar UG4 saja, kenapa TVS Apache tidak saya masukkan, karena saya tidak memiliki, memakainya sehingga tidak tahu kelebihan dan kekurangan dari apache. Biar moko (koboys pemilik apache) saja nanti yang mungkin akan menulis dengan judul : Pilih NMP, Byson atau Apache? :-D

Saya mulai dari Pulsar UG4 saya dulu. Disebut UG4 karena dah di Up Grade sampai ke 4 kalinya dari awalnya keluar, intinya pulsar UG4 ini tetap memakai mesin tetap 180cc, tapi bodi dan rangka memakai punya pulsar 200, bahkan shock depan memakai punya pulsar 220 yaitu 37mm besarnya (sama dengan ninja250r), lebih besar dari pulsar 180 sebelumnya dan juga lebih besar dari pulsar 200. Kenapa UG4 ini bisa diadu dengan NMP atau Byson, ini karena punya rentang harga yang malah dibawah NMP dan Byson, yaitu harganya 18,5juta (semoga belum naik), dengan harga lebih murah, tapi lebih besar 30 CC dari NMP dan Byson , kapasitas tangki mendekati 20 liter, dengan konsumsi premium tembus rata-rata 40KM per liternya, dengan tongkronganya yang besar dan gagah dan berat juga tentunya, maka UG4 ini adalah pilihan yang masuk akal sekali, apalagi jika yang menyukai tambahan box di buritan, maka UG4 sangat-sangat cocok, dan banyak pilihan Box dan pegangannya/braket di pasaran, terutama di komunitas bajaj. Yang mungkin jadi kekurangan untuk UG4 adalah beratnya, saya yang tinggi 175 cm dan berat 75 kg, saja awalnya merasa agak berat saat harus mindah-mindah motor ini, tapi kalau sudah dinaiki ya nyaman sekali. Kekurangan lainnya adalah jika untuk pemakaian di perkotaan yang sekarang cenderung macet dan lahan parkir yang padat, maka UG4 ini repot juga, untung saja bahwa UG4 koplingnya ringan, saya rasakan lebih ringan dari Pulsar200, tapi masih untung dibantu dengan fitur yang membuat motor tidak mati meski gigi 3 atau 2 dengan putaran mesin yang rendah, motor koplingan lain saya yakin langsung klekek, mati mesinnya. Kekurangan UG4 lainnya adalah dukungan servis dan spare part yang hanya dimonopoli oleh satu dealer di wilayah jogja ini (entah diwilayah lainnya), sehingga memiliki UG4 dan pulsar lainnya menjadi sangat tergantung pada dealer untuk servis dan spare partnya, sayapun agak mangkel dengan kondisi ini, karena tidak ada iklim persaingan untuk memberikan yang terbaik pada pemilik pulsar. Tapi itulah dengan sosok dan CC mendekati Tiger, anda bisa pilih UG4 yang harganya malah lebih murah dari NMP dan Byson. Kalau ada kelemahan satu atau dua ya wajar, lha murah kok :-)

Oke sekarang beralih ke Byson, eh harganya berapa ya?? anggap saja 19,5 juta ya! nanti kalau aku dah tahu harganya aku update dah. Byson menurut saya adalah menjual desain desain dan desain baru yang lainnya, saya sendiri suka sekali dengan sosok dan tampang byson, dan saya rasa ibarat cewek, byson ini tidak terbantahkan jika rata-rata orang menilainya dalam kategori “cantik”. Kekurangannya mungkin rem belakang masih tromol, tapi ini mungkin enggak terlalu jadi masalah, karena menurut pengalaman saya memakai UG4, rem belakang hanya sebagai penyeimbang saja, tetep rem depan duluan yang harus andal, baru rem belakang menyesuaikan saja. Teman saya yang punya Supra belakang cakram, malah mengeluh tidak nyaman, nah tuh. Byson dan NMP sama-sama monoshock perkara nanti mana shocknya yang lebih nyaman dan lebih baik, biar waktu yang membuktikan. Jadi kesimpulan saya mengenai Byson ini adalah, pangsa pasarnya adalah dari ABG kelas 1 SMA sampai mungkin usia 35 tahunan, yang mendambakan motor bersosok garang dan indah.

Sekarang ke New Mega Pro. Inilah uniknya Honda, saya selalu mendapati produk honda yang kesannya jelek diawal dalam hal desainnya, tapi lama-lama kok jadi seneng melihatnya, agak aneh juga ya, mungkin ini karena pilihan desain yang diambil lebih ke arah agak netral dan abadi, tidak terus mboseni, artinya honda itu rentang usia pemakainya untuk semua kalangan menjadi terkesan wangun-wangun saja, misal untuk bebek dipakai dari ibu-ibu, bapak-bapak, anak muda, abg, cewek, remaja menginjak dewasa dan semuanya, rasanya kok ya memang wangun-wangun saja. Demikian pula halnya dengan NMP ini, saya melihatnya ada tujuan desain dibuat untuk rentang usia yang lebih lebar, kalau Byson tadi saya nilai untuk anak SMA kelas 1 sampai umur 35 tahunan, nah untuk NMP ini kok menurut saya bisa dari SMA kelas 1 sampai kakek-kakek ya. Sebuah pilihan yang cerdas menurut saya, dengan spread semua umur, maka penjualan tentunya akan banyak juga. Untuk anak muda tentu pilihan rem belakang memakai cakram adalah suatu kelebihan yang menggiurkan, sedang untuk orang berumur, desainnya yang tidak terlau ektrim sebagai street fighter tentunya masih nyaman dalam hatinya jika memilih motor ini.

Begitulah dalam pandangan saya mengenai ketiga motor yang secara tampang dan harga mirip semua. Tinggal konsumen sendiri yang akhirnya bisa menentukan. Pertimbangan pertama tentu karena jatuh hati dulu dengan “kecantikannya” dengan desainnya, dan ini relatif banget, sudah masuk kawasan “rasa” like and dislike. Pertimbanga kedua tentu baru ke fiturnya yang lebih anda perlukan yang seperti apa. Dan setelah membeli nanti, banggalah anda dengan pilihan anda, cintailah motor anda dengan segala kekurangan dan kelebihannya, motor pilihan anda adalah motor yang terbaik bagi anda, tapi jangan lantas menjelekkan motor yang bukan pilihan anda.

Kalau saya sendiri masih milih Ninja250r sebagai next dream bike saya he he he

sekilas melihat NEW MEGA PRO

Ada yang membuat saya terkejut saat melihat NMP dah mengaspal jalanan di Jogja, saya melihatnya pertama kali ya pas puasa kemarin, sekitar pertengahan puasa, ada 4 rider yang saya lihat sudah memakai NMP.

Rider pertama saya papasan sekilas di daerah Sekarsuli, saat itu kaget bener, eh itu tadi kayaknya NMP, gumam saya. Tapi karena cuma papasan dan gak niat ngejar, ya sudah saya biarin NMP menjadi tanda-tanya dalam benak saya.

Trus kedua kalinya barengan riding saat di Ringroad selatan dimulai dari bangjo Terminal Giwangan, sampai bangjo Kota Gede, yang kedua ini karena barengan, saya coba ikutin terus dan lihat-lihat sosoknya. Kesan saya pertama adalah, NMP ini oleh ridernya yang kebetulan Brimob kayaknya, langsung digeber saja, padahal pastinya masih inreyen tuh, saya jadi ingat saat inreyen Pulsar UG4 saya, saya hati-hati banget, dan memang terasa kasar mesinnya saat saya inreyen pulsar UG4, tapi untuk NMP kayaknya ridernya santai saja tuh bawanya, mungkin memang dari awal dibawanya enak ya, gak perlu inreyen segala.

Katiga ketemu NMP di bangjo Pojok Beteng Kulon, sialnya saat itu saya berpanas-panas pas puasa demi mau ngambil Vixion hitam yang mau dibeli teman saya, kebetulan teman saya ada disemarang, dan saya diminta bantuan untuk mengurusnya, padahal teman saya sudah tak suruh ambil NMP saja sekalian yang motor baru, tapi entah alasan apa dia kok tidak mau, yang jelas teman saya dulu memang pernah punya GL PRO :-). Mungkin ingin ganti merek dia. Nah saat sudah di dealer Yamaha di wetan Plengkung Gading, eh sama salesnya baru dibilangain barang tidak ada, kalopun ada harus indent, dan itupun belum pasti apa sebelum lebaran barangnya bisa didapat, walah uedan ini honda dah keluarkan NPM, eh vixion masih main indent-indentnan, belum lagi mungkin nanti BYSON apa konsumen juga harus dipermainkan INDENT bagi yang ingin tunai. huh. Kalau dari pengamatan saya, mungkin line produksi vixion digusur untuk produksi BYSON, jadi vixion kesannya agak sulit didapat, atau memang vixion laris manis, saya tidak tahu.

Pertemuan keempat dengan NMP, ada di jalan Wonosari sekitaran Studio JogjaTV sampai ke bangjo ringroad selatan jalan wonosari, dan yang ini karena satu arah juga, lagi-lagi saya mendapati bahwa ridernya juga nyantai saja saat membawanya, tidak ada kesan motor masih baru dan perlu di inreyen sehingga harus hati-hari memakainya. Malah head to head nariknya dengan Black Coyote saya.

Jadi yang bisa diambil kesimpulan dari tulisan ini adalah, boleh jadi BYSON gaungnya dah dari setahun yang lalu launchingnya, tapi nyatanya tetep NMP yang duluan nongol, meskipun baru akan resmi diluncurkan tanggal 2 OkTOBER 2010 besok di Jogja. Terlihat sekali honda/AHM memanfaatkan moment puasa dan lebaran kemarin untuk melempar NMP di Jogja, jadi untuk contoh kasus seperti teman saya yang mau ambil vixion, kalau dia tidak kuat iman, pasti langsung mau ambil MNP, dan saya yakin yang imannya lemah tentu banyak, karena mau ambil merek ini ternyata barang tidak ada, atau kalau ada harus indent, maka mending ambil yang pasti ada saja, dan itu adalah NMP.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.425 pengikut lainnya.