Piala Dunia 2014 Brasil hanya di FTA UHF ANALOG

Dulu saya pernah menulis bahwa salah satu pemicu terbaik meluasnya FTA UHF DIGITAL adalah siaran piala dunia 2014 ini. Tetapi memang ternyata hal itu meleset karena siaran sepakbola piala dunia hanya disiarkan melalui FTA ( free to air) UHF ANALOG saja.

image

Yang mau melihat tayangan digital bahkan sampai kualitas HD, saran saya cuma satu, via tv satelit VIVA+.

image

Berbagai kendala tv digital memang sampai saat ini masih banyak. Dari segi regulasi, teknis pemancar dll.

Jadi monggo yang mau melihat piala dunia FTA ANALOG UHF, antenanya mungkin bisa ditinggikan, perarahan cari yang terbaik untuk tvOne atau antv, penerimaan tv yang lain jelek tidak apa.
Kita syukuri saja bahwa untung masih bisa lihat piala dunia 2014 dengan gratis.

Mungkin saja piala dunia 2018 besok sudah tidak ada lagi siaran gratis. Harus lewat berbayar semua.

Oke deh saya jagoin JERMAN, anda jagoin mana?

Tentang iklan-iklan ini

Daftar Stasiun Transmisi Digital DVB-T2 diJawa Tengah, DIY, dan Sekitarnya

YOGYAKARTA

Pemancar: Ngoro-oro, Patuk, Gunung Kidul

1. MUX Indosiar, Ch.25/506MHz, Indosiar-
SCTV, OFF AIR
2. MUX MetroTV, Ch.27/522MHz,
MetroTV, ON AIR
3. MUX TVRI, Ch.29/538MHz, TVRI Nas-
TVRI Jogja, ON AIR
4. MUX TVOne, Ch.35/586MHz, TVOne-
ANTV, TRIAL (jam 20-07)
5. MUX GlobalTV, Ch.41/634MHz, GTV-
RCTI-MNCTV, ON AIR
6. MUX TransTV, Ch.47/682MHz, TTV-T7-
KompasTV, ON AIR

 

MAGELANG
Pemancar: Gunung Merbabu
1. DTX GlobalTV, Ch.42/642MHz,
GlobalTV, ON AIR

 

PURWOREJO

Pemancar: Ngablak
1. DTX GlobalTV, Ch.40/626MHz,
GlobalTV, ON AIR
Pemancar: Radio POP FM
1. MUX TVOne, Ch.34/578MHz, TVOne-
ANTV, TRIAL

 

SEMARANG
Pemancar: Bukit Gombel
1. MUX Indosiar, Ch.32/562MHz, Indosiar-
SCTV, TRIAL
2. MUX MetroTV, Ch.38/610MHz,
MetroTV, ON AIR
3. MUX TVRI, Ch.28/530MHz, TVRI Nas-
TVRI Jateng, ON AIR
4. MUX GlobalTV, Ch.40/626MHz, GTV-
RCTI-MNCTV, ON AIR
5. MUX TransTV, Ch.44/658MHz, TTV-T7-
KompasTV, ON AIR
Pemancar: Gunungpati
1. MUX TVOne, Ch.34/578MHz, TVOne-
ANTV, TRIAL (Senin jam 08)

 

BANYUMAS
Pemancar: Gunung Depok
1. MUX TVOne, Ch.36/594MHz, TVOne-
ANTV, TRIAL
2. MUX GlobalTV, Ch.42/642MHz, GTV-
RCTI-MNCTV, ON AIR
3. MUX TransTV, Ch.44/658MHz, TTV-T7,
TRIAL
Pemancar:
1. DTX SerayuTV. Ch.55/746MHz,
SerayuTV, TRIAL

 

TEGAL
Pemancar: Gunung Gantungan
1. MUX TVOne, Ch.34/578MHz, TVOne-
ANTV, ON AIR
2. MUX GlobalTV, Ch.40/626MHz, GTV-
RCTI-MNCTV, ON AIR
3. MUX TransTV, Ch.43/650MHz, TTV-T7,
ON AIR

 

CIREBON
Pemancar:
1. Rcti-tri jaya fm channel 41 frek. 634.0
status trial
2. Metro tv- b channel 35 frek. 586.0
status trial
3. Sctv-Indosiar channel 37 frek. 602.0
status on
Keterangan:
MUX : Multiplexer, siap menampung
beberapa siaran dalam 1 frekuensi
DTX : Digital Transmitter, tanpa MUX,
siaran single
ON AIR : jaya di udara
OFF AIR : transmitter pada posisi mati
TRIAL : mengudara hanya pada waktu
tertentu

 

Nunggu bantuan temen2

 

Notes:
22=482, 23=490, 24=498, 25=506,
26=514, 27=522, 28=530, 29=538,
30=546, 31=554, 32=562, 33=570,
34=578, 35=586, 36=594, 37=602,
38=610, 39=618, 40=626, 41=634,
42=642, 43=650, 44=658, 45=666,
46=674, 47=682, 48=690, 49=698,
50=706, 51=714, 52=722, 53=730,
54=738, 55=746, 56=754, 57=762,
58=770, 59=778, 60=786, 61=794,
62=802, 63=810, 64=818, 65=826,
66=834, 67=842, 68=850, 69=858,
70=866

Thank for  mbah hanib :-D

TVRI JOGJA sudah onair DVB-T2

TVRI Jogja sebagai MUX atau network provider digital, sejak 23 Desember 2013 sudah mulai bersiaran digital dengan standard DVB-T2 memakai pemancar merk NEC dengan kekuatan pancar 5 KW. Pada kanal 29 UHF.

Satu mux bisa dipakai kurang lebih 10 tv digital. Karena ada 6 MUX digital. Besok di jogja bisa ada 60 tv digital siaran bareng.

MUX digital yang lainnya sbb :

1. SCTV – Indosiar di kanal 25 UHF
2. Metro TV di kanal 27 UHF
3. antv – tvOne di kanal 35 UHF
4. Global TV – MNC Group di kanal 41 UHF
5. TransCorp di kanal 47 UHF
6. TVRI JOGJA kanal 29 UHF

Jadi tv dan antena di rumah anda masih bisa dipakai. Tinggal menambah SET TOP BOX. Sudah dijual bebas. Bisa cek di sisi kanan atas blog saya ini.

LTE bisa saja membunuh DVB-T2

Saat ini teknologi data selular di dunia sudah masuk tahap 4G dengan teknologi LTE yang bisa digelar di berbagai frekuensi pembawa seperti 700MHz, 900MHz, 1800MHz, 2100Mhz dan 2,3GHz. Sudah ada sekitar 200 negara di dunia yang menggelar layanan LTE. Tapi indonesia masih tahap uji coba di Bali saat ini.

LTE bisa 35-150Mbps dalam kecapatan downloadnya. Banyak teman teman saya yang kadang terpaksa harus melihat tayangan live misal motoGP, sepakbola dll melalui streaming dengan smartphone androidnya, yang tentu saja baru bisa 3G, itupun sudah cukup nyaman untuk melihat tayangan live. Jadi saat nanti LTE benar-benar telah digelar, maka streaming video menjadi sesuatu yang nyaman dan biasa.

Gambaran saya kedepan jika LTE sudah digelar di indonesia dan dengan biaya langganan data unlimited sama dengan saat ini, maka kita akan disuguhi altenatif menonton live streaming berbagai tayangan pertandingan olahraga secara nyaman. Minimal kita bisa langsung akses youtube yang menyediakan video sangat sangat banyak dan beragam sesuai minat kita. Biasanya saya download dulu video youtube ke harddisk, baru kemudian saya putar sewaktu waktu, ini butuh waktu download dan buruh media simpan, kedepan dengan LTE maka kita cukup menonton langsung di HP secara streaming.

Kedepan saya kira orang orang akan membuat acara sendiri lalu dijual sendiri. Contoh misal ada presenter kondang maka dia memproduksi acara sendiri dan kita bisa langganan untuk melihatnya secara streaming.

Dengan teknologi tv analog saat ini, maka kanal analog yang terbatas hanya bisa satu tv per kanal, sungguh sangat membatasi kreasi pertumbuhan tv dan kontennya. Teknologi DVB-T2 pengganti teknologi pemancar tv analog juga belum jelas digelar. Maka selalu ada jalan bagi air bah untuk meluapkan energinya, yaitu melalui LTE. Cukup bikin konten konten acara yang menarik, lalu jual sendiri secara online.

Simple.

EDP genTV, emotionTV, RepublikaTV di KPID DIY

Hari ini ada undangan acara EDP tiga content provider TV baru yang siap mengudara di Jogja, ketiganya adalah sebagai berikut :

1. GenTV
2. E-motion TV
3. Republika TV

Acara dimulai pada jam 9:38, molor seperti biasa dari undangan yang tertulis jam 09:00.

image

Setelah dibuka dan sambutan dari ketua KPID DIY, acara dilanjutkan EDP (evaluasi dengar pendapat) atau istilah gampangnya ketiga TV ini presentasi untuk minta tanggapan dan masukan serta ijin untuk bersiaran di jogja.

GenTV adalah TV yang menembak sasaran generasi muda sebagai pemirsanya, tentu saja nanti acaranya khas anak muda. Dan di Jogja sudah berkolaborasi dengan radio JIZZ FM yang alamatnya di Sonosewu, apa ini dulunya radio BIKIMA itu ya? (oh iya baru ingat Rasia Lima, kalau Bikima kan yang di dekat Jalan Pramuka dekat Umbulharjo itu ya)

edp2013b

E-motion TV adalah awalnya PH (production house) yang memasok acara-acara ke TV, dan sekarang mencoba untuk menyiarkan sendiri program yang dibuatnya. Sehingga sasarannya adalah hiburan. Musik dan sinetron sepertinya menjadi menu andalan dari tv ini.

RepublikaTV tentu kita bisa tebak, basisnya adalah koran republika, mungkin seperti kompasTV yang basisnya adalah koran kompas, tentu saja RepublikaTV ini sumber daya untuk isi siaran bisa berkiolaborasi dengan koran Republika. Untuk Republika ini program utamanya adalah MENCERAHKAN DUNIA DAN AKHERAT.

edp2013d

Nantinya ketiga tv baru yang sedang dalam proses EDP dan perijinan ini, tentu saja dalam siarannya sudah dalam format DVB-T2, sehingga nanti tinggal menyerahkan penyiarannya kepada NETWORK PROVIDER yang mereka ininkan, ada 5 Network Provider, yang masing-masing bisa menampung 6-12 siaran sekaligus, sehingga bisa banyak pilihan mau bergabung di NETWORK PROVIDER yang mana.

Jadi kita tunggu saja apakah dalam waktu dekat ini mereka akan segera mengudara di jogja.

edp2013c

apakah tv digital teresterial DVB-T2 harus terhambat fitur EWS di STB nya?

Perlu pembaca tercinta sekalianketahui, bahwa untuk wilayah jogja solo dan tentu kota besar lainnya yang sudah ditenderkan untuk network provider pemancar digital teresterial DVB-T2, semua pemenangnya sudah install pemancar digital dan sudah siap siaran. Hanya saja saat ini untuk jogja sedang OFF AIR dulu karena terhambat ijin ISR yaitu frekuensi untuk siaran. Misal tvOne pakai kanal 35 UHF, ini harus dapat ijin ISR dari Balai Monitor di Jogja. Tetapi secara teknis semua pemancar sudah siap siaran kapanpun diminta ON AIR.

Belum kelar kendala diatas, ternyata ada lagi kendala lanjutan, yaitu STB DVB-T2 harus punya fitur EWS (early warning system) yaitu peringatan dini terjadinya bencana, misal stunami.

Pertanyaannya perlukah STB punya fitur ini? toh umur STB mungkin hanya kisaran 2-3 tahun saja, karena sejatinya STB ini adalah perangkat antara sebelum nantinya semua tv yang dijual sudah include receiver DVB-T2 nya.

Dan dalam kenyataannya seberapa bergunakah fitur EWS ini? dan kenapa harus ditanamkan pada STB, sebenarnya ada perangkat lain yang tiap orang mayoritas membawanya, yaitu HANDPHONE, kenapa tidak di HP saja fitus EWS ini ditanamkan, atau gunakan saja fitur SMS yang tiap HP pasti ada, jadi nantinya dibebankan kepada operator untuk SMS ke semua perangkat HP yang ada di wilayah terjadinya potensi bencana, hal ini bisa dideteksi oleh HLR (home location register) dan VLR (visited location register) pada sistem seluler. Jadi misal saya nomer jogja kebetulan sedang berada di Cilacap, lalu ada gempa dan berpotensi ada stunami, maka operator akan otomatis mendeteksi saya berada di cilacap, dan mengirikan pesan ke HP saya.

Bahwa tidak tiap waktu orang akan menyetel atau melihat TV, jadi belum tentu TV itu hidup terus, sehingga saat misal terjadi bencana, maka fitur EWS juga tidak begitu berguna.

Saat ini bahkan kabar baiknya adalah sudah ada satu dua penjual STB DVB-T2 dan anda sudah bisa membelinya. Dan sepertinya fitur EWS nya juga tidak ada, apakah nanti STB yang sekarang sudah pada dijual dan tidak ada fitur EWS akan disita oleh pemerintah?

Sekarang informasi gempa, stunami, tabrakan mobil, dll rasanya lebih cepat kita dapat seketika melalui twitter, karena di twitter biasanya langsung diupdate oleh orang orang yang mengalaminya atau yang melihatnya.

Jadi masih perlukah fitur EWS pada STB? saya kira kalau masyarakat diberi pilihan, adalah pilih segera bisa mendapat STB gratis tanpa atau dengan EWS agar bisa melihat tv dengan kualitas audio video yang lebih baik dari pada sekarang saat masih analog.

tvOne dan Antv digital DVB-T2, diterima baik sekali di Kota Wates

Hari sabtu 19 Januari 2013, pas libur saya gunakan waktu saya untuk melakukan test penerimaan televisi digital teresterial di Kota Wates, saya pilih Wates karena dari pemancar di Jogja, daerah Wates ini merupakan daerah yang boleh dikatakan paling barat, meski kebarat lagi juga masih tercover, nanti kalau ada kesempatan lagi saya akan test di daerah limit perbatasan KulonProgo dengan Purworejo.

screencapture pas saya di kota Wates.

screencapture pas saya di kota Wates.

Line of sight Pemancar ke kota Wates, kira-kira 40KM

garis lurus Pemancar tvOne ke kota Wates, kira-kira 40KM

scan otomatis, sebenarnya ada juga transtv dan trans7 tapi itu belum selesai scan

scan otomatis, sebenarnya ada juga transtv dan trans7 tapi itu belum selesai scan

Purworejo sudah ada pemancar tv digital sendiri, karena sinyal dari pemancar di Jogja tidak bisa menembus pegunungan Menoreh yang membujur dari utara keselatan di daerah KulonProgo. Sebenarnya di Jogja pun ada beberapa tempat yang kesulitas dalam penerimaan tv dari pemancar di Jogja (Bukit Patuk Gunungkidul), karena ada beberapa bukit juga, seperti daerah SEDAYU Bantul keselatan yang ada perbukitan, sehingga dibagian barat bukit agak kesulitan untuk mendapat sinyal televisi.

terlihat kualitas dan intensitas penerimaan

terlihat kualitas dan intensitas penerimaan

terlihat kualitas dan intensitas penerimaan

terlihat kualitas dan intensitas penerimaan

Terlihat untuk tvOne dan antv diatas, hampir sama parameter kualitas dan intensitas, karena memang satu pemancar digital di tower tvOne.

Untuk transTV dan Trans7 dibawah ini juga demikian, hampir sama parameter kualitas dan intensitasnya, karena untuk pemancar tv digitalnya di tower Transtv.

wates5

wates6

Untuk kota Wates, jika ditarik garis lurus dari pemancar tvOne di Gunungkidul, kurang lebih jaraknya adalah 40KM. Hasil penerimaan sangat baik, bahkan jauh lebih baik dari rumah saya di daerah utara Sedayu Bantul yang kurang lebih hanya 25 Km dari pemancar.

STB DVB-T2 tvOne yang saya pakai di Toko Kurnia Baru di Wates

STB DVB-T2 tvOne yang saya pakai di Toko Kurnia Baru di Wates

Intinya di kota Wates, baik penerimaan tv analog maupun tv digital, semuanya baik hasilnya. Terimakasih kepada mas Adhani pemilik Toko Elektronik KARUNIA BARU, yang sudah mengijinkan tempatnya dan tv serta antenanya untuk saya pakai melakukan percobaan penerimaan tv digital di Kota Wates. Letak toko ini dari terminal Wates ambil kanan jika dari arah jojga, kira kira 300 meter, di kiri jalan.

Besok jika STB DVB-T2 (tuner tv digital) sudah dijual bebas, untuk warga Kulonprogo silahkan beli di toko Karunia Baru. Cepetan kulakan ya mas Adhani :-D

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.460 pengikut lainnya.