Jembatan gantung DUWET

image

Tanggal 10 Mei 2014 saya melewati jembatan ini. Ini adalah jembatan kenangan saat SMA dulu pernah bareng teman teman SMA lewat sini untuk berkunjung ke pondok pesantren al islami di Kalibawang. Itu artinya sekitar 23 tahun yang lalu dan seingat saya baru kali ini saya lewati lagi.

Saya tahunya ini jembatan gantung DUWET. Jembatan ini hanya bisa dilalui oleh motor. Itupun harus hati hati kalau papasan.

Kalau pas di tengah jembatan cobalah lihat kebawah. Sungainya jauh dibawah, mungkin ada kalau 40-50 meter dalamnya. Jadi bagi yang takut ketinggian jangan coba coba melintas dan melihat kali progro dari tengah jembatan gantung Duwet ini.

Entah apakah jembatan ini pernah direnovasi atau tidak dengan kabel kabelnya. Seingat saya dulu jembatan alasnya dari kayu. Sehingga saat dilewati sepeda akan gemeretak suaranya. Tetapi kemarin saya melintas sudah dilapisi aspal.

Lebar jembatan kisaran 2 meteran, panjang mungkin sekitar 50 meter.

Untuk menuju jembatan ini dari perempatan GEDONGAN MOYUDAN keutara jurusan Mang Engking Minggir, lalu terus saja melewati perempatan (lupa namanya) lalu melewati BOK RENTENG, yaitu bangunan irigasi disamping jalan yang bentuknya lebih tinggi dari jalan dan ada rongga rongga melengkung teratur, sehingga disebut bok renteng.

Terus saja ikuti jalan sampai ketemu pertigaan ambil kiri ke arah BLIGO/ANCOL/SALAM MAGELANG. Nanti akan sampai pertigaan lagi ada plang nama ke arah Duwet. Ikitu sekitar 300 meteran akan sampai ke jembatan gantung ini.

Jika dari arah magelang ke selatan di jalan yang tembus sampai di barat Bantar pas Brimob, maka nanti ada petunjuk arah jalan alternatif ke Sleman (khusus sepeda motor). Mobil jangan nyoba ya.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

About these ads

Jalan alternatif naik Gunungkidul ini harusnya diperbaiki

image

Jalur alternatif Piyungan-Perempatan Munggur-Desa Ngoro-Oro

Jalur utama naik ke Gunungkidul dari arah kota atau arah Prambanan adalah melewati tanjakan Piyungan-Patuk, setelah naik sampai patuk, maka jalanan sudah relatif tidak terlalu ektrim naik turunnya. Jalan nanjak Piyungan Patuk ini memang jalan besar dan mulus, tetapi seiring dengan bertambahnya kendaraan terutama motor, maka jalan utama untuk naik dan turun ke Gunungkidul ini menjadi ramai, padat, dan sering merambat jika ada truk tronton yang pas lewat naik atau turun Piyungan-Patuk.

Sebenarnya pemerintah propinsi DIY perlu memikirkan jalan alternatif, dan menurut pandangan saya, untuk jalan alternatif ini sudah ada yaitu naik Petir sampai Desa Ngoro-Oro (komplek pemancar TV), jalan ini sudah diaspal lumayan mulus. Kalau dari pertigaan Trafik Light Piyungan, ambil kiri (arah utara) kearah Prambanan, sampai perempatan Munggur, ciri perempatan ini adalah sebelum Toko Alfamart Jogotirto jalan Piyungan-Prambanan, pada perempatan ini ambil kanan (arah timur) lurus saja sampai nanti melewati dua jembatan dan mentok di pertigaan kecil, di pertigaan ini ada toko kecil penjual onderdil bekas motor, jangan ambil kiri, tapi lurus naik jalan menjadi kecil, tetapi tetap aspal, ikuti saja jalan aspal satu satunya ini. Sampai nanti ketemu pertigaan di desar Ngoro-Oro, cirinya akan terlihat banyak tower BTS dan TV di pertigaan ini, nah ambil kiri terus ketimur ikuti jurusan GUNUNG PURBA LANGGERAN, untuk menuju WONOSARI maka setelah sampai GUNUNG PURBA LANGGERAN, terus saja ke selatan, nanti akan tembus ke SAMBIPITU. Kalau ambil kiri maka nanti sampai jurusan NGLIPAR, kalau maju sedikit akan ketemu jalan raya JOGJA WONOSARI.

Jalan alternatif ini sebaiknya motor saja yang lewat, karena memang jalanan menanjaknya masih jalan kampung yang sempit meskipun sudah aspal. Jalan kampung ini naik turun dan kelak kelok. Dari data yang saya recor dengan aplikasi MYTRACKS di android andromax i saya, maka dapat dibaca bahwa jarak dari Trafick Light Piyungan sampai Desa Ngoro-Oro adalah 7, 13 KM. Tetapi jika melalui tanjakan Piyungan Patuk ke Desa Ngoro Oro, jaraknya adalah 9,64 KM. Selisihnya 2,5KM

Jalur utama Piyungan – Patuk memang menawarkan obyek wisata BUKIT BINTANG yang banyak anak muda pada mampir untuk melihat pemancangan kota jogja dari ketinggian Bukit Patuk. Untuk jalan alternatif menuju Wonosari jika melalui Piyungan-Perempatan Munggur-Petir-Desa Ngoro Oro lalu dilanjut ke arah GUNUNG PURBA LANGGERAN, juga menawarnkan pemancangan yang indah, kita bisa berhenti di dekat tower Indosiar dan bisa memandang kota Jogja juga dari sini, memang belum ada tempat khusu dan warung-warung seperti di Bukit Bintang, lalu bisa lanjut ke GUNUNG PURBA LANGGERAN, maka bisa mampir untuk melihat gunung purba langgeran ini, dan bisa naik ke atas gunung yang hanya makan waktu kisaran satu jam, maka kita akan melihat pemancangan yang lebih menakjubkan dari atas Gunung Purba Langgeran ini. Setelah dari Gunung Purba Langgeran ke arah selatan maka bisa mampir pula ke sentra kerajinan topeng di DESA BOBUNG.

Jadi sebenarnya jalur alternatif ini disamping menawarkan jalan yang lebih sepi dan lebih pendek jaraknya, juga menawarkan pengalaman berwisata yang indah pula. Jadi silahkan anda coba.

Oh iya kalau dari arah Prambanan, maka ikuti petunjuk arah ke PIYUNGAN,  nanti begitu menemui POMPA BENSIN di kiri jalan, maka kisaran 100 meteran maju akan menemui perempatan, nah ini yang disebut perempatan MUNGGUR, ambil kiri lurus (arah timur) lurus saja sampai nanti melewati dua jembatan dan mentok di pertigaan kecil, di pertigaan ini ada toko kecil penjual onderdil bekas motor, jangan ambil kiri, tapi lurus naik jalan menjadi kecil, tetapi tetap aspal, ikuti saja jalan aspal satu satunya ini. Sampai nanti ketemu pertigaan di desar Ngoro-Oro, cirinya akan terlihat banyak tower BTS dan TV di pertigaan ini, nah ambil kiri terus ketimur ikuti jurusan GUNUNG PURBA LANGGERAN, untuk menuju WONOSARI maka setelah sampai GUNUNG PURBA LANGGERAN, terus saja ke selatan, nanti akan tembus ke SAMBIPITU. Kalau ambil kiri maka nanti sampai jurusan NGLIPAR, kalau maju sedikit akan ketemu jalan raya JOGJA WONOSARI.

image

Jarak Piyungan ke Ngoro-oro adalah 7,13 KM. Ketinggian minimal adalah 112,95 dan ketinggian maksimal adalah 404, 54, jadi naik sekitar 300meter. Waktu tempuhnya kisaran 15 menit.

image

Statistik Piyungan Salaran

 

Foto dibawah ini adalah track dari Piyunngan-Patuk-Desa Ngoro-oro, ini adalah jalur utama Jogja Wonosari yang saat ini sudah lumayan ramai, kalau belum biasa melewati maka saya sarankan hati-hati, dan jangan menyalip kendaraan di tikungan. Kenapa jalan ini lebih panjang, bisa dilihat ada jalur yang membentuk huruf Z, sengaja dibuat jalan begini karena untuk naik Bukit patuk yang tingginya kurang lebih 300 meter.

image

Ini adalah jalan utama Jogja-Wonosari melalui Pertigaan Traffick Light Piyungan naik ke Patuk, lalu menunju desa Ngoro-Oro.

image

Jarak  Piyungan-Patuk-Ngoro Oro adalah 9,64. jarak tempuh kisaran 15 menit (kondisi lancar).

image

Statistik kecepatan motor dan ketinggian tempat dari desa Ngoro Oro – Patuk – Piyungan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.372 pengikut lainnya.