apakah helm anda melindungi wajah anda?

Tadi pas berangkat kerja jam 07:45 ada kecelakaan di Jalan Wonosari depan KID FUN. Mungkin barusan terjadi 5 menitan sebelum saya lewat. Tampak korban adalah wanita dengan sekitar hidung atau mulut berdarah, serta pundak kanan juga berdarah. Saat saya lewat, wanita korban atau mungkin pelaku tabrakan ini tergeletak di pinggir jalan, tapi tadi bisa bangkit pas saya lewat, syukurlah tidak parah. Kalau saya tidak salah motornya adalah honda vario, tadi saya lihat ada pecahan pecahan slebor kalau saya tidak salah. Karena saya cuma melintas sambil melihat sekilas.

Saya kok yakin wanita yang kecelakaan ini memakai helm biasa bukan helm fullface. Sehingga bagian mukanya terutama hidung dan mulut bisa mengalami luka, karena memang helm half face tidak melindungi bagian bawah pada muka pemakai.

Yang biasa pakai helm fullface pasti tahu rasanya lebih safety jika memakainya, ketimbang helm halfface, helm batok, atau helm ciduk.

Namanya juga iktiar agar lebih aman, jadi monggo saja boleh setuju boleh tidak, tapi menurut saya, helm full face jelas lebih aman, itulah kenapa dipakai di moto GP, he he.

usahakan motor boleh biasa, tapi perlengkapan keamanan sebisa mungkin setara para pembalab motor GP, yang terjadi sekarang adalah banyak alay pakai (terutama bebek) motornya “katanya” spek balap, diganti part racing, riding membayangkan lagi balapan motor GP, tapi perlengkapan safety riding jangan ditanya…bahkan tanpa helm. ngeri gan.

About these ads

Galian FO bikin kecelakaan, bisakah minta ganti rugi ke kontraktor?

image

Pernah saya tulis bahwa di jalan kampung saya ada proyek penanaman kabel Fiber Optic (FO), yang kalau tidak salah milik Telkom. Kira-kira minggu terakhir November 2011, tetapi sampai sekarang yang berarti sudah hampir dua bulan dibiarkan mangkrak. Padahal yang galian dari arah Perempatan Pasar Godean sampai Perempatan Dusun Kemusuk (kampung kelahiran mantan presiden Soeharto) langsung diberi kabel FO dan langsung dirapikan.

image

Bayangkan hampir tiap 10 meter ada galian FO yang tanahnya kadang menggunung dan ada di pinggir aspal jalan. Belum lagi lubangnya yang jika motor atau mobil terperosok bisa celaka. Bahkan saya pernah lihat ada mobil box yang terjebak di bekas galian FO yang tidak padat, sehingga ban belakang ambles sehingga mogok tertahan disitu.

Tanggal 20 Januari 2012, kisaran jam 20:00 pas saya  di angkringan kampung saya yang di sebelah barat (ada dua angkringan di dusun saa), saya dapat berita bahwa tetangga yang masih saudara kecelakaan tabrakan dengan mobil, suami istri patah kaki kanan semua, kejadiannya di depan angkringan kampung saya yang sebelah timur, kira-kira berjarak 600 meter. Suami patah diatas dengkul, yang istri patang dibawah dengkul, demikian berita terakhir yang saya terima.

Kejadiannya mobil dari barat dan motor dari timur, di TKP memang ada bekas galian FO yang menggunung sampai di bibir jalan aspal, kelihatannya mobil sudah mepet di bekas galian juga, tapi tidak mungkin lagi turun ke badan jalan, karena terhalang gundukan galian. Sementara motor sepertinya nyalip motor lain, sehingga tabrakan tidak terhindarkan. Yang saya salut, sang istri pakai helm fullface, sehingga pas kena mobil terhindar dari cedera kepala. Demikian berita yang saya dapat dari penjual angkringan di timur, yang merupakan saksi mata dan penolong pertama.

Akhirnya korban dibawa kerumah sakit dan memang dipastikan patah kaki, dan sudah dirawat pihak rumah sakit.

Sekarang pertanyaannya adalah, bisakah kita sebagai korban kecelakaan meminta pertanggung jawaban kepada kontraktor FO?

Akhirnya kini oleh warga dusun kami, galian-galian FO tersebut kami tutup lagi, demi keamanan pengguna jalan.

naik motor? minimal pake jaket dan sarung tangan lah!

Ceritanya kemarin pagi setelah pulang nganter anak ke sekolah, saya melihat detik-detik tabarakan karambol 4 motor. Awal sampai akhir saya melihatnya langsung.

Dimulai ada tiger merah dari arah utara, searah dengan saya, ngebut ditengah padatnya jalan kisaran jam 6:45, waktunya semua anak sekolah terburu-buru juga takut telat, waktunya orang tua yang juga terburu-buru nganter anaknya. Tiger merah ngebut habis, nyalip saya yang santai-santai karena bagi saya jam segitu sudah pulang nganter anak, berarti masih pagi, santainya pulsar saya itu ya kisaran 50kpj, berarti tuh tiger saya yakin 70-80kpj larinya. Sesaat setelah disalip, saya sudah misuh-misuh dalam hati, “wo ra nggenah dalane rame kok yo banter”, batin saya. Dan benar juga, saat itu di depan saya ada kendaraan yang mau nyalip kendaraan lain, si tiger otomatis harus nengah karena harus nyalip dua kendaraan, tapi dari arah depan (arah selatan) ada anak SMK yang juga mau nyalip kendaraan, tapi anak SMK ini kan masih di batas marka jalan bagian barat, nah si Tiger merah saya lihat tidak berusaha ngerem, baru ngerem setelah dia kayaknya sadar gak ada celah untuk lolos tanpa nabrak dan senggolan, akhirnya tiger merah nabrak/nyenggol revo yang dipakai cewek anak SMK, dan selanjutnya si anak SMK oleng agak jauh lalu nabrak anak SMK lain, tapi apesnya yang pakai revo sampai ketindih motor shogun yang dia senggol karena revonya oleng tersebut. Si Tiger juga nyundul motor yang ke arah selatan yang mau nyalip motor lainnya tadi, dan tentu saja pengendaranya kaget, sampai oleng-oleng sekitar 10-15 meter ke sisi barat jalan, untungnya tidak sampai jatuh di pari atau nabrak tiang telepon. Si pengendara tiger merah jatuh, saya langsung standarkan Pulsar BlackCoyote UG4 saya, di jalan sebelah timur, lalu saya lihat si anak SMK ketindihan motor, lalu saya langsung lari dan angkat behel belakang motor selanjutnya si anak SMK bisa lolos dan motor saya ngglethekke saja di pinggir jalan.

Lokasi karambolnya revo dan shogun dengan lokasi pertama tabrakan revo dan tiger agak jauh, ada sekitar 30 meter. Saya tidak sempat dan malas melihat yang jadi penyebab kecelakaan, lagi pula saya harus segera kerja, untungnya saat itu ada tetangga saya, saya suruh telpon ke tetangganya cewek smk yang kecelakaan, lalu datang polisi kenalan saya, eh saya diminta jadi saksi, saya bilang saya mau berangkat kerja, gak bisa telat, lalu saya ceritakan saja kronologisnya dari awal sampai akhir. Lalu saya pulang.

bekas tempat Revo dan Shogun kena efek karambol tabrakan

Tadinya shogun ini nindih anak SMK yang pakai revo

revo punya cewek SMK tetanggaku, semoga tidak rusak banyak

 

suasana setelah saya tolong, paling kiri revo rider

mari pakai jaket dan sarung tangan biar lebih aman

Saya lihat yang cewek anak SMK tangannya dan pundaknya luka-luka semua, sedangkan si Tiger Merah saya dengar kabar terakhir kakinya patah, masih untunglah itu, karena tiap hari saya liat dia tidak pernah pakai helem dan jaket, entah kemarin dia pake helem atau tidak saya tidak begitu memperhatikan, tapi kayaknya sih enggak, jadi masih untung kepalanya tidak terbentuk sesuatu dengan keras.

Lucunya teman saya SMA ada yang tahu pulsar saya, lalu update di facebook bahwa ada kecelakaan dan ada pulsar milik HY, wah adik saya yang di Jogja saat baca jadi kuatir, dikira saya, sesampainya di tempat kerja baru saya telepon dan saya update status bahwa saya tidak kecelakaan.

Jadi kalau naik motor marilah memakai helm karena kepala itu empuk, pakailah jaket yang agak tebal karena kulit juga empuk, pakailah sarung tangan karena kulit tangan juga bukan lawan sepadan aspal yang keras.

Dan sesuaikan kecepatan motor dengan lingkungan sekitar, dan pahamilah pada jam-jam tertentu misal pagi hari jam 6 sampai jam 7, jelas jalan lebih padat dari jam 10 siang misalnya

* mohon maaf bila foto2 saya diatas kurang nyaman dilihat, semua foto sudah saya sembunyikan data-data nomor plat dan badge SMK nya. Niat saya hanya satu, marilah kita bekali diri kita dengan riding gear yang layak dan aman, karena yang pelan-pelan saja ternyata bisa celaka juga karena disruduk pengendara sruntulan tidak tahu suasana dan waton ngebut.

**Kalau tidak ada fotonya nanti divonis HOAX.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.953 pengikut lainnya.