Peresmian rumah begawan gora dan syukuran kapal INKA MINA om Alrozi

image

Hari ini koboys kumpul bebakaran ikan tuna hasil tangkapan kapal INKA MINA yang di manageri oleh om Alrozi. Sekaligus juga syukuran atas telah dibangunnya rumah begawan Gora.

Ini memang acara sudah direncanakan sejak kita ketemu terakhir pas syawalan koboys dulu. Tapi tertunda tunda terus karena kapal INKA MINA menunggu ombak pantai selatan kecil dulu agar bisa melaut dengan aman.

Om Alrozi adalah yang mengurus manajemen kapal Inka Mina. Biasanya berlayar selama 5 malam. Kapal berbobot 30 grosston (semoga benar), diawakki oleh 25 ABK. Bersandar di pelabuhan Sadeng Gunungkidul.

Acara makan makan akhirnya dimulai jam 12 siang di rumah Gora yang lama yang masih ditempati. Karena rumah yang baru belum ada listrik dan kamar mandi belum berfungsi.

Saya sendiri datang jam 13:05 dan pulang jam 14:40 karena di rumah juga sedang ada acara reuni SMA teman teman istri saya.

Sate ikan tuna uenak juga ternyata. Nyuussss.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

About these ads

Jovan ganti filter bensin

image

Masih cerita soal JOVAN, mobil tua bangka saya yang keren punya. Hari rabo kemarin saya pulang dari kantor jam 6, jovan normal. Lalu terasa aneh di bangjo WIYORO jalan jogja-wonosari, mesin getar hebat dan mati sendiri. Saya sudah berpikir untuk merapat ke rumah om cecep yang tinggal maju 5 menitan ke arah jogja, tapi akhirnya saya nekat belok kiri lewat wiyoro dan jovan mlumpat mlumpat rasanya. Mesin tidak stabil. Tiap gas saya lepas untuk ngerem, jovan mati. Rem kaki jadi tidak berfungsi, gawat juga nih. Tapi masih saya paksakan terus sampai bangjo WOJO yaitu bangjo ringroad paris.

Akhirnya saya putuskan ambil jalur lambat, saya nyerah. Lalu jovan saya bawa di daerah DONGKELAN. Disini rupanya jovan klekek, mati mesinnya. Saya menepi lalu buka kap mesin. Tapi apa daya saya tidak bawa tool. Akhirnya hubungi sedulur VJC via grup WA VJC, dan alhamdulillah langsung direspon oleh om Bondan, om Jepri, om Cecep, lalu datang pula om Rinto dan sedulur koboya yaitu mas Irawan datang pula naik pzoo si Garong.

Ternyata karbu bermasalah. Sama om Bondan sudah di bleyer bleyer di kop pakai tangan. Tapi kotoran tidak mau pergi. Kalau dilihat tampak semprotan bensin tidak stabil. Pertanda ada yang tersumbat. Lalu karbu dibongkar dan disetel pula pelampung dan dibersihkan bagian demi bagian. Akhirnya setelah dipasang, jovan kembali sehat.

Kami lalu konvoi berempat membeli bakmi dan magelangan di jalan paris. Utara kampus ISI. Setelah usai makan maka kami pulang ke rumah masing masing.

Hari ini saya putuskan beli FILTER BENSIN, karena sejak saya beli belum pernah ganti. Mungkin saja filternya sudah jebol sehingga kotoran bisa masuk sampai karburator dan akhirnya bikin mampet.

Saya sambangi toko toko di gedongkunibg ternyata sudah tutup semua, lalu saya spekulasi lewat Prabu Motor, dan ternyata masih buka, saya harus balik kanan pulsar saya menuju prabu motor. Ternyata saya adalah konsumen terakhir hari ini. Usai saya beli langsung ditutup tokonya. Untunglah saya tidak terlambat.

Habis maghrib, istri ngajak nengok kakak yang baru melahirkan. Saya bawa jovan, eh saat parkir dirumah mertua, kok jovan kumat lagi karbunya. Setelah saya bleyer bleyer gasnya, alhamdulillah bisa normal lagi.

Akhinya malam malam jam 21 saya ganti filter bensin jovan. Saya harap masalah karbu kotor bisa teratasi dengan filter bensin yang baru ini.

Filternya sih kata penjualnya, untuk honda prestige atau maestro, sekilas saya lihat bentuknya sama. Yang penting ada input dan ourput. Akhirnya saya tebus Rp. 25.000

Tadi sudah saya coba hidupkan langsung mau hidup. Semoga masalah teratasi. Besok programnya servis khusus karbu.

Terimakasih untuk sedulur VJC dan koboys.

image

image

image

image

image

image

image

image

Kedatangam sedulur koboys, mas Xeonizer Prie

image

Bermula dari mas Xeonizer Prie update status di FB yang mau mudok ke klaten, saya minta untuk mampir ke garasi saya.

Dan akhirnya siang jam 12 saat mau balik ke gombong maka mas Xeonizer Prie mampir ke rumah saya. Kebetulan memang via jalur JOGJA WATES.

image

image

image

Mudik bareng honda 2014 sudah tiba di jogja malam ini

image

Malam ini jam 22:00 para pemudik bareng honda tiba di JEC dengan naik bus BLUE BIRD. Seperti tahun sebelumnya untuk kendaraan motor pemudik diangkut pakai truk dengan tujuan agar pemudik nyaman dan lebih terhindar dari kecelakaan jika naik motor dari Jakarta menuju Jogja.

Pemudik yang turun di pelataran JEC dimanjakan dengan makan yang hangat dan juga disediakan tempat yang nyaman untuk istrirahat. Pemudik bisa iatirahat sambil makan.

Selanjutnya pemudik bisa menginap di JEC atau juga langsung melanjutkan perjalanan ke rumah masing masing. Tadi saya tanya bapak bapak naik megapro ternyata menuju NGLIPAR GUNUNGKIDUL.

Semoga progran mudik bareng honda ini akan terus berlanjut di tahun tahun mendatang, karena terbukti sangat bermanfaat untuk pemudik.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Koboys bisa juga nggambleh orasi dan karaoke

image

Ternyata koboys yang biasanya nggambleh di blog, bisa juga pidato, orasi, dan bernyanyi karaoke. Ini pas di acara makan malam saat FUN RIDING HONDA DAN KOBOYS, tempatnya di SEA VIEW RESTAURANT tepat di pinggir pantai TelengRia Pacitan.

Lihat saja bagaimana om Aziz, pertamax7, reka bhima berpidato menyampaikan unek uneknya.

Dan ternyata dulu koboys banyak juga yang mantan anak band. Saya, bang one, begawan gora, juga reka sasmoyo bhimo, kami nggambleh nyanyi sak falesse.

image

image

Ini habis disunat ya?

image

image

image

image

image

image

Tongsam raja nggambleh nih lagi orasi.

Beginilah koboys. Seduluran dan asik asik selalu membernya.

Etape kedua fun riding koboys dan ahm, Pantai Sundak ke Pom Bensin Pracimantoro

Lanjut cerita fun riding koboys dengan AHM, kali ini memasuki etape kedua yaitu selepas sholat jumat dan makan siang di Pantai Sundak, maka kami akan melanjutkan ke titik tujuan kedua yaitu di POM Bensin Pracimantoro, Pom bensin ini dari perempatan Pracimantoro masih kerah Timur, ada di kiri jalan.

pak Dokter yang hobby naik motor

pak Dokter yang hobby naik motor

Tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencoba semua motor honda yang tersedia, maka untuk etape kedua ini saya, saya pilih ganti motor honda Scoopy, saya tukaran dengan pak dokter yang sebelumnya di etape pertama di yang pakai. Kesan pertama pakai Scoopy ini ternyata joknya lebar dan lumayan agak tebal, tapi masih kurang empuklah menurut saya, saya kira jika jok dibuat tebalnya lipat dua maka akan lebih terasa nyaman dibawa jalan jauh, biar pantat tidak fanas.

Kaki saya yang panjang bisa selonjor lebih leluasa dibanding naik vario yang saya naiki dari pantai Klayar menuju Mbah Jirak, ini etape pulang yang pertama, nanti saya ceritakan juga.

Makan siang di pantai Sundak

Makan siang di pantai Sundak, kakak Bhima berkaos hitam, habis 3 kelapa muda

Khas naik matic jadi terkesan unyu unyu ditunjang dengan bentuk scoopy yang klasik, enaknya tinggal betot gas dan main rem saja, Maka dari itu saya selalu mencoba kinerja rem semua motor yang saya naiki pertama kalinya, untuk scoopy ini bisa main main ngerem sampai cuit cuit di aspal, dan pakem serta tidak nggobig nngobik alias tidak lari kesana kemari ban saat di rem.

KM scoopy saat saya mau pakai awal di etepe kedua di pantai SUndak ek Pracimantoro

KM scoopy saat saya mau pakai di awal etepe kedua dari pantai Sundak ke Pracimantoro

Saya sengaja main pelan dibelakang dengan Pak Nyoman dari AHM dan mas Fauzy, keduanya pakai bebek, awalnya juga ada Tongsam, tapi beliaunya terus nggeblas meningglkan kami bertiga tercecer. Jalanan dari pantai sundak ke pracimantoro memang naik turun dan berkelok kelok, kalau saya sih sudah biasa karena jalan seperti itu adalah santapan tiap saya naik turun dari dan ke kantor di Gunungkidul juga. Untuk miring miring juga gak masalah, hanya saya kemarin malah eman eman kalau sampai nggasruk ke aspal jika saya terlalu miring saat belok.

ini dia scoopy nya

ini dia scoopy nya

Scoopy ini tarikannya enak, untuk kecepatan sampai 60-80 kpj bisa dikail dengan cepat dan enak. Akhirnya saya juga tidak sabar dengan rombongan belakang, lalu sayapun nggeblas sendirian melepaskan diri dari dua terbelakang, meliuk liuk sedikit menggila dan baru sekitar 400 meteran dari perempatan Pracimantoro saya baru bisa melihat salah satu koboys yaitu kang Bagus lagi berhenti, wah rupanya kehabisan bensin motornya, yaitu honda Blade repsol. Padahal tinggal kira kira satu KM alagi sudah sampai ke Pom Bensin, tempat pemberhentian etape kedua ini, Nasibmu mas bagus, nunggu mobil pendukung dari ahm yang bawa bensin cadangan.

Sampai di POM bensin Pracimantoro

Sampai di POM bensin Pracimantoro

Akhirnya saya sampai juga di Pom Bensin Pracimantoro, disini sengaja smeua motor diisi bensin sampai full, ngisinya memang barengan dan berlanjut meteran bensinya menjadi satu. Pas ngisi bensin scoopy saya lihat meteran literan bensin di POMPA nya adalah 14,2 Liter, dan saat scoopy sudah full tangkinya terbaca 16,8 Liter pada meteran POM, jadi sekitar 2,6 liter telah dihabiskan scoopy dari start awal di AHM Jombor sampai Pom bensin di Pracimantoro ini, dan KM yang dimpuh adalah 218 km

Jadi jarak yang ditempuh dari Pantai Sundak sampai ke Pom Bensin Pracimantoro adalah 218 – 177 = 41 KM

Untuk bensin yang sudah diminum diminum Scoopy dari AHM jombor sampai Pom Bensin Pracimantoro sejauh 218 KM dan minum 2,6 liter. Artinya 218 dibagi 2,6 liter = 83, 8 KM per liter, wah kok irit puol ya. Semoga memang begitu dan itungan saya tidak salah.

sundak praci

Rute etape kedua dari Pantai Sundak sampai ke POM Bensin Pracimantoro

 

 

sundak

Pantai Sundak dilihat dari mbah gugel maps

 

 

praci

Finis di Pom Bensin Pracimantoro

Pak dokter saja jadi galau pingin beli Scoopy, memang lebih enak kok naik matic di perkotaan dari pada pakai motor semprotmu itu pak dokter hahahaha.

Oke deh itu sekelimut cerita nggambleh saya naik Scoopy di etape kedua ini. Semoga bermanfaat.

Pantai Sundak di Gunungkidul

Telah lama saya mendengar tentang pantai Sundak di Gunungkidul ini, tetapi baru kesampaian kesana kemarin pas bareng bareng koboys fun riding bersama ahm.

Foto dengan Tongsam dan Hyoga sebelum berangkat riding

Foto dengan Tongsam dan Hyoga sebelum berangkat riding

Pantai Sundak ini adalah titik pemberhentian pertama di acara fun riding koboys dan ahm. Saya dari AHM Jombor naik NMP FI, menyusuri jalanan ringroad barat dan selatan, dilanjutkan naik via imogiri timur melewati panggang, dan meliuk liuk naik turun berkelok akhirnya sampai ke jalanan nan lurus dan lebar di JJLS, lalu kembali ke jalur kecil sepanjang kurang lebih 10 km untuk menuju ke pantai Sundak. Dan semua jalanan di Jogja itu mulus bro :-D

di NOL kan dari awal mau berangkat

di NOL kan dari awal mau berangkat

 

hasil akhir di Pantai Sundak, 136 KM

hasil akhir di Pantai Sundak, 136 KM

Letak dari pantai Sundak ini ada di deretan pantai Baron, Krakal, Kukup. Yang saya rasakan agak menghambat menuju pantai pantai di Gunungkidul ini adalah kurangnya petunjuk jalan sepanjang perjalanan, sehingga agak menyulitkan saya yang tertinggal rombongan riding, dan harus bertanya dua kali agar tidak salah jalan.

Hamparan pantai berpasir putih akan menyapa kita saat tiba di pantai Sundak, disini fasilitas pendukung juga lengkap, ada toilet, parkiran, penjual makanan, meja meja sederhana di pinggir pantai untuk istirahat dan makan. Yang unik di pantai Sundak ini adalah dominan pohon WARU, bukan pohon pandan yang merupakan pohon alami di pantai, atau pohon cemara udang yang banyak ditanam di pantai wilayah Bantul.

makan siang saya

makan siang saya

 

100_1325

Untuk pantainya sendiri menurut saya standar pantai saja, tidak ada yang begitu menonjol dan istimewa, kalau ke Pantai Sundak ini saya rasa paling enak yang nikmati semilir anginnya di bawah rimbunan pohon Waru sambil makan minum diatas hamparan pasir putihnya. Kami disuguhi minuman kambil alias KELAPA, bukan minuman DEGAN, karena memang yang kami minum ini sudah bukan degan lagi, agak kecewa sih, degan itu masih mudah dikeruk daging dalamnya, tapi yang kami makan ini dagingnya sudah wujud kelapa walaupun belum tua banget, tapi memang tidak layak disebut degan.

Untuk makan siang saya mencomot beberapa udang, dan saya guyur dengan ca kangkung lumayan banyak, biasanya saya alergi udang, tapi entah kenapa kok ini saya tidak alergi, apa ini udang laut? karena saat saya makan udang misal di rumah makan Mang Engking, biasanya saya langsung alergi, yaitu Biduren, badan jadi bentol bentol seperti kena ulat, dan tentu ditambahi rasa pusing,

sisi timur pantai Sundak

sisi timur pantai Sundak

sisi barat pantai Sundak

sisi barat pantai Sundak

 

Sepanjang pesisir Kabupaten Gunungkidul memang banyak terdapat pantai pantai yang indah, persaingan memperebutkan pengunjung tentu juga ketat, ditambah lagi sekarang di Gunungkidul sisi utara ada obyek obyek wisata baru seperti Gunung Purba Nglanggeran, Embung Nglanggeran, Gua Pindul, Air Terjun Srigetuk dll, yang berpotensi menyedot pengunjung pula. Untuk pengelola wisata pantai di Gunung Kidul, harapan saya, manjakanlah pengunjung dan layani sebaik mungkin, karena itulah hakekat iklan terbaik saat ini, biarkan pengunjung nanti yang akan men twet, menposting di blog, atau FB dll tentang keindahan, keramahan, dan pelayanan yang baik dari pengelola pantai. Kuncinya adalah makanan yang enak dan standar serta transparan harganya, jangan sekali kali nuthuk harga ke pengunjung, lalu fasilitas kamar kecil yang bersih dan nyaman, parkiran yang nyaman dan biaya parkir yang wajar. Jika semua pelaku wisata menyadari hal ini, tentu pengunjung akan datang dan datang ke pantai pantai di gunungkidul.

Selepas makan siang dan istirahat di Pantai Sundak ini, perjalana Fun Riding koboys dan AHM dilanjut ke etape kedua, yaitu Pantai Sundak – Pom Bensin Pracimantoro. Nantikan kelanjutan kisahnya, karena saya ganti pakai matic scoopy.

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.398 pengikut lainnya.