Konsumsi BBM Pulsar 180 DTSi UG4 “Black Coyote”

Saya akan sharing pengalaman konsumsi BBM si Black Coyete (BC). Saat datang di hari pertama, langsung saya isi full tank dengan bensin Premium sebanyak 17 Liter dan hari ini 04 Februari 2010 saya isi dengan Pertamax sampai full tank juga, dan hanya muat 12,302 Liter atau Rp. 84.884,-  Odometer sebelum saya isi yang kedua kalinya, saya potret dan dan jarak tempuhnya sudah 629 KM, bisa dilihat di foto untuk valid datanya.

me & Black Coyote

Pengalaman Riding dengan Black Coyote

Perlu saya paparkan bahwa Pulsar 180 CC UG4 (Upgrade 4)  adalah Pulsar dengan Body dan ban milik Pulsar 200, Fork depan milik Pulsar 220 sehingga seharusnya beda dengan pulsar 180 generasi sebelumnya tentunya dalam konsumsi bensinnya.

629 KM sebelum isi bensin yang kedua

sesaat setelah isi bensin yang pertama kali FULL 17,3 Liter.

Saat saya beli bensin pertama kali dulu adalah 13 KM sehingga pulsar saya sudah menempuh jarak 629-13=616 KM, untuk pembulatan saja dan sebagai margin error, saya anggap menempuh jarak 600KM dan habis bensin Premium 12 Liter, artinya 600 KM dibagi 12 Liter = 50 KM/Liter. Wowwwwww. Keren ya si Pulsar ini, dengan 180 CC, tenaga 17 HP, ternyata hampir sama dengan si Risma saya dulu.

Mungkin perhitungan saya kurang presisi, tapi andaikan dipahitkan untuk 1 Liter menempuh 45 KM pun, menurut saya sudah irit. Motor saya statusnya masih inreyen, jadi mungkin saja besok bisa berubah, tapi walaupun sudah inreyen, sudah saya pakai untuk naik gunung ke tempat kerja saya, jadi konsumsi BBM nya realistis banget, tidak sekedar di jalan rata saja.

Bangjo Piyungan, start naik ke Bukit Patuk yang nampak dikejauhan :-)

Rute yang saya tempuh dari rumah adalah, pertama jalanan kampung biasa yang sedikit lenggang, lalu masuk ke ringroad selatan yang lebar dan luas pandangan ke depan, sehingga bisa agak lebih ngebut (sebenarnya tidak disarankan untuk Pulsar yang lagi inreyen), lalu memasuki jalan Wonosari yang lurus juga, dan akhirnya masuk ke Piyungan dan naik terus berkelok-kelok, dan harus selip mobil sana sini yang tentu lebih memboroskan bensin.

Bukit Bintang atau Hargodumilah, bisa melihat Jogja dari sini

Tentang HARGODUMILAH klik disini selengkapnya :-)

Tikungan Sumprit jalan nanjak, langsung belok ke kiri tajam

Jurusan Gunung Nglanggeran, masih 8 KM lagi naik dan berkelok

Jalan naik dan berkelok ke Desa Pemancar

Kalau pulang saya biasanya lewat tengah kota yang banyak bangjo, dimulai dari Gedong Kuning dan berakhir di Wirobrajan. Begitulah gambaran rute saya memakai Pulsar dalam 650 KM pertama ini, jadi rutenya memang lengkap konsisinya.

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.957 pengikut lainnya.