Konsumsi bensin Pulsar UG4 “BC” turing ke Surabaya

Enaknya pakai pulsar, bahwa odometernya ada pilihan dua TRIP yang bisa di NOL kan (lihat FOTO 4 untuk TRIP 1 dan FOTO 2 untuk TRIP 2), maka sebelum turing tanggal 6 April 2010, sehari sebelumnya yaitu tanggal 5 April 2010 saya isi bensin pertamax sampai full, lalu Trip 2 saya NOL kan (sayang sekali lupa motretnya), sehingga bisa untuk menghitung berapa panjang jalan yang sudah dilewati oleh black coyote Pulsar UG4 saya.

FOTO 1. bensin pertamax sampai full, ternyata hanya muat 11 liter

FOTO 2. Pada 5307 ini dianggap NOL, lupa motret Trip 2 yang sudah reset NOL

FOTO 3. Full sampai ke leher tangki

Cara mengendarai pulsar saya adalah biasa-biasa saja, artinya kalau jalanan macet ya pelan, kalau jalanan lancar ya menyesuaikan arus, tidak kesusu, tidak nubruk-nubruk, sesuai dengan keadaan yang ada saja.

FOTO 4. Trip 1 dari rumah saya NOL kan

FOTO 5. Rumahku sampai Srandakan sudah makan jalan 27,5 KM

FOTO 6. Sampai tujuan di Jalan Jepara Surabaya. 402,2 Km

FOTO 7. Sebelum isi bensin di Barat Ngawi

Dari rumah sampai Surabaya lalu balik lagi, saya baru mengisi bensin di SPBU di barat Kota Ngawi. Untuk menghitung konsumsi rata rata maka bisa dilihat dari awalnya pada FOTO 1. Saya mengisi bensin Pertamax sebanyak 11 liter, sedangkan tangki pulsar saya muat 18 liter saja saat saya mengisi pertamax, ditangki masih ada 18-11 = 7 liter Premium. Sehingga dalam tangki ada campuran 11 liter pertamax dan 7 liter Premium.

Sayang sekali saya lupa motret Trip 2 saat odometer saya NOL kan, tapi santai saja masih bisa dihitung kok, jadi dari saat saya mulai mengisi bensin seperti terlihat pada FOTO 2, kilometernya adalah 5.307 Km, selanjutnya saat saya mengisi bensin di SPBU barat kota Ngawi, odometer menunjukkan angka 5.958 Km dan Trip 2 menunjukkan 651,3 Km. Trip 2 inilah jarak yang sudah ditempuh motor saya, sejak mengisi bensin di Jogja, trus turing ke Surabaya dan Madura, lalu balik ke Jogja dengan mampir mengisi bensin di barat kota Ngawi ini. Atau bisa dibuktikan dengan menghitung 5.958 – 5.307 = 651 Km. Pas banget betul sekali, cuma selisih 300 meter dibelakang koma saja. karena memang odometer tidak ada digit dibelakang komanya.

Sehingga dapat dihitung saya sudah menempuh jarak 651,3 Km dan menghabiskan bensin sebanyak 14,43 Liter, sesuai bensin yang saya isikan di SPBU barat kota Ngawi, lihat FOTO 8 dibawah ini sebagai buktinya.

Sehingga 651,3 Km dibagi dengan 14,43 Liter = 45,135 KM/Liter.

FOTO 8. Isi bensin premium di POM barat Ngawi 14,43 liter

Ada yang lucu dan sedikit mengesalkan saat saya ngisi bensin di Ngawi, yaitu pengemudi motor di belakang saya tidak sabar menunggu saya mengsisi 14 liter bensin, mungkin dikiranya saya kulakan bensin, padahal saat itu saya beli besin tanpa jaket tanpa helem, kayak orang dekat SPBU saja, tapi pengemudi di belakang saya mungkin liat plat AB saya sehingga nggaya pake nglakson-nglakson segala, menunjukkan ketidak sabarannya, maklum dia pakai bebek yang muat 3-4 liter saja. Atau mungkin dia hanya beli 1 liter saja.

FOTO 9. Trip 2, menempuh 652,4 Km dari awal pengisian di Jogja

FOTO 10. Di SPBU Ngawi ini Trip 2 di NOL kan lagi

FOTO 11. Baru ngisi lagi tanggal 13 April 2010

Nah saya baru mengisi bensin lagi di Jogja dekat rumah saya yaitu tanggal 13 April 2010, setelah menempuh 558,4 KM dari SPBU di barat kota Ngawi. Mari kita hitung juga berapa KM/liter.

Saat saya membeli kemarin saya bayar Rp. 60.000,- bensinya presmium dengan harga Rp. 4.500,- perliter. Jadi saya isi 13,3 liter sampai full ke leher tangki juga.

Jadi 558,4 KM dibagi 13,3 Liter = 41,88 KM/Liter.

lho kok beda ya? mungkin pengaruh bensin Pertamax bisa menambah sekitar 4 KM/liternya saat saya touring ke Surabaya, sedangkan saat saya mengisinya di SPBU barat kota Ngawi, saya mengisi dengan Premium sebanyak 14,43 liter, jadi anggap saja semua bensin Pertamaxnya sudah terpakai, sehingga dari Ngawi sampai saya mengisi lagi tanggal 13 April 2010 adalah bensin Premium yang ada di tangki saya. Kemungkinan pemakaian di Jogja yang stop anda GO menyebabkan lebih boros juga.

Tapi kalau disuruh memilih, saya milih beli Premium yang Rp. 4.500,- dari pada beli Pertamax yang Rp. 7.250 duh mak harga hampir lipat dua, tapi hanya nambah 4 kilometer saja per liter pertamax. ampun dah. Padahal saya tidak bisa membedakan enaknya pakai pertamax dibanding pakai premium.

Demikian sekelumit pengalaman konsumsi bensin saat saya turing memakai pulsar UG4 “black coyote” milik saya. Semoga berguna. Yang belum tahu Pulsar UG4 ini adalah Bajaj Pulsar  180 CC dengan tenaga sekitar 17 DK.

Pulsar UG4 "black Coyote" 180 CC


About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.958 pengikut lainnya.