Awalnya memang para warga dusun beternak sapi di rumah masing-masing, tetapi agar terutama limbah bau dari kotoran sapi bisa dilokalisir, maka dijadikan satu tempat dengan menyewa tanah kas desa di persawahan depan dusun mertua.
Kandangnya masih sederhana, tetapi karena solid dan membentuk kelompok peternak sapi, akhirnya mendapat bantuan dari Dinas Peternakan Sleman sebesar Rp. 350.000.000 untuk membuat kandang kapasaitas 35 sapi, membeli motor VIAR roda tiga untuk operasional, dan tentu saja membuat kandang dan tampat pembuatan pupuk organik dari limbah sapi. Anggota kelompok ada 25 orang.
Nantinya kelompok peternak diharuskan memproduksi pupuk organik dari kotoran sapi. Jika nanti sapinya beranak maka anak sapi menjadi milik peternak, jika kelak sudah tidak produktif beranak dan dijual, maka peternak mendapat pembagian 20&, yang 80% dikembalikan ke Dinas Peternakan.
Sayangnya belum saya lihat ada pembuatan bio gas dari limbah kotoran sapi, mungkin memang fokus ke pembuatan pupuk organik dulu.
Mari beternak sapi, bangsa yang maju adalah bangsa yang bisa swasembada pangan.
Filed under: Bisnis, Keluarga, Seputaran Jogja | Ditandai: ngaglik, sapi, sapi dusunku, sumbersari | 7 Komentar »


















