PAMERAN berzama di d’Kampoeng C-Fest #4 tema JALANAN

image

Eko Praz Tio

Ayo kirimkan foto2 terbaik kizanak (print A3) tux PAMERAN berzama di d’Kampoeng C-Fest #4 tema JALANAN.
(Apa pun komunitazmu)

krm ke:
Kampuz Jalanan Kweni, jl. Bantul km5 RT06, Panggungharjo, Zewon, Bantul,
Jogja.

Paling lambat 17/12, “Bangga Punya
Karya”.

About these ads

HUT JHC ke 12

ini dapat foto dari “membajak” punya mas bor Pras di FB. Info daro bor Pras, koboys wajib datang, malah disediakan arena khusus untuk penulis :-D

Koboys biasanya muter-muter motret dan iseng nupak atau nyobain motor yang tersedia.

Ini tulisan saya saat ultah JHC ke 10

http://hadiyanta.com/2010/10/10/oleh-oleh-dari-hut-jhc-jogja-honda-classic/

pasang surut klub motor di Jogja

image

Saat ke padepokan mas Pras kemarin, saya ketemu dengan bro Hamzah, beliau anggota klub tiger (kalau gak salah), karena motornya aslinya tiger tapi dibikin modif jadi klasik (jujur gak tahu model gitu namanya apaan).

Dari bincang-bincang dengan mas bor Hamzah (di JHC bro diucapkan bor), ada satu hal yang saya ingin angkat, yaitu tentang pasang surutnya klub motor terutama honda di Jogja.

image

Seperti yang kita ketahui, jogja adalah kota pendidikan, banyak universitas dan sekolah, banyak murid dan mahasiswa dari berbagai daerah yang datang di jogja. Kalau mereka kuliah S1, pastilah rata-rata 6-8 tahun pasti tinggal di Jogja, dan punya motor adalah hal paling efektif bagi mahasiswa, karena bisa mejembatani mobilitas mahasiswa dan pelajar yang aktif kesana kemari.

Dari mahasiswa dan pelajar inilah bermunculan klub-klub motor, dan bukan kebetulan jika malah banyak pentholannya yang suka mbleyer (istilah mbleyer adalah untuk biker klub yang vokal dan suka ngajak2 kopdar dan mengaktifkan klub), dan selama mereka belum menyelesaikan studi, mereka tentu masih tetep tinggal di jogja, sehingga klub yang mereka di dalamnya aktif, bisa berkembang dan aktif, anggotanya banyak.

Tetapi begitu “tukang mbleyernya” selesai kuliah dan balik kampung atau kerja di kota lain, maka klub yang tadinya “hidup” lama-lama jadi redup, bahkan bisa bubar.

jadi begitulah yang terjadi dengan klub-klub motor di jogja, ada dan tumbuh bersama dinamika mahasiswa atau pelajar yang aktif didalamnya, semoga saja “tukang mbleyernya” bisa tumbuh berganti begitu ada yang lulus dan keluar dari jogja, sehingga ada suksesi yang baik dan klub tetap hidup.

Untuk klub motor lawas atau klasik, memang relatif konstan anggota dan irama hidupnya, ini terjadi karena kebanyakan yang punya motor klasik memang benar-benar orang lokal. Kenapa mahasiswa jarang punya motor lawas atau antik? Ini karena mahasiswa kebanyakan anak muda yang seneng WAH, seneng balapan, berpikir praktis tidak mau susah-susah merawat motor dan mencari suku cadang dengan gampang, dan tentu pingin gaet cewek dengan motor kerennya (padahal pemberian ortunya), maka motor keluaran terbaru adalah pilihan para mahasiswa ini. Mungkin ada juga mahasiswa yang pelihara motor lawas, tapi pastinya hanya sedikit.

Bincang-bincang dengan bor Hamzah diakhiri dengan pendapat beliau tentang adanya klub motor dari luar negeri yang buka chapter di Indonesia, bor hamzah mengkawatirkan bahwa nilai-nilai yang tidak sesuai dengan nilai dan moral bangsa indonesia akan merusak semua hal tersebut.

Kali BEBENG

Inilah kali bebeng yang saya potret tanggal 30 Januari 2010.
Masih tampak asap mengepul dari bebatuan dan pasir di dasar sungai. Meskipun kali Bebeng ini sudah terisi material erupsi merapi, tapi dari tempat saya motret, masih berupa jurang yang dalam sekitar 15 meteran. Makanya motretnya juga agak-agak takut.

image

Selengkapnya klik disini Continue reading

Kalitengah di bawah Merapi

Inilah kondisi Kalitengah, Balerante yang letaknya kurang lebih 5 km dari puncak Merapi, tentu saja kondisinya habis tersapu awan panas. yang motret motret adalah mas Pras, sesepuh PMHY saat beliau saya bonceng pakai Pulsar BlackCoyote saya :-D

image

image

Foto selangkapnya klik disini Continue reading

Padepokan mas Pras, sesepuh PMHY

Jam 6 pas sebenarnya saya bisa sampai ke rumah mas Pras di jalan bantul, tapi berhubung baru pertama kali, maka saya harus keblandang balik lagi dan harus telpon dulu, akhirnya sampai juga ke rumah mas Pras.

Kesan pertama melihat rumah ini adalah, bener-bener rumah biker sejati, rumah penuh dengan motor honda lawas, penuh dengan emblem dan stiker klub, pokoknya lengkap kap.

Rumah mas Pras ini kemarin juga terkena angin ribut sehingga gapuranya hilang, sehingga yang saya foto ini adalah rumah mas Pras yang tanpa gapura :-)

Terlihat tiga honda lawas berjejer di tengah seakan mengatakan selamat datang kepada saya, lalu ada pula DKW yang sudah acak adut ujudnya, dan ternyata masih ada satu honda lawas yang njogrok di sudut rumah.

Rumah ini didesain dengan ruang tamu yang lebar dan terbuka, saya yakin sudah banyak biker yang mampir di rumah ini, dan mungkin saya adalah blogger pertama yang berkesempatan merasakan ademnya suasanya rumah ini :-D
image

image

Foto foto selengkapnya klik disini Continue reading

“MIZTERI ANAK KLUB MOTOR ” tulisan mas PRASETYO ketua PMHY.

(Tulisan ini milik mas PRAS, di facebooknya. Dan saya sudah minta ijin beliau untuk saya tayangkan di blog ini. Semoga bisa dibaca dan direnungkan oleh banyak lagi pembaca)

Ada klub yg baru terlahir, ada
yang sudah 10 th, ada yg lebih lama
umurnya .
Akan tetapi omongan &
celotehannya masih tetap sama,
apa pun jawababnya.
Anak Klub Motor jelas dari awalnya
sudah bermodal beli / dibelikan
motor .
Dalam perjalanannya jelas-jelas duit
buat BBM , kerjaan / keluarga
ditinggalkan / bagi yg kerja /
keluarga.
Hal lain ternyata Klub adalah
organisasi yg didalamnya siap
gax siap pasti ada beda
pendapat .
Semakin panjang jalanan ,
semakin komplit godaan &
gezekannya.
“Materi & Rasa” hal pertama yg
dikorbankan, diatas embel2
“Persaudaraan”.
Disadari/ tidak, anak klub motor
wajib “Korban” lahir & batin.
Sisi gelap jalanan , hanya disadari
ketika gesekan itu
menerjangnya.. . .
Gaya Jalanan itulah dunianya,
& nyata adanya survei
membuktikan minim beresiko
sendirian .
Jiwa yang masih bangga akan
“Koncoisme”, alhasil
terbelenggu Jiwanya .
Andai ada pendapat “Karena
Jalanan Kita Dipertemukan “,
menurutku indah nian. . ..
“Koncoizme” murni jalanan
namun berat cobaannya .
Sekumpulan orang dari berbagai
daerah dengan berbagai karakter &
karyanya, siap melibas
kejamnya jalanan .
Sekumpulan orang dari satu
daerah namun mati gaya,
emozi luruz, minim reziko &
aman.
Dua gaya 12 tahun jalananku ,
yang masih banyak penasaranku &
cukup tux sementara waktu .
Pendapatku : 70% dijalanan
bukan karena jiwanya , 15% nekat
jiwanya, 10 % mati jiwanya, 5 %
ilang dijalanan .
Persentaseku. .. . persentaze
jalanan .
2011. .. .???

oleh-oleh dari HUT JHC (Jogja Honda Classic)

Orang menerima undangan ya wajib datang, makanya kami KOBOYS kemarin datang juga memenuhi undangan bro Pras, ketua PMHY (Paguyuban Motor Honda Yogyakarta). Undangan ultah JHC yang bertempat di Pasar Seni Gabusan, Jalan Parangtritis, pada hari Sabtu 9 Oktober 2010.

Bro martini lagi romantisme masa lalu

motor paling elek, mbahne CBR :-D

Motor paling apik. Shroudnya menginspirasi NMP :-D

Bro Pras yang njawani dan grapyak semanak

ajib

ketemu teman lamaaaaaaaaaaaaaaaaa

Yang paling heboh dan terharu biru, tentu saja bro Martini, karena beliau dulu pernah 10 tahunan aktif di honda klasik solo, wah lupa nama perkumpulannya. Hampir semua motor dikangkangi oleh Martini, untuk minta difoto.

Banyak motor honda klasik dari yang tampilannya kumuh sampai yang segar menggoda.

Kurang lebih jam 16:30 saya beru sampai di Pasar Gabusan, langsung kontak bang one08, lalu saya parkir BC saya di dekat Ninja250r nya bro Rhangga (ben ndang ketularan duwe :-D )

Setelah ketemu yang empunya gawe, yaitu bro Pras, maka kami kemudian menuju ke ANGKRINGAN KOBOYS di terminal Palbapang, wuih saya langsung habis 3 nasi kucing yang lauk teri, jian dadi kucing beneran. Ditemani 2 es jeruk dan malamnya tambah Jeruk panas, tidak lupa bakwan dan tahu susur, emang lezato.

spare partnya lengkap, ngalah-ngalahin spare part UG4 saya hu hu hu

sparepart dengan kardus warna merah, jadi ingat Star 1988 saya

Skyrider dan Kiai Pur  pamit duluan, diikuti oleh bro Dipo dengan pulsar 200 dan UG-nya (bukan UG 4 lho). Lalu Karismanis juga pulang. Jadilah kami tinggal bertiga, Begawan Kolor Ijo, Biru dan Hitam, wkwkwkwk kami diskusi hangat perkembangan dunia perbloggeran terutama R2, Begawan Kolor Ijo yang memang mumpuni karuh kanuragannya dalam dunia maya, banyak memberikan analisa-analisa menarik tentang alexa, google, pay pal, dll.

Akhirnya setelah waktu menunjukkan jam 21:30 kami bubaran. Kapan-kapan ke Angkringan Koboys lagi.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.394 pengikut lainnya.