Walah penggabung mekanisme persneleng si BC rusak lagi

image

Walah pas tadi bersihkan pulsar saya dibagian persneleng, lha kok ini copot lagu besi yang dikedua ujungnya ada karetnya sebagai mekanisme penyambung tuas di dekat mesin dengan tuas yang diungkit kaki.

Dulu pernah rusak dan diganti, ini rusak lagi. Yang kebangeten itu kakiku atau kualitas motornya sih. Coba besok saya modif saja diganti dengan LAKER.

*Huh jadi kepikiran PCX 150 warna putih.

image

image

About these ads

Menunggu kawasaki pulsar 200 FI (gosip)

Beberapa waktu yang lalu saya beruntung sempat test ride pulsar 200NS. Sepertinya dari pemilik P200NS saya dapat bisikan bakal meluncur P200NS yang injeksi. Wah jadi kepikiran juga nih.

Nah tadi baca di FB kang Dadang membahas hal diatas.

Pertanyaan selanjutnya adalah…..

Motornya nanti tetap P200NS cuma upgradre sistem injeksi.

Atau saya bayangkan body kawazaki Z, eh benar gak ya? Itu yang 250cc naked. Nah itu diganti mesin pulsar200NS injeksi, yang sejatinya mesin KTM. Dan ini bisa dijual rentang 25-30 juta.

Atau malah malah body ninja250FI tapi mesin diganti dengan P200NS. wis piye jal perasaanmu yen ono tenan?

Boleh saja kan berimajinasi. Sapa tahu nanti kawasaki baca ini trus mikir mikir, ah bener juga tuh, ntar saya produksinya.

Amin.

Kalau anda setuju yang mana?
image

BC ganti gearset indopart

Ceritanya pada hari Sabtu 11 Oktober 2013 saya dan kakak saya ke surabaya naik black coyote untuk menghadiri acara pernikahan kakak saya yaitu anaknya pakdhe, berangkat jam 9 pagi hari sabtu, sampai surabaya kisaran jam 21, awalnya mau pakai jovan, tapi dengan berbagai pertimbangan, terutama kemacetan jalan di sekitar surabaya, maka akhirnya kami putuskan untuk memakai black coyoye, ini adalah kali kedua si BC ke surabaya, yang pertama saat dulu masih baru, pada 6 April 2010. Jadi sudah tiga tahun yang lalu. Sebenarnya sebelum berangkat saya sudah melihat gear dan rantai, dan okelah, saya pikir masih mampu untuk PP jogja surabaya jogja. Jadi pada tanggal 17 oktober 2013, cuma saya servis dan ganti olie saja di bengkel joker 999 condong catur.

Alhamdulillah perjalanan dari jogja ke surabaya dan balik jogja lagi selamat tanpa ada kerusakan apapun di black coyote saya.

Lalu pada hari jumat 18 Oktober 2013, saat saya bawa pertama kalinya ke kantor setelah BC istirahat dari surabaya, lha kok rantai kayak mleset mleset saat masuk gigi satu dan mau jalan, ternyata setelah saya periksa, mata gear belakang sudah lancip lancip. Memang gear yang saya ganti ini telah terpasang sejak 25 November 2010, sedang rantainya pernah saya ganti pada tanggal 02 Desember 2011 karena rantai kena debu letusan merapi kayaknya, sehingga rusak.

Baru pada sabtu 19 Oktober 2013 ini ganti total Gearset. Yaitu rantai dan gear depan belakang merk indopart. Harga Rp. 220.000.

Sekalian saya ganti bearing rantai yang nomer serinya 6005, bearing ini memang agak langka, dan saya kemarin dapat di toko spare part khusus diesel di utara Koramil Godean, jalan Godean, harganya cuma Rp. 15.000, dulu pertama ganti pada tanggal 26 Desember 2011, sedang ongkos pasangnya cukup Rp. 10.000 di bengkel dekat rumah. Ternyata tidak motong rantai, saya kira motong rantai, karena saya tidak punya alatnya.

image

KM nya dah 85.124 sebelum diganti

image

Terlihat gear belakang sudah lancip lancip

image

dari pada los rantainya

image

memang lancip dan pantas diganti

image

Gear belakang tampak nyata setelah dicopot

image

gear set indopart

image

Pakai Drive Chain Kit punya Pulsar 200, karena si BC saya ini bodynya memang body P200

image

Bearing NKN serinya 6005, harga Rp. 15.000

image

Bearing 6005

image

Gear baru, dan bearing baru siap dipasang

image

Gear set baru sudah terpasang

image

mantab to

Ganti ban depan yang kedua

image

KM 67.422

hari ini black coyote ganti ban depan untuk kali yang kedua, jadi sudah habis ban dua buah dengan aslinya saat beli dulu. Ganti pertama ini http://hadiyanta.com/2011/04/30/bc-ganti-ban-depan-irc/ yaitu tanggal 30 April 2011 sehingga kurang lebih terpakai 20 bulan, jika rata-rata tiap bulan saya ngaspal 2.000 km, maka kurang lebih ban depan saya sudah ngaspal 40.000 km. Pada sisi sisinya sebenarnya masih tebal, tapi pada bagian paling atas sudah habis, dan rasanya juga sudah keras ini ban dipakai.

Seperti biasa saya ke bengkel langganan di Barat perempatan PALBAPANG BANTUL sebelum bangjo pertama, yaitu tukang ban Pak Hasan. Ada di sisi selatan.

Setel;ah ganti ban depan ini, rasanya memang lebih enak dan yakin untuk mereng-mereng. Saya memang tidak kompromi dengan ban, tipis dikit saya ganti, ini berkaitan dengan medan yang saya tempuh saat ngantor yang naik turun Patuk-Piyungan.

image

Ganti ban merek dan type serupa

 

Pakai mesin khusus biar velg tidak rusak

Pakai mesin khusus biar velg tidak rusak

 

image

Ditest bocor atau enggak

 

Dipasang

Dipasang

 

Posted from WordPress for Android Samsung Galaxy 5 by hadiyanta

Pasang EG lagi di black coyote

engine guard (EG) sempat saya copot, karena saat saya pasangi oil cooler radiator, ternyata pipanya gesekan dengan pipa oil cooler, sehingga saya khawatir bisa merusakkan pipa oil cooler. Padahal ini asline EG didesain untuk P200 yang sudah ada oil coolernya lho.

Akhirnya kemarin saya bawa ke bengkel las Setiabudi di selatan rumah saya. Dan diakali agar bisa dipasang lagi dengan diberi tambahan plat di dudukan bawahnya.

Dan satu lagi saya beri dudukan untuk lampu tambahan nantinya seperti lampu LED atau apa biar jalan lebih terang kalau malam hari. tahu sendiri, lampu utama pulsar itu kalau mau anti, harus bongkar batok pulsar, bisa makan waktu satu jam untuk yang sudah ahli, kalau yang belum pernah bongkar, saya yakin bisa keringatan dan lama waktunya. Jadi misal saat lampu utama mati disaat riding malam hari, maka punya lampu cadangan. Aman.

Proses pengerjaan

 

Sekarang pipa oil cooler tidak bergesakan lagi dengan pipa EG

 

Sisi kiri

 

calon dudukan lampu

Pelajaran berharga dari bocornya ban belakang pulsar saya

Alasan saya dahulu beli pulsar adalah, dengan harga 18,6 jutanan sudah mendapatkan sepeda motor yang  sudah memakai tubeless di kedua rodanya. Bandingkan dengan motor dengan tongkrongan yang segede pulsar tapi harganya lebih mahal tetapi belum tubeless, sehingga kebanyakan yang punya motor tersebut pada ganti sendiri ke tubeless, jadi lebih mahal lagi biayanya kan. Kenapa saya mensyaratkan tubeless sebagai yang utama? Tidak lain dan tidak bukan karena rute ngantor saya yang naik turun gunung, sehingga harapan saya dengan tubeless, seandainya ban kena paku masih bisa bertahan asalkan paku tidak dicabut dari ban. Masih bisa dinaiki sampai kantor atau sampai tambalan tubeless terdekat yang bisa dijumpai.

Seingat saya sudah dua kali tubeless saya bocor, sekali saya tambal di jalan wonosari, dan sukses tambalannya bagus, kedua kalinya saya tambal di jalan godean dan sukses juga tambalannya tidak sempurna sehingga bocor alus, lalu saya putuskan untuk memberikan ban dalam di tubeless saja, jadi sekarang tidak tubeless lagi.

http://hadiyanta.com/2011/09/27/bocor-kedua-ban-belakang-di-bc/

nuntun pulsar bocor abot tenan

Nah kemarin sore 7 September 2012, saat saya beranngkat kerja, di ringroad selatan selepas Terminal Giwangan dan sudah hampir sampai TL Kota Gode, ban terasa gembos, dan benar ternyata memanag gembos, setelahs aya standar tegak, saya dapati paku kecil yang membuat bocor. Kebetulan saat itu saya diboncengi adik akndung yang nunut sampai piyungan karena mau ambil motornya di rumah mertua. Jadilah adik saya yang nuntun motor sampai ke banjo ringroad kota gede, dan deberi tahu orang untuk belok ke barat ke arah jalan Karanglo Kotagede, karena banyak pilihan bengkel tambal ban, bengkel terdekat rupanya sudah tutup, dapatnya sekitar 150 meteran dari bangjo di utara jalan.

sampai juga di bengkel ban

Saya bilang pada yang mau ganti ban saya bahwa ini adalah velg tubeless, dan untungnya yang nambal mengerti dan hati hati, tetapi setelah dikerjakan lama, dan rasanya mustahil dijugil biasa, maka saya minta untuk dibawa ke tempat penggantian ban yang punya mesin hidrolis khusus untuk mengganti ban mobil, tujuan utamanya agar velg tidak rusak, tentu saja ada tambahan biaya sekitar 15.000, tapi tidak masalah dari pada rusak.

sulit banget untuk menjugil ban ini tanpa alat hidrolis

Inilah pelajaran berharga bahwa terlalu riskan untuk ban tubeless jika diberi ban dalam, karena dapat dipastikan bengkel biasa bakal kesulitan untuk mencopot ban tersebut dari velgnya, kalaupun dipaksakan, saya yakin bakal merusakkan velg. Satu satunya cara yang lebih aman adalah tubelessnya diberi cairan anti bocor seperti yang sudah dilakukan oleh sedulur koboys yang juga punya pulsar, yaitu Yugo. Ekstrimnya YUGO ini beli cairan anti bocor, lalu dimasukkan ban, dan ban sengaja dia tusuk pakai paku, dan untunglah cairan anti bocornya memang bekerja dengan baik. Saya akan meniru YUGO untuk ban saya yang rencana sudah mau saya ganti dalam waktu dekat ini, sehingga tidak akan merepotkan saat terkena paku. Tetapi tentu saya tidak akan tiru untuk sengaja menusuk paku ke ban saya.

http://ardiantoyugo.wordpress.com/2012/08/30/ban-tubeless-plus-tire-guard-kolaborasi-hebat/

Nuntun pulsar itu berat, bongkar ban pulsar itu juga sulit, jadi memberikan cairan anti bocor ke tubeless pulsar ini adalah solusi paling aman. Dan saya sukses kelhilangan 1,5 jam waktu, sehingga telat sampai kantor.

saat lebaran 1433 H, jalanan jogja full, jalur data mobile selular juga full

Kebetulan lebaran tahun ini 1433 H atau 2012, saya hanya libur pas lebaran hari pertama saja :-( , selebihnya masuk kerja. Pas berangkat pagi hari tanggal 20 Agustus 2012, lebaran kedua, jalanan di ringroad barat dan selatan sangat sepi, tetapi saat naik piyungan-patuk Gunungkidul, sudah terasa padat tapi lancar. Ini karena masih pagi sekitar jam 7:30 sehingga para pemudik dan orang-orang yang bertujuan silaturahmi kesanak famili belum pada keluar.

Tikungan Radio GCD 98,6 FM

Pulang di hari ketiga kisaran jam 9 pagi, ternyata kondisi lalu lintas di jalan jogja wonosari tepatnya sebelum perempatan SAMPAKKAN dekat kidfun, sudah padat dan antri karena ada lampu lalu lintas, saya pakai pulsar untungnya masih bisa menyusuri badan jalan sebelah kiri yang masih tanah, dan pelan-pelang maju menuju lampu merah. Saya putuskan untuk pulang lewat perempatan Sampakan keselatan (belok kiri dari arah Wonosari), ternyata jalan sangat lenggang, saya bisa memacu 80kpj dengan santai, beda banget tentunya dengan jalan raya Jogja-Wonosari yagn pasti apdat merayap. Umumnya orang memang tidak tahu ada jalan-jalan alternatif di jogja, sehingga jalan utama menjadi full. Jalan yang saya lalu ini akan tembus ke imogiri, nanti ada pertigaan, kalau imogiri lurus, harus belok kanan ke arah bantul, nanti akan tembus jalan PLERET, setelah sampai pertigaan jalan pleret, saya ambil kanan, lalu maju sekitar 1 km, nanti ambil kiri di perempatan pertama, ini akan melalui Wirokerten, lurus kebarat nanti akan tembus jalan Imogiri Timur, kalau keutara nanti sampai terminal Giwangan. Pada perempatan jalan imogiri timur ini saya ambil lurus saja demi menghindari lampu merah di perempatan ringrioad selatan Terminal Giwangan. Lurus kebarat kira-kira 1,5 km nanti ada perempatan, saya ambil kekanan (arah utara) akhirnya saya masuk dapat lagi ringroad selatan, ambil kiri masuk jalur lambat untuk sepeda motor.

Perempatan Patuk, lurus ada mobil box putih menuju Wonosari, kiri ada truk itu ke Gunung Nglanggeran

Beda lagi saat saya berangkat sore hari kisaran jam 17 sampai di jalan Jogja-Wonosari sebelum pasar Piyungan ada bank BPD yang sudah samsat online, nah ambil kiri saja di pojok BPD, terus saja keutara ikuti jalan aspal, nanti belok kanan sekali lalu belok kiri sekali lalu lurus keutara lagi nanti akan ketemu pertigaan jalan di perumahan Piyungan, ambil belok kanan, lurus saja nanti akan ketemu perempatan jalan Piyungan Prambanan, hati hati di perempatan ini, untuk naik ke wonosari, ambil lurus saja, akan terlihat dikejauhan bukit memanjang dan ada banyak tower tv, tujuan saya adalah ke komplek pemancar tv ini, terus saja ikuti jalan besar menuju bukit, jalannya lurus, sampai akhirnya nanti ada jembatan besar dan jalan belok kiri, tapi ambil saja yang lurus, jalan kecil aspal menanjak, cirinya di pojokan pertigaan ada bengkel sepeda motor yang jualan sparepart bekas motor. naik terus saja ikuti satu satunya jalan aspal ini, nanti akan sampai di dekat balai desa Ngoro-Oro, ambil kiri sudah ketemu BTS indosat di sisi kiri jalan. Kalau mau ke wonosari bisa lurus ketimur menuju gunung langgeran, nanti belok kanan ke gunung langgeran, akan melalu sisi barat gunung langgeran, lurus keselatan nanti akan sampai SAMBIPITU, ini sudah masuk jalan Jogja Wonosari, setidaknya bisa menghindari kemacetan di tanjakan Piyungan-Patuk.

Pos Lalu Lintas Patuk GunungKidul

Untuk soal jalur data mobile lewat HP, karena saya pengguna android yang sangat mengandalkan jalur data yang lancar, pada saat lebaran kemarin sempat juga jalur data sangat lambat, bahkan hari sabtu 24 Agustus 2012, sempat tidak bisa digunakan, padahal saya pagi jam 9 mau nunggu mas Sapto Anggono, sedulur koboys jakarta yang mudik ke wonogiri dan mau main ke jogja, saat di kantor saya nebeng wifi kantor, dan bisa memantau pergerakan mas Sapto via LATITUDE, tapi begitu keluar kantor mau pakai jalur data mobile indosat saya, ternyata tidak bisa sambung dan malah tidak aktif. akhirnya saya sukses kehilangan jejak mas Sapto, yang ternyata sudah melewati depan Pos Lalu Lintas Patuk, sampai piyungan, dan akhirnya balik ke atas lagi, malah mas Sapto sampai ke kantor saya yagn berjarak 5 km dari Patuk tempat saya menunggu. Akhirnya setelah 1 jam lebih menunggu, kami bisa bertemu. Saat itu memang jalur data macet, dan telepon juga tidak bisa.

Pada dasarnya jalur data internet itu hampir sama dengan jalur lali lintas mobil motor, kalau kapasitas jalur data internet yang tidak ditambah tetapi penggunanya bertambah banyak, maka akan macet juga.

Kang Sapto Anggono silaturahmi di rumah juragan CBR Alrozi

Setelah ketemu mas Sapto, kami lalu ke bantul lewat Dlingo, lalu turun menuju Pleret, lanjut barat terus ke Jejeran tembus jalan Paris, lalu mampir ke rumah Alrozi. Lalu lanjut ke rumah mas Irawan. Disini kami akhirnya koboys kopdar dengan mas Bagus yang dari kartasura, juga ada begawan gora.

Beginilah suasana lebaran, saat jalur lalu lintas macet, saya bisa mencari jalan alternatif, tetapi saat jalur data mobile internet macet, saya tidak bisa mencari alternatif, mau pakai kartu GSM lainnya kok males.

Begawan Gora, Abon Sapi, hadiyanta, Sapto Anggono *yang motret juragane 64120 NG

Ganti komstir pulsar UG4

image

Hari ini saya menyempatkan diri untuk datang ke bengkel joker999 jam 9 pagi, guna mengganti komstir setang UG4 saya yang memang sudah oblak. Cirinya adalah, saat saya kencangkan, setang sulit dibelokkan, saat dikendorkan, setang akan oblak. Lagi pula memang sudah wajar, karena pulsar saya rata-rata sebulan ngaspal 2.000KM, dan usai pulsar saya sudah 28 bulan. Kalau di speedometer sekarang terbaca 56.100 KM, tapi speedometer saya pernah mati beberapa bulan.

Harga kit komstir berisi 4 buah seperti di foto ini adalah 92.000, sudah termasuk biaya pasang kayaknya. Pasang komstir ini lumayan ribet juga, saya datang jam 9 dan baru selesai jam 12, padahal ditangani oleh tiga mekanik sekaligus, berhubung tanggal tua, tidak ada pulsar lain yang datang ke bengkel joker999.

Gotri (bearing races) yang seperti kelereng sekalian diganti, belinya malah di toko onderdil sepeda onthel kok. harganya 35.000.

Alhamdulillah penyakit oblaknya sekarang sudah sembuh, dengan mengganti komstir. Paling tidak enak saat ngerem depan pasti ada suara oblak, dan juga saat riding di jalan yang jelek pasti kerasa oblaknya.

Siapa bilang sparepart pulsar langka dan mahal, silahkan datang ke joker999 untuk membuktikannya, misal tidak ada biasanya indent dulu, saya saat servis yang lalu sudah indent, eh seminggu langsung dikabari barangnya sudah datang, tapi memang saya ada dana saat tanggal muda, makanya nunggu gajian baru saya ganti.

image

image

image

image

image

image

image

image

Posted from WordPress for Android Samsung Galaxy 5 by hadiyanta

Kopdar dengan MRC (mandate riders community)

Sedulur koboys dari Jakarta sudah sejak seminggu lalu mengabari mau ke jogja bareng rombongan MRC, beliau adalah mas Rizky Maoelana. Pengendari pulsar member BIC (bajaj indonesia comunity) yang ternyata di koboys juga sudah ada yaitu mas Heri Skakmat.

Rombongan MRC ada di Kasongan untuk tidur melepas penat setelah 27 jam riding dari Jakarta sampai Jogja. Saya tadi janjian ketemu di GAPURA KASONGAN, lalu dijemput mas Rizky dan temannya menuju rumah tempat istirahat kearah barat.

Ternyata MRC mirip-mirip koboys, kumpulan pecinta motor tanpa pandang merek motor.

Saya mendapat kehormatan disematkan PIN oleh Ketua MRC, tapi sayang saya sendiri tidak punya stiker atau PIN koboys.

Akhirnya saya mengajak mas Rizky ke rumah begawan Gora Danan, karena saya jam 16:45 kudu cabut menuju tempat kerja.

didepan rumah begawan

Malam ini pukul 21:00 sepertinya mau kopdar koboys di Angringan Terminal Palbapang. Smoga sukses dan tidak hujan.

BAI tidak perlu iklan di TV, urusi saja ketersediaan sparepart dengan benar!

Saya coba ingat kembali, kenapa saya pilih pulsar, apakah karena iklannya di TV, mungkin iya, tapi itu cuma sedikit saja, pastinya saya dulu sebelum beli pulsar, sudah cari informasi di internet tentang pulsar, dari berbagai segi, ya desain, konsumsi BBM, ketangguhan, harga, ketersediaan suku cadang, komunitas dll.

Ironisnya, dari awal saya tahu bahwa suku cadang pulsar itu sulit, bengkelnya sedikit, tapi saya tetap beli pulsar 180 UG4. Gila ya!!! emang perlu sedikit gila mungkin untuk beli pulsar, bahasa halusnya hanya orang pilihan yang pilih beli pulsar…ciiiieeeee.

Setelah punya pulsar selama 2 tahun lebih 2 bulan, ternyata masalah suku cadang masih juga belum beres, masih indentlah, barang kosonglah, sampai akhirnya saya kemarin baca postingan kang Dadang yang mengatakan BAI ada program untuk penyempurnaan ketersediaan sparepartnya.

Kalau saran saya sih, seriuslah benahi masalah sparepart ini, benahi systemnya dari india sono sampai ke dealer atau bengkel resmi seperti Joker999 di jogja. Lebih ekstrem lagi kalau menurut saya adalah, gak usah iklan pulsar di tv, alihkan saja untuk iklan langsung misal dengan cara testride yang semarak ditiap kota, membantu kegiatan klub, komunitas, blogger (ternak yoben), yakin orang beli pulsar itu pasti kebanyakan sudah nyari-nyari info di internet.

Jadi kita tunggu saja seberapa serius BAJAJ mengurus masalah sparepart ini kedepan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.301 pengikut lainnya.