Ganti ban depan yang kedua

image

KM 67.422

hari ini black coyote ganti ban depan untuk kali yang kedua, jadi sudah habis ban dua buah dengan aslinya saat beli dulu. Ganti pertama ini http://hadiyanta.com/2011/04/30/bc-ganti-ban-depan-irc/ yaitu tanggal 30 April 2011 sehingga kurang lebih terpakai 20 bulan, jika rata-rata tiap bulan saya ngaspal 2.000 km, maka kurang lebih ban depan saya sudah ngaspal 40.000 km. Pada sisi sisinya sebenarnya masih tebal, tapi pada bagian paling atas sudah habis, dan rasanya juga sudah keras ini ban dipakai.

Seperti biasa saya ke bengkel langganan di Barat perempatan PALBAPANG BANTUL sebelum bangjo pertama, yaitu tukang ban Pak Hasan. Ada di sisi selatan.

Setel;ah ganti ban depan ini, rasanya memang lebih enak dan yakin untuk mereng-mereng. Saya memang tidak kompromi dengan ban, tipis dikit saya ganti, ini berkaitan dengan medan yang saya tempuh saat ngantor yang naik turun Patuk-Piyungan.

image

Ganti ban merek dan type serupa

 

Pakai mesin khusus biar velg tidak rusak

Pakai mesin khusus biar velg tidak rusak

 

image

Ditest bocor atau enggak

 

Dipasang

Dipasang

 

Posted from WordPress for Android Samsung Galaxy 5 by hadiyanta

About these ads

Pasang EG lagi di black coyote

engine guard (EG) sempat saya copot, karena saat saya pasangi oil cooler radiator, ternyata pipanya gesekan dengan pipa oil cooler, sehingga saya khawatir bisa merusakkan pipa oil cooler. Padahal ini asline EG didesain untuk P200 yang sudah ada oil coolernya lho.

Akhirnya kemarin saya bawa ke bengkel las Setiabudi di selatan rumah saya. Dan diakali agar bisa dipasang lagi dengan diberi tambahan plat di dudukan bawahnya.

Dan satu lagi saya beri dudukan untuk lampu tambahan nantinya seperti lampu LED atau apa biar jalan lebih terang kalau malam hari. tahu sendiri, lampu utama pulsar itu kalau mau anti, harus bongkar batok pulsar, bisa makan waktu satu jam untuk yang sudah ahli, kalau yang belum pernah bongkar, saya yakin bisa keringatan dan lama waktunya. Jadi misal saat lampu utama mati disaat riding malam hari, maka punya lampu cadangan. Aman.

Proses pengerjaan

 

Sekarang pipa oil cooler tidak bergesakan lagi dengan pipa EG

 

Sisi kiri

 

calon dudukan lampu

Pelajaran berharga dari bocornya ban belakang pulsar saya

Alasan saya dahulu beli pulsar adalah, dengan harga 18,6 jutanan sudah mendapatkan sepeda motor yang  sudah memakai tubeless di kedua rodanya. Bandingkan dengan motor dengan tongkrongan yang segede pulsar tapi harganya lebih mahal tetapi belum tubeless, sehingga kebanyakan yang punya motor tersebut pada ganti sendiri ke tubeless, jadi lebih mahal lagi biayanya kan. Kenapa saya mensyaratkan tubeless sebagai yang utama? Tidak lain dan tidak bukan karena rute ngantor saya yang naik turun gunung, sehingga harapan saya dengan tubeless, seandainya ban kena paku masih bisa bertahan asalkan paku tidak dicabut dari ban. Masih bisa dinaiki sampai kantor atau sampai tambalan tubeless terdekat yang bisa dijumpai.

Seingat saya sudah dua kali tubeless saya bocor, sekali saya tambal di jalan wonosari, dan sukses tambalannya bagus, kedua kalinya saya tambal di jalan godean dan sukses juga tambalannya tidak sempurna sehingga bocor alus, lalu saya putuskan untuk memberikan ban dalam di tubeless saja, jadi sekarang tidak tubeless lagi.

http://hadiyanta.com/2011/09/27/bocor-kedua-ban-belakang-di-bc/

nuntun pulsar bocor abot tenan

Nah kemarin sore 7 September 2012, saat saya beranngkat kerja, di ringroad selatan selepas Terminal Giwangan dan sudah hampir sampai TL Kota Gode, ban terasa gembos, dan benar ternyata memanag gembos, setelahs aya standar tegak, saya dapati paku kecil yang membuat bocor. Kebetulan saat itu saya diboncengi adik akndung yang nunut sampai piyungan karena mau ambil motornya di rumah mertua. Jadilah adik saya yang nuntun motor sampai ke banjo ringroad kota gede, dan deberi tahu orang untuk belok ke barat ke arah jalan Karanglo Kotagede, karena banyak pilihan bengkel tambal ban, bengkel terdekat rupanya sudah tutup, dapatnya sekitar 150 meteran dari bangjo di utara jalan.

sampai juga di bengkel ban

Saya bilang pada yang mau ganti ban saya bahwa ini adalah velg tubeless, dan untungnya yang nambal mengerti dan hati hati, tetapi setelah dikerjakan lama, dan rasanya mustahil dijugil biasa, maka saya minta untuk dibawa ke tempat penggantian ban yang punya mesin hidrolis khusus untuk mengganti ban mobil, tujuan utamanya agar velg tidak rusak, tentu saja ada tambahan biaya sekitar 15.000, tapi tidak masalah dari pada rusak.

sulit banget untuk menjugil ban ini tanpa alat hidrolis

Inilah pelajaran berharga bahwa terlalu riskan untuk ban tubeless jika diberi ban dalam, karena dapat dipastikan bengkel biasa bakal kesulitan untuk mencopot ban tersebut dari velgnya, kalaupun dipaksakan, saya yakin bakal merusakkan velg. Satu satunya cara yang lebih aman adalah tubelessnya diberi cairan anti bocor seperti yang sudah dilakukan oleh sedulur koboys yang juga punya pulsar, yaitu Yugo. Ekstrimnya YUGO ini beli cairan anti bocor, lalu dimasukkan ban, dan ban sengaja dia tusuk pakai paku, dan untunglah cairan anti bocornya memang bekerja dengan baik. Saya akan meniru YUGO untuk ban saya yang rencana sudah mau saya ganti dalam waktu dekat ini, sehingga tidak akan merepotkan saat terkena paku. Tetapi tentu saya tidak akan tiru untuk sengaja menusuk paku ke ban saya.

http://ardiantoyugo.wordpress.com/2012/08/30/ban-tubeless-plus-tire-guard-kolaborasi-hebat/

Nuntun pulsar itu berat, bongkar ban pulsar itu juga sulit, jadi memberikan cairan anti bocor ke tubeless pulsar ini adalah solusi paling aman. Dan saya sukses kelhilangan 1,5 jam waktu, sehingga telat sampai kantor.

saat lebaran 1433 H, jalanan jogja full, jalur data mobile selular juga full

Kebetulan lebaran tahun ini 1433 H atau 2012, saya hanya libur pas lebaran hari pertama saja :-( , selebihnya masuk kerja. Pas berangkat pagi hari tanggal 20 Agustus 2012, lebaran kedua, jalanan di ringroad barat dan selatan sangat sepi, tetapi saat naik piyungan-patuk Gunungkidul, sudah terasa padat tapi lancar. Ini karena masih pagi sekitar jam 7:30 sehingga para pemudik dan orang-orang yang bertujuan silaturahmi kesanak famili belum pada keluar.

Tikungan Radio GCD 98,6 FM

Pulang di hari ketiga kisaran jam 9 pagi, ternyata kondisi lalu lintas di jalan jogja wonosari tepatnya sebelum perempatan SAMPAKKAN dekat kidfun, sudah padat dan antri karena ada lampu lalu lintas, saya pakai pulsar untungnya masih bisa menyusuri badan jalan sebelah kiri yang masih tanah, dan pelan-pelang maju menuju lampu merah. Saya putuskan untuk pulang lewat perempatan Sampakan keselatan (belok kiri dari arah Wonosari), ternyata jalan sangat lenggang, saya bisa memacu 80kpj dengan santai, beda banget tentunya dengan jalan raya Jogja-Wonosari yagn pasti apdat merayap. Umumnya orang memang tidak tahu ada jalan-jalan alternatif di jogja, sehingga jalan utama menjadi full. Jalan yang saya lalu ini akan tembus ke imogiri, nanti ada pertigaan, kalau imogiri lurus, harus belok kanan ke arah bantul, nanti akan tembus jalan PLERET, setelah sampai pertigaan jalan pleret, saya ambil kanan, lalu maju sekitar 1 km, nanti ambil kiri di perempatan pertama, ini akan melalui Wirokerten, lurus kebarat nanti akan tembus jalan Imogiri Timur, kalau keutara nanti sampai terminal Giwangan. Pada perempatan jalan imogiri timur ini saya ambil lurus saja demi menghindari lampu merah di perempatan ringrioad selatan Terminal Giwangan. Lurus kebarat kira-kira 1,5 km nanti ada perempatan, saya ambil kekanan (arah utara) akhirnya saya masuk dapat lagi ringroad selatan, ambil kiri masuk jalur lambat untuk sepeda motor.

Perempatan Patuk, lurus ada mobil box putih menuju Wonosari, kiri ada truk itu ke Gunung Nglanggeran

Beda lagi saat saya berangkat sore hari kisaran jam 17 sampai di jalan Jogja-Wonosari sebelum pasar Piyungan ada bank BPD yang sudah samsat online, nah ambil kiri saja di pojok BPD, terus saja keutara ikuti jalan aspal, nanti belok kanan sekali lalu belok kiri sekali lalu lurus keutara lagi nanti akan ketemu pertigaan jalan di perumahan Piyungan, ambil belok kanan, lurus saja nanti akan ketemu perempatan jalan Piyungan Prambanan, hati hati di perempatan ini, untuk naik ke wonosari, ambil lurus saja, akan terlihat dikejauhan bukit memanjang dan ada banyak tower tv, tujuan saya adalah ke komplek pemancar tv ini, terus saja ikuti jalan besar menuju bukit, jalannya lurus, sampai akhirnya nanti ada jembatan besar dan jalan belok kiri, tapi ambil saja yang lurus, jalan kecil aspal menanjak, cirinya di pojokan pertigaan ada bengkel sepeda motor yang jualan sparepart bekas motor. naik terus saja ikuti satu satunya jalan aspal ini, nanti akan sampai di dekat balai desa Ngoro-Oro, ambil kiri sudah ketemu BTS indosat di sisi kiri jalan. Kalau mau ke wonosari bisa lurus ketimur menuju gunung langgeran, nanti belok kanan ke gunung langgeran, akan melalu sisi barat gunung langgeran, lurus keselatan nanti akan sampai SAMBIPITU, ini sudah masuk jalan Jogja Wonosari, setidaknya bisa menghindari kemacetan di tanjakan Piyungan-Patuk.

Pos Lalu Lintas Patuk GunungKidul

Untuk soal jalur data mobile lewat HP, karena saya pengguna android yang sangat mengandalkan jalur data yang lancar, pada saat lebaran kemarin sempat juga jalur data sangat lambat, bahkan hari sabtu 24 Agustus 2012, sempat tidak bisa digunakan, padahal saya pagi jam 9 mau nunggu mas Sapto Anggono, sedulur koboys jakarta yang mudik ke wonogiri dan mau main ke jogja, saat di kantor saya nebeng wifi kantor, dan bisa memantau pergerakan mas Sapto via LATITUDE, tapi begitu keluar kantor mau pakai jalur data mobile indosat saya, ternyata tidak bisa sambung dan malah tidak aktif. akhirnya saya sukses kehilangan jejak mas Sapto, yang ternyata sudah melewati depan Pos Lalu Lintas Patuk, sampai piyungan, dan akhirnya balik ke atas lagi, malah mas Sapto sampai ke kantor saya yagn berjarak 5 km dari Patuk tempat saya menunggu. Akhirnya setelah 1 jam lebih menunggu, kami bisa bertemu. Saat itu memang jalur data macet, dan telepon juga tidak bisa.

Pada dasarnya jalur data internet itu hampir sama dengan jalur lali lintas mobil motor, kalau kapasitas jalur data internet yang tidak ditambah tetapi penggunanya bertambah banyak, maka akan macet juga.

Kang Sapto Anggono silaturahmi di rumah juragan CBR Alrozi

Setelah ketemu mas Sapto, kami lalu ke bantul lewat Dlingo, lalu turun menuju Pleret, lanjut barat terus ke Jejeran tembus jalan Paris, lalu mampir ke rumah Alrozi. Lalu lanjut ke rumah mas Irawan. Disini kami akhirnya koboys kopdar dengan mas Bagus yang dari kartasura, juga ada begawan gora.

Beginilah suasana lebaran, saat jalur lalu lintas macet, saya bisa mencari jalan alternatif, tetapi saat jalur data mobile internet macet, saya tidak bisa mencari alternatif, mau pakai kartu GSM lainnya kok males.

Begawan Gora, Abon Sapi, hadiyanta, Sapto Anggono *yang motret juragane 64120 NG

Ganti komstir pulsar UG4

image

Hari ini saya menyempatkan diri untuk datang ke bengkel joker999 jam 9 pagi, guna mengganti komstir setang UG4 saya yang memang sudah oblak. Cirinya adalah, saat saya kencangkan, setang sulit dibelokkan, saat dikendorkan, setang akan oblak. Lagi pula memang sudah wajar, karena pulsar saya rata-rata sebulan ngaspal 2.000KM, dan usai pulsar saya sudah 28 bulan. Kalau di speedometer sekarang terbaca 56.100 KM, tapi speedometer saya pernah mati beberapa bulan.

Harga kit komstir berisi 4 buah seperti di foto ini adalah 92.000, sudah termasuk biaya pasang kayaknya. Pasang komstir ini lumayan ribet juga, saya datang jam 9 dan baru selesai jam 12, padahal ditangani oleh tiga mekanik sekaligus, berhubung tanggal tua, tidak ada pulsar lain yang datang ke bengkel joker999.

Gotri (bearing races) yang seperti kelereng sekalian diganti, belinya malah di toko onderdil sepeda onthel kok. harganya 35.000.

Alhamdulillah penyakit oblaknya sekarang sudah sembuh, dengan mengganti komstir. Paling tidak enak saat ngerem depan pasti ada suara oblak, dan juga saat riding di jalan yang jelek pasti kerasa oblaknya.

Siapa bilang sparepart pulsar langka dan mahal, silahkan datang ke joker999 untuk membuktikannya, misal tidak ada biasanya indent dulu, saya saat servis yang lalu sudah indent, eh seminggu langsung dikabari barangnya sudah datang, tapi memang saya ada dana saat tanggal muda, makanya nunggu gajian baru saya ganti.

image

image

image

image

image

image

image

image

Posted from WordPress for Android Samsung Galaxy 5 by hadiyanta

Kopdar dengan MRC (mandate riders community)

Sedulur koboys dari Jakarta sudah sejak seminggu lalu mengabari mau ke jogja bareng rombongan MRC, beliau adalah mas Rizky Maoelana. Pengendari pulsar member BIC (bajaj indonesia comunity) yang ternyata di koboys juga sudah ada yaitu mas Heri Skakmat.

Rombongan MRC ada di Kasongan untuk tidur melepas penat setelah 27 jam riding dari Jakarta sampai Jogja. Saya tadi janjian ketemu di GAPURA KASONGAN, lalu dijemput mas Rizky dan temannya menuju rumah tempat istirahat kearah barat.

Ternyata MRC mirip-mirip koboys, kumpulan pecinta motor tanpa pandang merek motor.

Saya mendapat kehormatan disematkan PIN oleh Ketua MRC, tapi sayang saya sendiri tidak punya stiker atau PIN koboys.

Akhirnya saya mengajak mas Rizky ke rumah begawan Gora Danan, karena saya jam 16:45 kudu cabut menuju tempat kerja.

didepan rumah begawan

Malam ini pukul 21:00 sepertinya mau kopdar koboys di Angringan Terminal Palbapang. Smoga sukses dan tidak hujan.

BAI tidak perlu iklan di TV, urusi saja ketersediaan sparepart dengan benar!

Saya coba ingat kembali, kenapa saya pilih pulsar, apakah karena iklannya di TV, mungkin iya, tapi itu cuma sedikit saja, pastinya saya dulu sebelum beli pulsar, sudah cari informasi di internet tentang pulsar, dari berbagai segi, ya desain, konsumsi BBM, ketangguhan, harga, ketersediaan suku cadang, komunitas dll.

Ironisnya, dari awal saya tahu bahwa suku cadang pulsar itu sulit, bengkelnya sedikit, tapi saya tetap beli pulsar 180 UG4. Gila ya!!! emang perlu sedikit gila mungkin untuk beli pulsar, bahasa halusnya hanya orang pilihan yang pilih beli pulsar…ciiiieeeee.

Setelah punya pulsar selama 2 tahun lebih 2 bulan, ternyata masalah suku cadang masih juga belum beres, masih indentlah, barang kosonglah, sampai akhirnya saya kemarin baca postingan kang Dadang yang mengatakan BAI ada program untuk penyempurnaan ketersediaan sparepartnya.

Kalau saran saya sih, seriuslah benahi masalah sparepart ini, benahi systemnya dari india sono sampai ke dealer atau bengkel resmi seperti Joker999 di jogja. Lebih ekstrem lagi kalau menurut saya adalah, gak usah iklan pulsar di tv, alihkan saja untuk iklan langsung misal dengan cara testride yang semarak ditiap kota, membantu kegiatan klub, komunitas, blogger (ternak yoben), yakin orang beli pulsar itu pasti kebanyakan sudah nyari-nyari info di internet.

Jadi kita tunggu saja seberapa serius BAJAJ mengurus masalah sparepart ini kedepan.

turing Jogja Batu Malang with Koboys

Siap beranagkat dari jalan Piyungan Prambanan jam 09:30

Turing akhir tahun kali ini adalah untuk menghadiri undangan dari sedulur jawatimur untuk deklarasi JATIMotoBLOG yang direncanakan akan dilakukan di daerah Songgoriti, Batu, Malang, Jawa Timur.

Karena waktu saya terbatas, maka saya hanya bisa berangkat mulai sabtu pagi jam 9. Dan besoknya jam 7 juga harus pulang ke Jogja.

Akhirnya saya ditemani oleh sedulur koboys, yaitu blackcat, begawan dan heri prmoko. Blackcat dan begawan boncengan dengan puslar 200, sedangkan heri Pramoko dengan Pulsar 180 UG4, sama seperti milik saya.

Kami berangkat dari jalan Piyungan Prampanan jam 9:30, sempat mampir di tokonya kang Bagus Propus di Kartosuro, lalu lanjut jurusan Cemoro Sewu, sebelum naik, kami mampir sholat luhur di masjid dekat Tawangmangu. Sempat terjadi kebndala motor saya rantainya dikencangkan, karena ada bunyi mencurigakan, ternyata setelah turun dari Cemoro sewu baru ketahuan bahwa bearing gear belakang rusak dan aus, untunglah masih bisa berputar, cuma dibelikan chain lube di madiun dan lancar sampai rumah.

Saya beoncengan dengan begawan saat naik dan turun cemoro sewu, dan sempat cornering kiri kanan sampai nggasrut besi motor dengan aspal. Untunglah ban IRC saya nempel lengket di aspal, kami benar-benar menikmati sensai cornering ini.

Akhirnya kami sampai di Terminal maospati, disini sudha ditunggu Amamoto dan Ari, kami makan siang menjelang sore lalu dilanjut sholat asyar, setelah itu lanjut perjalanan ke Batu.

Perjalanan ke Batu melewati jalan berkelok-kelok, dengan kondisi malam hari yang gelap, tapi kami nekat ridng saja, untunglah diberi keselamatan. Setelah siang hari minggunya saya lihat jalan yang kami lalui malam hariny, ternyata ngeri sekali, jurang dalam di kanan kiri pas belokan.

Jam 21:30 kami sampai villa Panda di Songgoriti. lalu ketemu sedulur koboys dan Jatimotoblog.

Mampir di tokonya kang Bagus Propus di Kartasura with Ai & Kentas

Sholat Luhur sebelum naik Cemoro Sewu

Cornering naik Cemoro Sewu

pulsar takut hujan, turun dari cemoro sewu

makan siang di maospati

parkir di terminal maospati sekalian sholat asyar

kelaparan selepas Pare menuju Plumbon, mewah makan duren gan!

jam 21:30 sampai di villa Panda, Songgoriti, Batu, Malang, jatim

Servis BC persiapan ke Songgoriti Batu Malang

joker concat

Hari ini sepulang dari kantor jam 9, mampir ke rumah satpam kantor untuk beli durian, dan saya beli 4 durian dengan harga @Rp. 15.000, sehingga total Rp. 60.000, bagaimana rasanya? Enak tenan, tadi sehabis jumatan saya belah dan makan dengan anak istri.

Durian saya taruh di bekas box mie instan, lalu baru saya taruh di box kappa 42, sehingga durinya tidak merusak box. Lumayan berat juga, jadi aneh rasanya riding dengan beban 4 durian di box belakang.

Sampai di bengkel joker concat motor langsung ditangani mas Indra, ini adalah mekanik langganan saya saat dulu 6 bulan servis di bengkel joker bantul yang sekarang sudah tutup, sehingga bengkel joker hanya ada di Concat.

Ini servis rutin biasa dan ganti olie, pas juga besok pagi saya mau turing ke Songgoriti Batu Malang, bersama koboys memenuhi undangan sedulur JATIMOTOBLOG. Rencana saya besok, hari sabtu 24 Desember 2011 berangkat jam 09:00 dari Piyungan, bareng dengan mas Irawan dengan pzzo nya dan Begawan dengan Vartech nya. Kita mau ambil jalan selatan melalui klaten tembus naik ke cemoro sewu.

Servis selesai jam 11:25, langsung ngibrit pulang untuk sholat jumat.

Oke

Bengkel Pulsar Joker Bantul resmi tutup sejak 19 des 2011

Dapat SMS dari owner bengkel joker bantul yang isinya bengkel joker bantul sejak tanggal 19 des 2011 resmi tutup. Karena ada sesuatu hak yang tidak bisa saya sebut disini. Yang jelas bukan tutup karena bangkrut.

Sebenarnya saya kemarin juga sudah tahu karena pas lewat depan bengkel ternyata interiornya kok sedang digarap tukang, tampaknya akan dipakai untuk usaha lain.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.958 pengikut lainnya.