Beralihnya teknologi siaran pemancar tv analog yang dipakai saat ini, dengan diganti memakai teknologi tv digital DVB-T2, maka yang paling kelihatan keuntungannya adalah dengan bertambahnya jumlah siaran tv yang bisa disiarkan dalam suatu wilayah, yaitu ada 72 siaran tv bisa dinikmati oleh pemirsa, yang pada awalnya hanya dibawah 20 tv saat pemancar tv analog.
Jadi hitungan kasar, akan bisa ditampung 52 siaran tv baru di setiap wilayah, dan televisi baru ini tidak perlu mempunyai pemancar, karena pemancarnya cukup sewa saja ke NETWORK PROVIDER yang kurang lebih biaya sewanya adalah kisaran 80 juta sampai 100 juta per bulan.
Lalu apa hubungannya dengan pemilu 2014? mudah saja, televisi adalah media yang paling mudah dinikmati, dan hampir semua wilayah sudah dijangkau. Maka tidak akan heran jika besok prediksi saya akan muncul televisi A, B, C dst yang berafiliasi ke partai tertentu, dan pastinya isinya untuk menaikkan citra dari partai politik atau calon presiden yang diusung, sah sah saja tentunya, namanya juga usaha, dan masyarakat dari sekarang harus sadar informasi, sadar media.
Saya ingat pemilu yang lalu, partai politik dan calon presiden memakai media tabloid untuk mencitrakan partai dan calon presidennya. Jadi wajar bila sekarang melangkah ke televisi untuk melengkapai media sosial network seperti twitter dan facebook.
Jadi mari kita tunggu saja, apakah prediksi saya ini besok menjadi kenyataan atau tidak. Dengan uang 100 juta perbulan, dan punya siaran televisi sendiri, adalah hal yang sangat-sangat murah bagi partai politik atau calon presiden.
Filed under: Bisnis, Politik, Televisi | Ditandai: DVB-T2, iklan di tivi, pemilu 2014, televisi calon presiden, televisi parpol, televisi politik | 3 Komentar »








