TEST RIDE Bajaj Pulsar 135 LS di Dealer Bajaj Jogja

Hari ini saya pulang dari kantor jam 8:36 pagi, rencana langsung mau mampir ATM untuk bayar tagihan matrix dan telkomselflash, dilanjut mau ke Dealer Bajaj ambil Jaket yang setelah lebih dari 4 bulan beli belum juga dapet juga jaketnya. huffff.

Sampai di ATM, lho kok dompetku gak ada, ingat diingat saya pikir ketinggalan di kantor karena dompet saya taruh di tas, jadi gak mungkin jatuh di jalan, langung telpon OB di kantor, dan Alhamdulillah dompet memang ketinggalan di kantor, terpaksa saya balik lagi ke kantor, padahal perjalanan dari kantor ke ATM mandiri di dekat Tugu Jogja, makan 40 menitan. huffff lagi.

Akhirnya saya sampai juga ke Dealer Bajaj di jalan Magelang, setelah tadi sempat balik lagi ke kantor ambil dompet, eh baliknya dari ambil dompet, di sebelah Timur pabrik SUSU SGM Muja-Muju banyak polisi yang mau mengadakan razia.

Saya langsung ketemu Kepala Dealer Bajaj Jogja, dan mendapat jawaban bahwa jaket belum datang, hufff lageeeeeee.

Test Ride BOSS

Akhirnya malah omong sana-sini, dan saya tanya mana Pulsar 135LS nya? wow jebul sudah nongkrong di depan saya, warna merah, dengan slebor belakang dicopot, karena untuk test ride ini masih yang model slebor belakang asli INDIHE. Tapi lucunya ada yang indent 135LS tapi malah minta yang slebor asli seperti dari India, sudah lunas malah bayarnya, tapi motornya belum juga ada, satu-satunya ya yang untuk test ride ini.

trondol

OK saya mulai saja, posisi riding hampie sama dengan Pulsar UG4 saya, karena 135LS ini juga mengaplikasikan setang jepit, jadi agak menunduk, bedanya sudut belok si 135LS lebih lebar dibanding Pulsar UG4 saya, sebenarnya gak begitu pengaruh sih, saat riding, untuk belok kan tinggal miringkan badan saja.

setang Jepit, dan tampak model spion yang meruncing

Yang menarik hati saya adalah spionnya yang kayaknya lebih keren ketimbang bawaan Pulsar UG4 saya :-) pingiiiiinnnn.

Nah kedua adalah ketinggian motor, menurut saya motor ini termasuk tinggi juga, meskipun agak lebih pendek dibanding Pulsar UG4 saya, mungkin setara tiger atau megapro tingginya. Jadi tetap saja gagah tongkrongannya.

tongkrongannya

Untuk berat kendaraan, berhubung diberi embel-embel LS, light sport, maka jelas si 123LS ini ringan dibanding Pulsar UG4 saya.

Saya hanya mencoba riding di halaman Dealer bajaj, sekilas tenaganya mantaf. Mungkin nanti saya akan coba test ride lebih lama jika pas saya servis Pulsar UG4 saya.

Jangan lupa shock belakang juga model ada tabung gas nitrox (nitrogen), enjutan jadi emput menul-menul, enggak bikin pinggang gegar otak, alias pegel-pegel.

Yang bentuknya lucu adalah lampu sein yang meruncing, lucu saja melihatnya.

Sein meruncing

Tentang mesin karena saya babar blas tidak ngerti permesinan, maka saya tidak bisa memberikan komentar. Monggo dilihat sendiri saja tampilan mesinnya.

Mesin 135 CC, DTS-i, dua busi, 4 katup. Sangar! Gak ada spek sejenis didunia.

Kesimpulan saya :

Memang sesuai namanya LS, generasi pulsar ini saya kira memang enak diajak riding di perkotaan yang stop and go, juga akan lincah menerjang kemacetan. Untuk pangsa pasar saya kira anak SMA sederajat cocok banget pakai motor ini, ketimbang beli bebek lah, atau ketimbang beli Pulsar 180 atau 200 yang beratnya minta ampun untuk bapak-bapak yang model saya yang rasanya sudah tinggi besar begini. Karena bentuk bagus, bobot ringan, harga setara bebek, bahkan lebih murah, yaitu 15,1 juta bisa digondol pulang.  OK saat nya BEBEKER MENJADI BIKER :-) .

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.958 pengikut lainnya.