Persiapan touring pertamax Black Coyote

Kebetulan ada acara nikahan kakak saya (anaknya pakdhe dari ibu) di surabaya pada hari Rabo tanggal 7 April 2010, setelah berhitung sana sini, dari mulai naik travel yang kemungkinan Rp. 110.000,- sekali jalan, atau Rp. 220.000,- untuk PP, juga misal naik bis PATAS yang kisaran Rp. 60.000,-. Juga misal nyartel mobil yang muat 8 orang ongkosnya Rp. 1.500.000,- maka saya putuskan saja saya dan kakak saya naik motor saja, sedangkan  sodara-sodara yang lain yang tidak bisa ikutan, cukup titip amplop saja, nah lumayan irit, yang penting dari keluarga di Jogja ada yang datang mewakili.

Black Coyote dengan tankbag dan topbox saat touring

Persiapan untuk toring pertama pakai pulsar ini tidak begitu ribet, saya berangkat hari selasa pagi, jadi senin malam saya sudah persiapan terutama baju ganti apa saja yang harus saya bawa, saya prepare untuk 3 hari baju ganti, jadi dalam waktu 3 hari di Surabaya saya tidak perlu nyuci baju, cukup menghabiskan baju yang saya bawa, tapi kenyatannya saya di Surabaya hanya hari selasa dan hari rabo saja, hanya dua hari. Peralatan mandi juga saya bawa sendiri seperti handuk, sabun, sikat gigi, dan pembersih muka.

Persiapan dari segi motor, kebetulan bahwa akhir Maret 2010 saya baru saja servis dan ganti olie untuk pencapaian KM 5.000 sehingga morot dalam kondisi siap tempur. Untuk membawa barang-barang selama touring kebetulan sudah ada top box Kappa 42 di buritan, tapi kayaknya kok kurang juga, padahal saya tidak punya sidebox, sempat terpikir beli tankbag (tas yang bisa dipasang diatas tangki dengan penahan kedudukan dari magnet yang dilekatkan ke tangki bensin), tapi harganya mak, kurang lebih Rp. 300.000,- saya tidak punya anggaran untuk itu. Pikir punya pikir akhirnya saya jadikan tas punggung saya menjadi tankbag, nah ini nanti caranya saya bahas pada tulisan tersendiri :-)

Hari senin malam saya mengisi bensin pertamax sampai full, sehingga besok paginya hari selasa tinggal berangkat saja. Sebenarnya saya kurang bisa merasakan bedanya bensin biasa dengan bensin pertamax pada kinerja motor, tapi berhubung mau touring, dan jalan jauh, maka tidak apalah saya isi pertamax, padahal harganya hampir lipat dua :-(

Akhirnya hari selasa telah tiba, saya mulai perjalanan touring saya dengan melakukan Sholat Sunah Shafar, yaitu sholat mohon keselamatan pada Allah SWT untuk perjalanan jauh, dari rumah ke tujuan sampai rumah lagi dengan selamat, setelah sampai rumah lagi, sayapun menutupnya dengan Sholat Shafar lagi.

Untuk pakaian touring, saya hanya memakai celana jeans biasa, T-shirt, sepatu kulit kantoran biasa (belum punya sepatu turing), kaos tangan biasa, helem fullface standard (gak ada SNI nya), dan pelindung dada. Dari semua itu pelindung dada saya sampai ada dua buah, satu dari kulit yang biasa dijual, kedua saya buat sendiri dari karton dan masih saya lapisi semacam bahan karet bahan modiste dapet dari istri. Kenapa saya harus pakai pelindung dada yang tebal, nah inilah masalah saya, dada saya sakit jika terkena tekanan angin yang kencang dari depan, jadi bahan yang solid padat dari kardus memang terbukti efektif menghalau hantaman angin dari depan dada.

Akhirnya black coyote touring juga dari jogja ke surabaya ke suramadu terus masuk ke kepulauan Madura lalu nyebrang ke Surabaya lagi lewat kapal ferry melalui Kamal Madura, dan akhirnya balik lagi ke Jogja.

Yang paling aneh dari saat saya toring adalah, di sepanjang jalan di Jawa sya tidak sekalipun papasan atau disalip Pulsar (setidaknya saya tidak tahu, yah mungkin saja saya tidak melihatnya, tapi biasanya sesma pulsar kan pada klakson-klasonan), nah baru di Pulau Madura setelah saya mendekati Kamal saya baru papasan dengan Pulsar. Diperjalanan pulang saya melihat Pulsar diparkir didepan rumah hanya sekali.

papasan ninja merah 250r :-)

Kalau disalip ninja250r sekali saja, dan papasan dengan ninja 250r juga sekali :-) opo hubungane????

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.958 pengikut lainnya.