Jagoanku di PIALA DUNIA 2014 Brazil

Piala dunia 2014 akan resmi dimulai jumat dinihari jam 03:00 dengan pertandingan perdana tuan rumah brazil melawan kroasia.

Pertandingan yang gratis bisa disaksikan di kanal UHF disiarkan oeh tvOne dan Antv, kalau mau lebih asyik lagi maka bisa beli decoder VIVA+ yaitu tv satelit beli decoder lepas, tanpa biaya langganan untuk melihat piala dunia 2014.

Tidak seru rasanya jika dari awal tidak menjagoi salah satu. Untuk itu saya akan menjagoi JERMAN saja. Siapa tahu bisa juara.

Piala dunia kali ini akan lebih banyak kita lihat pada kisaran jam 03:00 dan juga pas puasa romadhon juga. Wah ujian buat berangkat subuhan atau berat nonton bola :-D

Untuk pertandingan pertama antara brazil dan kroasia saya yakin brasil akan menang, tebakan saya sih 4:1 untuk brazil.

Jadi untuk seru seruan saja, negara mana jagoan anda?

About these ads

Piala dunia 2014 bakal menyedot banyak bandwitdh data internet

Piala dunia tahu 2014 ini adalah piala dunia dengan nuansa bakal bisa dilihat oleh para penggila penggemar bola ataupun penggemar bola biasa dengan lebih beragam dan berkualitas dan tentu nyamleng nikmat.

???????????????????????????????

Peran android dengan hp yang rata rata berlayar lebar dari 4-7 inch yang sangat dominan akan merubah orang menonton piala dunia kali ini. Lihat saja viva+ yang menyajikan piala dunia via satelit, kita tinggal beli receiver viva+ maka akan disuguhi sajian piala dunia yang berkualis. Kemudian di android bisa unduh dan install aplikasi dari viva yaitu VIVALL, aplikasi ini beragam menunya dan salah satunya untuk menonton piala dunia 2014 melalui perangkat android.

Screenshot_2014-06-04-14-42-50 Screenshot_2014-06-04-14-43-28 Screenshot_2014-06-04-14-43-43 Screenshot_2014-06-04-14-49-30 Screenshot_2014-06-04-14-49-48 Screenshot_2014-06-04-14-49-59 Screenshot_2014-06-04-14-50-19 Screenshot_2014-06-04-14-51-04

Beruntunglah bagi yang tercover internet yang kencang dan stabil, mungkin LTE disebagian wilayah, sehingga bisa nyaman streaming di layar android. Tapi pengalaman saya langganan Rp. 100.000 dapat kuota kencang 2 GB, dan android saya nyantol jaringan HSPA+ atau di HP simbolnya H+, lebih banyak lemotnya dari pada kencangnya. Ini saya sekarang, apalagi besok saat piala dunia digelar, pasti akan makin lelet karena lebih banyak yang menggunakan internet untuk streaming, atau untuk download moment moment goal indah via youtube di android lalu ditonton offline.

Jadi nanti saat piala duni 2014 berlangsung, kalau saya sudah siap saja jaringan data down di semua operator selular.

Ya sudah nonton saja di tvOne dan antv, atau beli receiver VIVA+ saja.

One fun bike jogja 16 Juni 2013 hadiahnya buanyakkk

image

image

image

image

HIRIKO mobil lipat bertenaga listrik dengan dua tempat duduk yang sangat menarik

Takjub melihat mobil listrik yang bisa dilipat di KABAR PASAR di tvOne jam 09:30 hari ini saat lebaran idul fitri kedua, lalu saya coba cari tahu melalui google tentang HIROKO ini dan akhirnya ketemu juga beritanya disini.

Nama Hiroko berasal dari kata Basque  yaitu Hiri yang artinya “kota” dan kotxe yang artinya “mobil”, jadi mungkin maksudnya memang mobil untuk dalam kota sehingga konsep dasarnya mobil ini dibuat untuk digunakan dalam kota dan bisa dilipat agar bisa menghemat tempat parkir, panjang HIROKO adalah 100 inci (2,5 m), dan saat parkir bisa dilipat bisa menjadi 60 inci (1,5 m).  Hiriko merupakan evolusi dari proyek citycar MIT, bekerja sama dengan Denokinn (Pusat Basque untuk Inovasi) dan sebuah konsorsium bisnis dari Spanyol.

Yang unik dari mobil ini adalah pada setiap roda sudah terintegrasikan dengan motor, kemudi aktuator, suspensi dan pengereman, saya lihat tadi saat tayang di tvOne bahkan bisa berjalan kesamping dan memutar. Untuk urusan menambah dan menurunkan kecepatan juga terbilang unik, dengan menekan kemudi kedepan, maka mobil akan bertambah kecepatannya, lalu jika kemudi ditarik kebelakang maka kecepatan akan menurun.

Mobil HIROKO ini sepenuhnya bertenaga baterai dengan kisaran satu kali charge bisa dipakai untuk 75 mil (120 km), andai kata kuat untuk naik tanjakan Gunungkidul asyik juga punya mobil ini, karena jarak pulang pergi saya ke kantor hanya 80 kilometer saja.

Yang unik lagi adalah pintu mobil ini ada di windshieldnya yang bisa dibuka keatas, jadi yang mau naik mobil ini, masuknya lewat depan.

dilipat biar irit tempat parkir *foto dari http://www.gizmag.com/hiriko-folding-electric-car/21506/

Kabarnya Mobil Listrik Hiriko dijual £ 11.000 (US $ 17.430), dengan dolar terhadap ruapiah yang kisaran Rp. 9.500, maka jika dirupiahkan hari ini, harga mobil ini kisaran Rp. 165 juta, mungkin masih terlalu mahal untuk ukuran Indonesia.

videonya bisa dilihat disini http://www.youtube.com/watch?v=HnNHMw9QrVY&feature=fvwrel

Sebenarnya tujuan saya menuliskan tentang  mobil ini, adalah untuk memberikan inspirasi bagi bangsa kita, mungkin anak-anak SMK dan tentunya para mahasiswa terkait misal dari teknik elektro, teknik mesin, desain dan sebagainya, bersatu untuk bisa beralih berfikir dan action untuk membuat mobil listrik sendiri yang efisien, bentuknya menarik, harga terjangkau. Sering kali kita lihat mobil konvensional yang sekarang umum berjalan, dengan banyak tempat duduk, dan kebanyakan nganggur tempat duduknya, hanya sopir dan satu penumpang, jadi bukan alasan jika dua tempat duduk seperti mobil HIRIKO ini nantinya tidak laku. Mungkin perlu ditekankan kalau bisa memang untuk substitusi sepeda motor yang wajarnya motor itu memang untuk dua orang, jadi jika kita bisa membuat mobil listrik semacam ini, dengan harga maksimal 20juta dan syukur-syukur dibawahnya, saya kira akan banyak orang yang realistis untuk membeli mobil ini untuk digunakan didalam kota. Tidak kehujanan dan kepanasan.

Kondisi lalu lintas sekarang ini dan kedepan akan semakin macet, naik motor saja hanya bisa maksimal 50kpj jika diperkotaan. Sehingga mobil listrik yang didesain maksimal 60kpj untuk mengejar efisiensi listrik saya yakin bukan menjadi kendala.

Jadi marilah kita isi kemerdekaan ini dengan berkarya dengan visi kedepan yang masuk akal, efisien dan bisa diterapkan. Merdeka!

beli tablet android? tunggu yang ada Special Feature: DVB-T(H.264,MPEG4) built in

Rame ngomongin android di Grup FB koboys, tadi mas Alvian salah satu member koboys dari kota Solo, mengusulkan kepada saya untuk beli Imo X one karena ada fitur tv analognya, yaitu bisa menerima siaran tv analog seperti tv rumah yang pakai antena. Awalnya saya pikir-pikir mau beli IMO z5.

Selanjutnya saya malah kepikiran apakah ada tablet android dengan Special Feature: DVB-T(H.264,MPEG4) built in, yaitu bisa untuk melihat atau menonton tv digital teresterial dari pemancar tv digital teresterial. Kenapa DVB-T? karena untuk tv digital teresterial, indonesia memilih standard DVB-T yang asalnya dari eropa. Sekarang malah sudah sampai DVB-T2 yang memakai format MPEG4.

Setelah googling, surprise, ternyata sudah ada juga tablet android dengan Special Feature: DVB-T(H.264,MPEG4) built in. Artinya dengan tablet android ini, besok kita bisa nonton siaran tv digital dari pemancar teresterial dengan gratis. Saya pernah punya HP merek HT yang ada tv analognya, layarnya kecil sehingga kurang nyaman. Tetapi sekarang dengan tablet ukuran 7 inchi, tentu akan sangat nyaman untuk nonton siaran tv digital di layarnya tablet tersebut.

===============================================================

http://www.alibaba.com/product-gs/566708176/7_inch_android_4_0_tablet.html

Specifications

DVB-T(H.264,MPEG4) built in 
Capacitive Screen,Android 4.0 
3G Function, sim card phone call function

PRODUCT: 7 inch android 4.0 tablet pc with built in DVB-T(H.264,MPEG4)
CPU:VC0882 1GHZ
DISPLAY: 7 INCH 800×480
MEMORY: 1 G
HDD: NAND FLASH 4GB
BATTERY: LITHIUM-ION 2800MAH
NETWORK: WIFI (802.11B/G/N)
JACK/CONNECTOR: TF CARD (1G-32G)
TOUCH PANEL: Flat Capacitive SCREEN, 5-point TOUCH PANEL
OS: GOOGLE ANDROID 4.0
AUDIO PLAYER: MP2/MP3/WAV/AAC/WM
VIDEO PLAYER:2160P, JPEG,MPEG4,H.263,H.264,VC1,RV8/9/10,DIVX4/5/6,XVID 
I/O ports:1*SIM card port,1*DC-in jack, 1*HDMI port, 1*Earphone port
1*Mini USB port,1*TF-card port

 

Special Feature: DVB-T(H.264,MPEG4) built in
Capacitive Screen, Android 4.0

================================================================

Prediksi saya akhir tahun 2012 ini untuk kota-kota besar Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogja, Surabaya, Makasar sepertinya televisi harus sudah memulai siaran DVB-T, tetapi siaran analognya masih harus siaran juga, jadi istilahnya multicast, yaitu pemancar analog dan digital siaran bareng, sampai batas waktu yang ditentukan maka siaran analog harus CUT OFF alias almarhum alias dimatikan. Misal batasnya tahun 2020 siaran tv teresterial yang analog harus cut off. Hal ini untuk transisi bagi penduduk yang masih punya tv analog, maka masih bisa dipakai sampai tahun 2020, tetapi seharusnya mulai awal tahun 2013 tv analog tidak boleh dijual lagi di kota-kota yang sudah ada siaran digital, sehingga penduduk langsung punya tv digital.

Melihat perkembangan android yang ada Special Feature: DVB-T(H.264,MPEG4) built in ini maka saya yakin siaran DVB-T akan sukses dan akan lebih cepat transisinya, mungkin tidak perlu sampai tahun 2020, siaran tv analog teresterial sudah tidak ada yang nonton lagi, saya bisa prediksi bahkan tahun 2015-2017 mayoritas penduduk sudah punya tv penerima DVB-T dan juga punya tablet android yang ada Special Feature: DVB-T(H.264,MPEG4) built in.

Jadi saya mau tunggu tablet android yang punya Special Feature: DVB-T(H.264,MPEG4) built in. biar bisa nonton tv gratis dimanapun. Dan bagi pecinta bola, ingat lho tahun 2014 piala dunia, hak siarnya oleh ANTV dan tvOne, sehingga bisa nonton gratis piala dunia. Dan saya sendiri yakin 2014 insya Allah DVB-T/T2 sudah on air, jadi gak perlu takut kehilangan momentum siaran piala dunia dari kesebelasan favorit anda. Bahkan mungkin nanti tablet android ini bisa diprogram untuk merekam siaran DVB-T pada jam-jam tertentu sehingga kalau tidak sempat melihat, kita bisa merekamnya.

Inilah masa depan DBV-T yang akan bersinergi hebat dengan android.

Sawa Resto, restoran bernuansa persawahan

Sabtu 17 Maret 2011 saya berkesempatan ke SAWA RESTO dalam rangka menghadiri makan siang dengan teman-teman kantor.

saya foto dari depan resto ke arah pertigaan jalan Palagan

Dari RIngroad Utara di perempatan MONUMEN JOGJA KEMBALI lurus keutara Jl. Palagan 8,5 KM lalu belok kanan di Jalan Damai.

Continue reading

Radio Show di tvOne untuk anda penyuka musik yang tidak biasa

Seperti kita ketahui hampir di semua stasiun tv sekarang ini ada acara musik live entah beneran entah lipsing, tapi ya begitu deh, kebanyakan hanya untuk band atau penyanyi yang aliran pop saja, karena penontonnya juga ABG unyu-unyu kan.

Nah sekarang dari senin sampai jumat tiap jam 22:30 sampai jam 02:00 ada acara RADIO SHOW yang menampilakan musik-musik yang selama ini disingkiri oleh stasiun tv. Saya sendiri pernah menyaksikan PASS BAND, ENDANG SUKAMTI, KONSPIRASI, dll dan saya yakin masih berderet banyaknya grup musik bagus yang antri untuk tampil di radio show. Sabtu dan minggu libur karena ada tayangan live la liga.

Kalau saya pribadi sih ingin grup grup underground bisa juga tampil, misal aliran death metal dll asyikk kan. Kalau jaman saya tahun 1990an di jogja ada grup traxtor, stomswall, dan banyak lagi.

Enaknya stasiun tv sekarang ini, bisa berinteraksi dengan pemirsanya dengan sarana media sosial, dan TWITTER menjadi sarana yang dipakai RADIO SHOW untuk melihat respon, request dll dari pemirsanya.

Jadi kita bisa misal usul grup musik A atau grub musik B yang pingin ditampilkan atau diundang main di radio show.

Untuk meminimalkan misal tawuran atau lainnya, maka dalam satu malam harus hanya satu aliran musik yang diundang. Misal mengundang dua grup musik, harus yang sealiran, misal kalau punk ya punk semua.

Bagi anda yang tidak bisa tidur dimalam hari, dan butuh musik yang segar, juga bincang-bincang berbobot disela-sela tampilan live musik, maka bolehkah dicoba melihat RADIO SHOW.

tv nasional jakarta tirulah langkah nexmedia

Ada yang komentar di postingan saya tentang pay tv DVB-T berjudul http://hadiyanta.com/2011/11/15/edp-macvision-borobudur-tv-di-kpid-diy/ sebagai berikut

oke deh saya langsung buka website yang dirujuk http://www.nexmedia.co.id/ dan ternyata memang sudah ada dan  saat ini jangkauan Nexmedia dapat dinikmati diwilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (JABODETABEK). Segera akan siap melayani kota-kota lainnya di Indonesia.

Keunggulan dari nextmedia ini adalah sebagai berikut (copas dari site nya)

1. Hiburan Praktis, Harga Terjangkau. Menyajikan tayangan channel-channel unggulan dengan harga terjangkau  mulai dari Rp. 51.000,-

2. Gambar Jernih. Nexmedia menggunakan teknologi MPEG 4 semakin menjamin kenyamanan dalam menikmati tayangan yang menghasilkan kualitas tayangan terbaik, gambar jernih.

3. Tanpa Parabola. Nexmedia merupakan pelopor televisi berlangganan praktis, tanpa menggunakan parabola, cukup menggunakan antenna TV biasa.

4. Dapat Dibawa Kemana Saja. Nexmedia dapat dipindah-pindah dari ruangan ke ruangan atau dari rumah ke rumah lain, praktis dan fleksibel.

5. Mudah dipasang Sendiri. Bawa pulang Nexmedia dan pasang sendiri, atau daftar sekarang kami akan mengirimkan langsung ke rumah Anda.

Nexmedia ini on air dengan teknologi DVB-T dan saya masih yakin untuk satu kanal maksimal hanya bisa 8 saluran. Jadi kalau misal nexmedia menjanjikan 32 saluran berbeda (siaran berbeda) maka nexmedia harus punya 4 kanal frekuensi. Karena tiap kanal frekuensi maksimal bisa 8 siaran berbeda, maka 4 X 8 = 32 saluran berbeda dalam waktu bersamaan.

Oke kita kembali ke judul, bahwa tv jakarta sebaiknya meniru langkah nexmedia ini. Perlu diketahui bahwa sekarang ini sudah semacam terbentuk grup-grup TV sebagai berikut

1. Grup Emtek = SCTV, Indosiar, O’Channel, nexmedia

2. MNC = RCTI, MNCTV, GLOBALTV+NusantaraTV

3. VIVA = ANTV+tvOne

4. TransCorp = Transtv+Trans7

Itulah empat grup besar yang saya ketahui, masih ada MetroTV yang entah ikut grup mana, atau mungkin bikin grup sendiri.

Jadi langkah paling mudah bagi ketiga grup (kecuali emtek) adalah meniru langkah grup emtek, yaitu bikin paytv baru persis nexmedia dengan teknologi DVB-T.

Jadi misal satu grup dapat satu kanal frekuensi tv digital DVB-T, maka misal grup VIVA nanti membuat tv baru berbayar, sehingga tvOne dan ANTV tinggal ikut saja di pemancar digital milik tv baru. Tentang tempat dan towernya tidak perlu baru, cukup memakai tanah atau gedung kosong di lokasi pemancar tvOne atau ANTV lalu tempatkan pemancar DVB-T. Selesai.

Jadi masyarakat bisa lebih cepat mempunyai pilihan untuk teknologi DVB-T. Untuk langganan mungkin bisa ditekan serendah mungkin, karena nanti tetap saja tv jakarta memasang iklan seperti biasa.

Kendala utama migrasi dari analog teresterial ke DVB-T adalah penyediaan SET TOP BOX, mungkin saja dengan adanya pay-tv DVB_T yang sepaket dengan  grup masing-masing, bisa jadi jalan tengah yang baik, jadi mulai 2012 sampai muangkin 2018 bisa siaran multicast yaitu teresterial analog dan teresterial digital (DVB-T) bisa siaran bareng, sehingga masyarakat yang ingin menonton TV dengan lebih baik bisa berlangganan pay-tv, atau nanti ada receiver unlock yang bisa untuk nonton semuya siaran tv biasanya kecuali yang berbayar. Nantinya saat 2018 siaran analog harus CUT OFF, saya yakin hampir semua orang sudah beralih ke penerima DVB-T. Mulai 2013 harus ada aturan tidak boleh jualan tv penerima yang analog.

Dengan teknologi DVB-T ini, masyarakat yang membeli atau langganan pay tv dvb-t tidak ribet, karena tinggal colokin ujung antena ke input set top box, lalu outputnya dari set top box nya masukkan ke TV yang dipunyai dirumah. Tidak perlu ganti antena, tidak perlu ganti TV.

Bandingkan dengan DVB-S (satelite) yang memerlukan antena parabola kecil, dan perlu teknisi khusus untuk memasangnya. Karena tidak perlu SDM teknisi pemasang seperti pada tv berbayar satelit dan tidak perlu antena parabola kecil, maka tv berbayar DVB-T lebih murah dalam investasi, karena hanya perlu set top box (receiver) yang di TV satelit juga perlu ini.

Tiap kanal frekuensi bisa sampai 6 atau 8 saluran berbeda, jadi nantinya tiap grup tentu saja bisa menggandeng tv lokal atau tv manapun.

Misal grup VIVA = 1. tvOne, 2. ANTV, 3. tv baru berbayar, 4. TV lokal jogja1, 5. TV lokal jogja2, 6. TV lainnya

Teknologi selalu menemukan jalannya sendiri untuk lebih murah dan lebih mudah dinikmati manusia.

Mempercepat era TV Digital DVB-T, mudah kok

Setelah saya pikir-pikir, jika mau mempercepat era TV teresterial digital di Indonesia digelar yang memakai teknologi eropa yaitu DVB-T (digital video broadcasting – teresterial), sebenarnya tidak begitu sulit. Tinggal pemerintah, mungkin dalam hal ini KOMINFO RI pada tahun 2012 mewajibkan seluruh TV Jakarta yang bersiaran nasional, yang sudah eksis selama ini,  yang jumlahnya ada 10 pemancar untuk multicast melakukan siaran digital dan analog.

Jadi kesepuluh tv jakarta yang bersiaran nasional tersebut, pada tahun 2012 diberi jatah dua kanal, mungkin di kanal VHF untuk dan harus bersiaran digital. Kenapa dua kanal? karena satu kanal bisa untuk menampung 6 slot tv digital bersamaan, maka harus ada dua kanal sehingga ada 2 kanal kali 6 slot sama dengan 12 tv digital, jadi malah masih sisa dua slot yang mungkin bisa diisi oleh tv lokal jika mau bergabung pada tahun 2012.

Saya teringat tahun 1990an ketika RCTI hadir di saluran UHF, maka kami masyarakat rame-rame dan sukarela beli TUNER UHF agar bisa menerima sinyal UHF, karena pada waktu itu mayoritas pesawat tv penerima hanyalah VHF saja.

Memang agak berbeda kondisinya saat ini, dimana masyarakat tetap bisa menerima siaran dari pemancar tv UHF yang analog, tetapi jika nantinya masyarakat tahu bahwa kualitas pemancar tv digital lebih baik dari yang analog, pelan tapi pasti, masyarakat tentu tidak akan keberatan membeli Set Top Box bagi tvnya yang belum ada tuner penerima siaran pemancar tv digital. Apalagi jika harganya hanya dikisaran Rp. 100.000 sampai Rp. 200.000 saya kira cukup terjangkau secara ekonomi dan secara psikologis.

Terus langkah pemerintah selanjutnya adalah, mulai tahun 2012, tidak boleh ada toko yang jualan tv penerima analog, semua harus sudah digital, jadi begitu ada masyarakat yang yang beli pesawat tv yang baru, maka otomatis sudah beli pesawat tv yang digital. Tapi memang peraturan ini hanya khusus untuk kota-kota besar yang memang sudah bersiaran teresterial digital.

Untuk jangka waktu 2012 sampai 2018 memang masih siaran secara simulcast, yaitu siaran bareng antara yang analog dan digital, ini untuk MENGHABISKAN tv penerima analog yang mungkin sudah terlanjur dibeli masyarakat sebelum tahun 2012, dengan perkiraan tv lama akan rusak selama perjalanan waktu samapi tahun 2018, sehingga saat beli tv baru, sudah pasti membeli tv penerima siaran digital.

Master Plan TV digital

Jika melihat roadmap MASTERPLAN pembagian kanal frekuensi untuk tv digital yang nantinya hanya 27 kanal dari kanal 22 UHF sampai kanal 48 UHF, maka kalau di Jogja ini sungguh tidak masalah lagi karena kanal tersebut sekarang yang dipakai oleh tv-tv jakarta yang bersiaran di Jogja. Jadi nanti tahun 2018 saat pemancar analog cutt off, maka tahun 2019 tinggal beralih ke kanal masing-masing tetapi dengan mode siaran digital teresterial. Contoh tvOne Jogja kanal 38 UHF, maka nanti tahun 2019 tvOne jogja siaran digital dengan kanal 38 UHF, karena tvOne jogja sudah punya tanah, gedung dan tower, maka tvOne jogja statusnya menjadi Network Provider, nantinya tv-tv lokal tinggal menyewa NETWORK milik tvOne jogja ini, dan ada 5 slot tersisa karena satu kanal bisa untuk 6 slot tv digital siaran bareng. Begitu juga dengan tv-tv jakarta lainnya di jogja, tetap memperoleh kanal frekuensi UHF masing-masing yang selama ini telah dipakai, dan juga menyewakan untuk tv lokal yang ingin gabung bersiaran di jogja.

Jadi di tahun 2019 nanti ada 10 pemancar tv digital, atau bisa disebut 10 NETWORK PROVIDER tv digital yang itu adalah pemancar tv-tv analog yang selama ini sudah eksis, sehingga semua karyawannya tetap bisa bekerja. Dengan 10 Network Provider DVB-T maka besok di Jogja akan ada minimal 10 kanal dikalikan 6 slot, sehingga ada 60 tv digital bersiaran bersama. Ini belum dihitung TVRI, Jogjatv, RBtv, dan ADiTV. Untuk TVRI jelas punya jatah otomatis kanal yang dipakai sekarang ini, tetapi untuk ADiTV dan RBTV menurut saya akan lebih baik jika ikut bergabung saja dengan pemancar (network provider) yang ada, sebab saat ini untuk ADiTV dan RBTV memang belum punya tower sendiri yang layak. Jogjatv memang sudah punya tower, tanah dan bangunan sendiri, tetapi towernya kurang tinggi dibanding rata-rata tower tv jakarta yang 100 meter.

Demikianlah kira-kira langkah-langkah yang sekiranya dapat segera dilakukan oleh pemerintah jika memang benar-benar ingin segera menggelar DVB-T di bumi Indonesia. Semoga berguna :-D

1st ICT EXPO & CONFERENCE 2011

image

image

image

image

image

image

image

image

Gelaran ICT EXPO & CONFERENCE 2011 di JEC. Saya ikut acara seminar mengenai hal hal teknis tentang perangkat penyiaran.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.388 pengikut lainnya.