Warung DOHC pulang kampung

image

image

Akhirnya om Aziz warungDOHC pulang kampung, resign dari buruh pabrik dan mau merintis menjadi pengusaha di kota kelahiranya, WATES KULONPROGO.
Insya Allah tidak jauh dari dunia otomotif, yaitu bengkel dan toko sparepart.
Malam tadi koboys berkumpul di toko KARUNIA BARU di Wates, utara terminal, toko elektronik milik keluarga om aziz. Intinya kita kangen kangenan dan menyambut kedatangan om aziz.
Acara dilanjut makan malam pecel lele dan ayam. Dan setelah itu dilanjut pesta duren di pasar Kambil. Sebelah selatan agak kebarat dari Karunia Baru.
Duren disini dari wilayah Kokap. Tadi malam beli 18 duren, dengam harga flat Rp. 22.000/duren.
Selepas pesta duren, saya lanjut pulang. Koboys banyak yang nginep di rumah om aziz.
Pagi ini koboys lanjut wisata ke pantai Glagah Indah. Tapi saya tidak ikut.

Sukses untuk om Aziz. Selamat menjadi pengusaha, semoga menjadi inspirasi bagi anak muda lainnya.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

About these ads

Perjalanan pulang dari AHM Cikarang

Nah gak seru kalau gak cerita perjalanan pulang dari AHM Cikarang. ngene critane…..

jam menunjukkan pukul 15: 40, acara sudah kelar, saya mau sholat asyar tapi didekati Alrozi, katanya mending pulang sekarang saja, dari pada pulang jam 16 bareng bubaran shift pekerja, katanya ada sekitar 4.000 pekerja yang pulang bareng, kalau yang datang sih sudah dari jam 15:30 sudah pada datang.

Lalu saya membayangkan kemacetan yang bakal dialami, yo wis akhirnya  bis jalan jam 15:50 meninggalkan AHM cikarang. Ternyata banyak yang kecelik dari koboys jakarta yang masih pingin kangen-kangenan, tapi gimana lagi, isinya bisa kan koboys dan teman-teman PMHY.

Dapat solar non subsidi pom bensin Wates

Dapat solar non subsidi pom bensin Wates

Perjalanan kali ini melewati Bandung via tol Cipularang, wah pemandangannya bagus banget di kanan kiri tol, jalanan cenderung menanjak terus, membuat bis yang kami naiki jadi lemot.

Paling seru adalah saat turun di Nagrek, mungkin dulu saat SMA saat studi tour saya pernah lewat sini, tapi saya tidak ingat, karena waktu itu malam hari menjelang pagi dan saya belum kenal nagrek. Yang saya ingat saat SMA adalah saya hampir mabuk, suatu hal yang belum pernah saya alami jika naik bus.

Akhirnya kami melewati jalan entah jalan mana, tapi kondisinya lumayan banyak lubang, sampai suatu saat kena lubang yang dalam dan banyak penumpang yang lagi tidur sampai bangun, bahkan yang belakang ada yang kejeduk atap bis. Saya yang kebetulan sudah bangun, jadi tidak begitu kaget.

Selanjutnya pakdhe maskur dan cak poer turun di Cilacap, tapi saya pas tidur.

Ketegangan dimulai dari cilacap ini, bukan lain dan bukan karena langkanya solar, baik yang solar subsidi atau yang bukan. Dan akhirnya di pompa bensin Wates baru dapat solat non subsidi.

Alhamdulillah akhirnya sampai juga dengan selamat pulang ke Jogja.

tvOne dan Antv digital DVB-T2, diterima baik sekali di Kota Wates

Hari sabtu 19 Januari 2013, pas libur saya gunakan waktu saya untuk melakukan test penerimaan televisi digital teresterial di Kota Wates, saya pilih Wates karena dari pemancar di Jogja, daerah Wates ini merupakan daerah yang boleh dikatakan paling barat, meski kebarat lagi juga masih tercover, nanti kalau ada kesempatan lagi saya akan test di daerah limit perbatasan KulonProgo dengan Purworejo.

screencapture pas saya di kota Wates.

screencapture pas saya di kota Wates.

Line of sight Pemancar ke kota Wates, kira-kira 40KM

garis lurus Pemancar tvOne ke kota Wates, kira-kira 40KM

scan otomatis, sebenarnya ada juga transtv dan trans7 tapi itu belum selesai scan

scan otomatis, sebenarnya ada juga transtv dan trans7 tapi itu belum selesai scan

Purworejo sudah ada pemancar tv digital sendiri, karena sinyal dari pemancar di Jogja tidak bisa menembus pegunungan Menoreh yang membujur dari utara keselatan di daerah KulonProgo. Sebenarnya di Jogja pun ada beberapa tempat yang kesulitas dalam penerimaan tv dari pemancar di Jogja (Bukit Patuk Gunungkidul), karena ada beberapa bukit juga, seperti daerah SEDAYU Bantul keselatan yang ada perbukitan, sehingga dibagian barat bukit agak kesulitan untuk mendapat sinyal televisi.

terlihat kualitas dan intensitas penerimaan

terlihat kualitas dan intensitas penerimaan

terlihat kualitas dan intensitas penerimaan

terlihat kualitas dan intensitas penerimaan

Terlihat untuk tvOne dan antv diatas, hampir sama parameter kualitas dan intensitas, karena memang satu pemancar digital di tower tvOne.

Untuk transTV dan Trans7 dibawah ini juga demikian, hampir sama parameter kualitas dan intensitasnya, karena untuk pemancar tv digitalnya di tower Transtv.

wates5

wates6

Untuk kota Wates, jika ditarik garis lurus dari pemancar tvOne di Gunungkidul, kurang lebih jaraknya adalah 40KM. Hasil penerimaan sangat baik, bahkan jauh lebih baik dari rumah saya di daerah utara Sedayu Bantul yang kurang lebih hanya 25 Km dari pemancar.

STB DVB-T2 tvOne yang saya pakai di Toko Kurnia Baru di Wates

STB DVB-T2 tvOne yang saya pakai di Toko Kurnia Baru di Wates

Intinya di kota Wates, baik penerimaan tv analog maupun tv digital, semuanya baik hasilnya. Terimakasih kepada mas Adhani pemilik Toko Elektronik KARUNIA BARU, yang sudah mengijinkan tempatnya dan tv serta antenanya untuk saya pakai melakukan percobaan penerimaan tv digital di Kota Wates. Letak toko ini dari terminal Wates ambil kanan jika dari arah jojga, kira kira 300 meter, di kiri jalan.

Besok jika STB DVB-T2 (tuner tv digital) sudah dijual bebas, untuk warga Kulonprogo silahkan beli di toko Karunia Baru. Cepetan kulakan ya mas Adhani :-D

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.398 pengikut lainnya.