Asus Zenfone 6 16GB, Android ketiga, buat istri saya

image

Ini adalah hp android yang ketiga yang saya belikan untuk istri saya. Hp pertama tahun 2011, hp kedua tahun 2013 bulan juli, dan inilah jp yang ketiga. Makin kesini makin lebar layarnya.

https://hadiyanta.com/2011/08/17/robot-ijo-untuk-istri/

https://hadiyanta.com/2013/07/07/robot-ijo-kedua-buat-istri/

Mito A355 sebenarnya belum rusak, hanya batrenya drop dan sudah saya carikan belum ada yang jual di jogja. Atau belum menemukan penjualnya. Sementara pakai batre samsung galaxy mini, tapi cepat habis karena kapasitasnya kecil. Mito A355 nanti dipakai anak wedok kayaknya.

Untuk hp layar 6″, rasanya zenfone 6 ini yang paling baik dari segi fitur maupun harga, serta jaminan after salesnya karena ini produk asus, dan saya belinya juga di toko komputer lawas dan terpercaya yaitu Harrisma.

Salah satu pertimbangan ambil asus zenfone 6 karena kameranya yang 13MP, Memory internal 16GB, RAM 2 GB. Dan kapasitas batre yang besar yaitu 3.300 mAh, tapi baterainya bukan removable, bluetooth versi 4. Layar IPS dilapisi gorilla glass versi 3.

Saya beli hp ini di toko komputer terpercaya dan sudah lama ada di jogja, yaitu HARRISMA. Saya lebih yakin beli perangkat di toko toko yang terpercaya, karena kadang ada toko yang setahun sudah bubar.

Semoga hp ini makin memudahkan istri saya dalam mengajar dan lain lainnya. Selamat ultah ke 37 :-D

image

image

image

image

image

image

Kika : samsung galaxy mini, mito A355, Asus zenfone 6

image

image

image

image

image

Belinya disini

Guru yang dicintai murid muridnya

image

Indahnya menjadi guru yang dicintai murid muridnya. Hari ini istri saya ultah ke 37 tahun, dan di sekolahan tadi diberikan surprise oleh murid muridnya, di beri kue dan dirayakan. Ini adalah murni dari murid murid yang memang mencintai ibu gurunya.

Biasanya istri juga saya minta untuk gantian memberikan traktiran kepada murid muridnya. Saling memberi atas dasar cinta dan mengasihi.

Selamat ulang tahun istriku, murid muridmu yang mencintaimu adalah hadiah terindah untukmu.

image

image

image

image

image

image

EDP TV ANALOG : Gelora TV dan BBS TV 7

image

Ini adalah rangkainan EDP calon pemancar TV analog di wilayah Jogja-Solo untuk penambahan kanal analog 55, 57, 61 UHF. Total yang sudah EDP adalah 12 TV.

Tadi saya hanya menekankan usul bahwa kalau memang niat mendirikan TV maka harus mau pasang pemancar di Ngoro-Oro,Patuk, Gunungkidul. Yaitu di desa pemancar TV layanan area Jogja Solo. Butuh modal 4-5 Milyar untuk mendirikan pemancar TV, kalau point ini saja tidak bisa memnuhi, maka harus lapang dada jika kalah dengan yang lebih siap.

Penilainan dari segi pemacar jika 0-10 maka nilai 10 adalah punya tanah sendiri di Desa Ngoro-oro, lalu bikin tower 100 meter, install pemancar bagus yang 20 KW, punya genset yang bagus, punya UPS yang bisa backupa sebentar saat PLN mati dan pergantian ke Genset, dan tentunya karyawan yang berkualitas, minimal lulusan D3 teknik Elektro.

Jika 12 TV yang EDP ini dirangking secara pemancarnya, maka KPID DIY tinggal pertimbangkan saja point point penilaian seperti yang sudah saya sampaikan diatas. Jadi pemenangnya terukur secara teknis pemancar.

Ibarat mau lomba balapan motor 500 CC, kalau dari awal cuma punya motor 150 cc maka bagai mana akan bisa bersaing, yang ada hanyalah akan selalu dioverlap terus dan berulang. Maka penting dan harga mati untuk dari awal punya pemancar sendiri yang bagus. Berkacalaha pada kasus RBTV yang dulu di jalan Jagalan Jogja, lalu dulu juga RCTI, SCTV, GlobalTV, MetroTV sebelum tahun 2003 berada di Dlingo, maka penonton harus geser geser antena untuk melihat ke arah Dlingo atau arah Ngoro-oro, repot. Atau lihat TVRI VHF dan lihat RBTV saat di jagalan Jogja, maka harus lurus kearah antena di Jagalan atau di TVRI jalan Magelang. Repot.

Jadi saya sebagi orang teknik pemancar tentu mendukung yang siap mendirikan pemancar bagus di Ngoro-Oro, meskipun nantinya itu jadi pesaing TV tempat saya kerja juga, tapi ini kan fair, bersaing program acara, kalau dari awal pemancar jelek, radius 20 km sudah bersemut banyak, bagaimana mau bersaing walau programnya bagus. Ini sekarang terjadi pada ADITV, saya menyukai program acara cak Nun, tapi kadang menyebalkan ketika tiba tiba suaranya hilang, atau malah gambar hilang, atau malah pemancar mati karena listri PLN mati dan gensetnya ADITV tidak bisa backup.

Semoga nanti yang menang rebutan 3 kanal analog tambahan ini punya dana 5 milyar untuk membangun sendiri tower dan pemancarnya di Ngoro-Oro. Amin.

image

image

image

image

image

image

EDP TV ANALOG : TV TEMPO dan NET YOGYAKARTA

image

image

Hari ini kembali digelar EDP PEMANCAR TV ANALOG di KPID DIY, yaitu TV TEMPO dan NET YOGYAKARTA, sehingga total sudah 10 TV yang EDP.

Untuk TV Tempo, intinya TV ini akan kurang lebih sama bentuknya dengan TEMPO yang kita kenal melalui edisi cetak yaitu investigasi yang mendalam dan lengkap, akan tetapi nantinya tentu dalam bentuk tayangan TV audio video.

Sedangkan NET memaparkan bahwa akan melawan arus dengan tidak menayangkan misal gosip perselingkuhan dan kawin cerai artis. NET membuat acara yang jika ditonton tidak merusak budaya.

Kedua tv yang EDP hari ini menyatakan diri tidak berafiliasi dengan pengusaha media besar manapun dan tidak berafiliasi ke partai politik apapun. Mendukung pemerintah jika program pemerintah bagus. Mengkritisi jika program pemerintah tidak bagus.

Untuk NET sudah pengalaman mengelola TV selama dua tahun di Jakarta dengan 1.600 karyawan.

Kabarnya NET sudah survey tanah di Ngoro Oro untuk mendirikan tower dan penempatan pemancarnya.

Kedua tv ini adalah tv berjaringan tetapi bersedia membangun studio di kota Jogja.

image

image

image

image

image

image

image

EDP TV ANALOG : Blangkon TV dan Yogya Channel

image

Ini adalah rangkaian EDP oleh 12 calon TV ANALOG di KPID DIY untuk memperebutkan entah dua atau tiga kanal analog UHF tambahan, yaitu kanal 55, 57 dan 61.

Hari ini yang EDP adalah Blangkon TV dan YOGYA CHANNEL.

Tadi saya melihat paparannya untuk Blangkon TV katanya mau membuat tower TV di kota Jogja dengan ketinggian 75 meter. Acuannya adalah tinggi BTS di dekat tanah yang akan dibangun tower adalah 75 meter. Jadi dipandang tidak masalah.

Akan tetapi Blangkon TV mungkin belum tahu secara teknis bahwa kanal analog yang akan diperebutkan ini adalah untuk wilayah coverage Jogja dan Solo bahkan sampai Boyolali, Sragen, Karanganyar, Magelang, Muntilan dan Temanggung. Sehingga mau tidak mau harus memancar dari desa Ngoro-Oro, Patuk, Gunungkidul, tempat dimana semua pemancar TV analog dan digital area coverage Jogja-Solo berada.

Perkara tower dan gedungnya mau sewa kepada pemancar yang sudah ada atau mau beli tanah lalu dibangun sendiri, itu terserah saja. Tetapi sebagai gambaran bahwa untuk mendirikan pemancar sendiri dengan lengkap paling tidak habis 3-5 Milyar.

Sebagai gambaran harga tanah kisaran Rp. 750.000/meter.
Biaya pembuatan tower mungkin 500 juta sampai 1 Milyar.

Pemancar harusnya yang 20 KW dan sebaiknya jangan main main dengan pemancar yang belum terbukti kehandalannya. Untuk pemancar bisa 2-4 Milyar sendiri harganya.

Belum lagi membuat Gedung, beli Genset 200 KVA, beli UPS.

Jadi memang urusan membuat pemancar analog ini bukan hal yang ringan.

Ironi jika program siaran secara konten bagus dan menarik tetapi terkendala pemancar yang jelek sehingga diterima di pemirsa kualitasnya jelek banyak semut dan suara kemresek. Karena ini analog.

Sebenarnya saya salut pada paparan dari Blangkon TV karena menyasar budaya kepada generasi muda Jogja. Hanya saja perlu dipertimbangkan tentang letak pemancarnya.

Untuk Yogya Channel saya anggap biasa saja paparan EDP nya tadi tidak ada yang istimewa dari pada EDP tv sebelum sebelumnya.

Kedua tv analog ini tadi komitmen menjadi MURNI TV LOKAL.

Oke deh kita tunggu saja besok bagaimana hasil akhirnya. Karena masih ada EDP untuk 4 tv analog lagi pada hari Rabo dan Kamis besok.

TV digital bagaiman? Sudah ada 22 yang lolos EDP digital di KPID DIY, seharusnya ke 22 tv digital ini diwajibkan siaran dan sewa mux kepada 5 mux swasta. Harusnya era SIMULCAST sudah jalan, sehingga warga jogja yang ingin melihat tv berkualitas maka saya yakin warga akan rela membeli pesawat TV baru yang sudah include receiver DVB-T2 atau cukup beli STB kisaran harga Rp. 350.000

image

image

image

image

image

Musim duren 2015 di kec PATUK GUNUNGKIDUL dimulai

image

Duren merah pak Gito

Musim durian 2015 di warung duren pak Gito di dusun Sumbertetes, kecamatan Patuk, kab Gunungkidul ternyata sudah dimulai selama 5 hari ini.

Warung duren pak Gito ini menjual hanya DUREN JATUH ALAMI KARENA MASAK DI POHON, dari pohon pohon duren di sekitar warung.

Tiap hari bisa 100 duren sold out jika pas puncak panen raya duren.

Wis monggo kalau mau makan duren asli jatuh alami dari pohonnya dan garansi diganti kalau jelek, silahkan cari di warung pak Gito ini. Telp saja kalau bingung jalan menuju kesini.

Duh meski dompet saya mbrambangi mrebes mili tapi sayq tidak tahan ini tadi untuk beli duren pertama kali di musim panen duren 2015 ini. Ini tadi saya beli 30.000 dan langsung dibelah sendiri oleh pak Gito.

Awal februari adalah wordads for duren bersama sedulur koboys. Hahaha.

Semoga bermanfaat. Khususnya bagi pecinta duren.

image

Duren pakdhe Sagi

image

Duren pakdhe Sagi

image

Duren merah pak Gito

image

Duren merah pak Gito

image

Warung duren masak di pohon pak Gito

image

Duren pakdhe Sagi dusun Salaran

image

Duren pak Gito dusun Sumbertetes Patuk

image

Warung pak Gito. Jalan Patuk - Langgeran Km 2

image

Pohon duren merah pak Gito

image

Pohon duren merah pak Gito

image

Duren digaransi belah di warung

EDP TV ANALOG : KRESNA TV, Kompas TV, My Tv di KPID DIY

image

image

image

Hari ini kembali EDP untuk tv analog memperebutkan dua kanal tambahan. Total ada 12 calon pemancar tv analog yang EDP untuk memperebutkan 2 kanal tambahan analog.

Untuk hari ini ada
KompasTV
MY TV
KRESNA TV

Jadi sudah 6 tv ini yang edp dengan kemarin.

Sebenarnya belum jelas ada 3 kanal yang diperebutkan atau hanya dua. Tetapi secara teknis tidak bisa kanal 55, 56, 57 on air dalam satu area. Kanal 56 seharusnya untuk guard band.

Yang paling gigih adalah kresna tv karena ini tv angkatan ADI TV, nusa tv, tugu tv, kurang lebih sejak 2007-2008 berjuang untuk dapat IPP.

Kalau kompas tv saat ini sudah siaran nebeng kanal RBTV, juga sudah siaran digital DVB-T2di mux transcorp.

Ya sudah mari kita tunggu saja perkembangannya.

image

image

image

image

image

image

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.641 pengikut lainnya.