Black Coyote pulang kandang

image
image

Setelah berpisah selama 19 hari dengan black coyote, karena opname di bengkel joker999 condongcatur.

Awalnya saya cuma mau servis shock depan kiri yang bocor dan ganti olie rutin. Tetapi karena ada kebocoran olie dan baut yang dol di bagian mesin, maka sekalian saja saya minta servis. Pokokke mesin jadi kering.

Ndilalah mas wendar, mekanik joker malah sakit, tinggal mas indra sendirian menangani banyak motor opname sakit berat berat mayoritas turun mesin ganti ini itu.

Saat saya ambil kemarin, mas indra bilang, BC rupanya beruntung turun mesin, karena ternyata ada lidah plastik tensioner yang berhubungan dg rantai kamprat, patah. Gawat kan kalau sampai merusak jeroan mesin.

Akhirnya saya pasrah saja sak dadine wae. Dan hari rabo 14 Mei 2014 mas wendar sms bahwa BC sudah jadi.

Saya ambil BC dengan adik pakai jovan. Pulangnya saya berhujan hujan dari ringroad utara. Sempat berhenti di barat perempatan jombor untuk pakai jaket respiro yang agak nahan air. Tapi mesin BC jadi mati, saat saya starter tidak kuat. Saya yakin ini karena aki nya sudah lama tidak dipakai sehingga arusnya kurang. Akhirnya saya masukkan gigi tiga lalu saya dorong. Pada percobaan ketiga baru berhasil. Repot juga kalau motor tidak ada slah mesin engkol kakinya.

Tadi pagi BC saya cuci lalu anter anak ke sekolahannya. Saya lanjut beli bensin 80.000, itupun belum full benar, masih ada sisa ruang di leher, benar benar kehausan nih si BC.

Kedepan saya pingin ganti knalpot si BC dengan knalpot P220.

Atau ganti knalpot CBR250 all new edition sak montore sisan :-D

image

image

image

image

image

Tentang iklan-iklan ini

Perjalanan dan Konsumsi premium si BC Jogja Surabaya Jogja, pernikahan kakak

IMG_20131012_081733

84.307 Start dari rumah saya

IMG_20131018_075405

Sampai di jogja lagi 85.039 KM, atau 732,7 KM PP

Bismillah, tanggal 12 oktober 2013, saya dan kakak saya berangkat ke Surabaya naik Black Coyote, pulsar 180 UG4 saya, ini adaah kali kedua dan dulu yang pertama juga dengan kakak saya ini juga. Dari rumah kisaran jam 9 pagi dengan 84.307 KM awal kami start. Dan saat di surabaya di daerah jalan paling utara dekat pantai yang ada peti peti kemas, saya mampir beli bensin full, cuma muat Rp. 50.000,- walah lupa kemarin dapat berapa km. Yang jelas saat sampai rumah total perjalanan saya adalah, 732,7 KM, dan saat saya isi bensin lagi juga cuma muat 50.000.

Jadi perjalanan jogja-surabaya-jogja memakan bensin Rp. 100.000 dengan jarak tempuh 732,7 KM. Artinya sekitar 47 km/liter, yach lumayan irit lah.

Dalam perjaanan kali ini saya memakai NAVITEL, aplikasi android untuk peta dari titik A ke titk B, saya setel dari rumah ke Surabaya. Yang paling bikin pusing saya adalah saat melintas di kota solo, untunglah saya sudah beberapa kali berlatih memakai navitel, dan saya berhasil memahami parameter parameternya dan untunglah sukses melewati kota solo yang bikin saya bingung dengan mengandalkan jalur yang ada di NAVITEL. HP android saya adalah Andromax-c, hanya bertahan 60KM batrenya, dengan navitel on terus, layar on terus, data juga ON terus, meskipun NAVITEL tidak butuh data, tapi saya butuh misal ada yang whatsapp bisar masuk, tapi anehnya kadang kalau navitel dan GPS on, maka data di hp saya meskipun aktif, lalu menjadi nonaktif sendiri.

Kami istirahat pertama di pom bensin kiri jalan sebelum Ngawi, untuk sholat dan sekedar melepas lelah, kurang lebih sekitar 45 menitan. Lalu kami lanjutkan perjalanan dan berhenti makan di rumah makan padang selepas bangjo Ngawi yang ditengahnya ada tugunya, maju ketimur dikit di utara jalan, wah sempat kaget saat membayar dua piring nasi padang dan dua gelas minuman, kok habis Rp. 32.000,- mahal amit, padahal kalau di jogja, Rp. 10.000 sudah makan dan minum.

Selepas makan yang didepan adalah kakak saya, sampai berhenti di daerah kertosono, lalu saya kembali yang yang di depan sampai di tempat tujuan di Jalan Jepara dekat Tanjung Perak.

Kami melalui by pass krian yang ampun dah macetnya, untung saya bisa mlipir mlipir sepanjang kiri jalan di jalan tanah, dan bisa lolos dari kemacetan, disini kami kisaran jam 19;30 lalu lanjut menuju jalan jepara, dan sempat keliru ngikuti arah di NAVITEL yang masuk jalan tol, akhirnya saya berhenti, di dekat pintu bayar tol, dan untung ada orang baik yang ngasih jalan keluar balik dari tol lalu lanjut ke arah jalan Jepara. Sampai di jalan jepara kisaran jam 20;30 lumayan lama juga perjalanan kali ini.

IMG_20131012_203253

makanan kesukaan saya di suroboyo, bikinan mbokdhe saya sendiri.

IMG_20131012_204253

saya habis 3 piring hahaha, mumpung lapar dan enak

IMG_20131012_204528

Yang saya paling suka saat ke surabaya adalah makanan ini, yaitu rawon, saya habis tiga piring hahaha :-D inibuatan mbokdhe saya yang asli Lamongan. Tapi enggak berani pakai sambel banyak banyak, karena lagi dalam perjalanan, kalau sakit perut kan repot.

Hari minggu 13 Oktober 2013, kami langsung pulang ke jogja, jam 12 kami berangkat dari Tandes Benowo, kami keluar menuju jalan yang cor, kebarat lurus sampai ketemu pertigaan pertama, kami belok selatan, dan lurus keselatan tidak belok belok, oh ternyata sampai by pas Krian, coba pas berangkat kemarin lewat sini, mungkin lebih cepet.

Kami sampai di rumah saya jam 20;50, alhamdulillah tidak menemui kendala apapun di perjalanan, selamat baik motor maupun badan. Hanya saja badan saya sampai saya tulis ini masih terasa kurang fit dan bagian bahu saya masih sakit dan capek kalau naik pulsar.

Mungkin besok kalau ke Surabaya lagi ya pakai jovan saja :-D

IMG_20131013_081335

Ini lokasi rumah pakdhe saya di Jalan Jepara, dekat sungai saya tandai way point 005

Screenshot_2013-10-12-12-08-33

Screenshot_2013-10-12-13-00-27

Screenshot_2013-10-12-19-46-20

Screenshot_2013-10-13-08-09-11

IMG_20131013_074516

IMG_20131013_075123

IMG_20131013_075646

IMG_20131013_075702

IMG00668-20131013-0616

BC di depan rumah kakak yang di Tandes Benowo

IMG00680-20131013-0931

Pakdhe dan Mbokde

IMG_20131013_075832

Jalan Jepara, pokoknya sampai ada sungai

IMG_20131013_085811

BC ganti gearset indopart

Ceritanya pada hari Sabtu 11 Oktober 2013 saya dan kakak saya ke surabaya naik black coyote untuk menghadiri acara pernikahan kakak saya yaitu anaknya pakdhe, berangkat jam 9 pagi hari sabtu, sampai surabaya kisaran jam 21, awalnya mau pakai jovan, tapi dengan berbagai pertimbangan, terutama kemacetan jalan di sekitar surabaya, maka akhirnya kami putuskan untuk memakai black coyoye, ini adalah kali kedua si BC ke surabaya, yang pertama saat dulu masih baru, pada 6 April 2010. Jadi sudah tiga tahun yang lalu. Sebenarnya sebelum berangkat saya sudah melihat gear dan rantai, dan okelah, saya pikir masih mampu untuk PP jogja surabaya jogja. Jadi pada tanggal 17 oktober 2013, cuma saya servis dan ganti olie saja di bengkel joker 999 condong catur.

Alhamdulillah perjalanan dari jogja ke surabaya dan balik jogja lagi selamat tanpa ada kerusakan apapun di black coyote saya.

Lalu pada hari jumat 18 Oktober 2013, saat saya bawa pertama kalinya ke kantor setelah BC istirahat dari surabaya, lha kok rantai kayak mleset mleset saat masuk gigi satu dan mau jalan, ternyata setelah saya periksa, mata gear belakang sudah lancip lancip. Memang gear yang saya ganti ini telah terpasang sejak 25 November 2010, sedang rantainya pernah saya ganti pada tanggal 02 Desember 2011 karena rantai kena debu letusan merapi kayaknya, sehingga rusak.

Baru pada sabtu 19 Oktober 2013 ini ganti total Gearset. Yaitu rantai dan gear depan belakang merk indopart. Harga Rp. 220.000.

Sekalian saya ganti bearing rantai yang nomer serinya 6005, bearing ini memang agak langka, dan saya kemarin dapat di toko spare part khusus diesel di utara Koramil Godean, jalan Godean, harganya cuma Rp. 15.000, dulu pertama ganti pada tanggal 26 Desember 2011, sedang ongkos pasangnya cukup Rp. 10.000 di bengkel dekat rumah. Ternyata tidak motong rantai, saya kira motong rantai, karena saya tidak punya alatnya.

image

KM nya dah 85.124 sebelum diganti

image

Terlihat gear belakang sudah lancip lancip

image

dari pada los rantainya

image

memang lancip dan pantas diganti

image

Gear belakang tampak nyata setelah dicopot

image

gear set indopart

image

Pakai Drive Chain Kit punya Pulsar 200, karena si BC saya ini bodynya memang body P200

image

Bearing NKN serinya 6005, harga Rp. 15.000

image

Bearing 6005

image

Gear baru, dan bearing baru siap dipasang

image

Gear set baru sudah terpasang

image

mantab to

Black Coyote rusak leher knalpot yang lapisan dalam

image

 

Sudah hampir sebulan ini kedengaran suara seperti besi yang beradu pada black coyote, pulsar saya. Saya sempat curiga mungkin engineguard saya yang retak yang bikin bunyi itu timbul. Tapi setelah engine guard saya lepas, ternyata bunyi itu tetap ada. Lalu knalpor saya copot, saya periksa, saya ketok etok, tapi tidak ada timbul suara.

Suara ini memang timbul ketika kisaran 3000-5000 rpm. Jadi bingung apanya yang rusak, tapi berhubung kemarin pas lebaran dan hanya hari sabtu saja saya bisa ke bengkel, maka saya biarkan saja suara itu tetap menemani saya ketika riding. risi juga sih.

Sabtu 17 Agustus 2013 saya bawa ke bengkel joker, dan memang oleh mas wendar divonis knalpotnya yang rusak pada leher, ternyata setelah diculek pakai jari memang terasa ada bagian yang kropos dan lepas, sehingga saat dikendarai bisa bergetar dan berbunyi.

Tapi berhubung mas wendar sendirian di bengkel, maka tidak bisa membawa knalpot si BC ke bengkel las knalpot. Ya sudah saya bawa pulang kembali, yang penting penyakitnya sudah pasti karena knalpotnya aus.

Lalu baru pada tanggal 23 Agustus 2013 saya bawa ke bengkel khusus knalpot diselatan perempatan bangjo pasar Godean, kisaran 200 meter dari bangjo, timur jalan, pas belokan pertama.

Lalu dilas di tiga tempat seperti difoto ini. Dan cuma bayar Rp. 10.000,- murah meriah, tapi memang sekedar di las, tanpa di haluskan dan di cat.

Yang penting suaranya memang sudha hilang sama sekali saat saya bawa ke kantor sampai saat ini.

image

image

image

image

image

Shock depan sisi kanan si BC bocor

image

Terlihat di jelajah motor saya di angka 72.199 KM, kalau realnya mungkin sekitar 75.000 Km karena speedometer pernah mati. Dan hari ini saya ke joker999 yang karena mau ganti seal shock depan yang sisi kanan, karena kemarin sore saat saya mau berangkat kerja, tiba-tiba saja bocor, karena saya pikir ini adalah hal penting demi keselamatan dan kenyamanan, dan juga kalau ditunda pasti bisa merusak shock. Maka begitu pulang pagi saya langsung ke bengkel joker999. Sekaligus servis rutin dan ganti olie.

Saya juga mengganti kampas rem cakram depan, karena sudah tipis, untuk medan naik turun gunung, saya tidak mau berjudi dengan kondisi kampas yang tipis, mending sebelum tipis saya ganti.

Saya mengganti pula kabel kopling dengan milik pulsar UG3, karena lebih panjang dari bawaan asli UG4. Yang bawaan asli saya simpan di bawah jok untuk cadangn jika di tengah jalan putus kabel kopling.

Olinya say apakai repsol, tapi perasaaan olie ini terasa panas, dan susah saat menetralkan gigi.

image

image

untuk alamat bengkel joker999 yang baru bisa dibaca ditulisan saya yang ini
http://hadiyanta.com/2012/09/03/servis-pulsar-pertama-di-joker999-lokasi-yang-baru/

Ganti ban depan yang kedua

image

KM 67.422

hari ini black coyote ganti ban depan untuk kali yang kedua, jadi sudah habis ban dua buah dengan aslinya saat beli dulu. Ganti pertama ini http://hadiyanta.com/2011/04/30/bc-ganti-ban-depan-irc/ yaitu tanggal 30 April 2011 sehingga kurang lebih terpakai 20 bulan, jika rata-rata tiap bulan saya ngaspal 2.000 km, maka kurang lebih ban depan saya sudah ngaspal 40.000 km. Pada sisi sisinya sebenarnya masih tebal, tapi pada bagian paling atas sudah habis, dan rasanya juga sudah keras ini ban dipakai.

Seperti biasa saya ke bengkel langganan di Barat perempatan PALBAPANG BANTUL sebelum bangjo pertama, yaitu tukang ban Pak Hasan. Ada di sisi selatan.

Setel;ah ganti ban depan ini, rasanya memang lebih enak dan yakin untuk mereng-mereng. Saya memang tidak kompromi dengan ban, tipis dikit saya ganti, ini berkaitan dengan medan yang saya tempuh saat ngantor yang naik turun Patuk-Piyungan.

image

Ganti ban merek dan type serupa

 

Pakai mesin khusus biar velg tidak rusak

Pakai mesin khusus biar velg tidak rusak

 

image

Ditest bocor atau enggak

 

Dipasang

Dipasang

 

Posted from WordPress for Android Samsung Galaxy 5 by hadiyanta

Pelajaran berharga dari bocornya ban belakang pulsar saya

Alasan saya dahulu beli pulsar adalah, dengan harga 18,6 jutanan sudah mendapatkan sepeda motor yang  sudah memakai tubeless di kedua rodanya. Bandingkan dengan motor dengan tongkrongan yang segede pulsar tapi harganya lebih mahal tetapi belum tubeless, sehingga kebanyakan yang punya motor tersebut pada ganti sendiri ke tubeless, jadi lebih mahal lagi biayanya kan. Kenapa saya mensyaratkan tubeless sebagai yang utama? Tidak lain dan tidak bukan karena rute ngantor saya yang naik turun gunung, sehingga harapan saya dengan tubeless, seandainya ban kena paku masih bisa bertahan asalkan paku tidak dicabut dari ban. Masih bisa dinaiki sampai kantor atau sampai tambalan tubeless terdekat yang bisa dijumpai.

Seingat saya sudah dua kali tubeless saya bocor, sekali saya tambal di jalan wonosari, dan sukses tambalannya bagus, kedua kalinya saya tambal di jalan godean dan sukses juga tambalannya tidak sempurna sehingga bocor alus, lalu saya putuskan untuk memberikan ban dalam di tubeless saja, jadi sekarang tidak tubeless lagi.

http://hadiyanta.com/2011/09/27/bocor-kedua-ban-belakang-di-bc/

nuntun pulsar bocor abot tenan

Nah kemarin sore 7 September 2012, saat saya beranngkat kerja, di ringroad selatan selepas Terminal Giwangan dan sudah hampir sampai TL Kota Gode, ban terasa gembos, dan benar ternyata memanag gembos, setelahs aya standar tegak, saya dapati paku kecil yang membuat bocor. Kebetulan saat itu saya diboncengi adik akndung yang nunut sampai piyungan karena mau ambil motornya di rumah mertua. Jadilah adik saya yang nuntun motor sampai ke banjo ringroad kota gede, dan deberi tahu orang untuk belok ke barat ke arah jalan Karanglo Kotagede, karena banyak pilihan bengkel tambal ban, bengkel terdekat rupanya sudah tutup, dapatnya sekitar 150 meteran dari bangjo di utara jalan.

sampai juga di bengkel ban

Saya bilang pada yang mau ganti ban saya bahwa ini adalah velg tubeless, dan untungnya yang nambal mengerti dan hati hati, tetapi setelah dikerjakan lama, dan rasanya mustahil dijugil biasa, maka saya minta untuk dibawa ke tempat penggantian ban yang punya mesin hidrolis khusus untuk mengganti ban mobil, tujuan utamanya agar velg tidak rusak, tentu saja ada tambahan biaya sekitar 15.000, tapi tidak masalah dari pada rusak.

sulit banget untuk menjugil ban ini tanpa alat hidrolis

Inilah pelajaran berharga bahwa terlalu riskan untuk ban tubeless jika diberi ban dalam, karena dapat dipastikan bengkel biasa bakal kesulitan untuk mencopot ban tersebut dari velgnya, kalaupun dipaksakan, saya yakin bakal merusakkan velg. Satu satunya cara yang lebih aman adalah tubelessnya diberi cairan anti bocor seperti yang sudah dilakukan oleh sedulur koboys yang juga punya pulsar, yaitu Yugo. Ekstrimnya YUGO ini beli cairan anti bocor, lalu dimasukkan ban, dan ban sengaja dia tusuk pakai paku, dan untunglah cairan anti bocornya memang bekerja dengan baik. Saya akan meniru YUGO untuk ban saya yang rencana sudah mau saya ganti dalam waktu dekat ini, sehingga tidak akan merepotkan saat terkena paku. Tetapi tentu saya tidak akan tiru untuk sengaja menusuk paku ke ban saya.

http://ardiantoyugo.wordpress.com/2012/08/30/ban-tubeless-plus-tire-guard-kolaborasi-hebat/

Nuntun pulsar itu berat, bongkar ban pulsar itu juga sulit, jadi memberikan cairan anti bocor ke tubeless pulsar ini adalah solusi paling aman. Dan saya sukses kelhilangan 1,5 jam waktu, sehingga telat sampai kantor.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.520 pengikut lainnya.